<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kampus &#8211; Rumah #InspiraThur</title>
	<atom:link href="https://thurneysensimanjuntak.com/category/kampus/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://thurneysensimanjuntak.com</link>
	<description>Ruang Berbagi Lewat Tulisan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Nov 2021 13:47:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.2.21</generator>

<image>
	<url>https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/02/cropped-Thur-Sketsa-1-32x32.jpg</url>
	<title>Kampus &#8211; Rumah #InspiraThur</title>
	<link>https://thurneysensimanjuntak.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Komitmen UNAIR dengan Pembangunan Berkelanjutan</title>
		<link>https://thurneysensimanjuntak.com/2021/11/06/komitmen-unair-dengan-pembangunan-berkelanjutan/</link>
				<comments>https://thurneysensimanjuntak.com/2021/11/06/komitmen-unair-dengan-pembangunan-berkelanjutan/#comments</comments>
				<pubDate>Sat, 06 Nov 2021 00:27:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Thurneysen]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[PembangunanBerkelanjutan]]></category>
		<category><![CDATA[SDGs]]></category>
		<category><![CDATA[UNAIR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://thurneysensimanjuntak.com/?p=1813</guid>
				<description><![CDATA[“Dunia sedang tidak baik-baik saja”. Barangkali kita sering mendengar ungkapan tersebut. Dunia ini memang sedang diperhadapkan dengan berbagai permasalahan. Baik itu masalah kemiskinan, kelaparan, pendidikan <a href="https://thurneysensimanjuntak.com/2021/11/06/komitmen-unair-dengan-pembangunan-berkelanjutan/" class="read-more-link">[more...]</a>]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image"><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/11/UNAIR-1024x400.jpg" alt="" class="wp-image-1818" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/11/UNAIR-1024x400.jpg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/11/UNAIR-300x117.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/11/UNAIR-768x300.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/11/UNAIR.jpg 1347w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>UNAIR (sumber gambar: www.unair.ac.id)</figcaption></figure>



<blockquote class="wp-block-quote"><p>“Dunia sedang tidak baik-baik saja”. </p></blockquote>



<p>Barangkali kita sering mendengar ungkapan tersebut. Dunia
ini memang sedang diperhadapkan dengan berbagai permasalahan. Baik itu masalah
kemiskinan, kelaparan, pendidikan dan kesehatan, perubahan iklim, masalah
energi, dan masih banyak lagi. Tentu tidak terkecuali dengan negara kita.</p>



<p>Untuk menyikapi permasalahan tersebut, dunia pun tidak boleh
tinggal diam. Dunia harus melakukan aksi nyata. </p>



<p>Nah, dalam hal ini, ternyata PBB telah menetapkan sebuah
kesepakatan bersama. Melalui Sidang Umum PBB yang diselenggarakan September
2015 lalu, telah berhasil mengesahkan <strong>Sustainable Development Goals</strong> (SDGs).
Setidaknya, ada 17 tujuan dan 169 target pembangunan global dalam SDGs tersebut
yang harus dijalankan pada tahun 2015-2030.</p>



<p>Penasaran dengan 17 tujuan dalam SDGs tersebut? Silahkan
mampir ke youtube channel dari UKM Penalaran UNAIR berikut.</p>



<figure class="wp-block-embed-youtube wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="17 Tujuan Sustainable Development Goals (SDGs)" width="640" height="360" src="https://www.youtube.com/embed/aCn3yBS78iY?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Dengan bersama-sama memecahkan masalah tersebut, diharapkan kehidupan
manusia akan jauh yang lebih baik. Atau mengutip slogan yang sering digunakan
“No One Left Behind”.</p>



<p>Indonesia sendiri tidak boleh abai dengan hal-hal tersebut
juga. Oleh karena itu, sebagai bagian dari PBB, pemerintah kita (Bappenas) juga
telah menetapkan hal itu menjadi bagian dari prioritas pembangunan nasional. Tentu
hal ini bukan tanggung jawab pemerintah semata, semua elemen anak bangsa harus
mendukungnya, termasuk pihak yang berkecimpung di dalam dunia Pendidikan atau akademisi.</p>



<p>Kalau bicara tentang keterlibatan dunia akademisi, ternyata Universitas
Airlangga (UNAIR) merupakan salah satu kampus yang berkomitmen mendukung
Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) tersebut. Hal ini tentu merupakan bagian dari
peran UNAIR dalam menyongsong Indonesia yang adil dan beradab.</p>



<p>Nah, untuk melihat komitmen dari kampus yang baru saja dinobatkan menjadi <strong><a rel="noreferrer noopener" aria-label="Universitas Terbaik (opens in a new tab)" href="http://unair.ac.id/" target="_blank">Universitas Terbaik</a></strong> (peringkat 465 dunia) melalui Quacquarelli Symonds <strong><a href="http://unair.ac.id/" target="_blank" rel="noreferrer noopener" aria-label="Word University Ranking (opens in a new tab)">Word University Ranking</a></strong> (QS WUR) ini, sahabat pembaca bisa berkunjung pada website SDGs Center UNAIR. Di sana ada banyak bentuk peran UNAIR untuk mendukung SDGs.</p>



<figure class="wp-block-image"><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/11/SDGs-1024x542.jpg" alt="" class="wp-image-1819" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/11/SDGs-1024x542.jpg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/11/SDGs-300x159.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/11/SDGs-768x407.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/11/SDGs.jpg 1158w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Tujuan SDGs (sumber gambar: www.sdgscenter.unair.ac.id)</figcaption></figure>



<p>Misalnya, menciptakan sarana dan prasarana kampus yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Dengan menerapkan efisiensi energi, perguruan tinggi dapat mengurangi jumlah energi yang digunakan. Hal ini merupakan bagian dari dukungan UNAIR terhadap SDGs yakni tujuan nomor 13 <strong><a href="http://unair.ac.id/" target="_blank" rel="noreferrer noopener" aria-label="Penanganan Perubahan Iklim (opens in a new tab)">Penanganan Perubahan Iklim</a></strong> (<em>Climate Change</em>).</p>



<p>Selain itu, kita bisa juga menyaksikan bentuk dukungan lainnya seperti pada video berikut.</p>



<figure class="wp-block-embed-youtube wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="UNAIR Jalin Kolaborasi Peneliti Isu SDGs Dalam COP" width="640" height="360" src="https://www.youtube.com/embed/b3tGcAj9XPQ?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Melalui yotube channel tersebut sangat jelas terlihat peran UNAIR mendukung tujuan nomor 3 dari SDGs tersebut yakni <strong><a href="http://unair.ac.id/" target="_blank" rel="noreferrer noopener" aria-label="Kehidupan Sehat dan Sejahtera (opens in a new tab)">Kehidupan Sehat dan Sejahtera</a></strong> (<em>Good Health and Well-Being</em>), yakni menjalin kerjasama penelitian, dengan cara pelibatan peneliti dan mahasiswa lokal dan internasional dalam Community Outreach Program (COP).</p>



<p>Sahabat pembaca, itulah beberapa bentuk komitmen UNAIR terhadap Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Semoga membawa perubahan untuk negeri. </p>



<p>Sumber Referensi: </p>



<ul><li><a rel="noreferrer noopener" aria-label="SDGs Bappenas (opens in a new tab)" href="http://sdgs.bappenas.go.id/sekilas-sdgs/" target="_blank">SDGs Bappenas</a></li><li><a rel="noreferrer noopener" aria-label="SDGs UNAIR (opens in a new tab)" href="https://sdgscenter.unair.ac.id/universitas-airlangga-uses-energy-efficiency-based-facilities/" target="_blank">SDGs UNAIR</a></li></ul>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://thurneysensimanjuntak.com/2021/11/06/komitmen-unair-dengan-pembangunan-berkelanjutan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>Terbang Tinggi Ketika Pandemi Pergi</title>
		<link>https://thurneysensimanjuntak.com/2021/10/10/terbang-tinggi-ketika-pandemi-pergi/</link>
				<comments>https://thurneysensimanjuntak.com/2021/10/10/terbang-tinggi-ketika-pandemi-pergi/#respond</comments>
				<pubDate>Sun, 10 Oct 2021 11:17:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Thurneysen]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[EkspresiParahyangan]]></category>
		<category><![CDATA[MerdekaBelajardanBerkarya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://thurneysensimanjuntak.com/?p=1764</guid>
				<description><![CDATA[Sikap kita akan menentukan siapa diri kita sesungguhnya. Begitu halnya ketika kita sedang berhadapan dengan pandemi Covid-19 seperti masa sekarang. Apakah kita menjadi pribadi yang <a href="https://thurneysensimanjuntak.com/2021/10/10/terbang-tinggi-ketika-pandemi-pergi/" class="read-more-link">[more...]</a>]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image"><img class="wp-image-1774" src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/10/unpar-1-1024x577.jpeg" alt="" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/10/unpar-1-1024x577.jpeg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/10/unpar-1-300x169.jpeg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/10/unpar-1-768x433.jpeg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/10/unpar-1.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<blockquote class="wp-block-quote">
<p><strong>Sikap kita akan menentukan siapa diri kita sesungguhnya</strong>.</p>
</blockquote>



<p>Begitu halnya ketika kita sedang berhadapan dengan pandemi Covid-19 seperti masa sekarang. Apakah kita menjadi pribadi yang bersyukur? Atau sebaliknya, memilih menggerutu ketika berhadapan dengan situasi sekaligus dampak yang ditimbulkan oleh pandemi yang sedang terjadi.</p>



<p>Apakah kita menjadi pribadi yang berupaya melihat hikmah dari pandemi? Atau barangkali hanya merasakannya sebagai sebuah masalah saja.</p>



<p>Selanjutnya, apakah kita mencoba menjadi pribadi yang fokus pada solusi? Atau, fokus pada masalah saja.</p>



<p>Sekali lagi, pilihan kita akan menentukan sikap kita. Sekaligus menentukan jati diri kita.</p>



<p>Orang yang mampu bersyukur pada masa sulit seperti sekarang dan melihat hikmah di balik pandemi, sesungguhnya adalah orang yang sedang menunjukkan kualitas dirinya.</p>



<p>Berbeda dengan orang yang melihatnya sebagai suatu masalah dan selalu menggerutu dengan keadaan. Mereka cenderung tidak menemukan pembelajaran hidup dalam situasi seperti sekarang. Bahkan merekalah yang cenderung akan menyerah ketika berhadapan dengan berbagai masalah yang ditimbulkan pandemi seperti sekarang.</p>



<p>Saya jadi teringat dengan sebuah perenungan pribadi masa pandemi ini. Pada akhirnya saya membuat sebuah kesimpulan bahwa,</p>



<blockquote class="wp-block-quote">
<p>“<strong><em>Kata menyerah adalah harta terakhir kaum pesimis. Sementara kaum optimis memiliki kata berserah sebagai harta pertamanya.” (Thurneysen)</em></strong></p>
</blockquote>



<p>Masa pandemi, sejatinya kita berserah kepada Tuhan. Sebab itulah sesungguhnya kekuatan kita untuk menjalani hari-hari di tengah ketidakpastian ini. Memilih berserah kepada Tuhan, justru akan membuka pintu keajaiban, optimisme dan harapan. Hal itu adalah sebagai dasar penyemangat kita untuk terus berjuang, belajar, dan berkarya.</p>



<p>Secara manusiawi, memang adakalanya masa-masa pandemi ini bahwa kita tidak luput dari berbagai kesedihan, kejenuhan dan kekhawatiran.</p>



<p>Barangkali diantara kita, ada yang bersedih karena kehilangan anggota keluarga, kerabat atau sahabat yang dicintai karena terpapar covid-19. Hidup memang tidak ada yang mengetahuinya, hanya Tuhan pemilik kehidupan yang lebih tahu dari diri kita.</p>



<p>Tentu tidak sedikit juga yang merasakan kejenuhan karena harus mengikuti berbagai aturan dan protokol kesehatan yang sangat ketat demi kebaikan bersama. Saban hari kita harus menggunakan masker, tidak boleh bersalaman, menghindari kerumunan, hingga membatasi berbagai aktivitas.</p>



<p>Di tengah kondisi yang demikian, sesungguhnya kita sedang dilatih dengan sebuah kecerdasan mengubah tantangan ( masalah ) menjadi peluang ( kesempatan ). Paul G. Stoltz mengatakan ini sebagai AQ (<em>Adversity Quotion</em>).</p>



<p>Saya pribadi harus melatih kecerdasan tersebut dalam diri. Tetap memilih sikap yang positif, hal yang baik dan memegang prinsip yang benar ketika harus berhadapan dengan berbagai masalah atau kesulitan masa pandemi ini. Saya pun harus memanfaatkan situasi yang demikian untuk terus belajar. Untuk itu saya harus terus berbenah diri, baik dari segi pengetahuan dan keahlian.</p>



<p>Menurut saya, belajar juga adalah cara kita untuk terus bertahan dalam berbagai gelombang perubahan. Tanpa belajar, tentu akan sulit beradaptasi dengan banyaknya cara-cara baru yang kita hadapi semasa pandemi ini. Atau barangkali kita tidak akan mampu mengikuti dinamika yang terjadi ketika kita berhenti belajar.</p>



<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter"><img class="wp-image-1786" src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/10/Gambar-Menulis.jpg" alt="" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/10/Gambar-Menulis.jpg 703w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/10/Gambar-Menulis-300x230.jpg 300w" sizes="(max-width: 703px) 100vw, 703px" />
<figcaption>Ilustrasi (dokumentasi pribadi)</figcaption>
</figure>
</div>



<p>&nbsp;</p>



<p>Tentunya belajar saja tidak cukup. Apa yang kita pelajari harus sesegera mungkin kita aplikasikan dalam kehidupan. Kita pun harus berkreasi atau berkarya nyata. Selain karena kita dapat terus bertumbuh dan berkembang di dalamnya, kita pun dapat menjadi berkat dan menularkan berbagai manfaat kepada orang lain.</p>



<p>Senada dengan hal tersebut, saya pun tetap berkomitmen, tidak akan pernah berhenti berkarya. Menularkan semangat yang dapat menginspirasi bagi orang lain. Misalnya, melalui tulisan-tulisan selama pandemi ini. Saya yakin akan ada banyak orang di luar sana yang dapat merasakan manfaat dari karya saya tersebut.</p>



<p>Barangkali ada yang akan beranggapan bahwa karya itu sangat sederhana. Tetapi kita tidak boleh surut semangat. Saya yakin, kalau hal itu terus menerus dikerjakan dengan tulus dan konsisten, tentu tidak akan ada yang sia-sia. Tulisan-tulisan itu akan bertemu dengan &#8220;jodohnya&#8221;.</p>



<p>Nah, kaitannya dengan belajar dan berkarya, setidaknya ada puluhan seminar, pelatihan dan talkshow yang saya ikuti masa pandemi ini. Baik itu yang berhubungan dengan tema pendidikan, kebangsaan, dan ketrampilan yang berhubungan dengan pengembangan diri dalam hal teknologi digital.</p>



<p>Sementara dalam hal karya, saya aktif menulis di berbagai platform dan mengikuti lomba menulis selama pandemi ini. Menariknya, ternyata ada puluhan tulisan saya yang dinyatakan menjadi pemenang lomba tingkat nasional. Berikut adalah beberapa prestasi yang saya torehkan selama pandemi ini.</p>



<p>&nbsp;</p>



<blockquote class="wp-block-quote">
<p>1. Juara 3 Lomba Blog, Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), Maret 2020</p>
<p>2. Juara Favorit Blog Competition Blibli.com, April 2020</p>
<p>3. Juara 1 Writing Competition Bisnis Muda (Bisnis Indonesia), Ags. 2020</p>
<p>4. Juara 2 Lomba Menulis M-News, Agustus 2020<br />5. Juara 3 Blog Competition Bank Indonesia – Kompasiana, Sept. 2020</p>
<p>6. Nominasi Lomba Blog Puspeka &#8211; Kemdikbud RI, Oktober 2020.</p>
<p>7. Juara Harapan, Lomba Blog Guruinovatif.Id, HAFECS, Nov. 2020.</p>
<p>8. Finalis Bank Indonesia Digital Content Competition, Februari 2021</p>
<p>9. 10 Konten Pilihan pada workshop BI Netifest 2021, Februari 2021.</p>
<p>10. Penulis teraktif minggu pertama Maret pada platform Guraru, Maret 2021</p>
<p>11. Pemenang “Get Knowledge Get Prize” periode pertama Perpustakaan Bank Indonesia (Perpusbi), Maret 2021</p>
<p>12. Pemenang Favorit Lomba Menulis Ditjen SDA (PUPR) – Tempo, Maret 2021</p>
<p>13. Penulis teraktif bulanan pada platform Guraru, April 2021</p>
<p>14. Juara Harapan Lomba Blog Guruinovatif.id, April 2021</p>
<p>15. 30 Kompasianer Terbaik Mengajar di Kompasiana, Juli 2021</p>
<p>16. Juara Favorit Writing Competition Bisnis Muda, Agustus 2021</p>
<p>17. Juara Terbaik Lomba Menulis “Indonesia Bangkit” MiNews, Sept 2021</p>
<p>Dll</p>
</blockquote>



<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter"><img class="wp-image-1803" src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/10/BI-5.jpg" alt="" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/10/BI-5.jpg 606w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/10/BI-5-300x167.jpg 300w" sizes="(max-width: 606px) 100vw, 606px" />
<figcaption>Pemenang Blog Competition (Bank Indonesia &#8211; Kompasiana) sekaligus menjadi salah seorang Narasumber &#8220;Berbagi Tips menang Lomba&#8221;</figcaption>
</figure>
</div>



<p>Jadi, tidak ada alasan saya untuk menunggu situasi lebih baik baru memulai untuk giat belajar dan berkarya. Saya tidak akan membiarkan diri untuk direnggut oleh yang namanya kemalasan atau kalah dengan nikmatnya rebahan.</p>



<p>Belajar dan berkarya selama pandemi, tentu merupakan cara yang paling tepat ketika kita hendak mempersiapkan diri memasuki masa “new normal” atau ketika pandemi sudah berakhir. Dengan belajar, artinya kita sedang mempersipkan diri untuk &#8220;terbang tinggi&#8221; ketika pandemi ini pergi. Kita harus siap memulai sesuatu yang baru, siap berkreasi dengan karya-karya yang lebih mumpuni.</p>



<p>Jadi, bagi saya pribadi, tidak ada kata berhenti untuk belajar dan berkarya. Bahkan, memasuki usia keempat puluh enam pun tahun ini, sesungguhnya tidak menjadi alasan bagi saya untuk menyatakan tidak perlu belajar dan berkarya lagi. Selagi masih hidup, harus terus belajar dan berkarya.</p>



<p>Belajar dan berkarya sesungguhnya tidak mengenal situasi dan tempat. Maksudnya, dalam situasi apa pun dan di mana pun, sesungguhnya kita bisa belajar dan berkarya. Termasuk ketika kita harus menghabiskan banyak waktu di rumah, seperti anjuran di awal masa pandemi bekerja, belajar dan beribadah dari rumah.</p>



<p>Menurut hemat saya, hal ini yang menjadi bentuk <strong><a href="https://unpar.ac.id/" target="_blank" rel="noreferrer noopener" aria-label="merdeka (opens in a new tab)">merdeka</a></strong> belajar dan berkarya. Intinya, usia, situasi, dan tempat tidak dapat membatasi kita lagi untuk belajar dan berkarya.</p>



<p>Akhirnya selagi masih pandemi, teruslah belajar dan berkarya. Sesungguhnya, yang kita lakukan masa pandemi ini, sejatinya menjadi bagian dalam pembangun harapan diri kita ketika kelak kita merdeka dari pandemi alias pasca pandemi.</p>



<p>Kalau begitu, apa harapanmu ketika pendemi sudah berakhir? Bagaimana mewujudkannya? Mari kita pikirkan dan lakukan dari sekarang. Salam.</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://thurneysensimanjuntak.com/2021/10/10/terbang-tinggi-ketika-pandemi-pergi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>Membidik Kampus Vokasi Pencetak Entrepreneur</title>
		<link>https://thurneysensimanjuntak.com/2021/08/12/membidik-kampus-vokasi-pencetak-entrepreneur/</link>
				<comments>https://thurneysensimanjuntak.com/2021/08/12/membidik-kampus-vokasi-pencetak-entrepreneur/#comments</comments>
				<pubDate>Thu, 12 Aug 2021 12:12:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Thurneysen]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[WBIBlogCompetition]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://thurneysensimanjuntak.com/?p=1692</guid>
				<description><![CDATA[Presiden Joko Widodo pernah menyebutkan, jika ingin menjadi negara maju, setidaknya ada 14 persen dari total penduduk Indonesia yang menjalani profesi wirausaha (entrepreneur). Sementara berdasarkan <a href="https://thurneysensimanjuntak.com/2021/08/12/membidik-kampus-vokasi-pencetak-entrepreneur/" class="read-more-link">[more...]</a>]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[
<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/08/WBI-1024x576.jpg" alt="" data-id="1694" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=1694#main" class="wp-image-1694" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/08/WBI-1024x576.jpg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/08/WBI-300x169.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/08/WBI-768x432.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/08/WBI.jpg 1366w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Sumber: wbi.ac.id</figcaption></figure></li></ul>



<blockquote class="wp-block-quote"><p><strong>Presiden Joko Widodo pernah menyebutkan, jika ingin menjadi negara maju, setidaknya ada 14 persen dari total penduduk Indonesia yang menjalani profesi wirausaha (entrepreneur).</strong></p></blockquote>



<p>Sementara berdasarkan informasi media terpercaya, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengakui kalau tingkat kewirausahaan (entrepreneurship) di Indonesia masih berada pada angka 3,47 persen.</p>



<p>Angka tersebut jauh tertinggal dibandingkan beberapa negara di kawasan Asia Tenggara. Misalnya, Singapura sudah mencapai level 8,5 persen. Sementara Malaysia telah mencatatkan tingkat kewirausahaanya di level 4,5 persen.</p>



<p>Dari fakta tersebut, kita dapat menarik kesimpulan,  bahwa &#8220;pe-er&#8221; kita masih banyak. </p>



<p>Kita tidak boleh lengah. Saatnya bersinergi memajukan negeri dan menciptakan kemakmuran masyarakat, sesuai cita-cita bangsa, menjadi negara yang berkeadilan dan makmur. Kehadiran entrepreneur, sejatinya menjadi solusi untuk mewujudkan hal tersebut.</p>



<p>Oleh karena itu, kita harus giat mendorong para generasi muda agar terbuka dan sungguh-sungguh mau mengembangkan jiwa entrepreneur. </p>



<p><em>Bagaimana caranya? </em></p>



<p>Tentu dengan memberikan perhatian khusus bagi generasi muda. Misalnya, melakukan berbagai pelatihan yang dibutuhkan menjadi seorang entrepreneur, mempertemukan generasi muda dengan  entrepreneur sukses, dengan harapan generasi muda dapat menimba pengetahuan dan  pengalaman, serta terinspirasi dari entrepreneur sukses tersebut.</p>



<p>Selain itu,tidak kalah penting, menyarankan generasi muda mengambil pendidikan yang barbasis atau mendukung pengembangan entrepreneurship. Misalnya memilih kampus yang siap mencetak entrepreneur-entrepreneur muda di Indonesia.</p>



<p>Pertanyaannya, di mana generasi muda menemukan kampus yang demikian?</p>



<p>Salah satunya, bisa memilih Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia (WBI). <strong><a href="http://wbi.ac.id/" target="_blank" rel="noreferrer noopener" aria-label="Kampus Entrepreneur di Sumu (opens in a new tab)">Kampus Entrepreneur di Sumu</a><a rel="noreferrer noopener" aria-label="Kampus Entrepreneur di Sumut dan Teknologi Rekasayasa Perangkat Lunak WBI (opens in a new tab)" href="http://wbi.ac.id" target="_blank">t</a></strong>, yang siap menghasilkan pengusaha muda yang kompetitif dan unggul.</p>



<p>Atau sahabat pembaca, bisa juga menyaksikan profile kampus Politeknik WBI pada video berikut!</p>



<figure class="wp-block-embed-youtube wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Profile Kampus Politeknik WBI" width="640" height="360" src="https://www.youtube.com/embed/l7a0O7bu9Qg?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Secara latar belakang, kehadiran kampus WBI ini, didasari oleh niat mulia dan rasa prihatin Martua Sitorus (Pengusaha Sukses Indonesia). Mengingat masih tingginya tingkat pengangguran serta rendahnya jumlah entrepreneur di Indonesia, beliau ingin menghadirkan sebuah solusi. </p>



<p>Berbekal sebagai pengusaha sukses, tentu tidak keliru kalau beliau berkomitmen menghadirkan Politeknik WBI sebagai institusi pendidikan tinggi yang dapat membantu masyarakat keluar dari masalah pengangguran dan menciptakan kesejahteraan masyarakat luas, tentu hal itu dilakukan dengan pembentukan generasi muda yang berjiwa enterpreneur yang tidak hanya mementingkan diri sendiri, tetapi juga menolong orang lain.</p>



<p>Saya jadi teringat pernyataan yang disampaikan DR.HC. Ir. Ciputra, &#8221; Enterepreneurship akan mengantarkan seseorang menjadi manusia penuh daya, yang bukan hanya bisa menolong dirinya sendiri, tapi juga orang lain.&#8221; </p>



<p>Nah, bagi yang tertantang menjadi seorang enterpreneur, Politeknik WBI menghadirkan beberapa program studi yang relevan, diantaranya: Agribisnis Holtikultura, Akuntansi Perpajakan, Manajemen Pemasaran Internasional, Pengelolaan Konvensi dan Acara, serta Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak.</p>



<p>Khusus untuk program studi<strong> </strong><a rel="noreferrer noopener" aria-label="Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak WBI  (opens in a new tab)" href="http://wbi.ac.id/public/program-studi/teknologi-rekayasa-perangkat-lunak" target="_blank"><strong>Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak WBI</strong></a>,  bertujuan menghasilkan lulusan yang terampil, teruji dan  tersertifikasi serta berjiwa entrepreneur melalui kurikulum yang merujuk  kepada Asosiasi Pendidikan Ilmu Komputer Indonesia (APTIKOM) dan  standar pendidikan global. </p>



<ul class="wp-block-gallery aligncenter columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/08/itjen-1-1024x576.jpg" alt="" data-id="1700" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=1700#main" class="wp-image-1700" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/08/itjen-1-1024x576.jpg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/08/itjen-1-300x169.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/08/itjen-1-768x432.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/08/itjen-1.jpg 1366w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure></li></ul>



<p>Dengan didukung kampus modern, staf pengajar yang kompeten, serta kurikulum pembelajaran yang telah tersusun berdasarkan kompetensi keahlian dan keterampilan khusus, maka generasi muda yang mengambil kuliah di Politeknik WBI, diharapkan merasakan kenyamanan dan siap memasuki dunia nyata sebagai seorang entrepreneur profesional.</p>



<p>Dilandasi dengan visi &#8220;menjadi politeknik unggul dalam pendidikan vokasional yang menghasilkan  entrepreneur, serta memiliki keterampilan teknis sesuai dengan program  studinya untuk pembangunan bangsa&#8221;,  Politeknik WBI diharapkan menjadi kampus vokasi pencetak entrepreneur.</p>



<p>Serta mewujudkan tujuan menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan teknis terapan yang tinggi, berkarakter<em> entrepreneur</em>, berintegritas dan jujur.  Membangun budaya penelitian, iklim akademik dan karakter <em>entrepreneur</em> di kalangan sivitas akademika.  Menjadi <em>Entrepreneurial Polytechnic</em> terkemuka dan berstandar global. Serta,  Menyelenggarakan penelitian dan pengabdian masyarakat yang membantu  pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan ekonomi  Indonesia.</p>



<p>Nah, bagi yang ingin mewujudkan impian bersama Politeknik WBI, ini dia alamat kampusnya:  Jl. Warakauri, Laut Dendang, Kec. Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara 20371. Selamat bergabung!</p>



<p>Sumber Referensi:</p>



<p><a rel="noreferrer noopener" aria-label="Liputan6 (opens in a new tab)" href="https://www.liputan6.com/bisnis/read/4538116/menteri-teten-jumlah-wirausaha-di-indonesia-paling-rendah-di-asia-tenggara" target="_blank">Liputan6</a> || <a rel="noreferrer noopener" aria-label="Media Indonesia (opens in a new tab)" href="https://mediaindonesia.com/ekonomi/371536/syarat-jadi-negara-maju-perbanyak-wirausaha" target="_blank">Media Indonesia</a> || <a href="https://wbi.ac.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener" aria-label="WBI (opens in a new tab)">WBI</a></p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://thurneysensimanjuntak.com/2021/08/12/membidik-kampus-vokasi-pencetak-entrepreneur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
							</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 0/138 objects using memcache
Page Caching using disk: enhanced 
Database Caching using redis

Served from: thurneysensimanjuntak.com @ 2024-06-30 02:45:23 by W3 Total Cache
-->