<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Inspirasi &#8211; Rumah #InspiraThur</title>
	<atom:link href="https://thurneysensimanjuntak.com/category/inspirasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://thurneysensimanjuntak.com</link>
	<description>Ruang Berbagi Lewat Tulisan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 12 Sep 2023 14:34:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.2.21</generator>

<image>
	<url>https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/02/cropped-Thur-Sketsa-1-32x32.jpg</url>
	<title>Inspirasi &#8211; Rumah #InspiraThur</title>
	<link>https://thurneysensimanjuntak.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gede Andika, Memilih Panggilan Jiwa Bukan Impian Hati</title>
		<link>https://thurneysensimanjuntak.com/2023/09/12/gede-andika-memilih-panggilan-jiwa-bukan-impian-hati/</link>
				<comments>https://thurneysensimanjuntak.com/2023/09/12/gede-andika-memilih-panggilan-jiwa-bukan-impian-hati/#respond</comments>
				<pubDate>Tue, 12 Sep 2023 14:33:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Thurneysen]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Astra]]></category>
		<category><![CDATA[SATU Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://thurneysensimanjuntak.com/?p=2282</guid>
				<description><![CDATA[Masih ingatkah Anda terakhir kali berbuat kebaikan? Berbuat baik memang tidak ada batas waktunya. Bahkan sejatinya, kita harus berbuat baik sampai kapan pun, di mana <a href="https://thurneysensimanjuntak.com/2023/09/12/gede-andika-memilih-panggilan-jiwa-bukan-impian-hati/" class="read-more-link">[more...]</a>]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_2283" aria-describedby="caption-attachment-2283" style="width: 1600px" class="wp-caption aligncenter"><img class="wp-image-2283 size-full" src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2023/09/Gede-Andika.jpeg" alt="" width="1600" height="900" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2023/09/Gede-Andika.jpeg 1600w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2023/09/Gede-Andika-300x169.jpeg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2023/09/Gede-Andika-768x432.jpeg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2023/09/Gede-Andika-1024x576.jpeg 1024w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /><figcaption id="caption-attachment-2283" class="wp-caption-text">Sumber Gambar : tangkapan layar dari youtube SATU Indonesia</figcaption></figure>
<p>Masih ingatkah Anda terakhir kali berbuat kebaikan? Berbuat baik memang tidak ada batas waktunya.</p>
<p>Bahkan sejatinya, kita harus berbuat baik sampai kapan pun, di mana kita berada, serta kepada siapa orang tanpa ada kata pandang bulu.</p>
<p>Berbuat baik itu memang merupakan tugas mulia dari manusia yang menggambarkan inti dari kemanusiaan yang ada di dalam diri kita.</p>
<p>Bagi yang menerima kebaikan itu, tentu akan ada rasa terima kasih, serta kebermaknaan dan manfaat yang dirasa.</p>
<p>Melalui kebaikan itu, ada kalanya orang yang menerimanya akan merasa tertolong dan merasa bahwa mereka tidak sendiri berjuang karena ada orang-orang baik yang masih peduli.</p>
<p>Kebaikan ada kalanya menolong orang yang berputus asa, karena terdapat secercah harapan. Bahkan merasakan bahwa Tuhan itu masih peduli, melalui orang yang dengan tulus untuk menolong.</p>
<p>Tindakan kebaikan pun sesungguhnya tidak hanya dirasakan oleh penerima kebaikan.</p>
<p>Saat kita berbuat kebaikan, kita sedang membuka pintu untuk menginspirasi, untuk menciptakan perubahan positif dalam dunia ini.</p>
<p>Tidak peduli seberapa kecil atau besar tindakan itu, berbuat baik memiliki kekuatan untuk mengubah hidup seseorang.</p>
<p>Oleh karena itu, mari kita anggap berbuat baik sebagai tugas mulia yang selalu kita emban dengan tulus dan penuh kasih, karena dalam kebaikan itu, kita akan menemukan makna sejati dalam hidup.</p>
<p>Tentunya sosok yang satu ini layak menjadi inspirasi bagi kita, yang telah menaburkan kebaikan bagi orang lain. Sosok yang saya maksudkan adalah Gede Andika.</p>
<p>Gede Andika adalah seorang penggagas Kreasi Edukasi Bahasa dan Literasi Lingkungan (KREDIBALI) pada Maret 2020.</p>
<p>KREDIBALI itu sendiri adalah kegiatan les Bahasa Inggris bagi anak-anak yang tinggal di Desa Pemuteran, Buleleng Bali Utara.</p>
<p>Adapun kegiatan les ini diperuntukkan untuk tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).</p>
<p>Berdasarkan pengakuan Gede Andika dalam sebuah acara bincang, bahwa awal pertamanya tergerak untuk menggagas KREDIBALI itu, tidak lepas dari rencananya untuk berpamitan kepada keluarga besarnya  yang ada di Desa Pemuteran.</p>
<p>Layaknya orang yang hendak merantau jauh, umumnya tradisi demikian akan dilakukan. Termasuk meminta dukungan doa dari yang dikasihi.</p>
<p>Hal itulah yang dilakukan juga oleh Gede Andika.</p>
<p>Berpamitan itu dilakukan berkaitan dengan rencananya akan merantau jauh karena akan mengikuti kuliah S2 di Inggris (UK) sekitar 9 bulan hingga 1 tahun. Rencana kuliah itu sendiri didukung karena Gede Andika mendapat kesempatan beasiswa (LOA) saat itu.</p>
<p>Tetapi ketika berencana berpamitan di Desa Pemuteran, menjadi kenangan dengan masa kecilnya. Bahwa saat itu pariwisata tergolong maju di daerah tersebut, turis terlihat di mana-mana.</p>
<p>Berbeda sekali ketika saat dia kembali lagi ke kampung halamannya. Pariwisata tidak lagi maju seperti sediakala.</p>
<p>Di sisi lain, Gede Andika melihat pembelajaran saat itu dilakukan secara daring dari rumah.</p>
<p>Lantas, Gede Andika melihat banyak anak-anak yang tidak lagi bisa mengikuti pembelajaran dengan baik.</p>
<p>Bahkan mereka banyak yang pada akhirnya ikut ke sawah, mencari rumput untuk sapi orang tua mereka, ada yang ikut ke laut untuk membantu orang tua sebagai nelayan. Hal itu tentu berdampak pada putus sekolahnya anak-anak di Desa Pemuteran.</p>
<p>Intinya, partisipasi belajar saat pandemi Covid-19 di desanya menurun, tentu berkaitan dengan keterbatasan fasilitas media belajar.</p>
<p>Saat itulah muncul gagasan Gede Andika untuk membuat sebuah kegiatan yang bermanfaat bagi anak-anak. Tentu bukan perkara mudah, mengingat saat itu ada berbagai ketakutan karena pandemi. serta adanya upaya untuk berbagai aturan menjaga jarak  atau anjuran beraktivitas di rumah saja.</p>
<p>Tetapi berkat dukungan masyarakat maka KREDIBALI yang digagasnya itu dapat berjalan. Sementara untuk dukungan peserta, wajib mengumpulkan sampah plastik rumah tangga, sebagai pengganti biaya les Bahasa Inggris mereka.</p>
<p>Dari gagasan KREDIBALI ini, bukan tanpa pengorbanan hebat. Gede Andika harus membatalkan niatnya untuk mengmbil kuliah S2 di Inggris.</p>
<p>Memang ada kalanya panggilan jiwa itu, memberi pilihan yang sulit. Tetapi panggilan jiwa itu tentu tidak akan membuat seseorang salah dalam memilih. Begitu halnya dengan Gede Andika telah memilih panggilan jiwanya  untuk memajukan pendidikan di desanya, Pemuteran.</p>
<p>Tentu dengan pengorbanan yang demikian tidak keliru kalau Gede Andika pada akhirnya mendapat penghargaan dari Astra, atau Apresiasi SATU Indonesia Awards 2021. Adapun kategori yang diraihnya adalah Pejuang Tanpa Pamrih di Masa Pandemi Covid-19.</p>
<p>Sahabat pembaca, sudah pernah mendengar &#8220;SATU Indonesia Award&#8221;?</p>
<p>&#8220;SATU Indonesia Award&#8221; adalah singkatan dari Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia Award, yang merupakan ajang penghargaan Astra bagi generasi muda.</p>
<p>Khususnya bagi mereka yang telah memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya, atau juga bagi mereka yang memiliki kepeloporan dan yang telah membawa perubahan kepada masyarakat dalam berbagai bidang.</p>
<p>Adapun bidang-bidang yang dimaksudkan tersebut, seperti bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, kewirausahaan, dan teknologi.</p>
<p>Nah, pada akhirnya berharap tulisan singkat ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk berbuat kebaikan. Salam SATU Indonesia!</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://thurneysensimanjuntak.com/2023/09/12/gede-andika-memilih-panggilan-jiwa-bukan-impian-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>Berani Lebih Baik, Berani Berjuang dan Berkorban</title>
		<link>https://thurneysensimanjuntak.com/2020/12/08/berani-lebih-baik-berani-berjuang-dan-berkorban/</link>
				<comments>https://thurneysensimanjuntak.com/2020/12/08/berani-lebih-baik-berani-berjuang-dan-berkorban/#respond</comments>
				<pubDate>Tue, 08 Dec 2020 15:12:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Thurneysen]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Berani Lebih Baik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://thurneysensimanjuntak.com/?p=1143</guid>
				<description><![CDATA[Semua orang menginginkan pencapaian lebih baik. Ironinya, tidak semua orang memiliki keberanian untuk lebih baik. Mengapa? Berani lebih baik itu ternyata butuh perjuangan dan pengorbanan. <a href="https://thurneysensimanjuntak.com/2020/12/08/berani-lebih-baik-berani-berjuang-dan-berkorban/" class="read-more-link">[more...]</a>]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[
<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/BI-2-1024x768.jpg" alt="" data-id="1145" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=1145" class="wp-image-1145" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/BI-2-1024x768.jpg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/BI-2-300x225.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/BI-2-768x576.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/BI-2-320x240.jpg 320w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/BI-2-100x75.jpg 100w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/BI-2.jpg 1040w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Salah satu prestasiku dalam menulis, sebagai Juara Pertama &#8220;Blog Competition&#8221; yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia &#8211; Kompasiana (2019)</figcaption></figure></li></ul>



<p>Semua orang menginginkan pencapaian lebih baik. Ironinya, tidak semua orang memiliki keberanian untuk lebih baik. Mengapa? </p>



<p><strong><a href="https://tugu.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener" aria-label="Berani lebih baik (opens in a new tab)">Berani lebih baik</a></strong> itu ternyata butuh <strong>perjuangan</strong> dan <strong>pengorbanan</strong>. Pasalnya, tidak semua orang siap memasuki arena perjuangan dan pengorbanan tersebut. Sehingga tidak sedikit orang yang terjebak pada tataran menginginkan saja atau bisa dibilang sebatas angan-angan. Ketika disuruh berjuang, orang tersebut akan mundur secara teratur.</p>



<p>Berani lebih baik tentu bukan sesuatu yang mudah.
Hanya orang yang bermental pemenang, antusias, dan berkomitmen yang siap
melakoninya, bukan pecundang. Perlu diingat, bahwa orang yang berani lebih
baik, tentu bukan berarti tidak pernah gagal, tetapi kegagalan menjadi cambuk baginya
untuk bangkit dan belajar. </p>



<p>Berbeda dengan orang yang hanya menginginkan
pencapaian lebih baik, dia memang tidak gagal, karena memang tidak pernah
mencoba. Hanya sebatas keinginan. Tetapi ingatlah jiwanya akan selalu penasaran,
dia tidak akan tahu kapasitas dan kemampuan dirinya.</p>



<p>Saya sendiri adalah salah satu sosok yang menginginkan
pencapaian lebih baik dalam urusan tulis menulis (ngeblog). Tetapi tidak cukup
hanya memiliki keinginan tersebut, saya pun mencoba berani lebih baik. Maka
sejak awal 2014, saya kembali terjun di dunia tulis menulis dengan sebuah
komitmen baru setelah lama sempat meninggalkan hobi tersebut. </p>



<p>Bukan semata berangan-angan. Tetapi kali ini, saya berani
lebih baik, benar-benar menggelutinya kembali dengan daya juang dan ingin menorehkan
berbagai berprestasi dan pengalaman.</p>



<p>Nah, untuk itu saya mencoba berlatih menulis kembali,
setiap hari saya menyediakan waktu khusus untuk menulis. Membangun kebiasaan
baru. Awalnya, setiap hari saya sediakan waktu dua jam dalam sehari. </p>



<p>Terkadang rasa malas dan bosan silih berganti
menghampiri. Tetapi karena tekad berani lebih baik dalam menulis, maka saya
terus berjuang melawan rasa malas dan bosan.</p>



<p>Selain itu, saya menambah waktu untuk membaca, mencoba
mengamati berbagai fenomena dan situasi, melibatkan diri dalam berbagai
komunitas menulis, belajar dari orang yang memiliki pengalaman dan jam terbang tinggi
dalam menulis, hingga mengikuti berbagai lomba menulis atau lomba blog. </p>



<p>Sekarang, saya sudah enam tahun konsisten dan disiplin
menulis. Waktu benar-benar mengujiku. Dan saya mengatakan bahwa saya berani
lebih baik dalam menulis (ngeblog). Hasilnya, diluar dugaanku. Setidaknya
selama enam tahun ini, saya sudah mengantongi sekitar 70 prestasi nasional
dalam menulis.</p>



<p>Selain mendapatkan hadiah dan penghargaan, ada banyak hal lain yang saya peroleh dari kemampuanku menulis selama ini. Misalnya, memiliki kesempatan mengunjungi daerah yang sama sekali belum pernah saya kunjungi. Menariknya, saya tidak perlu keluar uang sepeserpun, tetapi ada penyelenggara yang membiayai perjalanan tersebut. </p>



<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/TOTAL.jpg" alt="" data-id="1149" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=1149" class="wp-image-1149" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/TOTAL.jpg 600w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/TOTAL-300x178.jpg 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /><figcaption>Pengalaman melakukan perjalanan ke Kalimantan Timur, Sebagai Finalis Lomba Menulis yang diselenggarakan TOTAL, SKK Migas dan Bisnis Indonesia.</figcaption></figure></li></ul>



<p>Kemudian, saya bisa bertemu dengan orang-orang penting di negeri ini seperti presiden dan menteri karena menggeluti dunia tulis menulis. Bertemu dengan orang penting tentu menjadi pengalaman tersendiri, dan mendapatkan berbagai pelajaran baru dari pertemuan tersebut.</p>



<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/paksu-1.jpg" alt="" data-id="1154" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=1154" class="wp-image-1154" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/paksu-1.jpg 350w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/paksu-1-300x225.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/paksu-1-320x240.jpg 320w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/paksu-1-100x75.jpg 100w" sizes="(max-width: 350px) 100vw, 350px" /><figcaption>Berkesempatan menjadi pelatih menulis </figcaption></figure></li></ul>



<p>Pernah juga berkesempatan menjadi pelatih menulis, juri lomba menulis, hingga nara sumber tentang “Kiat-Kiat Memenangkan Lomba Menulis” di Webinar Bank Indonesia dan “Guru Zaman Now Guru yang Menulis” di sebuah radio swasta.</p>



<ul class="wp-block-gallery columns-2 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/radio.jpg" alt="" data-id="1151" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=1151" class="wp-image-1151" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/radio.jpg 259w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/radio-100x75.jpg 100w" sizes="(max-width: 259px) 100vw, 259px" /></figure></li><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Migas-11.jpg" alt="" data-id="1152" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=1152" class="wp-image-1152" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Migas-11.jpg 606w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Migas-11-300x167.jpg 300w" sizes="(max-width: 606px) 100vw, 606px" /></figure></li></ul>



<p>Rasanya perjuangan dan pengorbanan yang saya lakukan selama ini terbayar sudah. Semua diawali dengan paradigma bahwa “Berani Lebih Baik” adalah satu kunci untuk meraih suksesmu. Jadi, jangan pernah merasa takut untuk berani lebih baik dengan berbagai pengorbanan dan perjuangan.</p>



<p>Tetapi saya menyadari, bahwa prestasi dan pengalaman yang telah saya raih dalam menulis sesungguhnya bukan semata kehebatan diri. Untuk sukses ternyata butuh orang lain. Di sekitar kita, ada banyak orang yang tulus mendukung, mereka bisa menjadi inspirator dan motivator diri.</p>



<p>Hanya terkadang orang yang mencintai kita memberi 1001 pesan yang bermakna. Tetapi kita sering melalaikan pesan tersebut.</p>



<p class="has-medium-font-size"><strong>Berjalan
Bersama untuk Lebih Baik</strong></p>



<figure class="wp-block-embed-youtube aligncenter wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Berani Lebih Baik" width="640" height="360" src="https://www.youtube.com/embed/5AaQCYnIivU?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Saya jadi teringat dengan sebuah pesan bijak dalam sebuah video yang ada di Tugu Insurance. &#8220;Ada yang pernah bertanya, apa yang menjadikanku seperti sekarang? Proses. Komitmen dan keberanian menghasilkan buah manis hari ini.&#8221;</p>



<p>Tapi&#8230;..</p>



<p>&#8220;Sebuah pesan kadang terabaikan. Harusnya, aku berpikir sesuatu yang lebih berarti. Melindungi yang telah kujalani.&#8221;</p>



<p>Betul sekali. Pernahkah kita berpikir melindungi apa yang sedang kita jalani? Jangan-jangan kita sudah berhasil meraih apa yang kita impikan selama ini, tetapi lalai memproteksi yang telah kita raih tersebut. Sehingga, ketika resiko hadir, semua yang kita telah raih hilang sia-sia.</p>



<p>Tugu Insurance pun hadir untuk itu, “Berjalan Bersama kita untuk Lebih Baik.”
Nah, untuk mengenali apa sesungguhnya Tugu Insurance tersebut, mari saksikan
video singkat berikut!</p>



<figure class="wp-block-embed-youtube wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
https://www.youtube.com/watch?v=-3ZuSarGImg
</div></figure>



<p>“Saatnya saling menginspirasi menuju tingkatan yang lebih baru untuk berani
lebih baik dalam meraih kepastian masa depan bersama Tugu Insurance.”</p>



<p><strong>(Penulis: Thurneysen S)</strong></p>



<p>Sumber Referensi tentang Tugu Insurance diambil dari
youtube Tugu Insurance.</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://thurneysensimanjuntak.com/2020/12/08/berani-lebih-baik-berani-berjuang-dan-berkorban/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 0/123 objects using memcache
Page Caching using disk: enhanced 
Database Caching using redis

Served from: thurneysensimanjuntak.com @ 2024-06-29 23:08:48 by W3 Total Cache
-->