<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kesehatan &#8211; Rumah #InspiraThur</title>
	<atom:link href="https://thurneysensimanjuntak.com/category/kesehatan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://thurneysensimanjuntak.com</link>
	<description>Ruang Berbagi Lewat Tulisan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 20 Apr 2023 00:08:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.2.21</generator>

<image>
	<url>https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/02/cropped-Thur-Sketsa-1-32x32.jpg</url>
	<title>Kesehatan &#8211; Rumah #InspiraThur</title>
	<link>https://thurneysensimanjuntak.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Imunisasi Lengkap: Lindungi Diri, Keluarga dan Masyarakat</title>
		<link>https://thurneysensimanjuntak.com/2023/04/20/imunisasi-lengkap-lindungi-diri-keluarga-dan-masyarakat/</link>
				<comments>https://thurneysensimanjuntak.com/2023/04/20/imunisasi-lengkap-lindungi-diri-keluarga-dan-masyarakat/#respond</comments>
				<pubDate>Wed, 19 Apr 2023 23:55:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Thurneysen]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[PID]]></category>
		<category><![CDATA[PID2023]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://thurneysensimanjuntak.com/?p=2248</guid>
				<description><![CDATA[Kami hampir menyerah untuk memberikan imunisasi covid-19 kepada anak kembar kami yang berkebutuhan khusus. Mereka berupaya untuk menghindar dan meronta saat mau melakukan imunisasi. Berbagai <a href="https://thurneysensimanjuntak.com/2023/04/20/imunisasi-lengkap-lindungi-diri-keluarga-dan-masyarakat/" class="read-more-link">[more...]</a>]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_2249" aria-describedby="caption-attachment-2249" style="width: 701px" class="wp-caption aligncenter"><img class="wp-image-2249 size-full" src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2023/04/imunisasi.jpeg" alt="" width="701" height="566" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2023/04/imunisasi.jpeg 701w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2023/04/imunisasi-300x242.jpeg 300w" sizes="(max-width: 701px) 100vw, 701px" /><figcaption id="caption-attachment-2249" class="wp-caption-text">Sumber gambar: tangkapan layar dari informasi kementerian kesehatan</figcaption></figure>
<p>Kami hampir menyerah untuk memberikan imunisasi covid-19 kepada anak kembar kami yang berkebutuhan khusus. Mereka berupaya untuk menghindar dan meronta saat mau melakukan imunisasi.</p>
<p>Berbagai bujuk rayu kami lakukan, tetapi mereka tidak mau ke area pelaksanaan imunisasi.</p>
<p>Sepertinya mereka sangat trauma melihat petugas tenaga kesehatan. Barangkali karena mereka pernah menjalani proses terapi yang sangat panjang.</p>
<p>Untung saja kami mendapat dukungan dari penyelenggara imunisasi dan tenaga kesehatan. Dengan penuh kesabaran, akhirnya anak kami pun mendapatkan imunisasi covid-19, walau dengan menggunakan tenaga empat orang yang harus memegangi mereka.</p>
<p>Begitulah pengalaman kami melakukan imunisasi covid-19 kepada anak kami yang berkebutuhan khusus sebanyak dua kali.</p>
<p>Saya tidak dapat menduga apa yang akan terjadi kalau kami menyerah saat itu. Pasti ada rasa penyesalan. Pasalnya, beberapa bulan kemudian setelah menyelesaikan dua kali imunisasi covid-19, kami sekeluarga pun terpapar covid-19.</p>
<p>Saya sangat yakin, kalau bukan karena imunisasi covid-19, fisik kami pasti tidak kuat melawan virus yang sedang bersarang di dalam tubuh kami.</p>
<p>Memang saat itu kami sempat mengalami demam sehari dan disusul dengan batuk-batuk, tapi setidaknya tidak lagi merasakan gejala berat seperti yang pernah dirasakan orang yang terpapar covid-19 tetapi belum pernah mendapatkan imunisasi.</p>
<h2><strong>Bersinergi Menumbuhkan Kesadaran Imunisasi</strong></h2>
<p>Berdasarkan pengalaman tersebut, tentu menyadarkan kita semua tentang pentingnya  imunisasi. Hal ini sesungguhnya bukan saja bicara imunisasi covid-19, tetapi begitu halnya dengan imunisasi lainnya.</p>
<p>Sesuai dengan hakikatnya, memang imunisasi tersebut merupakan suatu proses yang membuat orang kebal terhadap penyakit tertentu, seperti hepatitis, polio, tubercolosis, difteri, pertusis, tetanus, meningitis, pneumonia, diare, campak, dan lain sebagainya.</p>
<p><iframe title="Video Ajakan Imunisasi (dr. Ellya)" width="640" height="360" src="https://www.youtube.com/embed/XGxdHczzOuo?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Harus disadari memang, bahwa ada jenis Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi atau sering disebut juga dengan istilah PD3I.</p>
<p>Jadi bisa dibayangkan kalau seseorang mengalami penyakit yang masuk kategori PD3I, tetapi orang yang bersangkutan belum pernah mendapatkan imunisasi yang relevan. Bagaimana tubuhnya akan melawan jenis penyakit tersebut?</p>
<p>Imunisasi memang bukan sesuatu yang baru di dunia dan di negeri kita. Bahkan kalau melihat sejarahnya, imunisasi di Indonesia pertama kali telah mulai dilangsungkan tahun 1956 untuk memberi kekebalan tubuh melawan penyakit cacar.</p>
<p>Kemudian berlanjut dengan imunisasi campak tahun 1963, BCG untuk penyakit TBC tahun 1973, imunisasi tetanus toksoid tahun 1974, imunisasi DPT tahun 1975, imunisasi polio tahun 1981, dan imunisasi lainnya terus berkembang hingga sekarang.</p>
<p>Fakta sejarah memang berkata, bahwa pemberian imunisasi tersebut diakui sebagai salah satu upaya pencegahan yang sangat efektif dalam upaya memerangi wabah penyakit yang sedang berjangkit, bahkan bisa menghindarkan diri dari kecacatan dan kematian. Tetapi fakta tersebut tidak serta merta beriringan dengan tumbuhnya kesadaran seluruh masyarakat.</p>
<p>Hingga saat ini, masih ada saja yang menganggap imunisasi tersebut tidak penting dan genting dilakukan.</p>
<p>Berdasarkan data tahun 2021 yang dirilis WHO, terdapat 25 juta anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap di tingkat global. Angka ini menunjukkan peningkatan 5,9 juta lebih banyak dari tahun 2019. Atau dari segi presentasinya, ada penurunan dari 86% pada tahun 2019 menjadi 81% pada tahun 2021.</p>
<p>Bagaimana dengan keadaan di Indonesia?</p>
<p>Ternyata terdapat sebanyak 1,525,936 anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap sejak tahun 2017 hingga tahun 2021. Atau setara dengan 93,7% pada tahun 2019 menjadi 84,5% pada tahun 2021.</p>
<p>Tetapi kita bersyukur pada tahun berikutnya telah ada peningkatan.</p>
<p>Pada tahun 2022, telah terjadi peningkatan cakupan imunisasi dasar lengkap sebesar 99,6%. Namun bukan tanpa permasalahan, bahwa ternyata pelaksanaan imunisasi tersebut belum merata di setiap wilayah yang ada di Indonesia.</p>
<p>Dari situs sehatnegeriku.kemkes.go.id dikatakan bahwa capaian Imunisasi nasional tahun 2022 belum mencapai target, utamanya disumbang oleh provinsi di luar regional Jawa dan Bali, dimana capaian per provinsi masih dibawah 35%. salah satunya ditandai dengan adanya Kejadian Luar Biasa Polio (KLB) polio di salah satu Kabupaten di Aceh.</p>
<p>Selain itu tantangan di atas, ternyata hingga sekarang masih ada beberapa tantangan lainnya.</p>
<p>Misalnya, masih ada anggapan negatif terhadap imunisasi rutin seperti dapat menimbulkan autisme dan kemandulan, imunisasi tidak aman dan kurang berkualitas.</p>
<p>Ada juga yang beranggapan bahwa imunisasi itu dianggap kurang penting. Dan masih banyak lagi tantangan lainnya.</p>
<p>Masalah dan tantangan yang demikian tentunya menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Mengutip pernyataan Juru bicara Kementerian Kesehatan dr. M Syahril.</p>
<blockquote><p><em><strong>“Masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan, yang utama adalah melindungi generasi kita dari kecacatan dan kematian akibat penyakit yang dapat dicegah dengan cara yang paling efektif yaitu dengan Imunisasi”</strong></em></p></blockquote>
<p>Tentunya hal ini bukan semata tugas pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.</p>
<p>Sebaiknya antara pemerintah dan masyarakat harus bersinergi untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya imunisasi tersebut, mengingat itu adalah kepentingan bersama kita pula, untuk meningkatkan kemajuan kesehatan masyarakat.</p>
<p>Oleh karena itu, setidaknya ada beberapa pesan positif yang bisa kita sosialisasikan dan kampanyekan di lingkungan masing-masing.</p>
<p>Bahwa dengan imunisasi lengkap, maka masyarakat Indonesia akan sehat. Dengan melakukan imunisasi lengkap terbukti aman dan efektif melindungi anak dan keluarga dari PD3I.</p>
<p>Kita juga bisa menyampaikan ajakan agar membawa anak ke pos pelayanan imunisasi sesuai jadwal. Kemudian, bagi yang ingin melakukan imunisasi ganda itu ternyata aman dan bermanfaat.</p>
<p>Ada juga pesan untuk memastikan kepada Wanita Usia Subur (WUS) untuk mendapatkan imunisasi yang mengandung Tetanus Toksoid lengkap sebelum hamil.</p>
<p>Serta pastikan bahwa imunisasi rutin lengkap sudah dilakukan pada anak usia sekolah.</p>
<p><iframe title="AYO IMUNISASI RUTIN" width="640" height="360" src="https://www.youtube.com/embed/Sdsb6aNOkoI?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></p>
<h2><strong>Perhatian dan Dukungan untuk Populasi Khusus</strong></h2>
<p>Selanjutnya peran dan tugas kita bersama, sesungguhnya bukan saja sebatas bersinergi untuk menumbuhkan kesadaran imunisasi. Tetapi ada juga tugas dan peran yang tidak kalah penting, terutama untuk memberikan perhatian dan dukungan untuk populasi khusus.</p>
<p>Siapa saja populasi khusus yang dimaksudkan?</p>
<p>Tentu kita tidak boleh abai dengan populasi yang barangkali sering kurang mendapat perhatian tersebut seperti kaum disabilitas dan anak jalanan.</p>
<p>Pertanyaannya, mengapa penting memperhatikan dan mendukung populasi khusus yang demikian?</p>
<p>Untuk penyandang disabilitas, barangkali ada yang memiliki risiko terhadap infeksi dan komplikasi penyakit tertentu, karena itu perlu dipastikan apakah mereka sudah mendapatkan semua jenis vaksin yang dianjurkan sesuai usia mereka.</p>
<p>Begitu halnya dengan  anak jalanan. Anak jalanan sering sekali memiliki keterbatasan akses berkaitan dengan perawatan kesehatan. Belum lagi sering hidup di daerah yang kurang mendukung dari sisi kesehatan. Oleh karena itu, imunisasi itu begitu penting untuk memperkuat kekebalan tubuhnya.</p>
<p>Sementara untuk ibu hamil, perlu benar-benar diperhatikan berbagai jenis imunisasi yang akan mendukungnya melahirkan generasi yang sehat. Sebab dengan melahirkan generasi sehat, sama saja sedang menyelamatkan masa depan bangsa.</p>
<p>Itulah beberapa populasi khusus yang memang benar-benar perlu mendapat dukungan.</p>
<h2><strong>Pekan Imunisasi Dunia 2023, Momentum Bagi Kita </strong></h2>
<p>Nah, beberapa waktu ke depan 4-10 Mei 2023, dunia kembali akan memperingati Pekan Imunisasi Dunia (PID). Kegiatan tersebut sesungguhnya bukan kegiatan baru, tetapi sudah dimulai sejak 2012 yang diprakarsai oleh <em>World Health Assembly</em> (WHA).</p>
<p>Bagi kita, PID tersebut harus kita jadikan sebagai momentum untuk bersinergi meningkatkan kepedulian dan kesadaran bagi diri, keluarga, dan masyarakat tentang pentingnya imunisasi. Tentu senada dengan tujuan dari PID 2023 itu sendiri.</p>
<p>Pertama. Meningkatkan partisipasi aktif masyarakat terutama orang tua dan pengasuh anak dalam mencapai status imunisasi rutin lengkap sesuai jadwal.</p>
<p>Kedua. Mendorong keterlibatan lintas program, lintas sektor, organisasi profesi, Lembaga Swadaya Masyarakat , dunia usaha, dan mitra lainnya dalam program imunisasi melalui inovasi berbasis bukti, guna mencapai eradikasi dan eliminasi penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).</p>
<p>Ketiga. Meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan kepercayaan masyarakat akan nilai penting dan manfaat imunisasi untuk kesehatan keluarga sepanjang usia.</p>
<p>Harapannya dengan momentum PID kali ini, kita bisa mengajak seluruh elemen bangsa dengan ajakan “Ayo lindungi diri, keluarga dan masyarakat dengan imunisasi lengkap” sesuai tema PID 2023.</p>
<p><strong>Sumber Referensi:</strong></p>
<ul>
<li><a href="https://ayosehat.kemkes.go.id/pub/files/Final_Revisi3_Layout_Buku_Panduan_PID_2023_A4.pdf">https://ayosehat.kemkes.go.id/pub/files/Final_Revisi3_Layout_Buku_Panduan_PID_2023_A4.pdf</a></li>
<li><a href="https://diskominfo.pangkalpinangkota.go.id/2020/12/03/sejarah-vaksin-massal-di-indonesia-sebuah-upaya-pencegahan-penyakit/">https://diskominfo.pangkalpinangkota.go.id/2020/12/03/sejarah-vaksin-massal-di-indonesia-sebuah-upaya-pencegahan-penyakit/</a></li>
<li><a href="https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20230111/5842170/pandemi-terkendali-kemenkes-fokuskan-imunisasi-rutin-pada-anak/">https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20230111/5842170/pandemi-terkendali-kemenkes-fokuskan-imunisasi-rutin-pada-anak/</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://thurneysensimanjuntak.com/2023/04/20/imunisasi-lengkap-lindungi-diri-keluarga-dan-masyarakat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>Berolahraga di Masa Berpuasa, Mungkinkah?</title>
		<link>https://thurneysensimanjuntak.com/2023/04/09/berolahraga-di-masa-berpuasa-mungkinkah/</link>
				<comments>https://thurneysensimanjuntak.com/2023/04/09/berolahraga-di-masa-berpuasa-mungkinkah/#respond</comments>
				<pubDate>Sun, 09 Apr 2023 03:20:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Thurneysen]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[IndiHome]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[internet cepat]]></category>
		<category><![CDATA[internet provider]]></category>
		<category><![CDATA[Telkom Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://thurneysensimanjuntak.com/?p=2244</guid>
				<description><![CDATA[Hidup sehat adalah keinginan setiap orang. Ironisnya, tidak semua orang berupaya menjaga kesehatan dengan pola hidup yang benar. Terkadang baru menyadarinya ketika penyakit sudah menggerogoti <a href="https://thurneysensimanjuntak.com/2023/04/09/berolahraga-di-masa-berpuasa-mungkinkah/" class="read-more-link">[more...]</a>]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_2245" aria-describedby="caption-attachment-2245" style="width: 758px" class="wp-caption aligncenter"><img class="wp-image-2245 size-large" src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2023/04/olahraga-1024x576.jpeg" alt="" width="758" height="426" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2023/04/olahraga-1024x576.jpeg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2023/04/olahraga-300x169.jpeg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2023/04/olahraga-768x432.jpeg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2023/04/olahraga.jpeg 1599w" sizes="(max-width: 758px) 100vw, 758px" /><figcaption id="caption-attachment-2245" class="wp-caption-text">Ilustrasi olahraga ringan (dokpri)</figcaption></figure>
<p><span style="font-weight: 400;">Hidup sehat adalah keinginan setiap orang. Ironisnya, tidak semua orang berupaya menjaga kesehatan dengan pola hidup yang benar. Terkadang baru menyadarinya ketika penyakit sudah menggerogoti tubuh. Oleh karena itu, sudah saatnya kita mulai membangun kesadaran sejak dini.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Selain memperhatikan pola makan, pola tidur, menjaga hati agar selalu bersih dan pikiran tetap jernih, ternyata hal ini juga tidak kalah penting, yakni rutin berolahraga. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Mengapa?</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebenarnya, ada banyak manfaat berolahraga bagi tubuh kita. Misalnya, dengan berolahraga, kita dapat menjaga kebugaran fisik, meningkatkan daya tahan tubuh, membantu menghindari diri dari berbagai penyakit seperti serangan jantung, diabetes, obesitas , dan lain sebagainya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Selain hal yang sudah disebutkan di atas, ternyata olahraga juga dapat mendukung kesehatan mental, seperti membantu mengurangi stres, merangsang produksi endorfin yakni hormon yang dapat membantu meningkatkan <em>mood</em> dan mengurangi perasaan sedih dan cemas.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Mengingat pentingnya aktivitas olahraga tersebut, sudah sebaiknya kita merencanakan dan  membangun kebiasaan berolahraga.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Nah, mengingat sekarang sedang berada pada bulan puasa, barangkali tidak sedikit yang bertanya, apakah masih memungkinkan untuk berolahraga saat menjalani puasa? Kalau memungkinkan, kira-kira kapan waktu yang tepat untuk berolahraga?  Atau, olahraga seperti apa sebaiknya dilakukan di masa bulan puasa?</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dari sebuah situs kesehatan yang pernah saya baca (<em>SehatQ</em>), bahwa melakukan aktivitas olahraga saat berpuasa dianggap aman. Menurut seorang pakar kebugaran tubuh mengatakan, bahwa berolahraga itu harus tetap dilakukan sebagai bagian gaya hidup, termasuk saat sedang menjalankan puasa.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Namun perlu diperhatikan, bahwa selama bulan puasa, aktivitas olahraga tersebut perlu dilakukan secara hati-hati, serta perlu memperhatikan kondisi tubuh.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kalau dari segi waktu, maka waktu yang paling tepat melakukan aktivitas olahraga selama menjalani puasa, misalnya sebelum berbuka atau setelah makan sahur. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Lakukanlah olahraga ringan dengan intensitas rendah. Ingat, bahwa aktivitas olahraga ringan dengan intensitas rendah ternyata berdampak baik untuk kesehatan tubuh. Hal yang terpenting, , jika sudah merasa lelah dalam berolahraga, alangkah baiknya segera berhenti dan beristirahat. Alias, jangan memaksakan diri.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebagai informasi tambahan yang pernah saya baca dalam situs <em>SehatQ</em> tersebut dikatakan, menurut hasil sebuah riset dari Universitas Georgia, Amerika Serikat, berolahraga ringan dengan intensitas rendah ternyata bisa mencegah tubuh terhindar dari rasa lesu.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Adapun olahraga ringan yang dimaksud bisa dengan jalan kaki, yoga, naik turun tangga, lari -lari kecil, tai chi, senam, atau olahraga ringan lainnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sekali lagi, tetaplah berhati-hati dan memperhatikan kondisi tubuh, dan jangan terlalu letih.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Nah, sesungguhnya untuk jenis-jenis olahraga yang tepat, atau tips lain yang berhubungan dengan aktivitas olahraga saat berpuasa, sebenarnya mudah kita temukan di <a href="https://indihome.co.id/blog/pengertian-internet-ketahui-sejarah-perkembangan-dan-manfaatnya" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>internet</strong></a>. Bisa juga mendapatkannya dari berbagai tutorial yang ada di <em>youtube</em>.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Satu hal yang penting, kita harus tetap memperhatikan dukungan <strong><em>provider </em></strong></span><b>internet cepat</b><span style="font-weight: 400;">. Dengan </span><b>internet cepat</b><span style="font-weight: 400;">, maka saat sedang mencari informasi atau mengikuti tutorial, kita tidak terkendala. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Untuk mendapatkan </span><b>internet cepat</b><span style="font-weight: 400;">, barangkali kita memperhatikan internet <em>provider</em> yang terpercaya. Misalnya IndiHome yang berada di bawah payung Telkom Indonesia, sangat teruji memberikan layanan </span><b>internet cepat.</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Perlu diketahui bahwa layanan </span><b>internet cepat</b><span style="font-weight: 400;"> dari IndiHome itu, sangat didukung oleh jaringan fiber optik yang tersebar di seluruh Indonesia. I</span><span style="font-weight: 400;">ndiHome sendiri hadir dengan menawarkan berbagai pilihan kecepatan internet <em>unlimited</em> hingga 300 Mbps.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berkaitan dengan kecepatan internet, alangkah baiknya juga memperhatikan hal ini. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Misalnya, kalau di rumah menggunakan 1-3 perangkat, maka gunakanlah internet 10 Mbps. Untuk 3-5 perangkat, sebaiknya gunakanlah internet 20 Mbps. Untuk 5-7 perangkat, gunakanlah internet 30 Mbps. Untuk 7-10 perangkat, gunakanlah 40 Mbps. Untuk 10-12 perangkat, gunakanlah 50 Mbps. Untuk 12-18 perangkat, gunakanlah 100 Mbps. Untuk 18-25 perangkat, gunakanlah 200 Mbps. Untuk 25-30 perangkat, gunakanlah 300 Mbps</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Selain bicara kecepatan internet, akses internet IndiHome juga memiliki keunggulan lainnya seperti lebih stabil dan tahan terhadap cuaca. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Nah, pada akhir tulisan ini, saya mau ingin menyampaikan, tetaplah menjaga kesehatan tubuh dengan aktivitas olahraga. Serta, selamat berpuasa, buat sahabat pembaca yang sedang menjalankannya.</span></p>
<p><strong>Sumber Referensi: </strong></p>
<p><a href="https://indihome.co.id/internet" target="_blank" rel="noopener noreferrer">IndiHome</a> II <a href="https:/sehatq.com/artikel/olahraga-saat-puasa-ternyata-berdampak-baik-untuk-tubuh" target="_blank" rel="noopener noreferrer">SehatQ</a></p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://thurneysensimanjuntak.com/2023/04/09/berolahraga-di-masa-berpuasa-mungkinkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>Saat Menjalani Isoman atau Sedang Sakit Lainnya, SehatQ Menjadi Andalan</title>
		<link>https://thurneysensimanjuntak.com/2022/03/16/saat-menjalani-isoman-atau-sedang-sakit-lainnya-sehatq-menjadi-andalan/</link>
				<comments>https://thurneysensimanjuntak.com/2022/03/16/saat-menjalani-isoman-atau-sedang-sakit-lainnya-sehatq-menjadi-andalan/#respond</comments>
				<pubDate>Wed, 16 Mar 2022 02:07:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Thurneysen]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[SehatQ]]></category>
		<category><![CDATA[SehatQ.com]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://thurneysensimanjuntak.com/?p=2006</guid>
				<description><![CDATA[“Maaf Pak! Anak Bapak positif Covid. Semoga lekas pulih iya!” Sontak saya kaget ketika menerima hasil swab antigen dari seorang petugas klinik. Betapa tidak? Selama <a href="https://thurneysensimanjuntak.com/2022/03/16/saat-menjalani-isoman-atau-sedang-sakit-lainnya-sehatq-menjadi-andalan/" class="read-more-link">[more...]</a>]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><strong>“Maaf Pak! Anak Bapak positif Covid. Semoga lekas pulih iya!”</strong></p></blockquote>
<p>Sontak saya kaget ketika menerima hasil swab antigen dari seorang petugas klinik. Betapa tidak? Selama ini, hampir semua aktivitas anak kami masih dilakukan di dalam rumah. Termasuk belajarnya yang masih menerapkan sistem daring (online). Kalau pun keluar rumah, biasanya hanya untuk berjemur dan berolah raga ringan, itu pun dilakukan di tempat yang sepi.</p>
<p><img class="size-medium wp-image-2007 alignleft" src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2022/03/SehatQ-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2022/03/SehatQ-300x225.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2022/03/SehatQ-768x576.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2022/03/SehatQ-1024x768.jpg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2022/03/SehatQ.jpg 1040w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Pagi itu (19 Februari 2022), kami memang  sengaja membawa anak sulung kami ke sebuah  klinik untuk melakukan tes swab antigen. Pasalnya, ada sebuah keperluan anak kami yang membutuhkan hasil tes swab antigen. Jadi, tes swab antigan saat itu bukan karena ada gejala yang sedang dialami berhubungan dengan Covid-19.</p>
<p>Setelah menerima hasil tes  swab antigen yang menyatakan positif itu, awalnya kami masih ragu. Saya dan istri masih sempat ingin mencoba melakukan swab antigen di tempat lain untuk lebih meyakinkan kami. Tetapi niat itu kami urungkan. Kami berpikir, barangkali ini yang disebut dengan OTG (Orang Tanpa Gejala). Apalagi dokter sudah mengatakan kalau akurasi swab antigen tersebut bisa dipercaya koq.</p>
<p>Sepulang ke rumah, kami pun mulai mempersiapkan isolasi mandiri untuk anak sulung kami. Melakukan berbagai protokol kesehatan. Anak sulung kami mulai menjaga jarak dengan kami dan mulai menjalankan aktivitasnya seorang diri di kamar yang terpisah.</p>
<p>Sore harinya, anak sulung kami ternyata mulai mengeluh kalau tubuhnya meriang dan tenggorokannya agak gatal. Kami menyarankannya untuk mengukur suhunya, ternyata mencapai 37.5 derajat celsius. Memang suhunya tidak terlalu tinggi. Bahkan suhu tertingginya paling mencapai 38 derajat celsius. Itu pun tidak berlangsung lama.</p>
<p>Hari berikutnya (20 Februari 2022), batuknya pun mulai muncul dan semakin sering saja terdengar. Nah, dari perubahan-perubahan yang dialami tersebut, kami semakin yakin bahwa  anak kami memang benar-benar terkena Covid-19.</p>
<p><img class="size-medium wp-image-2010 alignright" src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2022/03/SehatQ-2-275x300.jpg" alt="" width="275" height="300" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2022/03/SehatQ-2-275x300.jpg 275w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2022/03/SehatQ-2-768x838.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2022/03/SehatQ-2-938x1024.jpg 938w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2022/03/SehatQ-2.jpg 1050w" sizes="(max-width: 275px) 100vw, 275px" />Tidak lama berselang, masalahnya berbeda lagi. Dua adiknya, saya dan istri pun secara bergantian mulai mengalami hal yang sama. Tenggorokan gatal, batuk, flu, dan demam. Karena itu, kami segera menghubungi pihak puskesmas terdekat dan berkonsultasi untuk masalah tersebut.</p>
<p>Untuk memastikannya, pihak puskesmas meminta kami sekeluarga untuk menjalani  tes PCR . Ternyata oh ternyata, dari hasil PCR di Puskesmas, kami berlima dinyatakan Positif Covid-19.</p>
<p>Wah, kami mulai panik. Bagaimana dengan pengobatannya? Pihak puskesmas memang sudah memberikan obat, tetapi ada yang perlu penambahan. Sementara dengan kondisi isoman, kami tidak mungkin keluar rumah untuk berobat, hal itu tentu bisa menimbulkan penularan kepada orang lain.</p>
<p>Beberapa informasi dari teman dan juga setelah mencarinya dari berbagai sumber di intenet, bahwa bagi mereka yang sedang melakukan isoman karena Covid-19, ada bentuk dukungan obat dari pemerintah, yakni bisa mendapatkannya dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).</p>
<p>Singkat cerita, akhirnya saya menghubungi pihak Kemenkes. Benar saja, pihak Kemenkes segera berespon. Bahkan menyampaikan bahwa kami telah terdata dalam sistem Kemenkes sebagai pasien Positif Covid-19.</p>
<p>Selanjutnya pihak Kemenkes menyarankan kami untuk melakukan konsultasi keadaan kesehatan secara online kepada dokter telemedicine guna mendapatkan resep digital. Setelah itu, baru kami bisa melakukan penebusan paket obat yang diresepkan dokter telemedicine melalui link yang sudah disediakan oleh pihak Kemenkes.</p>
<figure id="attachment_2018" aria-describedby="caption-attachment-2018" style="width: 300px" class="wp-caption alignleft"><img class="wp-image-2018 size-medium" src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2022/03/SehatQ-3-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2022/03/SehatQ-3-300x225.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2022/03/SehatQ-3-768x576.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2022/03/SehatQ-3-1024x768.jpg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2022/03/SehatQ-3.jpg 1600w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-2018" class="wp-caption-text">Aplikasi SehatQ</figcaption></figure>
<p>Berkaitan dengan telemedicine tersebut, Kemenkes saat itu memberikan enam pilihan kepada kami, salah satunya yang tertera di sana adalah <strong>SehatQ</strong>.</p>
<p>Prosesnya ternyata tidak sulit. Kita cukup mengunduh salah satu aplikasi telemedicine yang telah dianjurkan pemerintah. Kemudian melakukan konsultasi dengan dokter telemedicine tersebut. Setelah berkonsultasi dengan dokternya, kita pun akan diberikan resep digital.</p>
<p>Resep itulah yang akan kita digunakan untuk menebus obat dari Kemenkes. Setelah itu, obat yang kita butuhkan akan segera dikirimkan melalui apotik terdekat yang telah ditunjuk oleh pihak Kemenkes. Sekali lagi, prosesnya ternyata tidak begitu sulit dan tidak memakan waktu lama. Bahkan sangat membantu mereka yang sedang menjalani isoman atau yang tidak memungkinkan pergi keluar rumah.</p>
<figure id="attachment_2042" aria-describedby="caption-attachment-2042" style="width: 681px" class="wp-caption alignright"><img class="wp-image-2042 size-large" src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2022/03/SehatQ-6-681x1024.jpg" alt="" width="681" height="1024" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2022/03/SehatQ-6-681x1024.jpg 681w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2022/03/SehatQ-6-199x300.jpg 199w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2022/03/SehatQ-6.jpg 742w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-2042" class="wp-caption-text">Hasil konsultasi dengan dokter SehatQ</figcaption></figure>
<p>Sekarang kami sekeluarga sudah pulih dari Covid-19, sudah bisa beraktivitas ke luar rumah lagi, tentu setelah menjalani isolasi mandiri lebih dari sepuluh hari.</p>
<p>Untuk memastikan hal yang kami lakukan pasca isoman, maka  saya tetap menyempatkan diri untuk melakukan konsultasi dengan salah seorang dokter SehatQ.  Saya bertanya tentang hal-hal yang kami lakukan pasca isoman, apakah masih ada vitamin atau obat yang perlu dikonsumsi.</p>
<p>Respon dokter SehatQ memang tergolong cepat dan proses penggunaan aplikasinya tergolong mudah. Sementara untuk hasil konsultasinya juga sangat memuaskan. Salah satu petikannya seperti berikut.</p>
<p>&#8220;Baik, apabila tidak ada keluhan, baiknya tidak konsumsi obat dan vitamin. Balik ke pola makan, pola tidur dan kebersihan tubuh dan lingkungan&#8221;. Kata dokter tersebut sambil mengakhiri perbincangan kami.</p>
<h3><strong>Transaksi Produk dan Layanan Kesehatan di SehatQ</strong>, <strong>Amankah?</strong></h3>
<figure id="attachment_2047" aria-describedby="caption-attachment-2047" style="width: 758px" class="wp-caption alignnone"><img class="wp-image-2047 size-large" src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2022/03/Sehat-7-1024x402.jpg" alt="" width="758" height="298" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2022/03/Sehat-7-1024x402.jpg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2022/03/Sehat-7-300x118.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2022/03/Sehat-7-768x302.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2022/03/Sehat-7.jpg 1222w" sizes="(max-width: 758px) 100vw, 758px" /><figcaption id="caption-attachment-2047" class="wp-caption-text">Sumber: www.sehatq.com</figcaption></figure>
<p>Harus diakui bahwa era digitalisasi seperti sekarang, hampir semua aktivitas kegiatan sehari-hari mulai terhubung dengan perangkat digital dan internet. Begitu halnya dengan dunia medis.  Bahkan untuk mengakses berbagai layanan kesehatan kita sesungguhnya semakin dimudahkan. Hal ini tidak terlepas dengan perkembangan dan kemajuan berbagai aplikasi telemedicine</p>
<p>Melalui aplikasi telemedicine, sekarang banyak orang yang dimudahkan melakukan konsultasi dengan dokter hingga membeli obat dan vitaminnya.</p>
<p>Tak bisa dimungkiri, keadaan memang terkadang menuntut kita untuk melakukan konsultasi dengan dokter melalui telemedicine. Misalnya, ketika pandemi semakin marak, tidak sedikit orang  sakit menunda berobat ke rumah sakit atau klinik. Selagi masih bisa ditangani (untuk golongan sakit tertentu), mereka mencoba menkonsumsi obat dan vitamin saja. Alasannya takut tertular Covid-19.</p>
<p>Saya sendiri pernah mengalami hal itu, tidak berani ke rumah sakit walau dalam keadaan sakit. Bahkan dengan cerita yang sudah saya sampaikan di atas, bagaimana kami bisa berkonsultasi dengan dokter ketika sedang melakukan isoman di rumah. Untung saja ada telemedicine.</p>
<p>Nah, salah satu layanan telemedicine yang pernah saya gunakan, seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya adalah SehatQ.</p>
<p>Bagi sahabat pembaca yang ingin mencoba atau sekedar mengenalinya lebih jauh, bisa saja berkunjung langsung ke website <strong><a href="https://www.sehatq.com/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">SehatQ.com. </a></strong> Di sana akan kita temukan berbagai menu layanan kesehatan yang ditawarkan. Misalnya, <em>chat </em>dokter, <em>booking </em>dokter, <a href="https://www.sehatq.com/" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>beli obat</strong></a> atau vitamin, dan yang lainnya.</p>
<p>Barangkali sahabat pembaca ada yang bertanya. Bagaimana tingkat keamananan transaksi produk dan layanan kesehatan di SehatQ?</p>
<p>Untuk hal tersebut, tentu tidak perlu terlalu khawatir. SehatQ sebagai telemedicine yang sudah berdiri sejak November 2018 ini, ternyata memiliki tingkat keamananan transaksi produk dan layanan kesehatan yang terpercaya. Hal itu bisa kita buktikan dengan kepemilikan sertifikasi PSEF.</p>
<p>Sudah pernah mendengar sertifikasi PSEF?</p>
<p>Sertifikasi PSEF atau singkatan dari Penyelenggara Sistem Elektronik Farmasi merupakan bentuk badan hukum yang menyediakan, mengelola, dan/atau mengoperasikan sistem elektronik farmasi untuk keperluan fasilitas pelayanan kefarmasian yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan.</p>
<p>Jadi, bisa dikatakan bahwa sertifikasi ini merupakan regulasi untuk penjualan obat secara online yang dikeluarkan oleh pemerintah.</p>
<figure id="attachment_2062" aria-describedby="caption-attachment-2062" style="width: 294px" class="wp-caption alignright"><img class="wp-image-2062 size-medium" src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2022/03/SehatQ-7-294x300.jpg" alt="" width="294" height="300" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2022/03/SehatQ-7-294x300.jpg 294w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2022/03/SehatQ-7.jpg 720w" sizes="(max-width: 294px) 100vw, 294px" /><figcaption id="caption-attachment-2062" class="wp-caption-text">Sumber: @sehatq_id</figcaption></figure>
<p>Nah, untuk kepemilikan PSEF tentu bukan hal yang mudah. Harus memenuhi beberapa persyaratan. Misalnya, memiliki surat tanda Penyedia Sistem Elektronik (PSE) dari Kementerian Informatika (Kominfo), akses pengawasan pemerintah, dan izin dari Kementerian Kesehatan. Artinya ketika SehatQ telah memiliki sertifikasi PSEF, sudah barang tetu memenuhi berbagai persyaratan yang dimaksud.</p>
<p>Bersadarkan fakta tersebut, kini kita yakin bahwa SehatQ bisa menjadi pilihan kita. Terutama bagi yang ingin mendapatkan layanan kesehatan dan membeli obat tetapi dengan berbagai alasan harus tetap di rumah atau mungkin tidak bisa meninggalkan aktivitas tertentu.</p>
<p>Akhirnya mari kita nikmati kemudahan ini untuk hidup lebih aman, nyaman dan lebih sehat. (TS)</p>
<p>___________</p>
<p>Sumber Referensi : <strong><a href="https://www.sehatq.com/review/sehatq-raih-sertifikasi-psef" target="_blank" rel="noopener noreferrer">PSEF</a></strong></p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://thurneysensimanjuntak.com/2022/03/16/saat-menjalani-isoman-atau-sedang-sakit-lainnya-sehatq-menjadi-andalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>Kampanye #KejuAsliCheck Menyadarkan Kita Pentingnya Label Pangan Pada Kemasan</title>
		<link>https://thurneysensimanjuntak.com/2021/12/08/kampanye-kejuaslicheck-menyadarkan-kita-pentingnya-label-pangan-pada-kemasan/</link>
				<comments>https://thurneysensimanjuntak.com/2021/12/08/kampanye-kejuaslicheck-menyadarkan-kita-pentingnya-label-pangan-pada-kemasan/#respond</comments>
				<pubDate>Wed, 08 Dec 2021 12:40:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Thurneysen]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Keju Cheddar]]></category>
		<category><![CDATA[KejuAsliCheck]]></category>
		<category><![CDATA[KRAFT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://thurneysensimanjuntak.com/?p=1866</guid>
				<description><![CDATA[Dua bulan lalu, saya berkesempatan mendengar pemaparan tentang arti pentingnya “food label” pada makanan kemasan, tepatnya pada kegiatan “Boys Brigade” yang diselenggarakan di sekolah tempat <a href="https://thurneysensimanjuntak.com/2021/12/08/kampanye-kejuaslicheck-menyadarkan-kita-pentingnya-label-pangan-pada-kemasan/" class="read-more-link">[more...]</a>]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_1867" aria-describedby="caption-attachment-1867" style="width: 758px" class="wp-caption aligncenter"><img class="wp-image-1867 size-large" src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/12/KRAFT2-1024x768.jpg" alt="" width="758" height="569" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/12/KRAFT2-1024x768.jpg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/12/KRAFT2-300x225.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/12/KRAFT2-768x576.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/12/KRAFT2.jpg 1040w" sizes="(max-width: 758px) 100vw, 758px" /><figcaption id="caption-attachment-1867" class="wp-caption-text">Dokumentasi Pribadi</figcaption></figure>
<p>Dua bulan lalu, saya berkesempatan mendengar pemaparan tentang arti pentingnya “food label” pada makanan kemasan, tepatnya pada kegiatan “Boys Brigade” yang diselenggarakan di sekolah tempat saya mengajar.</p>
<p>Selain memahami arti pentingnya “food label” atau label pangan pada kemasan makanan, saya pun mendapat “insight” baru tentang cara membaca label pangan yang tertera pada setiap kemasan makanan.</p>
<p>Nah kalau ditanya, seberapa pentingkah kita harus memperhatikan label pangan pada kemasan makanan tersebut? Jawabannya sungguh sederhana, sepenting diri kita memperhatikan asupan gizi yang harus kita masukkan ke dalam tubuh, sehingga kita tetap sehat.</p>
<p>Dalam kehidupan sehari-hari, memang kita terlalu sering bersemangat membicarakan tentang makanan sehat dan pola hidup sehat, tetapi terkadang kita lalai memperhatikan hal-hal mendasar yang mendukung asupan gizi yang kita makan, seperti pada label pangan pada kemasan makanan. Termasuk saya tentunya.</p>
<p>Saya pernah beberapakali mencoba memperhatikan label pangan pada setiap kemasan makanan saat berbelanja dengan istri. Terkesan merepotkan memang, menambah waktu ketika berbelanja. Tetapi itu jauh lebih baik daripada kelak lebih repot merawat tubuh yang sudah terganggu karena asupan makanan yang tidak diperhatikan selama ini.</p>
<p>Bagaimana sahabat pembaca, tertarik ingin mencoba memperhatikan label pangan sebelum membeli makanan kemasan? Melalui tulisan ini, saya akan memaparkan salah satu contoh yang bisa dilakukan sebagai acuan untuk memilih produk keju cheddar.</p>
<p>Perlu diketahui bahwa banyaknya pilihan keju cheddar di pasaran seringkali membuat ibu kesulitan menentukan keju cheddar dengan komposisi bahan baku yang tepat dan berkualitas bagi buah hati.</p>
<p>Oleh karena itu, kita harus benar-benar memperhatikan label pangan pada produk keju cheddar. Misalnya, kita harus memastikan keju pada urutan pertama komposisi (bukan air atau tepung) serta memiliki klaim nutrisi pada kemasan.</p>
<figure id="attachment_1868" aria-describedby="caption-attachment-1868" style="width: 624px" class="wp-caption alignnone"><img class="wp-image-1868 size-full" src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/12/KRAFT.jpg" alt="" width="624" height="347" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/12/KRAFT.jpg 624w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/12/KRAFT-300x167.jpg 300w" sizes="(max-width: 624px) 100vw, 624px" /><figcaption id="caption-attachment-1868" class="wp-caption-text">Sumber: KRAFT KejuAsliCheck</figcaption></figure>
<p>Dalam hal ini, sesungguhnya kita sudah sangat terbantu. Karena sudah ada produk keju cheddar yang memberikan informasi yang jelas dan akurat.</p>
<p>Melalui <strong>Kampanye #KejuAsliCheck</strong>, KRAFT mengajak para ibu untuk pintar dalam memilih produk keju cheddar yang tepat dan berkualitas, dengan cara cermat memastikan pada label pangan kemasan bahwa keju adalah komposisi utama.</p>
<p>Selanjutnya, KRAFT cheddar merupakan pilihan produk keju yang tepat untuk berbagai kreasi sajian lezat bernutrisi untuk buah hati, karena telah memenuhi standar keaslian keju dan diperkaya berbagai nutrisi yang juga tertuliskan di label kemasan.</p>
<p>Keju cheddar yang dihadirkan oleh KRAFT telah memenuhi semua kriteria sesuai kampanye #KejuAsliCheck, yaitu berbahan utama Keju Asli New Zealand pada urutan pertama, serta dilengkapi nutrisi Calcimilk yang kaya akan kalsium, protein dan Vitamin D.</p>
<p>Berbagai keunggulan yang dimiliki oleh keju cheddar KRAFT ini juga dapat dilihat langsung pada kemasan, sehingga akan memudahkan para Ibu dalam memastikan manfaatnya bagi buah hati. Selain itu, keju cheddar KRAFT juga memiliki rasa lezat dengan gurih keju yang khas, serta tanpa perisa tambahan.</p>
<p>Sesungguhnya apa yang dilakukan oleh KRAFT patut kita apresiasi. KRAFT telah turut membangun “awareness” masyarakat tentang pentingnya memperhatikan label pangan pada kemasan. Bahkan seperti yang sudah saya sampaikan di atas, KRAFT sendiri telah meluncurkan kampanye #KejuAsliCheck.</p>
<p>“Hadirnya kampanye #KejuAsliCheck ini juga sesuai dengan peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), yaitu komposisi bahan baku pada label pangan diurutkan berdasarkan jumlah, dari kandungan yang tertinggi ke rendah. Oleh karena itu, komponen pertama pada komposisi produk keju cheddar idealnya adalah keju cheddar, bukan air ataupun bahan lainnya,” tegas <strong>Dian Ramadianti selaku Senior Marketing Manager Keju KRAFT</strong> pada acara peluncuran #KejuAsliCheck (3/12/2021).</p>
<p>Perlu kita ketahui, bahwa pencantuman label pada produk pangan olahan memang telah diatur dalam Peraturan Badan POM No. 31 tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan, untuk memberikan informasi yang benar dan jelas kepada masyarakat tentang setiap produk pangan yang dikemas, sebelum membeli dan atau mengonsumsi pangan.</p>
<p>Nah, sudah siapkah kita menjadi konsumen cerdas yang peduli dengan informasi label pangan pada kemasan makanan sebelum membeli atau mengonsumsi. Semoga saja!</p>
<p>Sumber Referensi:</p>
<ul>
<li><a href="https://ibuibudoyannulis.com/iidnreborn/lomba-blog-kejuaslicheck/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">https://ibuibudoyannulis.com</a></li>
<li>KRAFT #KejuASliCheck</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://thurneysensimanjuntak.com/2021/12/08/kampanye-kejuaslicheck-menyadarkan-kita-pentingnya-label-pangan-pada-kemasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>Memutus Mata Rantai Anemia, Mengurus Generasi Masa Depan Bangsa</title>
		<link>https://thurneysensimanjuntak.com/2021/02/26/memutus-mata-rantai-anemia-mengurus-generasi-masa-depan-bangsa/</link>
				<comments>https://thurneysensimanjuntak.com/2021/02/26/memutus-mata-rantai-anemia-mengurus-generasi-masa-depan-bangsa/#respond</comments>
				<pubDate>Fri, 26 Feb 2021 13:24:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Thurneysen]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Anemia Defisiensi Besi]]></category>
		<category><![CDATA[Danone Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Penyerapan Zat Besi]]></category>
		<category><![CDATA[Susu Pertumbuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Vitamin C]]></category>
		<category><![CDATA[Zat Besi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://thurneysensimanjuntak.com/?p=1380</guid>
				<description><![CDATA[Anemia kurang zat besi, masalah saat ini, penentu masa depan bangsa (Diana Sunardi). *** “Kalau kamu terus menerus mengantuk, kurang konsentrasi belajar, bawaannya lemas dan <a href="https://thurneysensimanjuntak.com/2021/02/26/memutus-mata-rantai-anemia-mengurus-generasi-masa-depan-bangsa/" class="read-more-link">[more...]</a>]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[
<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/02/NB3-1.jpg" alt="" data-id="1394" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=1394#main" class="wp-image-1394" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/02/NB3-1.jpg 1009w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/02/NB3-1-300x144.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/02/NB3-1-768x368.jpg 768w" sizes="(max-width: 1009px) 100vw, 1009px" /></figure></li></ul>



<blockquote style="text-align:center" class="wp-block-quote"><p><strong>Anemia kurang zat besi, masalah saat ini, penentu masa depan bangsa </strong></p><p><strong>(Diana Sunardi).</strong></p><p></p><cite>***</cite></blockquote>



<p>“Kalau kamu terus menerus mengantuk, kurang konsentrasi belajar, bawaannya lemas dan malas bergerak, alangkah baiknya kamu memeriksakan kesehatan. Jangan-jangan kamu sedang mengalami anemia.<em>” </em>Begitu pesan guru kami kepada seorang teman di kelas, yang saban hari bawaannya mengantuk, lemas dan tidak konsentrasi belajar.</p>



<p>Itu adalah kali pertamanya saya mendengar istilah anemia. Saat itu saya masih duduk di bangku sekolah dasar. Setidaknya, sejak saat itu saya memiliki gambaran tentang ciri-ciri orang yang sedang mengalami anemia.</p>



<p>Sebenarnya, apakah yang dimaksud dengan anemia tersebut?</p>



<p>Pada sebuah acara talkshow yang bertemakan &#8220;Peran Nutrisi dalam Tantangan Kesehatan Lintas Generasi&#8221;,  Dr.dr. Diana Sunardi., M.Gizi, Sp.GK (Dokter Spesialis Gizi Klinik dari Indonesian Nutrition Association) menyampaikan bahwa anemia suatu kondisi rendahnya kadar Hb dibandingkan dengan kadar normal, yang menunjukkan kurangnya jumlah sel darah merah yang bersirkulasi.</p>



<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/02/NB-1.jpg" alt="" data-id="1386" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=1386#main" class="wp-image-1386" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/02/NB-1.jpg 710w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/02/NB-1-300x233.jpg 300w" sizes="(max-width: 710px) 100vw, 710px" /></figure></li></ul>



<p style="text-align:center"><em>Sumber infografis : youtube Nutrisi Bangsa</em></p>



<p>Untuk mengetahui berapa sebenarnya kriteria dan klasifikasi seseorang dikatakan mengalami anemia tersebut? Anda dapat melihat petunjuk pada tabel yang tertera di atas. Pada tabel tersebut Anda dapat melihat klasifikasi anemia berdasarkan kelompok umur. Baik itu untuk kategori ringan, sedang, maupun kategori yang berat.</p>



<h3><strong>Pokok Masalah Penting yang Perlu dipahami Berhubungan dengan Anemia</strong></h3>



<p>Untuk memahami lebih jauh tentang anemia, dalam talkshow yang diselenggarakan oleh <strong>Nutrisi Bangsa</strong> (<strong>Danone Indonesia</strong>) tersebut, Diana Sunardi mengajak pendengar untuk mengetahui dan memahami empat pokok permasalahan penting seputar anemia. </p>



<p><strong>Pertama.</strong> Bagaimana prevalensi anemia pada remaja, ibu hamil, menyusui dan balita di Indonesia. <strong>Kedua</strong>. Mengapa anemia merupakan tantangan lintas generasi, dimulai dari masa anak hingga remaja. <strong>Ketiga</strong>. Bagaimana gejala dan dampak jangka pendek dan jangka panjang anemia. <strong>Keempat</strong>. Bagaimana cara dan upaya pencegahan anemia pada remaja, ibu hamil, ibu menyusui dan balita.</p>



<p>Kalau kita bicara tentang prevalensi anemia pada ibu hamil, balita, anak dan remaja di Indonesia, berdasarkan data Riskesdas (2013) berikut ternyata masih tergolong tinggi.</p>



<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/02/NB4-1024x580.jpg" alt="" data-id="1406" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=1406#main" class="wp-image-1406" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/02/NB4-1024x580.jpg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/02/NB4-300x170.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/02/NB4-768x435.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/02/NB4.jpg 1209w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure></li></ul>



<p style="text-align:center"><em>Sumber infografis : youtube Nutrisi Bangsa</em></p>



<p>Artinya, melihat angka-angka tersebut menunjukkan adanya tantangan terberat yang harus dihadapi, yakni pada masa balita (laki-laki 29,7% dan perempuan 26,5%), anak-anak 6-12 tahun (laki-laki 28,0% an perempuan 27,4%), remaja &gt;=15 tahun (perempuan 22,7% dan laki-laki 16,6%) serta ibu hamil 37,1%. Untuk itu sangat diperlukan perhatian khusus pada pertumbuhan dan perkembangannya.</p>



<p>Misalnya, masa hamil adalah masa krusial atau masa yang sangat menentukan bagi seorang bayi. Masa Ibu  hamil harus benar-benar memperhatikan kesehatan diri maupun kandungan. Sebab ketika ibu sedang mengandung, dia sesungguhnya bukan hanya mengandung seorang bayi, tetapi sedang mengandung generasi penerus keluarga, masyarakat dan bangsa. Tentu berharap bayi yang akan dilahirkan adalah  bayi yang  sehat, cerdas dan kuat.</p>



<p>Setelah bayi dalam kandungan dilahirkan, dia akan memasuki masa-masa balita. Ini juga tidak boleh luput dari perhatian, sejatinya masa balita merupakan masa penting untuk mempersiapkan pertumbuhan dan perkembangan menuju tahapan berikutnya, yakni masa anak-anak. Terutama yang tidak kalah penting, bayi tersebut harus benar-benar diperhatikan masa 1000 harinya. Hal ini merupakan upaya untuk menghindari &#8220;stunting&#8221; pada anak.</p>



<p>Setelah melewati masa anak, dia akan memasuki masa remaja. Kita tahu bahwa masa remaja merupakan masa-masa yang energik dan produktif untuk belajar, bermain dan membangun berbagai pengalaman. Jikalau masa ini terganggu kesehatannya, sama saja sedang menghambat proses merajut masa depan. Mereka adalah generasi penerus bagi keluarga, masyarakat dan bangsa. Seorang remaja harus tumbuh menjadi pemuda yang sehat, tangguh dan cerdas .</p>



<p>Sekali lagi, untuk kesehatan ibu hamil, balita, anak, dan remaja yang tangguh, kuat dan sehat sesungguhnya sedang mempersiapkan generasi terbaik di masa depan. Selain pendidikan, kesehatan adalah sarana yang dapat mendukung generasi penerus bangsa menjadi generasi berkualitas dan produktif, yang siap berkompetisi secara global dan berkontribusi bagi kemajuan masyarakat dan bangsa di masa depan.</p>



<p>Mengingat anemia masih menjadi masalah serius bagi kategori umur yang sudah dipaparkan tadi, khususnya bagi generasi penerus bangsa, maka perlu perhatian khusus untuk pencegahannya atau penangannya bila sudah terjadi.</p>



<p>Sebelum kita melangkah jauh  pada cara dan upaya pencegahan anemia pada ibu hamil, ibu menyusui, balita, anak dan remaja, alangkah lebih baiknya kita memahami terlebih dahulu bagaimana sebenarnya gejala dari anemi tersebut, baik gejala secara umum atau gejala yang dapat kita lihat pada seorang anak. </p>



<p>Secara umum, yang menjadi gejala dari anemi tersebut dapat diketahui melalui kelopak mata yang pucat, kulit juga pucat, sakit kepala, nafas cepat atau sesak nafas, nadi cepat, tekanan darah rendah, nadi serta pembesaran limpa.</p>



<p>Bagaimana pula dengan gejala pada ibu hamil? Wajahnya, terutama kelopak mata dan bibir tampak pucat, kurang nafsu makan, lesu dan lemah, cepat lelah, sering pusing dan mata berkunang-kunang.</p>



<p>Sementara gejala anemia pada anak kecil dapat dilihat dari gangguan konsentrasi, gangguan pertumbuhan, cenderung mengantuk, tidak aktif bergerak, tidak nafsu makan, pusing, lemas dan rewel.</p>



<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/02/NB5.jpg" alt="" data-id="1455" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=1455#main" class="wp-image-1455" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/02/NB5.jpg 932w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/02/NB5-300x237.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/02/NB5-768x606.jpg 768w" sizes="(max-width: 932px) 100vw, 932px" /></figure></li></ul>



<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/02/NB6-1024x624.jpg" alt="" data-id="1459" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=1459#main" class="wp-image-1459" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/02/NB6-1024x624.jpg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/02/NB6-300x183.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/02/NB6-768x468.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/02/NB6.jpg 1146w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure></li></ul>



<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/02/NB2-3-1024x517.jpg" alt="" data-id="1458" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=1458#main" class="wp-image-1458" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/02/NB2-3-1024x517.jpg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/02/NB2-3-300x152.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/02/NB2-3-768x388.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/02/NB2-3.jpg 1293w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure></li></ul>



<p>Itulah gejala anemia baik secara umum, maupun gejala yang terdapat pada ibu hamil dan anak-anak. Artinya, kalau sudah melihat gejala-gejala demikian, sebaiknya segera mengambil tindakan. Memeriksakan kesehatan yang bersangkutan ke rumah sakit atau puskesmas, sehingga masalahnya tidak semakin fatal.</p>



<p>Tindakan dan penanganan yang cepat itu merlu, mengingat bahwa ada banyak dampak serius yang dapat ditimbulkan oleh anemia tersebut. Sehingga memang benar-benar perlu penanganan yang serius.</p>



<p>Misalnya,  gangguan anemia pada ibu hamil ternyata dapat menimbulkan kondisi peningkatan tekanan darah  (preeklemsia), infeksi, kelahiran bayi prematur, gangguan pertumbuhan janin, gangguan fungsi jantung, serta pendarahan pasca melahirkan.</p>



<p>Sementara untuk jangka panjang, gangguan anemia tersebut dapat menurunkan daya tahan tubuh, menurunkan kebugaran, menurunkan prestasi belajar anak, menurunkan kinerja seseorang, serta menimbulkan infeksi dalam tubuh.</p>



<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/02/NB7-1024x665.jpg" alt="" data-id="1460" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=1460#main" class="wp-image-1460" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/02/NB7-1024x665.jpg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/02/NB7-300x195.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/02/NB7-768x498.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/02/NB7.jpg 1151w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure></li></ul>



<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/02/NB8-1024x671.png" alt="" data-id="1461" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=1461#main" class="wp-image-1461" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/02/NB8-1024x671.png 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/02/NB8-300x197.png 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/02/NB8-768x503.png 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/02/NB8.png 1109w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure></li></ul>



<p>Kalau begitu, bagimana sesungguhnya upaya pencegahan anemia pada remaja, ibu hamil, ibu menyusui dan balita?</p>



<p>Seseorang harus benar-benar memperhatikan asupan makanan. Misalnya, harus memperhatikan makanan yang kaya akan zat besi, sehingga tubuh mendapatkan <strong>penyerapan zat besi</strong>. Makanan yang tinggi zat besinya dapat diperoleh dari daging tanpa lemak, telur, sayur hijau dan sereal.  Makanan yang mengandung zat besi tersebut tentu akan menghasilkan hemoglobin di dalam sel darah merah, yang dapat memungkinkan untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.</p>



<p>Selain itu, seseorang butuh juga makanan yang mengandung vitamin B12. Adapun makanan yang kaya vitamin B12 seperti daging, unggas, ikan, hati hewan, telur, kerang laut, dan <strong>susu pertumbuhan</strong>. Perlu diketahui bahwa  Vitamin B12 adalah nutrisi penting yang dapat  membantu pembentukan sel darah merah sehat. </p>



<p>Dapat juga mengonsumsi makanan yang mengandung asam folat seperti buah jeruk, kacang polong, sayuran hijau, dan sebagainya. Begitu pula dengan makanan yang mengandung <strong>vitamin C</strong>.</p>



<p>Dengan memahami hal-hal di atas, saatnya kita melakukan tindakan pencegahan terhadap <strong>Anemia Defisiensi Besi</strong> (ADB) pada diri kita, keluarga, terutama generasi penerus bangsa yang sehat, kuat dan cerdas, guna merajut atau menapaki masa depan.</p>



<p>Akhir kata, mari kita serius mengurus generasi masa depan bangsa, agar kelak dapat menjadi tumpuan bangsa, melanjutkan tongkat estafet pembangunan dan pemerintahan. Menjadi pemimpin yang sehat, cerdas dan kuat, agar mampu bersaing secara global. [Thur]</p>



<p>Sumber referensi:</p>



<ul><li><a rel="noreferrer noopener" aria-label="Youtube Nutrisi Bangsa (opens in a new tab)" href="https://www.youtube.com/watch?v=fuYipQ_bdn8" target="_blank">Youtube Nutrisi Bangsa</a></li><li><a href="https://hellosehat.com/kelainan-darah/anemia/cara-pencegahan-anemia/#gref" target="_blank" rel="noreferrer noopener" aria-label="Hello Sehat (opens in a new tab)">Hello Sehat</a></li></ul>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://thurneysensimanjuntak.com/2021/02/26/memutus-mata-rantai-anemia-mengurus-generasi-masa-depan-bangsa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>Klinik Asiki, Wujud Peduli Korindo Mendukung Pembangunan Berkelanjutan</title>
		<link>https://thurneysensimanjuntak.com/2020/09/29/klinik-asiki-wujud-peduli-korindo-mendukung-pembangunan-berkelanjutan/</link>
				<comments>https://thurneysensimanjuntak.com/2020/09/29/klinik-asiki-wujud-peduli-korindo-mendukung-pembangunan-berkelanjutan/#comments</comments>
				<pubDate>Tue, 29 Sep 2020 23:11:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Thurneysen]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Klinik Asiki]]></category>
		<category><![CDATA[Korindo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://thurneysensimanjuntak.com/?p=892</guid>
				<description><![CDATA[Kami sekeluarga terbangun dari tidur. Ratap tangis dari rumah tetangga membuat hati pilu. Betapa tidak, anak kecil itu telah membisu dan terkujur kaku. Padahal kemarin <a href="https://thurneysensimanjuntak.com/2020/09/29/klinik-asiki-wujud-peduli-korindo-mendukung-pembangunan-berkelanjutan/" class="read-more-link">[more...]</a>]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[
<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Korindo-1-1024x473.jpg" alt="" data-id="893" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=893" class="wp-image-893" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Korindo-1-1024x473.jpg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Korindo-1-300x139.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Korindo-1-768x355.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Korindo-1.jpg 1298w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Sumber gambar : Korindo</figcaption></figure></li></ul>



<p><em>Kami sekeluarga terbangun dari tidur. Ratap tangis dari rumah tetangga membuat hati pilu. Betapa tidak, anak kecil itu telah membisu dan terkujur kaku. Padahal kemarin masih bermain gundu sembari bersenda gurau.</em></p>



<p><em>Beda lagi kisah seorang ayah teman yang sakit. Harus ditandu berpuluh kilometer menuju kecamatan, untuk mendapat pertolongan medis. Untungnya masyarakat di kampung dengan tulus menolong dan bergantian untuk menandu.</em></p>



<p><em>Itu dua kisah yang pernah terjadi di kampung yang pernah kami tempati, saat saya masih kecil. Walau peristiwanya sudah sangat lama, tapi masih melekat dalam benak. </em></p>



<p><em>Desa kami memang tergolong sebagai desa tertinggal. Faktanya, banyak fasilitas dasar yang belum terpenuhi. Seperti sarana listrik yang belum masuk ke desa, transportasi yang hanya sekali dalam seminggu, hingga fasilitas kesehatan yang belum ada.</em></p>



<p><em>Nah, seandainya saat itu di kampung kami sudah ada tenaga medis dan fasilitas kesehatan, anak itu seharusnya tidak akan meninggal. Itulah penyesalan terbesar keluarga yang tidak sempat mendapat pertolongan dari pihak medis. Begitu pula dengan ayah teman, harusnya tidak perlu menambah derita karena ditandu berpuluh kilometer untuk mencari sarana pengobatan.</em></p>



<p><em>Pernah menetap di sebuah desa tertinggal, membuatku mengerti betul perjuangan sebagian besar masyarakat pedalaman yang tidak didukung fasilitas kesehatan dengan baik.</em></p>



<p class="has-background has-medium-font-size has-vivid-green-cyan-background-color"><strong>Tantangan dan Urgensi Solusi Masalah
Kesehatan</strong></p>



<p>Kondisi seperti itu sesungguhnya masih banyak kita temukan
di negeri ini. Ada banyak daerah pedalaman yang masih minim fasilitas
kesehatannya atau mungkin tidak ada sama sekali. Padahal kita tahu bahwa sarana
kesehatan itu adalah salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi.
Bahkan dapat dikategorikan sebagai salah satu indikator kesejahteraan masyarakat.</p>



<p>Mengingat permasalahan kesehatan yang masih kompleks,
seperti yang dibahas pada rapat kerja tahunan atau Rapat Kerja Kesehatan
Nasional (Rakerkesnas) 2020 setidaknya ada 5 fokus masalah kesehatan di negeri
kita. Kelima masalah tersebut yaitu, Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi
(AKI/AKB), pengendalian stunting, pencegahan dan pengendalian penyakit, Germas,
dan tata kelola sistem kesehatan.</p>



<p>Untuk itulah, urgensi solusi masalah kesehatan harus tetap
menjadi prioritas. Sebab masalah kesehatan tentu akan berpengaruh pada berbagai
aspek, seperti produktivitas. Sementara produktivitas akan berbanding lurus
dengan kesejahteraan keluarga, masyarakat, dan kemajuan sebuah bangsa.</p>



<p>Di negeri kita, penyelesaian masalah kesehatan tentu bukan
sesuatu yang mudah. Mengingat masih banyaknya daerah yang masuk kategori 3T
(tertinggal, terdepan dan terluar). </p>



<p>Pemerintah sendiri tentu telah berupaya untuk menyelesaikan
setiap permasalahan yang ada. Tetapi berbagai keterbatasan tentu menjadi alasan
yang mengakibatkan penanganan sarana dan prasarana di daerah tersebut belum
maksimal.</p>



<p>Sebenarnya, seberapa banyakkah daerah tertinggal di negeri
kita?</p>



<p>Kalau melihat Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 63
Tahun 2020 Tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2020-2024, setidaknya
tercatat 62 kabupaten yang ditetapkan sebagai daerah tertinggal, yang tersebar di
sejumlah provinsi seperti Sumatera Utara, Sulawesi Tengah, Maluku, Papua dan
Papua Barat.</p>



<p>Adapun yang menjadi dasar ditetapkannya daerah tersebut
sebagai daerah tertinggal tentu dengan memperhitungkan kriteria, perekonomian
masyarakat; sumber daya manusia; kemampuan keuangan daerah; aksebilitas;
karakteristik daerah; dan sarana dan prasarana.</p>



<p>Lantas, permasalahan ini tanggung jawab siapa? Apakah kita
hanya berkata ini tanggung jawab pemerintah semata?</p>



<p>Kita bersyukur, bahwa di negeri ini ada saja pihak-pihak yang peduli dengan permasalahan bangsa dan masyarakat. Termasuk dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan di pedalaman.<strong> </strong><a rel="noreferrer noopener" aria-label=" (opens in a new tab)" href="https://korindonews.com/" target="_blank"><strong>KORINDO</strong></a> adalah salah satu perusahaan yang menunjukkan kontribusi nyata pada masyarakat dan bangsa.</p>



<p class="has-background has-medium-font-size has-vivid-green-cyan-background-color"><strong>Korindo Bukan Sekedar Cari Untung,
Tapi Memperhatikan Tanggung Jawab Sosial</strong></p>



<p>Sahabat pembaca, sudah pernahkah mendengar nama perusahaan
Korindo? </p>



<p>Korindo adalah perusahaan Indonesia yang telah berdiri sejak
tahun 1969. Awalnya perusahaan ini fokus utamanya bergerak dalam pengembangan
hardwood, kemudian beralih ke plywood/veener (1974), kertas koran (1984),
perkebunan kayu (1993), dan sekarang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit
sejak 1995.</p>



<p>Selengkapnya sahabat pembaca dapat menyaksikan video singkat ini, untuk mengenal Korindo lebih jauh lagi.</p>



<figure class="wp-block-embed-youtube wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
https://www.youtube.com/watch?v=jFIjhCud1hE
</div></figure>



<p>Perusahaan yang memiliki visi “Mewujudkan bisnis
berkelanjutan dan selangkah di depan dalam menghormati semua nilai di bumi”
ini, ternyata berkomitmen terhadap pembangunan negara dan rakyat Indonesia. Korindo
juga berupaya maksimal untuk menciptakan dampak yang berarti di masyarakat
tempat mereka bekerja.</p>



<p>Berikut adalah beberapa dampak nyata yang dilakukan Korindo
sebagai bagian tanggung jawab sosialnya.&nbsp;
Seperti, tetap mendukung fasilitas pendidikan. Menciptakan peluang usaha
di dalam masyarakat untuk mengurangi kemiskinan. Secara aktif menciptakan
program – program baru untuk membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat. Menyediakan
pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Dan yang lainnya.</p>



<p>Kalau berbicara tentang pelayanan kesehatan, maka Korindo hadir dan sangat memperhatikan <strong><a href="https://www.thejakartapost.com/adv/2020/07/21/good-health-for-all.html?fbclid=IwAR1nNNGPGnffZz_7zd7yLxCQJy4zPBmBqV-gyTj0egY2LZg8GoI9Mks2i0A" target="_blank" rel="noreferrer noopener" aria-label="kesehatan yang baik untuk sesama (opens in a new tab)">kesehatan yang baik untuk sesama</a></strong>. Salah satu wujudnya adalah dengan kehadiran Klinik Asiki.</p>



<p class="has-background has-medium-font-size has-vivid-green-cyan-background-color"><strong>Klinik Asiki Wujud Peduli Korindo</strong></p>



<p>Selama beroperasi di Indonesia (50 tahun), Korindo telah melakukan banyak upaya untuk membangun masyarakat berkelanjutan di berbagai bidang melalui program-program Corporate Social Contribution-nya (CSC). Salah satunya, program yang berhubungan dengan kesehatan</p>



<p>Dalam hal kesehatan, Korindo telah bekerja sama dengan KOICA (Korea International Cooperation Agency), dan telah berhasil mendirikan <strong><a rel="noreferrer noopener" aria-label="Klinik Asiki (opens in a new tab)" href="https://korindonews.com/asiki-clinic-manages-to-reduce-maternal-and-child-mortality-rate-in-boven-digoel/?lang=id" target="_blank">Klinik Asiki</a></strong> di Kampung Asiki, Kabupaten Boven Digoel, Propinsi Papua, yang memiliki gedung seluas 1.100m2. </p>



<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Korindo-2-1024x683.jpg" alt="" data-id="904" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=904" class="wp-image-904" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Korindo-2-1024x683.jpg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Korindo-2-300x200.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Korindo-2-768x512.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Korindo-2-720x480.jpg 720w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Korindo-2-360x240.jpg 360w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Korindo-2.jpg 1500w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Klinik Korindo (sumber gambar: Korindo)</figcaption></figure></li></ul>



<p>Klinik yang
dikategorikan sebagai klinik modern ini ternyata telah memiliki fasilitas yang
cukup lengkap seperti ruang rawat jalan, rawat inap, ruang bersalin, perawatan
bayi/perinatologi, IGD, ruang bedah minor, USG, farmasi, dan fasilitas lainnya
hingga penyediaan kendaraan ambulans.</p>



<p>Kehadiran Klinik Asiki tentu akan sangat membantu masyarakat setempat. Apalagi pengobatan di klinik ini dipersembahkan secara gratis bagi putra daerah Papua dan masyarakat tidak mampu sebagai kontribusinya dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan.</p>



<ul class="wp-block-gallery columns-2 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Korindo-4-1024x576.jpg" alt="" data-id="905" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=905" class="wp-image-905" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Korindo-4-1024x576.jpg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Korindo-4-300x169.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Korindo-4-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Sumber: Korindo</figcaption></figure></li><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Korindo-3-1024x576.jpg" alt="" data-id="906" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=906" class="wp-image-906" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Korindo-3-1024x576.jpg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Korindo-3-300x169.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Korindo-3-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Sumber: Korindo</figcaption></figure></li></ul>



<p>Saya bisa
membayangkan, bagaimana seandainya di daerah yang berada di pedalaman &nbsp;tidak didukung fasilitas kesehatan seperti Klinik
Asiki. Apa yang terjadi dengan masyarakat yang sedang sakit atau mungkin
sekarat. Sebab saya sendiri pernah melihat dengan mata kepala sendiri, ada yang
sakit tetapi tidak dapat tertolong karena ketiadaan fasilitas kesehatan, seperti
cerita pengalaman pribadi di awal tulisan ini.</p>



<p>Bagiku masyarakat
yang tinggal di Asika atau sekitarnya, sungguh sangat beruntung, walaupun
berada di pedalaman tetapi memiliki fasilitas kesehatan yang memadai, karena
keberadaan Klinik Asiki. Apalagi Klinik Asiki, bukan sekedar ada. Tetapi dapat
menunjukkan kualitas pelayanan yang terbaik. Bahkan keberadaan Klinik Asiki ini
benar-benar hadir sebagai bentuk kepedulian terbaik bagi masyarakat.</p>



<p>Sebagai fakta,
silahkan simak video singkat berikut yang berisi tentang profil dan prestasi
dari Klinik Asiki. Kalau membandingkan klinik Fasililitas Kesehatan (Faskes) tingkat
1 di tempat saya yang tergolong kota, ternyata masih kalah dengan Klinik Asiki
yang berada di pedalaman. </p>



<figure class="wp-block-embed-youtube aligncenter wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Klinik Asiki Raih Penghargaan Tingkat Nasional" width="640" height="360" src="https://www.youtube.com/embed/QsItUslsvTY?start=3&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p style="text-align:left">Nah, sudah melihat prestasi dari Klinik Asiki bukan?</p>



<p>Sejak tahun 2017 Klinik Asiki telah menjadi klinik terbaik se-Papua dan Papua Barat, kemudian prestasi tersebut terulang kembali di tahun 2018.</p>



<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Korindo-5.jpg" alt="" data-id="912" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=912" class="wp-image-912" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Korindo-5.jpg 720w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Korindo-5-300x172.jpg 300w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /><figcaption>Sumber: Korindo</figcaption></figure></li></ul>



<p>Selanjutnya tahun 2019, Klinik Asiki mendapat sebuah penghargaan tingkat nasional (juara kedua) sebagai FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama) yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.</p>



<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Korindo-6-1.jpg" alt="" data-id="918" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/2020/09/29/klinik-asiki-wujud-peduli-korindo-mendukung-pembangunan-berkelanjutan/korindo-6-1/" class="wp-image-918" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Korindo-6-1.jpg 720w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/Korindo-6-1-300x173.jpg 300w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /><figcaption>Sumber: Korindo</figcaption></figure></li></ul>



<p>Sungguh ini adalah prestasi yang luar biasa. Seperti yang disampaikan oleh Firman Jawawijaya, Manager Klinik Asiki, bahwa “Di Indonesia ada 23.000 FKTP yang berkerja sama dengan BPJS, untuk kategori klinik ada 6800 sekian”. Wajar saja kalau ini menjadi sebuah kebanggaan. Prestasi atas kerja keras menjadikan Klinik Asiki layak dijadikan sebagai model.</p>



<p>Apa yang telah dilakukan Korindo melalui Klinik Asiki tentu merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat dan dukungan terhadap <strong>Tujuan Pembangunan Berkelanjutan </strong>(TPB) yang dicanangkan pemerintah yang merupakan bagian kesepakatan global dalam <strong><em>Sustainable Development Goals </em></strong>(SDGs). Secara khusus, poin nomor 3 yaitu &#8220;<strong>Kehidupan Sehat dan Sejahtera</strong>&#8220;.</p>



<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/TPB.png" alt="" data-id="909" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=909" class="wp-image-909" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/TPB.png 842w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/TPB-300x162.png 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/09/TPB-768x414.png 768w" sizes="(max-width: 842px) 100vw, 842px" /><figcaption>Sumber : Bappenas</figcaption></figure></li></ul>



<p>Melalui keberadaan Klinik Asiki, tentu kita semakin mengerti apa yang pernah disampaikan mantan Presiden Amerika, John F. Kennedy, &#8220;Jangan tanyakan apa yang diberikan negara kepadamu, tapi tanyakan apa yang kamu berikan bagi negara.&#8221;</p>



<p>Akhir kata selamat melayani Klinik Asiki, selamat mengabdi Korindo.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Daftar Bacaan :</p>



<ol><li><strong><a rel="noreferrer noopener" aria-label="Daerah Tertinggal Menurut Perpres (opens in a new tab)" href="https://www.kemendesa.go.id/berita/view/detil/3261/ini-daerah-tertinggal-menurut-perpres" target="_blank">Daerah Tertinggal Menurut Perpres</a></strong></li><li><strong><a rel="noreferrer noopener" aria-label="Klinik Asiki (opens in a new tab)" href="https://www.korindo.co.id/gallery/klinik-asiki/?lang=id" target="_blank">Klinik Asiki</a></strong></li><li><strong><a rel="noreferrer noopener" aria-label="Kontribusi Sosial Korindo  (opens in a new tab)" href="https://www.korindo.co.id/sustainability/?lang=id#keberlanjutan-csc" target="_blank">Kontribusi Sosial Korindo </a></strong></li><li><a rel="noreferrer noopener" aria-label="Lima Fokus Masalah Kesehatan    (opens in a new tab)" href="http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20200218/1033051/5-fokus-masalah-kesehatan-tahun-2020/" target="_blank"><strong>Lima Fokus Masalah Kesehatan  </strong></a></li><li><strong><a rel="noreferrer noopener" aria-label="Profil Korindo (opens in a new tab)" href="https://www.korindo.co.id/group-profile/?lang=id" target="_blank">Profil Korindo</a></strong></li><li><strong><a rel="noreferrer noopener" aria-label="SDGs (opens in a new tab)" href="http://sdgs.bappenas.go.id/kolaborasi-dalam-mencapai-tujuan-pembangunan-berkelanjutan-tpbsdgs-di-indonesia/" target="_blank">SDGs</a></strong></li></ol>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://thurneysensimanjuntak.com/2020/09/29/klinik-asiki-wujud-peduli-korindo-mendukung-pembangunan-berkelanjutan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>Yuk, Jadikan Rumah Bebas Rokok!</title>
		<link>https://thurneysensimanjuntak.com/2020/06/03/yuk-jadikan-rumah-bebas-rokok/</link>
				<comments>https://thurneysensimanjuntak.com/2020/06/03/yuk-jadikan-rumah-bebas-rokok/#respond</comments>
				<pubDate>Wed, 03 Jun 2020 13:45:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Thurneysen]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[BebasRokok]]></category>
		<category><![CDATA[PutusinAja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://thurneysensimanjuntak.com/?p=684</guid>
				<description><![CDATA[“Maaf ya kawan, minta tolong rokoknya dimatikan. Soalnya kami lagi punya bayi” Ternyata untuk menyampaikan kalimat sesingkat itu pada seorang teman, bukan perkara mudah. Khawatir <a href="https://thurneysensimanjuntak.com/2020/06/03/yuk-jadikan-rumah-bebas-rokok/" class="read-more-link">[more...]</a>]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[
<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/06/kbr.jpg" alt="" data-id="685" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=685" class="wp-image-685" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/06/kbr.jpg 863w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/06/kbr-274x300.jpg 274w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/06/kbr-768x841.jpg 768w" sizes="(max-width: 863px) 100vw, 863px" /><figcaption>Hidup sehat, bebas rokok.</figcaption></figure></li></ul>



<p>“Maaf ya kawan, minta tolong rokoknya dimatikan. Soalnya kami lagi punya bayi”</p>



<p>Ternyata untuk menyampaikan kalimat sesingkat itu pada
seorang teman, bukan perkara mudah. Khawatir menyinggung perasaannya. Apalagi
teman saya yang satu ini tergolong perokok berat dan tipikal orang yang lumayan
susah diomongin untuk urusan berhenti merokok. </p>



<p>Tapi demi kesehatan, secara khusus bagi bayi kami yang
belum genap berumur satu tahun saat itu, maka saya harus tegas dan bijaksana
menyampaikan permohonan baik itu. </p>



<p>Syukurlah akhirnya teman tersebut memahami
permohonanku. Walau di raut wajahnya tampak rasa tidak senang. </p>



<p>Ternyata pengalaman puluhan tahun yang lalu masih membekas
dalam benakku. Barangkali karena saya bukan seorang perokok. Apalagi rumah kami
adalah tempat yang memang merupakan kawasan bebas rokok. </p>



<p>Saya sendiri dari sejak muda telah berkomitmen untuk
tidak menyentuh rokok. Bersyukur hingga sekarang sudah “kepala empat”
(maksudnya umurnya lho!), tapi sejauh ini tetap bertahan pada komitmen untuk
tidak merokok.</p>



<p>Bukan berarti untuk menghindar dari rokok tidak butuh
perjuangan. Sebab dari sejak muda, saya berada di lingkungan perokok. Mulai
dari masyarakatnya, sebagian dari keluarga, teman SMA dan kuliah. Bahkan tidak
sedikit lho yang sering meledek saya karena tidak merokok. Ada yang bilang anak
alim, polos, dan gak gaul. Tetapi karena punya prinsip, segala ledekan dan
bujuk rayu pun mental satu per satu.</p>



<p>Sesungguhnya secara medis banyak orang tahu dan sadar
kalau merokok itu mengganggu kesehatan. Apalagi kalau melihat setiap bungkus
rokok sudah ada peringatan dan gambar-gambar yang menyeramkan tentang akibat
yang ditimbulkan rokok. Tapi toh jumlah perokok bukan semakin berkurang di
Indonesia. Bukan hanya di kalangan dewasa, tapi anak-anak. Bukan hanya di
kalangan pria, tapi wanita juga. Sekali lagi menurut saya ini bukan semata
karena kesadaran.</p>



<p>Senada dengan pendapat <strong>Nina Samidi</strong> (Manajer Komunikasi Komnas Pengendalian Tembakau) mengatakan pada pemaparannya acara talkshow yang bertema “Rumah, Asap Rokok, dan Ancaman Covid-19” di program radio <a rel="noreferrer noopener" aria-label="Ruang Publik KBR (opens in a new tab)" href="https://kbr.id/" target="_blank"><strong>Ruang Publik KBR</strong></a> (20 Mei 2020) lalu. </p>



<p>Beliau menyampaikan bahwa ini bukan masalah kurangnya
kesadaran. Sebagian besar masyarakat sudah tahu buruknya rokok. Satu hal yang
penting kesadaran itu alangkah baiknya didorong oleh peraturan. Ketika
kebijakan kita belum tegas pada kawasan tanpa rokok, akhirnya kesadaran itu
luntur. Untuk itu alangkah pentingnya peraturan yang tegas sehingga menjadi
motivasi bagi perokok.</p>



<p>Di negeri kita, kebiasan merokok ini merupakan masalah serius. Harus segera ditangani. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan 2013 yang saya kutip dari sebuah portal (<a href="https://databoks.katadata.co.id">https://databoks.katadata.co.id</a>), bahwa populasi perokok pasif di Indonesia mencapai 96,9 juta jiwa. Terdiri atas 30,2 juta jiwa laki-laki dan 66,7 juta orang perempuan.</p>



<p>Mirisnya lagi, pada portal tersebut dikatakan bahwa menurut pakar kesehatan mengatakan dari 100% bahaya asap rokok, hanya 25% yang dirasakan oleh <a href="https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2016/08/23/provinsi-mana-dengan-jumlah-perokok-terbanyak">perokok</a> aktif. Sedangkan 75% bahaya asap rokok justru menerpa orang yang terpapar asap rokok orang lain (perokok pasif).</p>



<p>Pertanyaannya, mengapa asap rokok sangat berbahaya
kepada perokok pasif?</p>



<p>Ini alasannya. Asap rokok tembakau tersebut
ternyata mengandung sekitar 4.000 bahan kimia dan lebih dari 50 diantaranya menjadi
penyebab penyakit kanker. Beberapa jenis bahan kimia, yang dimaksud seperti
hidrogen sianida (gas yang sangat beracun yang digunakan dalam senjata kimia
dan pengendalian hama), benzene yang ditemukan pula di dalam bensin,
formaldehida (bahan pengawet yang digunakan untuk membalsem mayat), dan karbon
monoksida (gas beracun yang ditemukan di dalam knalpot mobil).</p>



<p>Jadi bisa Anda bayangkan jika perokok aktif
membuangnya ke udara bebas. Tentu akan terhirup orang-orang yang ada
disekitarnya atau merekalah yang kita sebut sebagai perokok pasif tersebut.
Cepat atau lambat hal itu akan berdampak buruk pada kesehatan.</p>



<p>Sementara kalau bicara tentang gangguna yang
dapat ditimbulkan oleh asap rokok tersebut sangat beragam. Mulai dari masalah
kesehatan yang ringan hingga masalah kesehatan yang berat. Seperti gejala iritasi
mata, sakit kepala, batuk, <a href="https://www.halodoc.com/kesehatan/sakit-tenggorokan">sakit tenggorokan</a>, <a href="https://www.halodoc.com/kesehatan/pusing">pusing</a>,
jantung, kanker, dan lain sebagainya.</p>



<p>Nah, bagi perokok aktif, sadarilah bahwa tindakan
yang Anda lakukan sesungguhnya tidak hanya merugikan Anda saja. Tetapi
orang-orang yang ada di sekitar Anda. Bahkan mungkin mereka adalah orang-orang
yang Anda cintai, anak dan istri.</p>



<p>Apalagi seperti sekarang, masa pandemi Covid-19. Semua orang dituntut untuk berdiam di rumah saja jikalau tidak terlalu penting dan mendesak keluar rumah. Tetapi ternyata bagi perokok aktif, berdiam di rumah saja dapat menimbulkan permasalahan baru, asap rokok.</p>



<p>Melalui info yang saya dapatkan saat mendengar talkshow di Ruang Publik KBR tersebut, ternyata pembatasan aktivitas berskala besar (PSBB) selama pandemi covid-19 mengharuskan kita berkegiatan di rumah. Rumah jadi pusat aktivitas semua anggota keluarga: bekerja, belajar, ibadah. Namun, anjuran ini ternyata memuncukan risiko baru, sebuah perusahaan pengembang teknologi asal Tiongkok menyebut saat pandemi ini, polusi udara di dalam rumah meningkat.</p>



<p>Bagi saya pribadi, hal itu sesuatu yang mengkhawatirkan. Belum selesai masalah pandemi Covid-19, muncul masalah baru, meningkatnya asap rokok di rumah. Selain itu, ternyata perlu kita ketahui bahwa ternyata perokok tersebut lebih  mudah terpapar virus Corona. </p>



<p>Menurut <strong>dr. Frans Abednego Barus, Sp.P</strong> (Dokter Spesialis Paru) yang menjadi salah satu narasumber pada acara talkshow tersebut, membenarkan hal itu. Alasannya, setiap asap rokok yang dihirup akan masuk ke dalam paru. Hal itu akan merusak bangunan saluran nafas yang memiliki daya tahan mekanik dan kimia. Daya tahan mekanik yakni rambut-rambut halus (Silia) yang dapat mengusir kuman dan mengarahkan dahak, reak agar mudah keluar dari saluran pernafasan. Tetapi bagi perokok, bagian itu ternyata sudah rusa,  begitu juga dengan daya tahan kimia yang terganggu.</p>



<p>Pada akhirnya, melihat banyaknya pengaruh buruk dari asap rokok, kita harapkan kepada pemerintah sebagai pembuat regulasi untuk mengambil kebijakan yang lebih tegas. Berharap kehadiran regulasi yang tegas tersebut, maka angka perokok aktif akan dapat ditekan dan sudah barang tentu menurunkan angka perokok pasif pula. Sehingga masyarakat kita tetap sehat dan produktif, terutama bagi generasi penerus bangsa. </p>



<p>Sementara bagi kita masyarakat, yuk jadikan rumah dan lingkungan kita bebas rokok ya! Salam sehat.</p>



<p>*****</p>



<blockquote class="wp-block-quote"><p>&#8220;Saya sudah berbagi pengalaman pribadi untuk #putusinaja  hubungan dengan rokok atau dorongan kepada pemerintah untuk #putusinaja  kebijakan pengendalian tembakau yang ketat. Anda juga bisa berbagi  dengan mengikuti lomba blog serial #putusinaja yang diselenggarakan KBR  (Kantor Berita Radio) dan Indonesian Social Blogpreneur ISB. Syaratnya, bisa Anda lihat <strong><a rel="noreferrer noopener" aria-label="di sini (opens in a new tab)" href="https://kbr.id/intermezzo/05-2020/yuk__ikuti_lomba_blog__putusinaja__berhadiah_total_21_juta/103163.html" target="_blank">di sini</a></strong>&#8220;<br></p></blockquote>



<p>*****</p>



<p>Sumber Referensi :</p>



<p><a href="https://www.databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/07/04/96-juta-orang-indonesia-jadi-perokok-pasif">https://www.databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/07/04/96-juta-orang-indonesia-jadi-perokok-pasif</a></p>



<p><a href="https://www.halodoc.com/alasan-perokok-pasif-lebih-berbahaya-dari-yang-aktif">https://www.halodoc.com/alasan-perokok-pasif-lebih-berbahaya-dari-yang-aktif</a></p>



<p><a href="https://www.kbrprime.id/listen.html?type=story-telling&amp;cat=ruang-publik&amp;title=rumah-asap-rokok-dan-ancaman-covid-19">https://www.kbrprime.id/listen.html?type=story-telling&amp;cat=ruang-publik&amp;title=rumah-asap-rokok-dan-ancaman-covid-19</a></p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://thurneysensimanjuntak.com/2020/06/03/yuk-jadikan-rumah-bebas-rokok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>Imunoterapi Kanker, Inovasi Pengobatan Kanker</title>
		<link>https://thurneysensimanjuntak.com/2020/02/21/imunoterapi-kanker-inovasi-pengobatan-kanker/</link>
				<comments>https://thurneysensimanjuntak.com/2020/02/21/imunoterapi-kanker-inovasi-pengobatan-kanker/#respond</comments>
				<pubDate>Fri, 21 Feb 2020 16:14:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Thurneysen]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[KalahkanKanker]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://thurneysensimanjuntak.com/?p=492</guid>
				<description><![CDATA[“Dokter, berikan saya suntik mati!” “Lho, kenapa Ibu?” Dengan sesenggukan, seorang perempuan menceritakan bahwa suaminya telah selingkuh dengan perempuan lain sejak ia divonis terkena kanker <a href="https://thurneysensimanjuntak.com/2020/02/21/imunoterapi-kanker-inovasi-pengobatan-kanker/" class="read-more-link">[more...]</a>]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[
<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/Roche.jpg" alt="" class="wp-image-502" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/Roche.jpg 728w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/Roche-300x200.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/Roche-720x480.jpg 720w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/Roche-360x240.jpg 360w" sizes="(max-width: 728px) 100vw, 728px" /><figcaption>ilustrasi, sumber gambar : https://www.roche.co.id/id/sekilas_tentang_roche/kilas_balik_roche.html</figcaption></figure></div>



<blockquote class="wp-block-quote is-style-default"><p>“Dokter, berikan saya suntik mati!”</p><p>“Lho, kenapa Ibu?”</p><p>Dengan sesenggukan, seorang perempuan menceritakan bahwa suaminya telah selingkuh dengan perempuan lain sejak ia divonis terkena kanker payudara.</p></blockquote>



<p style="font-size:17px">Pertama sekali membaca kisah itu, membuat hati saya pilu
dan bergetar. Kisah itu merupakan penggalan cerita seorang dokter kepada teman yang
mendampingi isterinya yang sedang berjuang menghadapi penyakit kanker yang dideritanya.</p>



<p style="font-size:17px">Untungnya teman saya merupakan seorang suami yang setia
dan berkomitmen kuat untuk selalu mendampingi istrinya. Baik sejak dari awal
istrinya terserang penyakit kanker hingga pada akhir dipanggil Tuhan ke
pangkuanNya.</p>



<p style="font-size:17px">Harus diakui, bahwa perjuangan melawan penyakit kanker
ini bukan perkara yang mudah. Terlalu banyak cerita yang kita dengar di balik
perjuangan melawan penyakit kanker tersebut. </p>



<p style="font-size:17px">Mulai dari pengobatan yang membutuhkan proses waktu yang
panjang dengan biaya pengobatan yang sangat mahal, belum lagi harus menjalani kemoterapi
rutin yang sudah barang tentu membawa banyak efek samping pada tubuhnya.</p>



<p style="font-size:17px">Dalam sebuah situs di internet, <a href="http://www.alodokter.com">www.alodokter.com</a> yang
pernah saya baca, ternyata efek samping dari kemoterapi tersebut ternyata sangat
variatif. Mulai dari rambut rontok, nyeri, kehilangan nafsu makan, mulut terasa
asam atau pahit, mual dan muntah, sesak napas, kulit kering dan terasa perih,
pendarahan seperti mudah memar, gusi berdarah dan mimisan, gangguan psikologis
seperti depresi, stress dan cemas, rasa lelah dan lemah sepanjang hari, dan
lain sebagainya.</p>



<p style="font-size:17px">Pertanyaannya, mengapa efek samping kemoterapi ini
dapat muncul? Salah satunya karena obat-obatan itu ternyata tidak memiliki
kemampuan untuk membedakan sel kanker yang berkembang abnormal dengan sel sehat
yang normal.</p>



<p style="font-size:17px">Melihat perjuangan dari para penderita penyakit kanker
ini, dalam benak saya sering berpikir bahwa &nbsp;adakah harapan bagi seorang penderita penyakit
kanker?</p>



<p style="font-size:17px">Apalagi kalau melihat dari berbagai sumber seperti di <a href="http://www.inews.id">www.inews.id</a>,
bahwa kanker merupakan
penyakit kronis yang menjadi salah satu penyebab kematian jutaan penduduk di
dunia. Tahun 2018 saja, ada 18,1 juta kasus baru kanker di dunia dengan angka
kematian sebesar 9,6 juta.</p>



<p style="font-size:17px">Bagaimana dengan kondisi di
Indonesia? Kanker merupakan penyebab kematian kedua penyakit tidak menular.
Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) bahwa prevalensi kanker di
Indonesia mengalami peningkatan dari 1,4 per 1.000 penduduk di 2013 menjadi 1,8
per 1.000 penduduk pada 2018.</p>



<p style="font-size:17px">Kalau
mengutip data dari yang dirilis <a href="http://www.sehatnegeriku.kemkes.go.id">www.sehatnegeriku.kemkes.go.id</a>
menyebutkan bahwa Angka kejadian penyakit kanker di Indonesia berada pada
urutan 8 di Asia Tenggara, sedangkan di Asia urutan ke 23. </p>



<p style="font-size:17px">Melihat data tersebut, sesungguhnya
sudah saatnya memanfaatkan terobosan-terobosan baru untuk meminimalkan
permasalahan penyakit kanker ini.</p>



<p style="font-size:17px">Nah, kabar baiknya, ternyata saat
ini sudah ada sebuah terobosan baru yang bisa dilakukan untuk pengobatan kanker.
Namanya imunoterapi.</p>



<figure class="wp-block-image"><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/kanker-2.jpg" alt="" class="wp-image-499" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/kanker-2.jpg 815w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/kanker-2-300x40.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/kanker-2-768x104.jpg 768w" sizes="(max-width: 815px) 100vw, 815px" /></figure>



<p style="font-size:17px">Sebenarnya,
apa yang dimaksud dengan imonoterapi? Imunoterapi adalah standar baru dalam
pengobatan kanker dengan cara mengembalikan kemampuan sistem imun (sel T) di
dalam tubuh pasien agar dapat melawan sel kanker.</p>



<p style="font-size:17px">Untuk
itu, sebenarnya yang perlu diupayakan, bagaimana agar sistem imun dapat
mengenali dan menghancurkan sel kanker tersebut. </p>



<p style="font-size:17px">Sementara
permasalahnya, bahwa sel kanker itu ternyata menggunakan cara kamuflase untuk
mengelabui sistem imun itu sendiri. Dengan demikian, maka sel kanker tersebut terlihat
seperti sel normal oleh sistem imun, yang mengakibatkan sel kanker tersebut
terus tumbuh dan menyebar. Adapun kemampuan kamuflase yang dimiliki oleh sel
kanker tersebut tidak terlepas dari keberadaan protein PD-L1 yang terdapat di
permukaan sel kanker.</p>



<p style="font-size:17px">Nah,
imunoterapi kanker sendiri yang sudah dikembangkan sejak tahun 1990 ini,
merupakan obat yang berfungsi untuk menghalangi PD-L1, dan menguak kamuflase
sel kanker terhadap sistem imun. </p>



<p style="font-size:17px">Intinya,
bahwa kehadiran imunoterapi kanker akan menjadi anti PD-L1. Dengan demikian,
maka cara kerja sistem imun pun akan berjalan semestinya.</p>



<figure class="wp-block-image"><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/CAncer-3-1024x143.jpg" alt="" class="wp-image-501" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/CAncer-3-1024x143.jpg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/CAncer-3-300x42.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/CAncer-3-768x107.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/CAncer-3.jpg 1192w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p style="font-size:17px">Perlu kita ketahui bersama, jika sistem imun pada kondisi normal, maka sistem imun tubuh akan mampu mendeteksi dan menghancurkan sel “asing”&nbsp; atau yang abnormal di dalam tubuh kita, tentu dengan mengerahkan pasukan sel T. Selengkapnya cara kerja sistem imun tersebut yakni melakukan tiga tahapan seperti berikut:</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/kanker-1-1.jpg" alt="" class="wp-image-495" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/kanker-1-1.jpg 839w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/kanker-1-1-300x269.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/kanker-1-1-768x689.jpg 768w" sizes="(max-width: 839px) 100vw, 839px" /></figure></div>



<ul><li><strong>MENCARI</strong>, sel T akan mencari semua hal yang berbahaya bagi tubuh.</li><li><strong>MEMINDAI</strong>, sel T memindai sel-sel untuk membedakan antara sel yang normal dan abnormal atau ‘asing’.</li><li><strong>MENYERANG</strong>, ketika sudah terdeteksi sel abnormal tersebut, maka akan diserang dan disingkirkan oleh sel T. </li></ul>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter is-resized"><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/Kemo-1024x135.jpg" alt="" class="wp-image-511" width="580" height="76" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/Kemo-1024x135.jpg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/Kemo-300x40.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/Kemo-768x101.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/Kemo.jpg 1191w" sizes="(max-width: 580px) 100vw, 580px" /></figure></div>



<p style="font-size:17px">Nah, jika kita bandingkan dengan cara pengobatan kanker selama ini, kemoterapi, maka kita akan melihat keunggulan dari imunoterapi.</p>



<p style="font-size:17px">Seperti yang sudah disampaikan di atas, ternyata kemoterapi dapat menimbulkan berbagai efek samping. </p>



<p style="font-size:17px">Selain itu, berdasarkan sebuah informasi yang penulis baca pada situs www.nova.grid.id menyampaikan bahwa cara kerja kemoterapi adalah menyerang semua sel aktif di tubuh  (tidak hanya sel kanker, tapi juga sel-sel aktif lainnya yang tidak  jahat, seperti sel rambut, kuku, atau kulit).</p>



<p style="font-size:17px">Sedangkan cara  kerja pengobatan imunoterapi adalah mendorong kerja sistem imun atau  sistem kekebalan tubuh agar lebih kuat dan efektif dalam melawan  penyakit kanker.</p>



<p style="font-size:17px">Jadi, dari perbedaan tersebut tentu seorang pasien atau keluarga dapat memutuskan pengobatan kanker yang akan digunakan. Untuk itu, sebelum memutuskan tindakan pengobatan yang diambil, ada baiknya terlebih dahulu <strong>menghubungi dokter untuk berkonsultasi lebih lanjut</strong>.</p>



<figure class="wp-block-image"><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/perkembangan-1024x136.jpg" alt="" class="wp-image-516" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/perkembangan-1024x136.jpg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/perkembangan-300x40.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/perkembangan-768x102.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/perkembangan.jpg 1187w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p style="font-size:17px">Sekarang, waktunya kita akan berbicara tentang kemajuan imunoterapi kanker. Antara imunoterapi kanker masa lalu dan imunoterapi kanker masa kini ternyata sudah jauh lebih baik.</p>



<p style="font-size:17px">Nah untuk itu, ada perlunya kita mengetahui sedikit tentang bagaimana sebenarnya awal kelahiran imunoterapi kanker tersebut serta perkembangannya masa sekarang.</p>



<p style="font-size:17px">Pada tahun 1890-an, William Coley, seorang ahli bedah yang berasal dari New York memberikan mencoba suntikan bakteri (Coley&#8217;s toxin) untuk menyembuhkan kanker. Ternyata mampu merangsang sistem imun dan membuat tumor mengecil dan hilang. Hanya permasalahannya, temuan ini tidak dapat direplikasi oleh ahli lain.</p>



<p style="font-size:17px">Bagaimana dengan masa sekarang? Dengan merancang protein sistem imun yang mencoba mengubah interaksi sistem imun dan sel kanker. Salah satu cara yang dilakukan yakni dengan membuat inhibitor <em>checkpoin </em>sel imun yang membantu tubuh untuk mengidentifikasi dan menyerang sel kanker.</p>



<p style="font-size:17px">Adapun uji klinis obat “<em>checkpoint inhibitor</em>” telah dilakukan mulai 10 tahun yang lalu dan ternyata menunjukkan hasil positif dimana <em>checkpoint inhibitor</em> bekerja untuk menghalangi pengikatan protein tertentu, seperti PD-L1.</p>



<p style="font-size:17px">Sebagai salah satu fakta keberhasil terobosan inovasi imunoterapi kanker tersebut, dapat pembaca ikuti pada tayangan video berikut.</p>



<figure class="wp-block-embed-youtube aligncenter wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Imunoterapi, Terobosan Inovatif Melawan Kanker Paru-paru - iNews Siang 23/12" width="640" height="360" src="https://www.youtube.com/embed/AozQT4HN8l8?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p style="font-size:17px">Dari tayangan tersebut kita dapat mendengar pengalaman dari Sri Ediati (Penyintas Kanker) yang menyampaikan bahwa pasca kemoterapi, untuk memulihkan sistem imun dalam dirinya, telah melakukan pengobatan melalui imunoterapi.</p>



<p style="font-size:17px">Sementara, dalam tayangan tersebut dipaparkan juga pernyataan bahwa imunoterapi merupakan cara melatih sistem imun untuk mengenali sel kanker sebagai musuh dan menghancurkannya. Sementara efek sampingnya cenderung lebih ringan daripada melakukan kemoterapi. </p>



<p style="font-size:17px">Hebatnya lagi, ternyata tingkat harapan hidup pengidap penyakit kanker dengan menggunakan pengobatan melalui imunoterapi jauh lebih tinggi (88%) dibanding dengan kemoterapi.</p>



<p style="font-size:17px">Mengingat pengobatan dengan imunoterapi ini jauh lebih berkualitas, berharap ke depannya semakin berkembang di Indonesia. Sehingga angka pengidap kanker di Indonesia semakin menurun. Produktivitas masyarakat pun meningkat.</p>



<p style="font-size:17px">Akhir kata saya ucapkan salam sehat untuk kita semua. Mari kita <a rel="noreferrer noopener" aria-label="kalahkankanker (opens in a new tab)" href="http://www.kalahkankanker.com" target="_blank"><strong>kalahkankanker</strong></a>.</p>



<p class="has-background has-vivid-cyan-blue-background-color">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;<strong> Sumber Referensi :</strong></p>



<ol><li><a href="https://www.alodokter.com/perawatan-kemoterapi-dan-efek-sampingnya">https://www.alodokter.com/perawatan-kemoterapi-dan-efek-sampingnya</a> </li><li><a href="https://www.inews.id/lifestyle/health/mengenal-anti-pd-l1-imunoterapi-untuk-pengobatan-kanker-stadium-lanjut">https://www.inews.id/lifestyle/health/mengenal-anti-pd-l1-imunoterapi-untuk-pengobatan-kanker-stadium-lanjut</a> </li><li><a href="https://kalahkankanker.com/">https://www.kalahkankanker.com/</a> </li><li>https://nova.grid.id/read/051987936/diklaim-lebih-efektif-dari-kemoterapi-yuk-kenalan-dengan-pengobatan-imunoterapi-secercah-harapan-bagi-penyintas-kanker?page=all</li><li>https://www.roche.co.id/id/sekilas_tentang_roche/lingkup_usaha/farmasi/onkologi/imunoterapikanker/Perkembangan-Imunoterapi-Kanker.html</li><li> <a href="http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/fokus-utama/20190131/2329273/hari-kanker-sedunia-2019/">http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/fokus-utama/20190131/2329273/hari-kanker-sedunia-2019/</a>  </li></ol>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://thurneysensimanjuntak.com/2020/02/21/imunoterapi-kanker-inovasi-pengobatan-kanker/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 0/308 objects using memcache
Page Caching using disk: enhanced 
Database Caching using redis (Request-wide modification query)

Served from: thurneysensimanjuntak.com @ 2024-06-30 01:31:01 by W3 Total Cache
-->