<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cerdas Berkarakter &#8211; Rumah #InspiraThur</title>
	<atom:link href="https://thurneysensimanjuntak.com/category/cerdas-berkarakter/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://thurneysensimanjuntak.com</link>
	<description>Ruang Berbagi Lewat Tulisan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 Dec 2020 13:03:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.2.21</generator>

<image>
	<url>https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/02/cropped-Thur-Sketsa-1-32x32.jpg</url>
	<title>Cerdas Berkarakter &#8211; Rumah #InspiraThur</title>
	<link>https://thurneysensimanjuntak.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bersinergi Melawan Kekerasan Berbasis Gender</title>
		<link>https://thurneysensimanjuntak.com/2020/12/03/bersinergi-melawan-kekerasan-berbasis-gender/</link>
				<comments>https://thurneysensimanjuntak.com/2020/12/03/bersinergi-melawan-kekerasan-berbasis-gender/#respond</comments>
				<pubDate>Thu, 03 Dec 2020 22:25:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Thurneysen]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerdas Berkarakter]]></category>
		<category><![CDATA[AKBG]]></category>
		<category><![CDATA[KBG]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://thurneysensimanjuntak.com/?p=1124</guid>
				<description><![CDATA[“Mengapa kita perlu belajar perbedaan, kesetaraan dan harmoni?” Tanyaku pada siswaku bulan lalu. Salah seorang memberikan jawaban bahwa “Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang beragam, untuk <a href="https://thurneysensimanjuntak.com/2020/12/03/bersinergi-melawan-kekerasan-berbasis-gender/" class="read-more-link">[more...]</a>]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[
<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-7-1024x768.jpg" alt="" data-id="1141" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/2020/12/03/bersinergi-melawan-kekerasan-berbasis-gender/cerdas-berkarakter-7/" class="wp-image-1141" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-7-1024x768.jpg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-7-300x225.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-7-768x576.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-7-320x240.jpg 320w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-7-100x75.jpg 100w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-7.jpg 1040w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure></li></ul>



<p>“Mengapa kita perlu belajar perbedaan, kesetaraan dan harmoni?” Tanyaku pada siswaku bulan lalu.</p>



<p>Salah seorang memberikan jawaban bahwa “Masyarakat
Indonesia merupakan masyarakat yang beragam, untuk itu perlu kita mengahargai
perbedaan. Salah satu wujud penghargaan tersebut yakni dengan mengakui
kesetaraan. Tanpa adanya pengakuan tersebut, tentu tidak akan tercipta
kehidupan yang harmoni.”</p>



<p>Saat itu topik yang sedang kami bahas adalah “Diferensiasi
Sosial”. Adapun yang menjadi bagian dari “Diferensiasi Sosial” tersebut
diantaranya ras, etnis, agama, klan, profesi dan gender.</p>



<p>Nah, salah satu yang tidak lupa kami bahas dari “Diferensiasi
Sosial” saat itu adalah tentang gender. Bahwa manusia &nbsp;sejak semula diciptakan berbeda antara pria
dan wanita. Tetapi walaupun berbeda namun keberadaannya setara.</p>



<p>Singkatnya, pria dan wanita tidak ada yang lebih
tinggi atau lebih rendah. Jadi, <strong>sesungguhnya
tidak ada kamusnya untuk merendahkan seseorang karena identitas gender.</strong></p>



<p>Tapi permasalahannya, mengapa dalam catatan sejarah kehidupan manusia, kita menemukan diskriminasi terhadap wanita? Bahkan tidak jarang terjadi kekerasan pada wanita?</p>



<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-6-1024x575.jpg" alt="" data-id="1133" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=1133" class="wp-image-1133" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-6-1024x575.jpg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-6-300x169.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-6-768x431.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-6.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure></li></ul>



<p>Dalam beberapa budaya masyarakat memang sering kita
menemukan adanya anggapan bahwa wanita itu adalah kelas dua. Sehingga hal
tersebut menjadi pintu masuk terhadap diskriminasi dan perilaku yang tidak adil
terhadap wanita.</p>



<p>Seiring perjalanan waktu, ketika HAM dan demokrasi
semakin marak dibahas, secara perlahan semakin marak perjuangan emansipasi
wanita. Tetapi perjuangan ternyata belum selesai. Pekerjaan rumah masih banyak.
Kekerasan terhadap perempuan juga masih marak terjadi hingga saat ini.</p>



<p>Dalam webinar “Kampus Merdeka dari Kekerasan Berbasis Gender” yang diselenggarakan Pusat Pembinaan Karakter (Puspeka) Kemdikbud RI (28/11/2020), seorang narasumber dari Komnas Perempuan (Alimatul Qibtiah) menyampaikan tentang data kasus Kekerasan Berbasis Gender (KBG).</p>



<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-1-1024x576.jpg" alt="" data-id="1125" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=1125" class="wp-image-1125" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-1-1024x576.jpg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-1-300x169.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-1-768x432.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-1.jpg 1366w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure></li></ul>



<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-2-1024x576.jpg" alt="" data-id="1126" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=1126" class="wp-image-1126" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-2-1024x576.jpg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-2-300x169.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-2-768x432.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-2.jpg 1366w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure></li></ul>



<p>Setelah melihat data tersebut kita tentu menyadari bahwa di masyarakat kita ternyata masih tinggi Kekerasan Berbasis Gender. Dan perlu dicatat bahwa data tersebut adalah data yang dilaporkan. Pertanyaan, bagaimana dengan data yang tidak dilaporkan masyarakat? Tentu kita dapat menyimpulkan Kekerasan Berbasis Gender tersebut sebenarnya masih jauh dari angka-angka tersebut.</p>



<p>Untuk itu, narasi
Anti Kekerasan Berbasis Gender (AKBG), sosialisasi dan kampanye AKBG, menjadi
sangat penting dan genting untuk digalakkan. Tetapi tidak boleh berhenti hingga
tataran narasi, sosialisasi dan kampanye. Harus sampai pada tingkat
membangunkan kesadaran semua unsur masyarakat. &nbsp;Karena ini adalah tugas bersama. Semua harus
bersinergi mendukung dan menjalankannya.</p>



<p>Seperti yang disampaikan oleh Bapak Hendarman, Kepala Puspeka Kemdikbud RI, bahwa kita harus bergerak bersama melawan Kekerasan Berbasis Gender tersebut. Senada dengan yang disampaikan oleh Ibu Maria Ulfah Anshor (Komisioner Komnas Perempuan) bahwa ini adalah tanggung jawab semua pihak.</p>



<ul class="wp-block-gallery columns-2 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-3.jpg" alt="" data-id="1127" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=1127" class="wp-image-1127" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-3.jpg 701w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-3-292x300.jpg 292w" sizes="(max-width: 701px) 100vw, 701px" /></figure></li><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-4.jpg" alt="" data-id="1129" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=1129" class="wp-image-1129" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-4.jpg 711w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-4-296x300.jpg 296w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-4-100x100.jpg 100w" sizes="(max-width: 711px) 100vw, 711px" /></figure></li></ul>



<p>Untuk itu, kita masing-masing harus memainkan peran kita. Tentu kita semua dapat memulainya dari diri sendiri, keluarga, komunitas, hingga masyarakat kita berada. Sebab Kekerasan Berbasis Gender sesungguhnya tidak jauh dari tempat kita berinteraksi seperti pada paparan Ibu Maria Ulfah pada webinar (21/11/2020).</p>



<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-5-1024x575.jpg" alt="" data-id="1131" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=1131" class="wp-image-1131" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-5-1024x575.jpg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-5-300x169.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-5-768x431.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-5.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure></li></ul>



<p>Sementara Giselle Tani Pratiwi (Psikologi Anak dari Yayasan Pulih) menyampaikan “Mulailah dari kebiasaan yang baik dalam relasi, membiasakan saling menghormati, menghargai satu sama lain, dan membiasakan hal ini dalam lingkup pendidikan.”</p>



<p>Dengan demikian masalah Kekerasan Berbasis Gender dapat teratasi. Kesetaraan dan harmoni pun tetap tercipta dalam masyarakat.</p>



<p><strong>Sumber Referensi :</strong> Webinar yang diselenggarakan Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kemdikbud RI pada 21/11/2020 dan 28/12/2020 dan media sosial Puspeka.</p>



<p></p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://thurneysensimanjuntak.com/2020/12/03/bersinergi-melawan-kekerasan-berbasis-gender/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>Webinar Sarat Nilai Karakter, Menginspirasi Pembelajaran Masa Pademi Covid-19</title>
		<link>https://thurneysensimanjuntak.com/2020/09/05/webinar-sarat-nilai-karakter-menginspirasi-pembelajaran-masa-pademi-covid-19/</link>
				<comments>https://thurneysensimanjuntak.com/2020/09/05/webinar-sarat-nilai-karakter-menginspirasi-pembelajaran-masa-pademi-covid-19/#respond</comments>
				<pubDate>Sat, 05 Sep 2020 01:57:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Thurneysen]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerdas Berkarakter]]></category>
		<category><![CDATA[BahagiaBelajardiRumah]]></category>
		<category><![CDATA[BlogBerkarakter]]></category>
		<category><![CDATA[CerdasBerkarakter]]></category>
		<category><![CDATA[SeruBelajarKebiasaanBaru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://thurneysensimanjuntak.com/?p=853</guid>
				<description><![CDATA[Cerdas berkarakter adalah bagian dari manusia seutuhnya. Sosok cerdas berkarakter, tentu menjadi idaman dan layak dijadikan teladan bagi sesama. Bukan hanya itu, tapi mampu menginspirasi <a href="https://thurneysensimanjuntak.com/2020/09/05/webinar-sarat-nilai-karakter-menginspirasi-pembelajaran-masa-pademi-covid-19/" class="read-more-link">[more...]</a>]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[
<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Puspeka-1024x576.jpg" alt="" data-id="857" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=857" class="wp-image-857" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Puspeka-1024x576.jpg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Puspeka-300x169.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Puspeka-768x432.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Puspeka.jpg 1272w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Interaksi dengan salah satu peserta seminar</figcaption></figure></li></ul>



<p>Cerdas berkarakter adalah bagian dari manusia seutuhnya. Sosok cerdas berkarakter, tentu menjadi idaman dan layak dijadikan teladan bagi sesama. Bukan hanya itu, tapi mampu menginspirasi orang lain menjadi insan mulia.</p>



<p>Masa pandemi Covid-19 seperti sekarang, tentu kita butuh orang yang demikian untuk menularkan nilai-nilai karakter. Terutama pada dunia pendidikan yang telah menjalani pola baru dalam pembelajaran. </p>



<p>Nah, kalau bicara sosok cerdas berkarakter, yang mampu menularkan nilai-nilai karakter pada pembelajaran di masa pandemi Covid-19, kita dapat juga menemukannya pada “Seri Kegiatan Webinar Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19”. Tepatnya yang diselenggarakan oleh Pusat Penguatan Karakter (Puspeka).</p>



<p>Sudah pernah mendengar Puspeka? </p>



<p>Puspeka merupakan unit organisasi baru di Kemendikbud
yang dibentuk berdasarkan Permendikbud Nomor 45 Tahun 2019. Kehadirannya
diharapkan mampu mempersiapkan generasi bangsa yang cakap melalui pendidikan
karakter di sekolah, di lingkungan keluarga, maupun masyarakat.</p>



<p>Sejak dibentuk, ada banyak kegiatan yang sudah
dilakukan oleh Puspeka, salah satunya webinar. Hingga sekarang, Puspeka telah
menyelenggarakan webinar ini sebanyak 9 kali. </p>



<p>Secara khusus pada bulan Agustus 2020 ini, Puspeka telah berhasil menyelenggarakan “Seri Kegiatan Webinar Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19” yang bertema: “Kurikulum Kondisi Khusus, Adaptasi Pembelajaran Kebiasaan Baru” (Sabtu, 8 Agustus 2020), “Sinergi Pembelajaran Kondisi Khusus” (Sabtu, 15 Agustus 2020), “Mengelola Pembelajaran Adaptif, Fleksibel dan Akomodatif” (Sabtu, 22 Agustus 2020), serta “Tetap Produktif di Masa Penuh Tantangan, Vokasi Kuat Menguatkan Indonesia”.</p>



<ul class="wp-block-gallery columns-3 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Puspeka-1.jpg" alt="" data-id="859" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=859" class="wp-image-859" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Puspeka-1.jpg 720w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Puspeka-1-150x150.jpg 150w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Puspeka-1-300x300.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Puspeka-1-100x100.jpg 100w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /></figure></li><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Puspeka-2.jpg" alt="" data-id="860" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=860" class="wp-image-860" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Puspeka-2.jpg 720w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Puspeka-2-150x150.jpg 150w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Puspeka-2-300x300.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Puspeka-2-100x100.jpg 100w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /></figure></li><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Puspeka-3.jpg" alt="" data-id="861" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=861" class="wp-image-861" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Puspeka-3.jpg 720w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Puspeka-3-150x150.jpg 150w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Puspeka-3-300x300.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Puspeka-3-100x100.jpg 100w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /></figure></li><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Puspeka-4.jpg" alt="" data-id="862" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=862" class="wp-image-862" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Puspeka-4.jpg 720w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Puspeka-4-150x150.jpg 150w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Puspeka-4-300x300.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Puspeka-4-100x100.jpg 100w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /></figure></li></ul>



<p>Sebagai seorang guru yang turut menyaksikan webinar
ini, baik melalui aplikasi zoom ataupun youtube, merasa sungguh beruntung. Ada
banyak nilai-nilai karakter yang ditularkan para narasumber, secara khusus rekan-rekan
sejawat guru dari berbagai daerah yang menceritakan pengalaman mereka dalam
menyiasati pembelajaran di masa pandemi Covid-19.</p>



<p>Titik Nur Istiqomah (Guru SD Muhammadiyah 1 Muntilan,
Komunitas Guru Belajar Kabupaten Magelang) misalnya, menyampaikan bagaimana
sekolah mereka menerapkan pembelajaran di era pembiasaan baru dengan
memperhatikan keragaman murid. Untuk menetapkan cara pembelajaran jarak jauh,
diperlukan empati terhadap latar belakang murid serta melibatkan kerjasama sekolah,
orang tua dan murid.</p>



<p>Sementara Yayuk Hartini (Guru SDN Indrasari 1
Martapura, Kalimantan) mencoba menerapkan pembelajaran dengan penumbuhan
karakter baik melalui aktivitas harian dan kemandirian murid selama di rumah.</p>



<p>Berbeda dengan Fandi Dawenan (Guru Pendidikan Khusus
Berprestasi dan PJ Unit Produksi Braille di Sorong, Papua Barat, yang menceritakan
tantangan mendidik anak-anak yang berkebutuhan khusus (disabilitas) di masa pandemi
Covid-19 butuh kesabaran dan harus membuat modul pembelajaran yang sesuai
kebutuhan anak.</p>



<p>Selain itu, ada Cone Kustarto Arifin (Kepala Sekolah
SMKN 8 Malang, Jawa Timur), yang mencoba mengubah tantangan menjadi peluang. Misalnya,
untuk anak SMK dengan pembelajaran 4 tahun (Kelas XIII) yang seharusnya
menjalani magang di Industri, tetapi dengan kondisi sekarang mereka memaksimalkan
pelaksanaan “Project Work” Otomatisasi Palang Pintu dan Otomatisasi Sortir
Barang.</p>



<p>Keempat sosok yang saya sebut di atas, hanya beberapa narasumber yang ada pada webinar tersebut. Bagi sahabat pembaca yang ingin menyaksikan lebih jauh silahkan berkunjung ke youtube <strong><a rel="noreferrer noopener" aria-label=" (opens in a new tab)" href="https://www.youtube.com/c/CerdasBerkarakterKemdikbudRI" target="_blank">Cerdas Berkarakter Kemdikbud RI</a></strong></p>



<p>Dengan berbagai pengalaman tersebut, tentu kita berharap dapat terinspirasi dan kemudian menularkan nilai-nilai karakter dalam mengahadapi masa pandemi serta menyiapkan generasi yang berkarakter. </p>



<p>Sumber gambar: IG <a rel="noreferrer noopener" aria-label="@cerdasberkarakter.kemdikbudri (opens in a new tab)" href="https://www.instagram.com/cerdasberkarakter.kemdikbudri/" target="_blank"><strong>@cerdasberkarakter.kemdikbudr</strong>i</a></p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://thurneysensimanjuntak.com/2020/09/05/webinar-sarat-nilai-karakter-menginspirasi-pembelajaran-masa-pademi-covid-19/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 0/150 objects using memcache
Page Caching using disk: enhanced 
Database Caching using redis (Request-wide modification query)

Served from: thurneysensimanjuntak.com @ 2024-06-30 06:33:54 by W3 Total Cache
-->