<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>HariAirDunia &#8211; Rumah #InspiraThur</title>
	<atom:link href="https://thurneysensimanjuntak.com/category/hariairdunia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://thurneysensimanjuntak.com</link>
	<description>Ruang Berbagi Lewat Tulisan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Mar 2021 05:19:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.2.20</generator>

<image>
	<url>https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/02/cropped-Thur-Sketsa-1-32x32.jpg</url>
	<title>HariAirDunia &#8211; Rumah #InspiraThur</title>
	<link>https://thurneysensimanjuntak.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hargai Air demi Ketahanan dan Kedaulatan Air</title>
		<link>https://thurneysensimanjuntak.com/2021/03/17/hargai-air-demi-ketahanan-dan-kedaulatan-air/</link>
				<comments>https://thurneysensimanjuntak.com/2021/03/17/hargai-air-demi-ketahanan-dan-kedaulatan-air/#respond</comments>
				<pubDate>Wed, 17 Mar 2021 04:57:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Thurneysen]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[HariAirDunia]]></category>
		<category><![CDATA[HariAirDuniaXXIX2021]]></category>
		<category><![CDATA[MengelolaAirUntukNegeri]]></category>
		<category><![CDATA[SigapMembangunNegeri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://thurneysensimanjuntak.com/?p=1495</guid>
				<description><![CDATA[Dunia sedang berada pada ancaman krisis air. World Resources Institure (WRI) sebuah lembaga riset di Washington DC menyampaikan bahwa seperempat dari populasi dunia hidup di <a href="https://thurneysensimanjuntak.com/2021/03/17/hargai-air-demi-ketahanan-dan-kedaulatan-air/" class="read-more-link">[more...]</a>]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[
<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/03/Air-1-1024x768.jpg" alt="" data-id="1496" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=1496#main" class="wp-image-1496" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/03/Air-1-1024x768.jpg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/03/Air-1-300x225.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/03/Air-1-768x576.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/03/Air-1.jpg 1040w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure></li></ul>



<p>Dunia sedang
berada pada ancaman krisis air. World Resources Institure (WRI) sebuah lembaga
riset di Washington DC menyampaikan bahwa seperempat dari populasi dunia
hidup di wilayah dengan persediaan air yang tak sebanding dengan kebutuhan
warganya atau hal itu setara dengan 1,8 miliar jiwa di 17 negara.</p>



<p><em>Bagaimana dengan di negara kita Indonesia? </em></p>



<p>Dari sebuah
media online yang pernah saya baca menyampaikan bahwa Forum Air Dunia telah
memprediksi bahwa krisis air di Indonesia akan mulai terasa pada 2025.</p>



<p>Bahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan
bahwa sedikitnya 102 kabupaten dari 16 provinsi di Indonesia telah mengalami
kekeringan karena ketersediaan air yang tidak mencukupi serta dampak dari musim
kemarau. Kekeringan yang paling banyak terjadi berada di Jawa Tengah, Jawa
Barat, Jawa Timur, Lampung, Sumatera Selatan dan Bali dan NTT.</p>



<p>Setelah membaca pemberitaan tersebut, jujur saya merinding.
Bisa saya bayangkan bagaimana manusia yang kekurangan air. Sebab, sesungguhnya
manusia itu setiap hari membutuhkan air untuk mendukung aktivitas kehidupannya.
</p>



<p>Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Sekedar mengenang
pengalaman masa kecil. Untuk memperoleh air, saya pernah berjalan kaki
berkilometer hanya untuk mengambil air di sebuah sungai. Saya dan teman-teman
harus membawanya pulang dengan cara memikulnya. Capeknya luar biasa. </p>



<p>Pengalaman tersebut, hanyalah salah satu bentuk dari kesulitan
air. Ada banyak pengalaman orang lain yang penuh dengan kesedihan untuk
memperoleh air.</p>



<p>Harus diakui bahwa permasalahan air memang ada yang
ditimbulkan oleh faktor alam. Tetapi tidak sedikit kesulitan air karena ulah
manusia itu sendiri. Misalnya terjadi perubahan iklim. Perubahan iklim itu sendiri
terjadi karena ulah manusia yang telah merusak hutan, mengakibatkan pemanasan
global, efek rumah kaca, kerusakan lapisan ozon, gas limbah industri,
penggunaan CFC yang tidak terkontrol.</p>



<p>Selain perubahan iklim, pembangunan infrastruktur yang tidak
ramah lingkungan, membuang sampah dan limbah ke sungai, dan masih banyak lagi
hal lain. Inti perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab tersebut pada
akhirnya bermuara pada kerusakan lingkungan alam dan krisis air.</p>



<p><em>Sekarang apa yang harus kita lakukan? </em></p>



<p>Kembali pada mandat Sang Pencipta. Menghargai alam dan menghargai air sebagai sumber kehidupan. Kita menunjukkan perilaku –perilaku yang mendukung ketahanan dan kerberlanjutan air. Selain itu kita bersinergi dengan program pemerintah dan dunia. </p>



<p>Dunia telah mencanangkan Sustainable Development Goals (SDGs) yang salah satunya ajakan untuk menjamin ketersediaan sertas pengelolaan air bersih yang keberlanjutan untuk semua, sesuai dengan SDGs ke-6. Selengkapnya bisa <a rel="noreferrer noopener" aria-label="dibaca (opens in a new tab)" href="https://sdgs.bappenas.go.id/tujuan-6/" target="_blank"><strong>dibaca</strong></a>!</p>



<p>Sementara itu, pemerintah Indonesia&nbsp;telah menargetkan
seluruh masyarakat telah memiliki akses air minum yang layak, hal itu tertuang
dalam &#8220;Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.</p>



<p>Sebagai masyarakat, mari kita dukung program-program yang baik tersebut. Kita mulai dari diri kita dan keluarga kita. Kita hargai air demi ketahanan dan kedaulatan air.</p>



<p>#HariAirDuniaXXIX2021 #MengelolaAirUntukNegeri #SigapMembangunNegeri</p>



<p>Sumber Referensi</p>



<ul><li><a href="https://industry.co.id/read/66862/forum-air-dunia-memprediksi-krisis-air-di-indonesia-akan-mulai-terasa-pada-2025">https://industry.co.id/read/66862/forum-air-dunia-memprediksi-krisis-air-di-indonesia-akan-mulai-terasa-pada-2025</a></li><li><a href="https://internasional.kontan.co.id/news/krisis-air-mengancam-seperempat-penduduk-dunia">https://internasional.kontan.co.id/news/krisis-air-mengancam-seperempat-penduduk-dunia</a></li><li><a href="https://sdgs.bappenas.go.id/tujuan-6/">https://sdgs.bappenas.go.id/tujuan-6/</a></li></ul>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://thurneysensimanjuntak.com/2021/03/17/hargai-air-demi-ketahanan-dan-kedaulatan-air/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>Air Sahabat Kita</title>
		<link>https://thurneysensimanjuntak.com/2021/03/13/air-sahabat-kita/</link>
				<comments>https://thurneysensimanjuntak.com/2021/03/13/air-sahabat-kita/#respond</comments>
				<pubDate>Sat, 13 Mar 2021 15:57:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Thurneysen]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[HariAirDunia]]></category>
		<category><![CDATA[HariAirDuniaXXIX2021]]></category>
		<category><![CDATA[igapMembangunNegeri]]></category>
		<category><![CDATA[MengelolaAirUntukNegeri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://thurneysensimanjuntak.com/?p=1492</guid>
				<description><![CDATA[Setiap saat, manusia membutuhkan air. Tanpa terkecuali. Atau, adakah diantara kita yang tidak butuh atau bersentuhan dengan air setiap hari? Itu sesuatu yang mustahil. Itu <a href="https://thurneysensimanjuntak.com/2021/03/13/air-sahabat-kita/" class="read-more-link">[more...]</a>]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[
<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/03/Air-1024x673.jpg" alt="" data-id="1493" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=1493#main" class="wp-image-1493" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/03/Air-1024x673.jpg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/03/Air-300x197.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/03/Air-768x505.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/03/Air.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Bersahabat dengan air (Dokpri)</figcaption></figure></li></ul>



<p>Setiap saat, manusia membutuhkan air. Tanpa terkecuali. Atau, adakah  diantara kita yang tidak butuh atau bersentuhan dengan air setiap hari?  Itu sesuatu yang mustahil. Itu adalah hukum kehidupan.</p>



<p>Manusia membutuhkan air bukan saja untuk diminum, memasak makanan, 
air mandian dan mencuci pakaian. Tetapi jauh lebih daripada itu, air 
adalah penopang keberlangsungan kehidupan manusia dan mahluk lainnya. 
Bukan saja saat ini, tetapi sampai kapan pun selagi kehidupan itu masih 
ada di muka bumi.</p>



<p>Itulah alasan kuat saya menempatkan air sebagai sahabat kita pada 
judul tulisan ini. Air adalah kebutuhan mendasar bagi umat manusia, yang
 saban hari kita membutuhkannya. Tanpa air, jelas manusia dan mahluk 
lainnya akan mati.</p>



<p>Ironisnya, sering sekali manusia tidak menghargai air, sering sekali 
menyia-nyiakannya. Layaknya seseorang yang menghianati sahabatnya. 
Setelah merasakan arti persahatabatan dalam hidupnya, lalu orang 
tersebut dibuang dan dilupakan.</p>



<p>Melihat fakta dalam kehidupan, ada banyak hal yang dilakukan sebagai 
bentuk pengingkaran terhadap air sebagai sahabat. Contoh sederhana, kita
 acapkali menggunakan air secara berlebihan saat mandi, menyuci pakaian 
dan mobil kendaraan dengan pemborosan air. Mirisnya lagi, ada saja yang 
membuka keran air dan lupa untuk mematikannya.</p>



<p>Selain itu, ada perilaku yang tidak bisa kita tolerir, seperti 
membuang sampah ke sungai. Padahal semua tahu bahwa air sungai itu 
sangat bermanfaat untuk menopang kehidupan manusia. Bahkan untuk habitat
 mahluk hidup yang ada di dalam sungai tersebut, seperti ikan. Tetapi 
masih ada saja yang mengotori sungai dengan sampahnya.</p>



<p>Begitu juga dengan perilaku yang merusak atau menebangi pohon secara 
masif di sekitar sumber mata air. Hanya demi kepentingan diri keberadaan
 air. Tanpa memperhatikan bahwa anak cucu kita juga kelak harus hidup 
dengan air.</p>



<p>Itu beberapa tindakan oknum yang tidak bertanggung jawab dan tidak 
ada wujud terima kasih untuk air yang telah memberikan kehidupan bagi 
diri dan keluarganya.</p>



<p>Menjelang peringatan Hari Air Dunia XXIXI 2021, tepatnya 22 Maret, 
kita kembali diingatkan untuk selalu menghargai air. Menghargai air sama
 artinya menghargai kehidupan, terutama menghargai penciptanya.</p>



<p>Sejatinya juga kita harus turut prihatin dan merasakan berbagai 
pengalaman krisis air diberbagai belahan dunia. Ketika kita tidak 
menghargai air, di sana ada banyak orang yang sedang berebut dan 
menangis karena kekurangan air. Bahkan ada yang sakit dan mati karena 
tidak mendapatkan air bersih.</p>



<p>Nah, oleh karena itu, mari kita bangun kepedulian bersama, kita 
menyelamatkan air untuk kehidupan kita. Demi keberlanjutan air bersih 
bagi anak cucu kita. Untuk itu, mari kita mulai dari diri dan keluarga.</p>



<p>Mulailah melakukan penghematan air. Berdasarkan pengalaman di  keluarga kami, kami mencoba melakukan berbagai cara untuk penghematan  air. </p>



<p>Misalnya mandi menggunakan “shower” untuk mandi bukan menggukan  gayung. Air cucian beras dimanfaatkan untuk menyiram tanaman di depan  rumah. Memanfaatkan air bilasan cucian terakhir untuk membersihkan teras  rumah. Membasahi piring dalam satu ember khusus sebelum dicuci, dan  kemudian pembersihan terakhir menggunakan air berjalan.</p>



<p>Sesungguhnya masing-masing kita memiliki banyak cara untuk menghemat 
air dan bentuk penghargaan kita pada air. Hendaknya itu tetap 
dipertahankan dan dilakukan secara konsisten. Bila perlu kita juga 
menjadi agen perubahan untuk sekitar lingkungan kita.</p>



<p>#HariAirDuniaXXIX2021 #MengelolaAirUntukNegeri #SigapMembangunNegeri</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://thurneysensimanjuntak.com/2021/03/13/air-sahabat-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 0/110 objects using memcache
Page Caching using disk: enhanced 
Database Caching using redis (Request-wide modification query)

Served from: thurneysensimanjuntak.com @ 2024-06-10 22:38:13 by W3 Total Cache
-->