<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Digital &#8211; Rumah #InspiraThur</title>
	<atom:link href="https://thurneysensimanjuntak.com/category/digital/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://thurneysensimanjuntak.com</link>
	<description>Ruang Berbagi Lewat Tulisan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 25 Apr 2024 12:21:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.2.21</generator>

<image>
	<url>https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/02/cropped-Thur-Sketsa-1-32x32.jpg</url>
	<title>Digital &#8211; Rumah #InspiraThur</title>
	<link>https://thurneysensimanjuntak.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Teknologi Sebuah Keniscayaan Bagi Pendidikan Anak</title>
		<link>https://thurneysensimanjuntak.com/2024/04/25/teknologi-sebuah-keniscayaan-bagi-pendidikan-anak/</link>
				<comments>https://thurneysensimanjuntak.com/2024/04/25/teknologi-sebuah-keniscayaan-bagi-pendidikan-anak/#respond</comments>
				<pubDate>Thu, 25 Apr 2024 12:21:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Thurneysen]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Bimbel]]></category>
		<category><![CDATA[Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[CerdasdenganMetodeKumon]]></category>
		<category><![CDATA[kumonblogcompetition]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://thurneysensimanjuntak.com/?p=2294</guid>
				<description><![CDATA[“Berubah lagi! Berubah lagi!” celetuk seorang pejuang UTBK – SNBT 2023. Ngomong-ngomong sudah tahu apa itu UTBK – SNBT? UTBK – SNBT merupakan salah satu <a href="https://thurneysensimanjuntak.com/2024/04/25/teknologi-sebuah-keniscayaan-bagi-pendidikan-anak/" class="read-more-link">[more...]</a>]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_1786" aria-describedby="caption-attachment-1786" style="width: 300px" class="wp-caption alignleft"><img class="wp-image-1786 size-medium" src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/10/Gambar-Menulis-300x230.jpg" alt="" width="300" height="230" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/10/Gambar-Menulis-300x230.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/10/Gambar-Menulis.jpg 703w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-1786" class="wp-caption-text">Dokumentasi Pribadi</figcaption></figure>
<p>“Berubah lagi! Berubah lagi!” celetuk seorang pejuang UTBK – SNBT 2023.</p>
<p>Ngomong-ngomong sudah tahu apa itu UTBK – SNBT?</p>
<p>UTBK – SNBT merupakan salah satu jalur masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia. Atau merupakan singkatan dari Ujian Tulis Berbasis Komputer – Seleksi Nasional Berbasis Tes.</p>
<p>Nah, sejak tahun 2023, ternyata sistem Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) masuk PTN ternyata ada perubahan. Salah satunya adalah materi yang diujikan.</p>
<p>Kalau sebelum tahun 2023, materi yang diujikan adalah Tes Potensi Skolastik (TPS) dengan Tes Potensi Akademik (TPA).</p>
<p>Tetapi semenjak 2023, TPA itu pun dihapuskan, diganti dengan Literasi Bahasa Inggris, Literasi Bahasa Indonesia, dan Penalaran Matematika.</p>
<p>Bagi yang memiliki kemampuan yang kuat dalam bidang TKA, tentu ini bukan sesuatu yang menguntungkan. Tetapi bagi mereka yang kuat berlogika matematika dan kemampuan literasi, akan sangat menguntungkan.</p>
<p>Sobat! Perlu diketahui, perubahan tersebut tentu bukan tanpa alasan. Mengingat bahwa peringkat PISA Indonesia memang tergolong rendah selama ini di antara negara-negara peserta PISA.</p>
<p>PISA atau “Program for International Student Assessment” merupakan evaluasi internasional yang dilakukan untuk mengukur kemampuan siswa tentang literasi membaca, matematika, dan sains.</p>
<figure id="attachment_2301" aria-describedby="caption-attachment-2301" style="width: 300px" class="wp-caption alignleft"><img class="wp-image-2301 size-medium" src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2024/04/UTBK-300x158.png" alt="" width="300" height="158" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2024/04/UTBK-300x158.png 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2024/04/UTBK-768x406.png 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2024/04/UTBK-1024x541.png 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2024/04/UTBK.png 1295w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-2301" class="wp-caption-text">Dokumentasi Pribadi</figcaption></figure>
<p>Kembali ke persiapan UTBK – SNBT. Jadi untuk mempersiapkan sistem UTBK – SNBT, sesungguhnya peserta telah merasakan ujian yang tidak jauh berbeda pada level sekolah sebelumnya melalui Assesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).</p>
<p>Tentu tidak perlu berlarut-larut memperbincangkan seputar perubahan tersebut. Sekarang bagaimana peserta didik itu siap ketika menghadapi UTBK – SNBT.</p>
<p>Menurut hemat saya, pembiasaan dengan literasi dan penalaran matematika sejak dini adalah satu cara yang sangat efektif untuk mempersiapkan diri di masa mendatang, untuk menghadapi ujian seperti UTBK – SNBT.</p>
<p>Sesungguhnya pembiasaan dengan literasi dan penalaran bukan saja berurusan dengan ujian, tetapi sangat membantu anak-anak di masa depannya untuk mengembangkan konsep-konsep dasar, seperti angka, pola, dan hubungan antar objek. Hal lainnya, akan membantu mengasah kemampuan berpikir logis, menganalisis situasi, dan menyelesaikan berbagai permasalahan.</p>
<p>Pertanyaannya, adakah program pendidikan tambahan yang dapat meningkatkan literasi dan penalaran matematika tersebut sejak dini? Nah, ini dia! Kumon.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>Kumon Program Mengembangkan Potensi</strong></h2>
<p>Sudah pernah mendengar tentang Kumon?</p>
<p>Kumon adalah program pembelajaran yang bertujuan untuk mengembangkan potensi setiap siswa secara maksimal. Dengan bimbingan yang tepat, siswa dapat belajar menghadapi tantangan dengan percaya diri dan kemampuan sendiri.</p>
<p>Selain itu, Kumon juga berusaha membentuk individu yang mandiri dan cakap, memberikan mereka kemampuan untuk menentukan jalan hidupnya sendiri sejak dini.</p>
<p>Oleh karena itu, Kumon itu bisa menjadi solusi sebagai <a href="https://id.kumonglobal.com/for-parents/our-programmes/?utm_source=website&amp;utm_medium=article&amp;utm_campaign=Kumonblogcompetition" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>bimbel Matematika anak</strong></a>.</p>
<p>Kalau bicara tentang latar belakang hadirnya Kumon, tidak terlepas dari jasa Toru Kumon. Metode Kumon itu sendiri lahir dari hasrat seorang ayah untuk membantu anaknya menjadi mandiri dalam belajar matematika.</p>
<figure id="attachment_2300" aria-describedby="caption-attachment-2300" style="width: 300px" class="wp-caption alignright"><img class="wp-image-2300 size-medium" src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2024/04/Tulisan-300x242.jpg" alt="" width="300" height="242" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2024/04/Tulisan-300x242.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2024/04/Tulisan.jpg 657w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-2300" class="wp-caption-text">Dokumentasi Pribadi</figcaption></figure>
<p>Sekarang ini, Kumon telah banyak membantu anak-anak memperkuat dasar-dasar matematika dan kemudian membangunnya ke tingkat yang lebih tinggi.</p>
<p>Mereka diajak untuk memecahkan masalah matematika secara sistematis, memperdalam pemahaman tentang konsep-konsep matematika, dan meningkatkan kemampuan berpikir logis dan analitis mereka.</p>
<p>Saya yakin ketika kemampuan ini terus berkesinambungan, tentu akan memudahkan anak nantinya dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam menghadapi UTBK – SNBT seperti yang telah disampaikan di atas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>Kumon di Era Digital</strong></h2>
<p>Akhir-akhir ini, kita semakin sering melihat bahkan merasakan teknologi itu semakin berperan signifikan dalam pendidikan. Terutama semakin pesat perkembangannya saat dunia mengalami pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu.</p>
<p>Teknologi telah memberikan berbagai kemudahan dalam pendidikan, sehingga memungkinkan anak-anak belajar semakin efisien dan efektif, karena pembelajaran dapat dilakukan kapan saja, di mana saja, dan dari siapa saja.</p>
<p>Bukan itu saja, dengan kehadiran teknologi itu pembelajaran pun semakin menyenangkan, menghibur, interaktif, dan didesain dengan penuh kreativitas.</p>
<p>Nah, kalau berbicara tentang teknologi dalam pendidikan, maka Kumon pun tidak tertinggal. Kumon terus berinovasi dan berbenah diri. Salah satu yang bisa dinikmati adalah <a href="https://id.kumonglobal.com/kumon-connect/?utm_source=website&amp;utm_medium=article&amp;utm_id=Kumon+Blog+Competition" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Kumon Connect</strong></a>.</p>
<p>Sudah pernah dengar Kumon Connect?</p>
<p>Kumon Connect merupakan platform belajar digital terbaru dari Kumon. Adapun tujuannya yakni memperkuat hubungan antara anak, orang tua, dan pembimbing.</p>
<p><iframe title="Belajar Lebih Praktis dengan KUMON CONNECT" width="640" height="360" src="https://www.youtube.com/embed/bpjLNMXp48s?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Orang tua juga dapat terlibat dalam proses belajar anak-anak mereka dengan meninjau catatan belajar dan terhubung dengan pembimbing.</p>
<p>Dengan keberadaan Kumon Connect tersebut,  maka komunikasi pun akan semakin intens dan hubungan personal yang lebih erat. Bahkan pembimbing Kumon dapat memantau kemajuan belajar siswa dan memberikan umpan balik.</p>
<p>Selanjutnya, dengan keberadaan program <a href="https://id.kumonglobal.com/kumon-connect/?utm_source=website&amp;utm_medium=article&amp;utm_id=Kumon+digital" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>kumon digital</strong></a> ini, maka dimungkinkan anak-anak untuk belajar secara mandiri seperti saat menggunakan lembar kerja Kumon. Tentunya dengan menggunakan perangkat tablet, sementara untuk tulis menulis, siswa dapat menggunakan “stylus pen”.</p>
<p>Memang lambat laun, di era digital seperti sekarang semakin banyak saja kemudahan bagi anak. Ketika anak ingin belajar matematika dan literasi, tidak perlu bepergian jauh dari rumah menuju tempat les, sebab Kumon juga telah menyediakan <strong><a href="https://id.kumonglobal.com/kumon-connect/?utm_source=website&amp;utm_medium=article&amp;utm_campaign=Kumonblogcompetition&amp;utm_id=Kumon+digital" target="_blank" rel="noopener noreferrer">les matematika online</a>.</strong></p>
<p>Bahkan untuk <a href="https://id.kumonglobal.com/for-parents/our-programmes/?utm_source=website&amp;utm_medium=article&amp;utm_campaign=Kumonblogcompetition&amp;utm_id=Les+Bahasa+inggris+anak" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>les Bahasa Inggris anak</strong></a> pun, Kumon telah menyediakan <a href="https://id.kumonglobal.com/kumon-connect/?utm_source=website&amp;utm_medium=article&amp;utm_campaign=Kumonblogcompetition&amp;utm_id=Kursus+bahasa+inggris+online" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>kursus Bahasa Inggris online</strong></a>.</p>
<p>Pada akhirnya, dengan kehadiran Kumon digital, baik itu les Bahasa Inggris online dan kursus Bahasa Inggris online, telah membuka pintu bagi pengembangan diri anak secara luar biasa.</p>
<p>Melalui platform digital tersebut, anak-anak diharapkan memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemampuan literasi dan penalaran matematika mereka secara mandiri dan terstruktur.</p>
<p>Dengan akses yang fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan individu, Kumon digital tidak hanya membantu memperkuat kemampuan matematika, tetapi juga keterampilan bahasa Inggrisnya.</p>
<p>Inovasi itu tentunya akan dapat memberikan anak-anak peluang yang lebih luas untuk mencapai potensi penuh mereka dalam menghadapi tantangan masa depan. (TS)</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://thurneysensimanjuntak.com/2024/04/25/teknologi-sebuah-keniscayaan-bagi-pendidikan-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>Homo Fabulans di Era Content Creator</title>
		<link>https://thurneysensimanjuntak.com/2023/05/05/2265/</link>
				<comments>https://thurneysensimanjuntak.com/2023/05/05/2265/#respond</comments>
				<pubDate>Fri, 05 May 2023 11:40:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Thurneysen]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Digital]]></category>
		<category><![CDATA[IndiHome]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[internet provider]]></category>
		<category><![CDATA[Telkom Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://thurneysensimanjuntak.com/?p=2265</guid>
				<description><![CDATA[Tak kuasa menahan rasa haru. Akhirnya saya berkesempatan mengikuti sebuah syuting iklan layanan masyarakat. Semuanya berawal dari sebuah cerita yang pernah saya publikasikan di sebuah <a href="https://thurneysensimanjuntak.com/2023/05/05/2265/" class="read-more-link">[more...]</a>]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_2266" aria-describedby="caption-attachment-2266" style="width: 709px" class="wp-caption aligncenter"><img class="wp-image-2266 size-full" src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2023/05/Syuting.jpeg" alt="" width="709" height="466" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2023/05/Syuting.jpeg 709w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2023/05/Syuting-300x197.jpeg 300w" sizes="(max-width: 709px) 100vw, 709px" /><figcaption id="caption-attachment-2266" class="wp-caption-text">Dokpri</figcaption></figure>
<p>Tak kuasa menahan rasa haru. Akhirnya saya berkesempatan mengikuti sebuah syuting iklan layanan masyarakat.</p>
<p>Semuanya berawal dari sebuah cerita yang pernah saya publikasikan di sebuah platform media sosial. Tentang kisah seorang guru yang pernah mengajariku saat masih duduk di bangku sekolah dasar.</p>
<p>Tidak pernah saya duga, kalau kisah itu akan diangkat menjadi iklan layanan masyarakat oleh sebuah perusahaan farmasi nasional. Tepatnya sebagai iklan untuk mengenang Hari Pahlawan dan Hari Guru lima tahun silam.</p>
<p>Tentu saya sangat bersyukur, kisah hidup saya bersama guru sekolah dasarku bisa menjadi kisah yang menginspirasi. Bukan itu saja, saya pun berkesempatan mempersembahkan sesuatu kepada guru yang pernah mendidikku.</p>
<p><iframe title="Pahlawan Inspirasiku" width="640" height="360" src="https://www.youtube.com/embed/3d4aptPULW4?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Itulah kekuatan dari sebuah cerita. Ternyata cerita yang sederhana itu, telah berubah menjadi konten yang bisa dinikmati oleh banyak orang.</p>
<p>Saya yakin sahabat pembaca pun sesungguhnya memiliki banyak cerita.</p>
<p>Sebab sesungguhnya tidak ada manusia yang tidak punya cerita. Bahkan, pada dasarnya manusia bisa dibilang sebagai makhluk bercerita atau sering disebut dengan <strong>homo fabulans</strong>.</p>
<p>Lantas, apakah alasan manusia itu senang atau ingin bercerita?</p>
<p>Ternyata, manusia itu pada umumnya ingin di dengar. Bahkan tidak sedikit manusia yang merasa lega ketika menyampaikan unek-unek yang tersimpan dalam hatinya kepada orang lain.</p>
<p>Ada juga tipikal manusia yang senang bercerita karena ingin mendapat pengakuan dan penghargaan, sehingga begitu bersemangat untuk menceritakan setiap capaian dan keberhasilan dalam kehidupannya.</p>
<p>Selain itu, ada hal yang tak kalah penting.</p>
<p>Dengan bercerita ternyata dapat membantu manusia membangun dan mempererat hubungan satu dengan yang lainnya. Bahkan tidak jarang dengan cerita itu tercipta hubungan yang erat dan mendalam. Ini pula yang membuktikan bahwa manusia itu adalah makhluk sosial.</p>
<p>Apa pun alasan manusia itu bercerita, setidaknya dari berbagai cerita tersebut ada banyak manfaat yang bisa dirasakan oleh seseorang. Tidak jarang seseorang mendapatkan moral, hiburan, inspirasi, dan motivasi hidup dari setiap cerita yang pernah didengarnya.</p>
<p>Nah, di tengah-tengah maraknya penggunaan media sosial dan  kemajuan teknologi digital, ternyata semangat bercerita itu tetap melekat pada diri manusia. Bahkan, sering sekali cerita-cerita itu dikemas dalam bentuk konten menarik dan segar.</p>
<p>Uniknya, di era informasi seperti sekarang ini, ada jenis pekerjaan baru bagi mereka yang senang dan kreatif mengolah cerita dan informasi yang dia miliki. Jenis pekerjaan yang saya maksudkan salah satunya adalah content creator.</p>
<p>Sudah pernah dengar istilah content creator?</p>
<p>Bisa dibilang kalau content creator itu adalah orang yang terlibat aktif dalam pembuatan konten. Sementara kalau bicara tentang bentuk konten tersebut bisa saja dalam bentuk tulisan, gambar, audio, dan video.</p>
<p>Kemudian, konten tersebut ditayangkan pada berbagai platform sesuai tujuan dan kepentingannya. Bisa saja ditampilkan di berbagai media sosial seperti blog, facebook, instagram, youtube, dan yang lainnya.</p>
<p>Kalau bicara dari sisi penghasilan, pekerjaan sebagai content creator itu tidak bisa dipandang sebelah mata. Tidak sedikit content creator yang berhasil meraup keuntungan sebagai hasil kerja kreatifnya. Jadi, sah-sah saja kalau semakin banyak orang yang menggeluti pekerjaan sebagai content creator secara profesional.</p>
<p>Oleh karena itu, tidak kaget lagi ketika Presiden Joko Widodo pernah bertanya kepada seorang pelajar sekolah dasar tentang cita-citanya. Tentu tidak ada yang menduga kalau anak tersebut menjawabnya dengan penuh semangat, bahwa dia ingin menjadi seorang youtuber.</p>
<p>Itu pertanda bahwa pekerjaan sebagai pembuat konten mendapat tempat di hati masyarakat, tentunya karena ada peluang dan harapan yang menjanjikan di sana.</p>
<p>Pertanyaannya, apakah Anda juga tertarik menjadi seorang content creator?</p>
<p>Sesungguhnya, siapa pun memiliki kesempatan menjadi seorang content creator. Bahkan tidak ada batasan umur, gender, profesi, agama, suku, ras, atau yang lainnya untuk menjadi seorang content creator.</p>
<p>Selagi memiliki cerita dan informasi menarik untuk dibagikan, kenapa tidak? Bukankah setiap hidup kita masing-masing memiliki pengalaman hidup yang unik, yang layak menjadi bahan pembelajaran, inspirasi, motivasi, hiburan bagi orang lain?</p>
<p><img class="size-medium wp-image-154 alignleft" src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/11/ekskul-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/11/ekskul-300x225.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/11/ekskul-768x576.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/11/ekskul-1024x768.jpg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/11/ekskul-320x240.jpg 320w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/11/ekskul-100x75.jpg 100w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/11/ekskul.jpg 1060w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Sebagai seorang guru, saya tergolong senang dan aktif menulis di berbagai platform. Baik itu konten tentang pengalaman hidup sebagai guru, pendidikan, parenting, humaniora, sosial budaya, teknologi, dan lain sebagainya.</p>
<p>Konten-konten yang saya tulis tersebut, tentu bukan saja bermanfaat untuk khalayak luas, tetapi sering sekali dari konten tersebut menjadi bahan pembelajaran bagi peserta didik di dalam atau di luar kelas.</p>
<p>Mengingat saya aktif menulis konten, akhirnya saya pun dipercaya menjadi pembimbing ekstrakurikuler di sekolah tempat saya mengajar. Baik itu sebagai pembimbing ekstrakurikuler “Content Creator” maupun  “Blogger Club”.</p>
<p>Menjadi pembimbing ekstrakurikuler tersebut, tentu harus bisa menjadi model bagi peserta didik. Layaknya yang pernah disampaikan Ki Hajar Dewantara, “Ing Ngarso Sung Tulodo”. Guru harus menjadi teladan.</p>
<p>Artinya, kalau mau mengajar tentang bagaimana membuat konten yang baik kepada peserta didik, tentu gurunya harus terlebih dahulu melakoninya. Atau jangan hanya menginstruksikan peserta didik membuat konten, tetapi guru sendiri tidak pernah membuat konten.</p>
<p>Bahagianya sebagai pembimbing ekstrakurikuler tersebut, ternyata sudah ada ratusan peserta didik yang pernah saya bimbing membuat konten di kelas ekstrakurikuler. Bukan saja bermanfaat ketika duduk di bangku SMA, ada juga yang masih aktif membuat konten setelah duduk di bangku kuliah atau di dunia kerja.</p>
<p><img class="aligncenter wp-image-1145 size-large" src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/BI-2-1024x768.jpg" alt="" width="758" height="569" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/BI-2-1024x768.jpg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/BI-2-300x225.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/BI-2-768x576.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/BI-2-320x240.jpg 320w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/BI-2-100x75.jpg 100w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/BI-2.jpg 1040w" sizes="(max-width: 758px) 100vw, 758px" /></p>
<p>Selain sebagai pembimbing ekstrakurikuler, saya juga aktif membuat konten untuk kepentingan lomba. Baik itu dalam bentuk blog, foto, video, dan podcast. Dari begitu banyak lomba yang pernah saya ikuti, setidaknya sudah ada lebih dari 70 prestasi tingkat nasional.</p>
<p>Karena aktif menulis konten, saya juga pernah juga menjadi narasumber di sebuah stasiun radio swasta, menjadi juri lomba, membawa pelatihan, serta berkesempatan berkeliling beberapa daerah yang belum pernah saya kunjungi.</p>
<p><img class="aligncenter wp-image-1151" src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/radio.jpg" alt="" width="700" height="524" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/radio.jpg 259w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/radio-100x75.jpg 100w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></p>
<p>Intinya, tidak ada ruginya disiplin dan konsisten membuat konten, untungnya sih banyak. Seperti beberapa hal yang sudah saya paparkan di atas.</p>
<p>Itulah salah satu cerita saya tentang pengalaman menulis konten. Saya sangat senang bisa berbagi cerita melalui konten. Setidaknya ada banyak yang merasakan manfaat dari konten tersebut.</p>
<p>Nah, bagi Anda yang ingin juga menggeluti dunia “perkontenan”, baik sekadar untuk menyalurkan hobi atau memang ingin dilakukan secara profesional, jalanilah sebuah proses. Proses itu bisa panjang atau cepat, karena itu harus tetap bersabar.</p>
<p>Satu hal yang tidak boleh diabaikan, teruslah belajar, asah kreativitas, perdalam keahlian pendukung sebagai content creator.</p>
<p>Lalu, jangan lupa berkonten rialah dengan intenet provider yang mumpuni. <a href="https://indihome.co.id/" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Internet</strong></a> adalah senjata pamungkas yang tidak boleh diabaikan oleh seorang content creator.</p>
<p>Kalau bicara tentang <strong>internet provider</strong>, maka jawabannya adalah <strong>IndiHome</strong>. IndiHome sendiri adalah internet provider yang ada di bawah naungan <strong>Telkom Indonesia</strong>.</p>
<p>Pertanyaannya, mengapa harus memilih IndiHome?</p>
<p>Alasannya karena internet IndiHome itu cepat dan stabil, harga terjangkau, ada berbagai paket yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan, serta memiliki jaringan yang luas di seluruh negeri.</p>
<p>Sekarang, selamat berkonten ria, raihlah impianmu sebagai content creator, dan jadilah berguna bagi banyak orang melalui konten yang berkualitas dan unggul.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://thurneysensimanjuntak.com/2023/05/05/2265/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>Mau Berkonten Ria di Platform Digital? Ada IndiHome Sahabat Content Creator</title>
		<link>https://thurneysensimanjuntak.com/2023/05/04/mau-berkonten-ria-di-platform-digital-ada-indihome-sahabat-content-creator/</link>
				<comments>https://thurneysensimanjuntak.com/2023/05/04/mau-berkonten-ria-di-platform-digital-ada-indihome-sahabat-content-creator/#respond</comments>
				<pubDate>Thu, 04 May 2023 13:34:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Thurneysen]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Digital]]></category>
		<category><![CDATA[IndiHome]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[internet provider]]></category>
		<category><![CDATA[Telkom Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://thurneysensimanjuntak.com/?p=2260</guid>
				<description><![CDATA[Di era kemajuan teknologi internet dan maraknya platform media sosial, istilah content creator sudah akrab di telinga kita. Atau jangan-jangan, sahabat pembaca juga saat ini <a href="https://thurneysensimanjuntak.com/2023/05/04/mau-berkonten-ria-di-platform-digital-ada-indihome-sahabat-content-creator/" class="read-more-link">[more...]</a>]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter wp-image-76" src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/10/21462621_10155745808138140_1186629486037489666_n.jpg" alt="" width="700" height="526" /></p>
<p>Di era kemajuan teknologi internet dan maraknya platform media sosial, istilah content creator sudah akrab di telinga kita. Atau jangan-jangan, sahabat pembaca juga saat ini sedang berkecimpung sebagai content creator.</p>
<p>Kita akui, kian hari memang kita melihat bahwa semakin ramai saja orang yang menggeluti dunia content creator, baik itu sekadar untuk menyalurkan hobi atau menjadikannya sebuah profesi.</p>
<p>Bagi yang menyalurkan hobinya, barangkali merasa puas ketika dapat berkreasi dan dapat berbagi kisah atau informasi kepada orang lain.</p>
<p>Sementara bagi mereka yang menggelutinya secara profesional, barangkali menganggap bahwa menjadi content creator bisa dijadikan kesempatan sebagai lahan pekerjaan baru, mengingat tidak sedikit perusahaan atau brand yang membutuhkan jasa dari para content creator.</p>
<p>Sebenarnya, apakah yang dimaksud dengan content creator tersebut?</p>
<p>Content creator adalah orang yang terlibat dalam membuat konten baik dalam bentuk tulisan, gambar, suara, dan video. Atau bisa juga merupakan perpaduan dari keempat unsur tadi. Misalnya perpaduan antara tulisan dan gambar, perpaduan suara dan video, dan lain sebagainya.</p>
<p>Menjadi content creator memang tidaklah mudah. Apalagi ingin menjadi content creator yang menghasilkan karya berkualitas dan unggul.</p>
<p>Seorang content creator memang harus didukung oleh berbagai keahlian. Seperti keahlian dalam melakukan riset, menggali informasi, dan mengolah informasi atau data menjadi konten yang segar dan menarik.</p>
<p>Selain itu, harus memiliki ketrampilan untuk menganalisis kebutuhan audiens serta cara mengkomunikasikan konten sesuai dengan target audiens.</p>
<p>Seorang content creator juga harus memiliki kemampuan menulis yang baik, menguasai teknik fotografi dan videografi, melakukan desain dan editing, dan masih banyak lagi.</p>
<p>Oleh karena itu, seorang content creator memang harus menjadi sosok pembelajar, konsisten dan disiplin, senang dengan tantangan dan mampu memanfaatkan setiap kesempatan.</p>
<p>Lantas, bagaimanakah seorang content creator dapat memaksimalkan potensi di dunia digital agar berhasil secara maksimal, terutama bagi mereka yang menggeluti sebagai bidang dari pekerjaan?</p>
<p>Dalam sebuah ITalks yang saya ikuti 30 April 2023 lalu, yang bertemakan “Dari Konten Jadi Cuan” , seorang narasumber Zata Ligouw (Digital Personal Branding) menyampaikan bagaimana kita bisa menghasilkan cuan dari konten tersebut?</p>
<p>Pertama, memiliki pengalaman dan pengetahuan pada suatu niche itu penting sekali. Dengan pengalaman dan pengetahuan tersebut, tentunya kita bisa menawarkan niche dari konten kita yang disenangi dan dibutuhkan orang lain.</p>
<p>Kedua, perlunya kita menempatkan konten pada platform yang tepat. Artinya dengan ketepatan penempatan konten akan memungkinkan semakin banyak orang yang dapat menikmati konten yang kita sajikan. Apalagi setiap platform tersebut sebenarnya memiliki karakteristik tersendiri.</p>
<p>Ketiga, ada baiknya kita melakukan publikasi secara disiplin dan konsisten. Barangkali dengan cara ini akan membuat orang lain semakin sering berkunjung ke platform yang kita gunakan. Semakin banyak yang berkunjung maka kita semakin berkesempatan untuk menempatkan konten kita pada hati para pengunjung.</p>
<p>Keempat, ketika tulisan kita memiliki niche tersendiri, berada pada platform yang tepat, serta dipublikasikan dengan konsisten, maka ini kesempatan bagi kita untuk mencari kerjasama dan sponsor untuk konten tersebut.</p>
<p>Kelima, seorang content creator juga sangat perlu untuk melakukan promosi platform secara serius, sehingga semakin disenangi dan mendapatkan pengunjung yang setia.</p>
<p>Keenam, jangan lupa untuk membuat personal branding melalui konten dan platform yang kita gunakan.</p>
<p>Itu beberapa hal penting agar konten suatu waktu dapat menghasilkan cuan.</p>
<p>Tetapi sesungguhnya, ada yang tidak kalah penting bagi seorang content creator. Kira-kira, apakah itu? Jaringan <strong><a href="https://indihome.co.id/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">internet</a></strong>.</p>
<p>Tanpa jaringan internet, bagaimana konten itu dapat dipublikasikan dan disebarkan di media sosial?</p>
<p>Satu hal juga yang perlu diperhatikan, bahwa content creator tersebut akan lebih maksimal ketika jaringan internet tersebut memiliki koneksi yang cepat dan stabil.</p>
<p>Nah, kalau kita bicara internet yang cepat dan stabil, maka pilihannya <strong>IndiHome</strong>. IndiHome adalah <strong>internet provider</strong> yang berada di bawah naungan <strong>Telkom Indonesia</strong>.</p>
<p>Sesungguhnya, apakah keunggulan dari IndiHome tersebut, sehingga, seorang content creator harus menjatuhkannya pilihannya pada internet provider yang satu ini.</p>
<p>Pertama, IndiHone itu menyediakan berbagai pilihan paket yang sesuai dengan kebutuhan. Kedua, dengan perlindungan digital ekstra yang ditawarkan setidaknya mampu menghindarkan pelanggan dari berbagai ancaman serangan virus, phising, dan sejenisnya. Ketiga, koneksi internetnya stabil walau dalam keadaan cuaca buruk. Keempat, jaringan IndiHome tersebut sudah sangat luas, bukan saja di kota-kota hingga ke pelosok desa pun sudah ada.</p>
<p>Itulah beberapa keunggulan dari IndiHome, dan sesungguhnya masih banyak lagi keunggulan lainnya yang bisa didapatkan dari layanan IndiHome tersebut, sehingga seorang content creator bisa berkonten ria.</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://thurneysensimanjuntak.com/2023/05/04/mau-berkonten-ria-di-platform-digital-ada-indihome-sahabat-content-creator/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Literasi Digital Bagi Anak (Siswa)</title>
		<link>https://thurneysensimanjuntak.com/2023/04/24/pentingnya-literasi-digital-bagi-anak-siswa/</link>
				<comments>https://thurneysensimanjuntak.com/2023/04/24/pentingnya-literasi-digital-bagi-anak-siswa/#respond</comments>
				<pubDate>Sun, 23 Apr 2023 23:50:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Thurneysen]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[internet provider]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://thurneysensimanjuntak.com/?p=2257</guid>
				<description><![CDATA[Sebagai orang tua, pernahkah merasa khawatir kalau anak Anda sedang mengalami ketergantungan atau kecanduan pada gadget?  Ternyata, itu bukan hanya masalah Anda. Ada banyak orang <a href="https://thurneysensimanjuntak.com/2023/04/24/pentingnya-literasi-digital-bagi-anak-siswa/" class="read-more-link">[more...]</a>]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_1786" aria-describedby="caption-attachment-1786" style="width: 703px" class="wp-caption aligncenter"><img class="wp-image-1786 size-full" src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/10/Gambar-Menulis.jpg" alt="" width="703" height="539" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/10/Gambar-Menulis.jpg 703w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/10/Gambar-Menulis-300x230.jpg 300w" sizes="(max-width: 703px) 100vw, 703px" /><figcaption id="caption-attachment-1786" class="wp-caption-text">Dokpri</figcaption></figure>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebagai orang tua, pernahkah merasa khawatir kalau anak Anda sedang mengalami ketergantungan atau kecanduan pada gadget? </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ternyata, itu bukan hanya masalah Anda. Ada banyak orang tua yang merasa khawatir anak mereka sedang mengalami ketergantungan atau kecanduan pada gadget, atau memanfaatkannya untuk aktivitas yang negatif atau yang tidak bermanfaat.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Lantas, apakah kita akan menyalahkan kehadiran gadget di zaman sekarang? Atau berupaya menjauhkan gadget dari tangan anak kita?</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Saya rasa tidak demikian konsepnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kita sudah melihat bersama, bahwa gadget bagi seorang anak (siswa) ternyata sangat penting untuk mendukung pendidikan mereka.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Masih ingat bukan? Ketika dunia dilanda pandemi covid-19, dunia pendidikan adalah salah satu yang merasakan betapa penting dan gentingnya teknologi digital seperti <em>smartphone</em>, tablet, laptop, atau komputer.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Saya sendiri sebagai guru, merasakan hal tersebut. Bahwa untuk melakukan pembelajaran daring, setidaknya di tangan guru dan siswa harus ada gadget sebagai sarana pendukung untuk berinteraksi. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Tidak mungkin selama dua tahun saya tetap dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab saya sebagai guru dengan baik tanpa adanya gadget di tangan siswa.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sekali lagi, pokok permasalahannya sesungguhnya bukan gadget, tetapi bagaimana gadget yang ada di tangan anak (siswa) bisa dimanfaatkan untuk perkembangan dan kemajuan diri serta menghasilkan berbagai karya yang bermanfaat.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Gadget tentu tidak salah, tergantung kita yang memanfaatkannya. Ibarat pisau, yang sangat bermanfaat untuk mengupas bawang, tetapi dapat juga melukai. Kita pilih yang mana?</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Oleh karena itu, edukasi tentang pemanfaatan gadget teramat penting bagi para anak (siswa). Tentunya keluarga dan sekolah memegang peranan penting untuk hal ini.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebagai orang tua atau guru, mulailah memperkenalkan literasi digital sejak dini.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ngomong-ngomong sudah pernah mendengar istilah literasi digital?</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menurut UNESCO, bahwa literasi digital itu merupakan kecakapan (life skills). Tidak hanya melibatkan kemampuan penggunaan perangkat teknologi informasi dan komunikasi, tapi juga melibatkan kemampuan dalam bersosialisasi, sikap berpikir kritis, kreatif, serta inspiratif sebagai kompetisi digital.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Atau bisa juga dibilang bahwa literasi digital tersebut melibatkan hal-hal berikut, seperti membaca, memahami, menulis, dan mengkaryakan sesuatu sebagai sebuah pengetahuan maupun konten baru dengan media teknologi digital.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sementara, untuk meningkatkan kecakapan dalam berliterasi digital, pemerintah kita, dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika telah memperkenalkan empat pilar literasi digital. Kecakapan digital, etika digital, keamanan digital, dan budaya digital.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Nah, ketika anak (siswa) sudah melek literasi digital, berharap gadget di tangan anak (siswa) diperuntukkan untuk hal yang baik, penting, dan berguna.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebagai orang tua dan guru, kita wajib tetap mendampingi anak dalam hal memanfaat gadget tersebut, membentuk prosedur atau aturan yang jelas, serta keteladanan dalam pemanfaatan gadget.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berdasarkan pengalaman sebagai guru, saya mencoba menularkan semangat pemanfaatan gadget bagi para siswa untuk hal yang baik dan positif. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Misalnya, melalui ekstrakurikuler “Blogger Club” yang saya bimbing di sekolah, saya berupaya agar siswa untuk berkarya dengan mempublikasikan tulisan di blog</span><span style="font-weight: 400;">, </span><span style="font-weight: 400;">baik itu</span> <span style="font-weight: 400;">berupa pengetahuan, pengalaman, atau hal-hal yang dapat menginspirasi orang lain.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Begitu juga sebagai orang tua di rumah, saya tetap mendidik dan membimbing anak, agar tetap memanfaatkan gadget dengan baik dan benar untuk keperluan pendidikan. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sekali lagi, pendampingan dan keteladanan adalah salah satu cara paling bijak yang dapat membantu agar anak saya menggunakan gadget untuk hal-hal yang bermakna.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Oleh karena itu, hasilnya terlihat jelas dan nyata, tidak sedikit siswa yang menghasilkan karya dan prestasi di media online, begitu juga dengan anak saya di rumah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dengan demikian, kalau mereka sudah memanfaatkan gadget dan jaringan <a href="https://indihome.co.id/blog/pengertian-internet-ketahui-sejarah-perkembangan-dan-manfaatnya" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>internet</strong></a> untuk hal yang baik dan berguna, maka tidak ada hal yang sia-sia ketika mencoba memfasilitasi anak dengan gadget dan jaringan internet dari </span><b>internet provider</b><span style="font-weight: 400;"> berkualitas.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Barangkali, tidak akan ada ruginya ketika mengeluarkan sejumlah uang untuk membayar </span><b>internet provider</b><span style="font-weight: 400;"> dan memanfaatkan jasa </span><b>internet provider </b><span style="font-weight: 400;">tersebut</span><b>.</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Bahkan dengan sikap dan tanggung jawab yang sudah teruji, sebaiknya anak harus difasilitasi dengan </span><b>internet provider</b><span style="font-weight: 400;"> yang dapat memaksimalkan potensi dan karya mereka.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Nah, kalau kita berbicara tentang </span><b>internet provider, </b><span style="font-weight: 400;">maka </span><b>IndiHome</b><span style="font-weight: 400;"> adalah salah satu internet provider yang banyak dipercaya di negeri ini. Alasannya tentu karena kualitas jangkauan, pengalaman, dan inovasi yang tidak pernah berhenti.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Apalagi IndiHome itu, ada di bawah perusahaan </span><b>Telkom Indonesia</b><span style="font-weight: 400;">, yang sudah dikenal luas di negeri kita.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Akhir kata, semoga kehadiran internet provider dan gadget yang ada di tangan anak kita, dapat melahirkan berbagai karya untuk memajukan masyarakat kita.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sumber Referensi:</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">https://perpustakaan.bsn.go.id/index.php?p=news&amp;id=1640</span></p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://thurneysensimanjuntak.com/2023/04/24/pentingnya-literasi-digital-bagi-anak-siswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>Bersinergi Mendukung Digitalisasi Daerah sebagai Solusi Pemulihan Ekonomi</title>
		<link>https://thurneysensimanjuntak.com/2021/04/06/bersinergi-mendukung-digitalisasi-daerah-sebagai-solusi-pemulihan-ekonomi/</link>
				<comments>https://thurneysensimanjuntak.com/2021/04/06/bersinergi-mendukung-digitalisasi-daerah-sebagai-solusi-pemulihan-ekonomi/#respond</comments>
				<pubDate>Tue, 06 Apr 2021 12:14:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Thurneysen]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Cimumuah]]></category>
		<category><![CDATA[DigitalisasiDaerah]]></category>
		<category><![CDATA[FEKDI]]></category>
		<category><![CDATA[QRIS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://thurneysensimanjuntak.com/?p=1522</guid>
				<description><![CDATA[Kata menyerah adalah harta terakhir kaum pesimis. Sementara kaum optimis memiliki kata berserah sebagai harta pertamanya (Thurneysen) Saya yakin kalau sahabat pembaca adalah bagian dari <a href="https://thurneysensimanjuntak.com/2021/04/06/bersinergi-mendukung-digitalisasi-daerah-sebagai-solusi-pemulihan-ekonomi/" class="read-more-link">[more...]</a>]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image"><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/04/Cemumuah.jpg" alt="" class="wp-image-1528" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/04/Cemumuah.jpg 717w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/04/Cemumuah-300x295.jpg 300w" sizes="(max-width: 717px) 100vw, 717px" /><figcaption>IG @bank_indonesia</figcaption></figure>



<blockquote class="wp-block-quote"><p><em>Kata menyerah adalah harta terakhir kaum pesimis. Sementara kaum optimis memiliki kata berserah sebagai harta pertamanya (Thurneysen)</em></p></blockquote>



<p>Saya yakin kalau sahabat pembaca adalah bagian dari kaum optimis. Sebagai orang yang optimis tentu yakin bahwa setiap permasalahan yang sedang terjadi pasti ada solusinya. Demikian halnya dengan pandemi Covid-19 yang sedang kita hadapi, berharap segera teratasi.</p>



<p>Harus diakui memang, pandemi Covid -19 ini telah
merontokkan sebagian besar perekonomian masyarakat. Ada yang sepi pelanggan
karena pembatasan sosial, ada yang kehilangan pekerjaan, menurunnya omzet usaha
dan lain sebagainya.</p>



<p>Menyaksikan berbagai pemberitaan, pemerintah sendiri
telah mengupayakan berbagai cara menghidupkan kembali perekonomian. Bahkan Bank
Indonesia membuat berbagai kebijakan dan kegiatan yang membangun perekonomian
yang mandiri dan berdaya tahan.</p>



<p>Bank Indonesia juga tetap bersinergi dengan Komite
Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam Paket Kebijakan Terpadu untuk
Peningkatan Pembiayaan Dunia Usaha dalam rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi. Serta
ke depan, Bank Indonesia akan mengarahkan seluruh instrumen kebijakan untuk
mendukung pemulihan ekonomi nasional dengan tetap menjaga terkendalinya inflasi
dan memelihara stabilitas nilai tukar Rupiah.</p>



<p>Contoh nyata kebijakan Bank Indonesia lainnya adalah,
bersatu memperluas dan mempercepat digitalisasi di daerah bersama otoritas lain
yang tergabung dalam Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan <strong>Digitalisasi
Daerah</strong> (Satgas P2DD).</p>



<p>Adapun upaya yang dimaksud utamanya untuk mendorong
implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemulihan Daerah (ETPD), mendukung
pengembangan transaksi pembayaran digital di masyarakat, mewujudkan keuangan
yang inklusif, serta meningkatkan integrasi ekonomi dan keuangan digital
nasional.</p>



<p>Salah satu inisiatif Bank Indonesia untuk mempercepat
implementasi ETPD dan digitalisasi pembayaran yakni melalui ekstensifikasi
penggunaan instrumen dan kanal pembayaran seperti QR Code Indonesia Standar
(QRIS).</p>



<p>Sahabat pembaca, sudah pernah mendengar QRIS? Atau
jangan-jangan sahabat pembaca sudah merasakan manfaat dari QRIS tersebut.</p>



<p>Khususnya baru yang pertama kali mendengar,<strong> QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard)</strong> merupakan standarisasi pembayaran dengan menggunakan metode QR
Code dari Bank Indonesia agar proses transaksi yang menggunakan QR Code menjadi
semakin “<strong>cemumuah</strong>” cepat, mudah, murah, aman dan handal.</p>



<p>Atau sahabat pembaca bisa juga menyaksikan video berikut!</p>



<figure class="wp-block-embed-youtube wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="[Bank Indonesia 101] - QRIS: Satu QR, Semua Bisa Bayar" width="640" height="360" src="https://www.youtube.com/embed/-DshsgueEU0?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Berhubung sekarang masa pandemi, QRIS
juga diharapkan dapat menjadi solusi transaksi untuk meminimalkan penularan
virus corona. Kita harus waspada dengan benda yang memungkinkan disentuh oleh
banyak orang, seperti uang. Jadi transasksi pembayaran digital tentu menjadi
pilihan. Apalagi sejak ada QRIS yang bisa menjadi pemersatu dari berbagai
aplikasi yang ada di gadget kita. Belanja pun akan semakin mudah.</p>



<p><strong>Mendukung Ekosistem
Digital di Sulawesi Barat</strong></p>



<p>Berdasarkan hasil Survei
Harga Konsumen 90 kota di Indonesia pada bulan Maret 2021, menunjukkan bahwa 58
kota mengalami inflasi. Mamuju adalah salah satu diantaranya, yang mengalami
inflasi sebesar 0,36 persen. </p>



<p>Selain itu, ada fakta
lain tentang Sulawesi Barat. Februari 2021, bahwa jumlah penerbangan berangkat turun
53,98 % jumlah penerbangan datang turun 54,67%. Semenyata Jumlah kunjungan
kapal melalui pelabuhan di Sulawesi Barat selama periode bulan Februari 2021
sebanyak 164 unit kapal. Jumlah ini mengalami penurunan sebesar 7,34 persen
jika dibandingkan dengan keadaan bulan Januari 2021 yang tercatat sebanyak 177
unit kapal.</p>



<p>Selama Februari 2021 nilai ekspor Sulawesi Barat mencapai US$31,54 juta, turun 24,66 persen dibanding nilai pada Februari 2020. Nilai import naik US$0,39 juta dibanding bulan sebelumnya.</p>



<p>Itulah beberapa situasi aktivitas ekonomi di Sulawesi Barat berdasarkan yang saya baca melalui <a rel="noreferrer noopener" aria-label="BPS  (opens in a new tab)" href="https://sulbar.bps.go.id/news/2021/04/01/86/rilis-berita-resmi-statistik-1-april-2021.html" target="_blank">BPS </a><a rel="noreferrer noopener" aria-label="BPS Sulawesi Barat  (opens in a new tab)" href="https://sulbar.bps.go.id/pressrelease.html" target="_blank">Sulawesi Barat </a></p>



<p>Seperti yang sudah saya sampaikan terdahulu, bahwa dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian masyarakat memang sangat nyata. Bahkan dihampir semua daerah Indonesia. Tentu tidak terkecuali dengan Sulawesi Barat.</p>



<p>Satu hal yang kita lakukan, kita harus tetap bersinergi memulihkan ekonomi. Tetap memaksimalkan aktivitas ekonomi tentu dengan situasi yang ada di daerah masing-masing, tetap menggunakan protokol kesehatan.</p>



<p>Sesuai judul yang saya pilih di atas, bersinergi mendukung digitalisasi daerah sebagai solusi pemulihan ekonomi, merupakan sebuah keniscayaan untuk terus menggerakkan roda perekonomian. Memanfaatkan QRIS dalam transaksi pembayaran tentu menjadi pilihan pada masa pandemi Covid-19 ini.</p>



<p>Upaya digitalisasi daerah adalah salah satu bentuk upaya kita mendukung kebangkitan ekonomi nasional. Menjadi pahlawan di era ini tentu tidak perlu angkat senjata seperti zaman perang, cukup dengan berkontribusi mendukung berbagai kebijakan pemerintah. Misalnya, seperti apa yang dipaparkan pada <strong>FEKDI (Festifal Ekonomi Keuangan Digital) </strong>kemarin (5/4/2021).</p>



<figure class="wp-block-image"><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/04/FEKDI-1024x575.jpg" alt="" class="wp-image-1526" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/04/FEKDI-1024x575.jpg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/04/FEKDI-300x169.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/04/FEKDI-768x431.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/04/FEKDI.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption><em><strong>Tangkapan layar pada webinar FEKDI</strong></em></figcaption></figure>



<p>Salah satu hal yang saya tangkap pada FEKDI tersebut, bahwa kita harus bersinergi mendukung visi dan <em>blueprint</em> Sistem Pembayaran Indonesia 2025, diantaranya mendukung integrasi ekonomi-keuangan digital nasional.</p>



<p>Akhir kata berharap ekonomi Sulawesi Barat bangkit, demikian juga dengan ekonomi nasional kita. Salam</p>



<p>Sumber Referensi:</p>



<ul><li><a href="https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/cerita-bi/Pages/KSSK-Terbitkan-Paket-Kebijakan-Peningkatan-Pembiayaan-Dunia-Usaha-dalam-Rangka-Percepatan-Pemulihan-Ekonomi.aspx">https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/cerita-bi/Pages/KSSK-Terbitkan-Paket-Kebijakan-Peningkatan-Pembiayaan-Dunia-Usaha-dalam-Rangka-Percepatan-Pemulihan-Ekonomi.aspx</a></li><li><a href="https://sulbar.bps.go.id/news/2021/04/01/86/rilis-berita-resmi-statistik-1-april-2021.html">https://sulbar.bps.go.id/news/2021/04/01/86/rilis-berita-resmi-statistik-1-april-2021.html</a></li><li>Media Sosial Bank Indonesia (@bank_indonesia)</li></ul>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://thurneysensimanjuntak.com/2021/04/06/bersinergi-mendukung-digitalisasi-daerah-sebagai-solusi-pemulihan-ekonomi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>Transaksi Digital Bukan Gaya-gayaan, Manfaatkan untuk Kemajuan Ekonomi Nasional</title>
		<link>https://thurneysensimanjuntak.com/2021/01/31/transaksi-digital-bukan-gaya-gayaan-manfaatkan-untuk-kemajuan-ekonomi-nasional/</link>
				<comments>https://thurneysensimanjuntak.com/2021/01/31/transaksi-digital-bukan-gaya-gayaan-manfaatkan-untuk-kemajuan-ekonomi-nasional/#comments</comments>
				<pubDate>Sun, 31 Jan 2021 14:33:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Thurneysen]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Digital]]></category>
		<category><![CDATA[EkonomiNasional]]></category>
		<category><![CDATA[KemajuanEkonomiNasional]]></category>
		<category><![CDATA[TransaksiDigital]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://thurneysensimanjuntak.com/?p=1237</guid>
				<description><![CDATA[Barangkali Anda sudah sering mendengar kisah seorang yang bepergian dari rumah dan tiba-tiba menyadari kalau dompetnya ketinggalan. Dia tidak akan kembali ke rumah hanya untuk <a href="https://thurneysensimanjuntak.com/2021/01/31/transaksi-digital-bukan-gaya-gayaan-manfaatkan-untuk-kemajuan-ekonomi-nasional/" class="read-more-link">[more...]</a>]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[
<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/01/BI-Fest4.jpg" alt="" data-id="1268" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=1268" class="wp-image-1268" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/01/BI-Fest4.jpg 720w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/01/BI-Fest4-300x181.jpg 300w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /><figcaption>Sumber gambar: Bank Indonesia</figcaption></figure></li></ul>



<p>Barangkali Anda sudah sering mendengar kisah seorang yang bepergian dari rumah dan tiba-tiba menyadari kalau dompetnya ketinggalan. Dia tidak akan kembali ke rumah hanya untuk mengambilnya. Beda halnya ketika yang tertinggal itu adalah smartphone. Orang tersebut akan mengupayakan kembali ke rumah untuk mengambilnya.</p>



<p>Sesungguhnya ini adalah fakta yang tak terbantahkan.
Pada era digital seperti sekarang, fungsi smartphone jauh lebih banyak daripada
hanya sebuah dompet. Bagi Anda yang hanya menggunakan smartphone untuk menelpon
dan mengirimkan pesan, mungkin beda ceritanya. </p>



<p>Tapi bagi orang yang telah memanfaatkan smartphone untuk berbagai aktivitas seperti mencari berbagai informasi dan berita, pemesanan makanan dan transportasi online, mengisi ulang pulsa smartphone dan token listrik, membeli tiket pesawat, berbelanja, serta melakukan berbagai jenis transaksi digital lainnya. Smartphone harus selalu bersamanya ke mana pun pergi.</p>



<p>Smartphone tak ubahnya kantong ajaib Doraemon. Semua
hal ada di dalamnya. Jadi wajar saja kalau seseorang lebih rela ketinggalan
dompet daripada smartphone. </p>



<p>Kita tidak sedang berandai-andai atau bermimpi. Saat
kita sudah benar-benar berada di era digital. Keberadaan perangkat digital
seperti smartphone dan koneksi internet adalah sebuah bukti yang mendukung
bahwa kita telah berada di era digital tersebut.</p>



<p>Berdasarkan data yang saya kutip dari <a rel="noreferrer noopener" aria-label="databoks  (opens in a new tab)" href="https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2020/09/15/pengguna-smartphone-diperkirakan-mencapai-89-populasi-pada-2025#" target="_blank">databoks </a>bahwa lebih dari setengah populasi di Indonesia atau 56,2% telah menggunakan smartphone pada 2018. Setahun setelahnya, sebanyak 63,3% masyarakat menggunakan smartphone. Bahkan diperkirakan bahwa tahun 2025, setidaknya 89,2% populasi di Indonesia telah memanfaatkan smartphone.</p>



<p>Dari website yang sama (<a rel="noreferrer noopener" aria-label="databok (opens in a new tab)" href="https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2020/11/11/jumlah-pengguna-internet-di-indonesia-capai-1967-juta" target="_blank">databok</a><a rel="noreferrer noopener" aria-label="databoks (opens in a new tab)" href="https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2020/09/15/pengguna-smartphone-diperkirakan-mencapai-89-populasi-pada-2025#" target="_blank">s</a>) juga merilis hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) bahwa periode 2019 hingga kuartal II/2020  pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 196,7 jiwa.</p>



<p>Keberadaan smartphone dan koneksi yang demikian tentu telah mengubah wajah masyarakat kita. Dinamika kehidupan masyarakat yang serba digital terjadi di mana-mana, dan dalam berbagai bidang. Salah satunya seperti yang sudah saya paparkan di atas yakni transaksi digital.</p>



<p class="has-text-color has-medium-font-size has-vivid-cyan-blue-color"><strong>Keuntungan Transaksi Digital</strong></p>



<p>Kalau ditanya, kapan saya mulai memanfaatkan transaksi digital? Saya tidak tahu persis, yang saya tahu persis bahwa sejak dua tahun lalu di smartphone saya sudah ada beberapa aplikasi yang sering saya gunakan untuk melakukan transaksi. Baik itu untuk berbelanja di swalayan, mengisi token listrik dan pulsa smartphone, memesan makanan dan transportasi online dan lainnya. </p>



<p>Saya sendiri merasa beruntung telah memanfaatkan transaksi digital. </p>



<p>Pernah tengah malam listrik kami padam, selidik punya selidik ternyata tokennya habis. Bisa Anda bayangkan apa yang bakalan saya lakukan seandainya saya tidak memiliki aplikasi dan saldonya lagi kosong. Saya harus keluar tengah malam mencari ATM untuk mengisi token tersebut. Belum lagi kalau bicara keamanan di ATM tengah malam. Sepi dan perlu ekstra was-was. Serba repotlah pokoknya.</p>



<p>Sementara pengalaman lainnya, ketika pertama kali berkunjung ke Jogjakarta. Saat saya menghadiri acara penganugerahan penghargaan menulis. Panitia hanya memberikan alamat hotel tempat saya menginap, tanpa ada petunjuk lainnya. </p>



<p>Tanya sana sini di bandara, ternyata banyak orang yang bingung lokasi tersebut. Untung saja sebelum berangkat, saya telah mengantisipasi dengan mengunduh aplikasi transportasi online di smartphone. Saya pun mencoba untuk memanfaatkan aplikasi tersebut. </p>



<p>&#8220;Yes&#8230; berhasil!&#8221; Sontak saya mengeluarkan kata-kata itu, sampai orang di sekitar melihat ke arahku. Perlu sahabat pembaca tahu, itulah pertama kalinya saya menggunakan aplikasi transportasi online.</p>



<p>Demikian dua pengalaman memanfaatkan teknologi digital sekaligus melakukan transaksi dengan aplikasi tersebut. Sesungguhnya masih ada banyak pengalaman lain berhubungan dengan teknologi digital dan transaksi digital dengan berbagai kemudahannya. </p>



<p>Tentu sahabat pembaca juga pasti memiliki pengalaman yang berbeda, yang barangkali menarik untuk diceritakan kembali.</p>



<p>Nah, kalau bicara tentang keuntungan digitalisasi transaksi, ternyata banyak hal yang bisa kita rasakan. Saya mencoba mengutip keuntungan-keuntungan yang telah dilansir oleh Bank Indonesia seperti infografis berikut. </p>



<ul class="wp-block-gallery aligncenter columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/01/BI-Fest.jpg" alt="" data-id="1248" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=1248" class="wp-image-1248" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/01/BI-Fest.jpg 716w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/01/BI-Fest-300x283.jpg 300w" sizes="(max-width: 716px) 100vw, 716px" /></figure></li></ul>



<p>Adapun yang menjadi keuntungan digitalisasi transaksi tersebut antara lain akses yang lebih mudah terhadap produk yang beragam dengan harga yang kompetitif. Dapat menekan biaya operasional dan modal. Mendorong transmisi kebijakan ekonomi, serta meningkatkan kecepatan perputaran uang sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.</p>



<ul class="wp-block-gallery columns-2 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/01/BI-Fest2.jpg" alt="" data-id="1260" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=1260" class="wp-image-1260" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/01/BI-Fest2.jpg 715w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/01/BI-Fest2-300x292.jpg 300w" sizes="(max-width: 715px) 100vw, 715px" /></figure></li><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/01/BI-Fest3.jpg" alt="" data-id="1261" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=1261" class="wp-image-1261" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/01/BI-Fest3.jpg 720w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/01/BI-Fest3-300x258.jpg 300w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /></figure></li></ul>



<p>Sementara kalau melihat kurva kenaikan penggunaan transaksi digital 5 tahun terakhir (2015-2019) ternyata meningkat dari tahun ke tahun. Kalau tahun 2015 masih berkisar puluhan juta transaksi digital, maka tahun 2019 telah menembus angka hingga ratusan juta transaksi. Peningkatan yang fantastis. Tentu hal itu terjadi karena tuntutan situasi semakin berkembangnya teknologi digital di seluruh belahan dunia serta respon masyarakat tas perubahan tersebut.</p>



<p>Transaksi digital adalah sebuah keniscayaan. Bukankah dari waktu ke waktu perubahan alat pembayaran terus berubah dari waktu ke waktu terjadi di muka bumi ini? Demikian halnya dengan negara kita, Indonesia. Untuk menambah pengetahuan kita seputar Evolusi Alat Pembayaran di Indonesia, kita dapat menyimak perbincangan berikut.</p>



<figure class="wp-block-embed-youtube wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="BI Talk (Episode 4): Evolusi Sistem Pembayaran di Era Digital, Indonesia Di Mana Ya?" width="640" height="360" src="https://www.youtube.com/embed/sJp5-Isyez0?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Atau barangkali kita dapat melihat infografis berikut! Mulai dari barter berubah menjadi penggunaan uang, berikutnya hadir paper based seperti cek, wesel, dan yang lainnya, hadir juga sistem APMK seperti kartu kredit dan kartu debit, kemudian ada electronic based, hingga yang evolusi terkini seperti e-money, internet dan mobile banking, phone banking dan QR Code.</p>



<ul class="wp-block-gallery columns-2 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/01/BI-Fest5.jpg" alt="" data-id="1270" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=1270" class="wp-image-1270" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/01/BI-Fest5.jpg 707w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/01/BI-Fest5-295x300.jpg 295w" sizes="(max-width: 707px) 100vw, 707px" /></figure></li><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/01/BI-Fest6.jpg" alt="" data-id="1271" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=1271" class="wp-image-1271" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/01/BI-Fest6.jpg 695w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/01/BI-Fest6-292x300.jpg 292w" sizes="(max-width: 695px) 100vw, 695px" /></figure></li></ul>



<ul class="wp-block-gallery columns-2 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/01/BI-Fest7.jpg" alt="" data-id="1272" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=1272" class="wp-image-1272" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/01/BI-Fest7.jpg 719w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/01/BI-Fest7-150x150.jpg 150w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/01/BI-Fest7-300x300.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/01/BI-Fest7-100x100.jpg 100w" sizes="(max-width: 719px) 100vw, 719px" /></figure></li><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/01/BI-Fest8.jpg" alt="" data-id="1273" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=1273" class="wp-image-1273" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/01/BI-Fest8.jpg 720w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/01/BI-Fest8-150x150.jpg 150w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/01/BI-Fest8-300x300.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/01/BI-Fest8-100x100.jpg 100w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /></figure></li></ul>



<p>Kalau melihat sejarah alat pembayaran di Indonesia, seolah mengenang masa lalu kembali. Secara khusus masa paper based.</p>



<p>Dulu masih sempat terima kiriman bulanan dari orang tua di kampung dengan menggunakan wesel pos. Bahkan pernah ngalamin hal yang menyedihkan dengan wesel pos. Soalnya wesel pos yang dikirim orang tua dari kampung baru tiba menjelang akhir bulan. Hanya untuk memastikan hal tersebut, saya pun bela-belain pulang kampung dengan memakan waktu 10 jam perjalanan. Setiba di kampung halaman, orang tua sontak kaget. Mereka ternyata uang bulanan kami telah dikirim tiga minggu yang lalunya. Ibuku sempat sedih membayangkan bagaimana kami hidup selama tiga minggu, tentu hal itu telah menguras pikiran kami di saat harus konsentrasi kuliah.</p>



<p>Anak &#8220;zaman now&#8221; tentu tidak paham dengan kisah singkat tersebut. Zaman sekarang sudah zaman modern yang serba digital. Pengiriman uang sudah sangat mudah. Cukup buka aplikasi di smartphone, langsung kirim. Hitungan detik malah.</p>



<p class="has-medium-font-size"><strong>Menjawab Tantangan Sistem Pembayaran di Era Digital</strong></p>



<p>Di tengah maraknya sistem pembayaran transaksi dengan QR Code, ternyata menimbulakan berbagai kesulitan dalam hal transaksi di lapangan. Misalnya hal yang sering terjadi yakni  perbedaan aplikasi yang ada di smartphone kita dengan QR Code Pembayaran di merchant. </p>



<p>Nah untuk mengantisipasi hal tersebut, pihak Bank Indonesia telah memikirkan solusi akan hal tersebut.  Bahkan Bank Indonesia telah menerapkan sebuah Standar Nasional QR Code  pembayaran yang dikenal dengan QRIS atau Quick Response Code Indonesia  Standart yang telah diresmikan saat HUT RI ke-74 dan penerapannya telah dimulai sejak tanggal 1  Januari 2020.  </p>



<figure class="wp-block-embed-youtube wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Resmi! Inilah QRIS sang Pemersatu Semua Cara Pembayaran berbasis QR" width="640" height="360" src="https://www.youtube.com/embed/C2AoAf9IQdg?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Tidak sampai di sana. Bahkan pihak Bank Indonesia pun telah melakukan berbagai pengaturan transaksi digital. Misalnya dengan mengeluarkan berbagai regulasi seperti Peraturan Bank Indonesia No.18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran. Surat Edaran Bank Indonesia No.18/22/DKSP perihal penyelenggaraan Layanan Keuangan Digital. Serta Peraturan Bank Indonesia No.18/17/PBI/2016 tentang Uang Elektronik.</p>



<p>Bank Indonesia juga telah membuat pencanangan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025 untuk mendukung pembentukan ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang kondusif.</p>



<p>Memfasilitasi Pembangunan Ekosistem Digitalisasi Ekonomibdan Keuangan sebagai pendorong bagi pertumbuhan ekonomi ke depan, digitalisasi UMKM dan ekonomi halal perlu dilakukan sehingga ekonomi nasional lebih tahan dari gejolak global dengan penciptaan lapangan kerja yang besar dan inklusif.</p>



<p>Serta Festifal Edukasi Bank Indonesia (FESKABI) sebagai salah satu upaya mensosialisasikan transaksi digital dengan target kaum milenial yakni untuk memperkenalkan berbagai inovasi kebijakan mendorong integrasi ekonomi dan keuangan digital.</p>



<p class="has-medium-font-size"><strong>Memanfaatkan Transaksi Digital Untuk Kemajuan Ekonomi Nasional</strong></p>



<p>Nah, sebagai bagian dari masyarakat yang hidup di era digital dan ingin mendukung kemajuan ekonomi nasional, sejatinya kita memanfaatkan berbagai transaksi digital. Terutama masa pandemi seperti sekarang. Menggunakan pembayaran dengan cara digital tentu jauh lebih aman daripada menggunakan pembayaran tunai.</p>



<p>Selain itu, dengan meningkatkan pemanfaatan pembayaran digital tentu akan mendukung negara kita untuk melakukan pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.</p>



<p>Kalau melihat kembali data yang di atas tadi, bahwa dari tahun 2015-2019 telah terjadi peningkatan transaksi digital secara signifikan. Tetapi berbeda dengan triwulan pertama hingga triwulan ketiga 2020 terlihat transaksi digital yang cenderung menurun dan tidak stabil.</p>



<p>Seperti kalimat yang mungkin sudah sering kita dengar bahwa untuk menjadi pahlawan di masa kini tidak perlu kita angkat senjata. Dengan mendukung berbagai kebijakan pemerintah pun kita telah menunjukkan patriotisme dan nasionalisme kita, salah satunya dengan memanfaatkan transaksi digital. Siapkah kita memanfaatkan transaksi digital untuk memajukan ekonomi nasional? (InspiraThur)</p>



<p><strong>Sumber Referensi: </strong></p>



<ol><li>Gambar, infografis, video dan berbagai informasi tentang Bank Indonesia diambil dari media sosial Bank Indonesia </li><li>https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2020/09/15/pengguna-smartphonediperkirakan-mencapai-89-populasi-pada-2025# </li><li>https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2020/11/11/jumlah-pengguna-internet-diindonesia-capai-1967-juta </li></ol>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://thurneysensimanjuntak.com/2021/01/31/transaksi-digital-bukan-gaya-gayaan-manfaatkan-untuk-kemajuan-ekonomi-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>Saatnya Pakai QR Standar, Transaksi Makin Lancar</title>
		<link>https://thurneysensimanjuntak.com/2019/11/18/saatnya-pakai-qr-standar-transaksi-makin-lancar/</link>
				<comments>https://thurneysensimanjuntak.com/2019/11/18/saatnya-pakai-qr-standar-transaksi-makin-lancar/#respond</comments>
				<pubDate>Mon, 18 Nov 2019 17:59:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Thurneysen]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Digital]]></category>
		<category><![CDATA[BankIndonesia]]></category>
		<category><![CDATA[QRIS]]></category>
		<category><![CDATA[TransaksiLancarPakaiQRStandar!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://thurneysensimanjuntak.com/?p=169</guid>
				<description><![CDATA[“Maaf Pak. Kami tidak menyediakan pembayaran menggunakan aplikasi seperti yang ada di smartphone Bapak. Kami hanya menerima pembayaran dengan pemindai QR yang tersedia di depan”. <a href="https://thurneysensimanjuntak.com/2019/11/18/saatnya-pakai-qr-standar-transaksi-makin-lancar/" class="read-more-link">[more...]</a>]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[
<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/11/QRIS-1024x569.jpg" alt="" data-id="170" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=170" class="wp-image-170" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/11/QRIS-1024x569.jpg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/11/QRIS-300x167.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/11/QRIS-768x427.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/11/QRIS.jpg 1212w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Ilustrasi : tangkapan layar dari youtube Bank Indonesia</figcaption></figure></li></ul>



<p class="has-text-color has-background has-very-dark-gray-color has-very-light-gray-background-color"><em>“Maaf Pak. Kami tidak menyediakan pembayaran menggunakan aplikasi seperti yang ada di smartphone Bapak. Kami hanya menerima pembayaran dengan pemindai QR yang tersedia di depan”.</em> Kata seorang kasir sambil menunjuk beberapa pemindai QR (QR Code) dari beberapa penerbit aplikasi pembayaran yang berjejer di depan kasir.</p>



<p>Hari itu memang saya tidak membawa uang cash yang cukup, berhubung baru saja melakukan “top up” saldo sebuah aplikasi di sebuah mini market.</p>



<p>Dengan berat hati, akhirnya saya membatalkan membeli buku di sebuah toko buku yang ada di Jakarta Selatan. Padahal, saya sangat berharap agar dapat membawa pulang buku tersebut dan segera melahapnya di rumah. Apalagi buku tersebut merupakan buku terbaru dari penulis favoritku.</p>



<p>Saya mulai berpikir, mengapa di era digital yang serba maju teknologinya, aplikasi yang ada di smartphone kita hanya dapat digunakan untuk pembayaran pada QR Code sesuai penerbit aplikasi di merchant? Bukankah hal seperti ini harusnya tidak menjadi masalah di era yang serba terkoneksi ini?</p>



<p>Jadi terbayang dengan sistem transaksi di mesin ATM. Kartu ATM yang berbeda dengan mesin ATM pun ternyata dapat melakukan transaksi. Sebagai awam, tentu hanya ingin mencoba membandingkan kedua hal itu. Sambil berharap suatu waktu bisa menjadi kenyataan, para pengguna aplikasi akan lebih mudah dan praktis dalam berbelanja di setiap merchant.</p>



<p>Ngomong-ngomong, pernahkah rekan pembaca mengalami hal
serupa? </p>



<p>Saya sendiri dapat merasakan perasaan rekan pembaca jika hal itu benar-benar terjadi. Apalagi barang yang mau dibeli atau pembayaran yang dilakukan benar-benar sedang dibutuhkan atau mendesak. Tetapi terpaksa batal karena aplikasi pembayaran yang kita miliki tidak sesuai dengan QR Code yang ada di merchant.</p>



<p>Harus diakui, bahwa pergeseran dalam menggunakan pembayaran dengan aplikasi sudah tidak bisa dihindari lagi. Untuk itu, kemudahan dalam bertransaksi harus menjadi prioritas.</p>



<p>Silahkan simak data berikut!  Bersadarkan sebuah data yang saya temukan, ternyata volume transaksi uang elektronik tumbuh pesat dalam 10 tahun terakhir.  Bahkan sepanjang  tahun 2018, volume transaksi mencapai sebanyak 2,92 miliar. Sementara untuk pertumbuhan nilai transaksinya juga melesat.  Sepanjang 2018, nilai transaksi mencapai hingga Rp 47,19 triliun. (katadata.co.id)</p>



<p>Nah, saya sendiri merupakan salah satu di dalamnya. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, cara pembayaran yang saya lakukan pun sudah didominasi dengan pembayaran melalui aplikasi. Baik itu untuk tagihan rutin seperti internet dan tv kabel, pulsa smartphone, dan token listrik. Maupun yang tidak rutin seperti membayar transportasi online, berbelanja bulanan bersama keluarga di mall, memesanan makanan, dan masih banyak lagi.</p>



<p>Karena itu, saldo aplikasi di smartphone itu memang harus selalu sedia, harus di &#8220;top up&#8221;. Menurut hemat saya, pemanfaatan aplikasi ini memang sangat praktis, tidak perlu lagi membawa uang cash yang banyak di dompet. Jadi benar kata orang, sekarang itu “lebih baik ketinggalan dompet di rumah daripada ketinggalan smartphone”. </p>



<p>Selain itu, ada banyak keuntungan lain dari pembayaran melalui aplikasi tersebut, misalnya bebas dari permasalahan pengambalian uang (seringnya kita temukan di mini market diganti dengan permen), ternyata penerbit pembayaran juga berlomba-lomba menawarkan cashback atau poin yang bisa dimanfaatkan pengguna untuk berbagai pembayaran berikutnya.</p>



<p>Kembali pada inti permasalahan, ternyata maraknya
instrumen pembayaran dengan QR Code dan &nbsp;aplikasi yang ada di smartphone, tidak serta
merta memunculkan kemudahan. Mengapa? Tentu alasannya jelas, seperti pengalaman
pribadi yang sudah saya ceritakan di atas. </p>



<p>QR Code yang ada di smartphone, hanya bisa terbaca QR Code penerbit aplikasi tersebut. Jadi tidak jarang ini menimbulkan kendala bagi pengguna yang ingin membayar dengan aplikasi yang berbeda dengan yang disediakan merchant.</p>



<p style="font-size:23px;text-align:left" class="has-text-color has-background has-very-dark-gray-color has-vivid-cyan-blue-background-color"><strong>Bank Indonesia Menghadirkan Solusi </strong></p>



<p>Rekan pembaca, permasalahan yang saya ceritakan di atas dan mungkin juga menjadi permasalahan sebagian pembaca dalam hal pembayaran daring selama ini, tidak akan lama lagi akan ada solusinya loh! </p>



<p>Bank Indonesia akan segera menerapkan sebuah Standar Nasional QR Code pembayaran yang dikenal dengan QRIS atau Quick Response Code Indonesia Standart.  Adapun rencana penerapan QRIS tersebut akan dimulai tanggal 1 Januari 2020. </p>



<p>Peluncuran QRIS itu sendiri, sesungguhnya telah dilakukan Bank Indonesia bertepatan dengan perayaan HUT Kemerdekaan RI Ke-74. &nbsp;Untuk proses peluncuran QRIS tersebut, dapat pembaca saksikan melalui video singkat berikut.</p>



<figure class="wp-block-embed-youtube aligncenter wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Resmi! Inilah QRIS sang Pemersatu Semua Cara Pembayaran berbasis QR" width="640" height="360" src="https://www.youtube.com/embed/C2AoAf9IQdg?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Sebenarnya, apakah yang dimaksud dengan QRIS tersebut?</p>



<p>Seperti yang sudah saya singgung di atas, QRIS itu merupakan Standar Nasional QR Code Pembayaran yang ditetapkan oleh Bank Indonesia untuk memfasilitasi pembayaran di Indonesia.</p>



<p>Dengan demikian, diharapkan keseluruhan pembayaran daring yang menggunakan QR Code selama ini, nantinya akan dapat menggunakan QRIS. Artinya, walaupun instrumen pembayaran yang digunakan sebuah merchant berbeda dengan&nbsp; aplikasi yang dimiliki konsumen maka  pembayaran melalui aplikasi tersebut akan dapat dibaca oleh QRIS.</p>



<p>Sekali lagi, dengan kehadiran QRIS tersebut, tidak akan ada lagi cerita gagal bertransaksi karena perbedaan aplikasi yang ada di smartphone dengan QR Code Pembayaran di merchant.</p>



<p>Jadi, penerbitan QRIS itu sendiri dilakukan agar sistem pembayaran cepat, aman dan praktis, yakni mempermudah komunikasi antar penerbit instrumen pembayaran, merchant dan konsumen pengguna aplikasi.</p>



<p>Nah, sebagai bentuk komitmen pelayanan terbaik dalam penerapan QRIS, maka Bank Indonesia pun mengusung sebuah tagline UNGGUL. Adapun yang menjadi akronim dari UNGGUL tersebut yakni Universal, Gampang, Untung dan Langsung.</p>



<ol><li>Universal maksudnya bahwa QRIS itu inklusif untuk seluruh lapisan masyarakat. Dapat digunakan di domestik dan luar negeri.  Singkatnya, bisa dipakai siapa saja dan diterima di mana saja.</li><li>Gampang artinya transaksi dapat dilakukan dengan mudah dan aman dalam satu genggaman.</li><li>Untung artinya efisien untuk satu QR Code untuk semua aplikasi. </li><li>Langsung artinya transaksi cepat dan seketika mendukung kelancaran sistem pembayaran. </li></ol>



<p>Untuk lebih jelasnya, pembaca dapat juga menyaksikan video berikut!</p>



<figure class="wp-block-embed-youtube aligncenter wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS)" width="640" height="360" src="https://www.youtube.com/embed/CHKyDZ5fS_w?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Kalau bicara tentang pertimbangan, maka apa sebenarnya yang mendesak Bank Indonesia untuk segera menerapakan QRIS tersebut?</p>



<p>Merujuk pada Peraturan Anggota Dewan Gubernur No.21/18/PADG/2019 tentang Implementasi Standar Nasional Quick Respon Code untuk Pembayaran, maka pertimbangannya adalah untuk mendukung integrasi ekonomi dan keuangan digital nasional, apalagi peran sistem pembayaran ritel domestik dalam ekonomi dan keuangan digital telah meningkat pesat seiring dengan perkembangan inovasi teknologi dan model bisnis.</p>



<p>Kemudian mengoptimalkan potensi <em>quick response code</em> dalam ekosistem ekonomi dan keuangan digital, Bank Indonesia perlu menetapkan standar nasional <em>quick response code</em> untuk pembayaran guna memastikan efisiensi dan meminimalkan fragmentasi, penetapan standar nasional quick response code untuk pembayaran telah sejalan dengan tatanan kebijakan gerbang pembayaran nasional.</p>



<p>Nah, sekarang kita beranjak kepada kebermanfaatan. Kira-kira, apa yang menjadi manfaat dari penggunaan QRIS tersebut. Baik itu manfaat yang akan dinikmati merchant maupun pengguna (konsumen).</p>



<p>Bagi seorang pengguna yang menjadi manfaat dari penerapan QRIS tersebut yakni semakin fleksibelnya menggunakan aplikasi pembayaran di merchant. Selain itu, pengguna tidak perlu melakukan &#8220;top up&#8221; saldo di berbagai aplikasi seperti selama ini. Harus diakui dengan QR Code yang tidak standar, sangat merepotkan pengguna.</p>



<p>Sementara untuk merchant sendiri, meningkatnya kepraktisan dalam penerimaan pembayaran karena hanya menggunakan satu QR Code pembayaran, yakni QRIS. Apalagi dengan berlakunya QRIS, merchant tidak perlu lagi menjejer QR Code pembayaran di depan kasir. Cukup dengan satu QR Code pembayaran yakni QRIS. Selain itu, merchant juga sangat beruntung dari segi penghematan pembiayaan dan perawatan EDC. Setelah berlakunya QRIS, maka merchant hanya butuh sebuah stiker QRIS.</p>



<p>Nah, sebelum saya akhiri, ini ada  informasi yang tidak kalah penting untuk rekan pembaca. </p>



<p>Bahwa untuk model penggunaan QR Code pembayaran yang diterapkan nantinya, akan menggunakan model MPM (Merchant Mode Mode. Maksudnya, stiker QR Code akan ada di merchant, alat ini nantinya yang membaca aplikasi yang ada di smartphone konsumen.  Bukan sebaliknya. Sejauh ini kita tidak akan menggunakan CPM (Customer Presented Mode). Artinya, konsumen tidak perlu mengunduh aplikasi QRIS untuk mendapat QR Code. </p>



<p>Akhir kata, semoga tulisan ini bermanfaat bagi khalayak luas, dan menjadi penambah wawasan seputar QRIS. Bagi kita semua, selamat menantikan QRIS. Saatnya Pakai QR Standar, Transaksi Makin Lancar.</p>



<p class="has-background has-light-green-cyan-background-color"><strong>#TransaksiLancarPakaiQRStandar! </strong></p>



<p>Sumber Referensi :</p>



<p><a href="https://www.bi.go.id/id/peraturan/sistem-pembayaran/Pages/padg_211819.aspx">https://www.bi.go.id/id/peraturan/sistem-pembayaran/Pages/padg_211819.aspx</a></p>



<p><a href="https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/09/23/transaksi-uang-elektronik-melonjak-2098-pada-2018">https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/09/23/transaksi-uang-elektronik-melonjak-2098-pada-2018</a> (diakses 18 November 2019, pukul 21.00 WIB)</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://thurneysensimanjuntak.com/2019/11/18/saatnya-pakai-qr-standar-transaksi-makin-lancar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 0/237 objects using memcache
Page Caching using disk: enhanced 
Database Caching 2/45 queries in 0.379 seconds using redis

Served from: thurneysensimanjuntak.com @ 2024-06-25 21:02:45 by W3 Total Cache
-->