<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Literasi &#8211; Rumah #InspiraThur</title>
	<atom:link href="https://thurneysensimanjuntak.com/category/literasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://thurneysensimanjuntak.com</link>
	<description>Ruang Berbagi Lewat Tulisan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 25 Apr 2024 12:21:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.2.21</generator>

<image>
	<url>https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/02/cropped-Thur-Sketsa-1-32x32.jpg</url>
	<title>Literasi &#8211; Rumah #InspiraThur</title>
	<link>https://thurneysensimanjuntak.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Teknologi Sebuah Keniscayaan Bagi Pendidikan Anak</title>
		<link>https://thurneysensimanjuntak.com/2024/04/25/teknologi-sebuah-keniscayaan-bagi-pendidikan-anak/</link>
				<comments>https://thurneysensimanjuntak.com/2024/04/25/teknologi-sebuah-keniscayaan-bagi-pendidikan-anak/#respond</comments>
				<pubDate>Thu, 25 Apr 2024 12:21:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Thurneysen]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Bimbel]]></category>
		<category><![CDATA[Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[CerdasdenganMetodeKumon]]></category>
		<category><![CDATA[kumonblogcompetition]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://thurneysensimanjuntak.com/?p=2294</guid>
				<description><![CDATA[“Berubah lagi! Berubah lagi!” celetuk seorang pejuang UTBK – SNBT 2023. Ngomong-ngomong sudah tahu apa itu UTBK – SNBT? UTBK – SNBT merupakan salah satu <a href="https://thurneysensimanjuntak.com/2024/04/25/teknologi-sebuah-keniscayaan-bagi-pendidikan-anak/" class="read-more-link">[more...]</a>]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_1786" aria-describedby="caption-attachment-1786" style="width: 300px" class="wp-caption alignleft"><img class="wp-image-1786 size-medium" src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/10/Gambar-Menulis-300x230.jpg" alt="" width="300" height="230" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/10/Gambar-Menulis-300x230.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/10/Gambar-Menulis.jpg 703w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-1786" class="wp-caption-text">Dokumentasi Pribadi</figcaption></figure>
<p>“Berubah lagi! Berubah lagi!” celetuk seorang pejuang UTBK – SNBT 2023.</p>
<p>Ngomong-ngomong sudah tahu apa itu UTBK – SNBT?</p>
<p>UTBK – SNBT merupakan salah satu jalur masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia. Atau merupakan singkatan dari Ujian Tulis Berbasis Komputer – Seleksi Nasional Berbasis Tes.</p>
<p>Nah, sejak tahun 2023, ternyata sistem Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) masuk PTN ternyata ada perubahan. Salah satunya adalah materi yang diujikan.</p>
<p>Kalau sebelum tahun 2023, materi yang diujikan adalah Tes Potensi Skolastik (TPS) dengan Tes Potensi Akademik (TPA).</p>
<p>Tetapi semenjak 2023, TPA itu pun dihapuskan, diganti dengan Literasi Bahasa Inggris, Literasi Bahasa Indonesia, dan Penalaran Matematika.</p>
<p>Bagi yang memiliki kemampuan yang kuat dalam bidang TKA, tentu ini bukan sesuatu yang menguntungkan. Tetapi bagi mereka yang kuat berlogika matematika dan kemampuan literasi, akan sangat menguntungkan.</p>
<p>Sobat! Perlu diketahui, perubahan tersebut tentu bukan tanpa alasan. Mengingat bahwa peringkat PISA Indonesia memang tergolong rendah selama ini di antara negara-negara peserta PISA.</p>
<p>PISA atau “Program for International Student Assessment” merupakan evaluasi internasional yang dilakukan untuk mengukur kemampuan siswa tentang literasi membaca, matematika, dan sains.</p>
<figure id="attachment_2301" aria-describedby="caption-attachment-2301" style="width: 300px" class="wp-caption alignleft"><img class="wp-image-2301 size-medium" src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2024/04/UTBK-300x158.png" alt="" width="300" height="158" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2024/04/UTBK-300x158.png 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2024/04/UTBK-768x406.png 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2024/04/UTBK-1024x541.png 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2024/04/UTBK.png 1295w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-2301" class="wp-caption-text">Dokumentasi Pribadi</figcaption></figure>
<p>Kembali ke persiapan UTBK – SNBT. Jadi untuk mempersiapkan sistem UTBK – SNBT, sesungguhnya peserta telah merasakan ujian yang tidak jauh berbeda pada level sekolah sebelumnya melalui Assesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).</p>
<p>Tentu tidak perlu berlarut-larut memperbincangkan seputar perubahan tersebut. Sekarang bagaimana peserta didik itu siap ketika menghadapi UTBK – SNBT.</p>
<p>Menurut hemat saya, pembiasaan dengan literasi dan penalaran matematika sejak dini adalah satu cara yang sangat efektif untuk mempersiapkan diri di masa mendatang, untuk menghadapi ujian seperti UTBK – SNBT.</p>
<p>Sesungguhnya pembiasaan dengan literasi dan penalaran bukan saja berurusan dengan ujian, tetapi sangat membantu anak-anak di masa depannya untuk mengembangkan konsep-konsep dasar, seperti angka, pola, dan hubungan antar objek. Hal lainnya, akan membantu mengasah kemampuan berpikir logis, menganalisis situasi, dan menyelesaikan berbagai permasalahan.</p>
<p>Pertanyaannya, adakah program pendidikan tambahan yang dapat meningkatkan literasi dan penalaran matematika tersebut sejak dini? Nah, ini dia! Kumon.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>Kumon Program Mengembangkan Potensi</strong></h2>
<p>Sudah pernah mendengar tentang Kumon?</p>
<p>Kumon adalah program pembelajaran yang bertujuan untuk mengembangkan potensi setiap siswa secara maksimal. Dengan bimbingan yang tepat, siswa dapat belajar menghadapi tantangan dengan percaya diri dan kemampuan sendiri.</p>
<p>Selain itu, Kumon juga berusaha membentuk individu yang mandiri dan cakap, memberikan mereka kemampuan untuk menentukan jalan hidupnya sendiri sejak dini.</p>
<p>Oleh karena itu, Kumon itu bisa menjadi solusi sebagai <a href="https://id.kumonglobal.com/for-parents/our-programmes/?utm_source=website&amp;utm_medium=article&amp;utm_campaign=Kumonblogcompetition" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>bimbel Matematika anak</strong></a>.</p>
<p>Kalau bicara tentang latar belakang hadirnya Kumon, tidak terlepas dari jasa Toru Kumon. Metode Kumon itu sendiri lahir dari hasrat seorang ayah untuk membantu anaknya menjadi mandiri dalam belajar matematika.</p>
<figure id="attachment_2300" aria-describedby="caption-attachment-2300" style="width: 300px" class="wp-caption alignright"><img class="wp-image-2300 size-medium" src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2024/04/Tulisan-300x242.jpg" alt="" width="300" height="242" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2024/04/Tulisan-300x242.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2024/04/Tulisan.jpg 657w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-2300" class="wp-caption-text">Dokumentasi Pribadi</figcaption></figure>
<p>Sekarang ini, Kumon telah banyak membantu anak-anak memperkuat dasar-dasar matematika dan kemudian membangunnya ke tingkat yang lebih tinggi.</p>
<p>Mereka diajak untuk memecahkan masalah matematika secara sistematis, memperdalam pemahaman tentang konsep-konsep matematika, dan meningkatkan kemampuan berpikir logis dan analitis mereka.</p>
<p>Saya yakin ketika kemampuan ini terus berkesinambungan, tentu akan memudahkan anak nantinya dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam menghadapi UTBK – SNBT seperti yang telah disampaikan di atas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>Kumon di Era Digital</strong></h2>
<p>Akhir-akhir ini, kita semakin sering melihat bahkan merasakan teknologi itu semakin berperan signifikan dalam pendidikan. Terutama semakin pesat perkembangannya saat dunia mengalami pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu.</p>
<p>Teknologi telah memberikan berbagai kemudahan dalam pendidikan, sehingga memungkinkan anak-anak belajar semakin efisien dan efektif, karena pembelajaran dapat dilakukan kapan saja, di mana saja, dan dari siapa saja.</p>
<p>Bukan itu saja, dengan kehadiran teknologi itu pembelajaran pun semakin menyenangkan, menghibur, interaktif, dan didesain dengan penuh kreativitas.</p>
<p>Nah, kalau berbicara tentang teknologi dalam pendidikan, maka Kumon pun tidak tertinggal. Kumon terus berinovasi dan berbenah diri. Salah satu yang bisa dinikmati adalah <a href="https://id.kumonglobal.com/kumon-connect/?utm_source=website&amp;utm_medium=article&amp;utm_id=Kumon+Blog+Competition" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Kumon Connect</strong></a>.</p>
<p>Sudah pernah dengar Kumon Connect?</p>
<p>Kumon Connect merupakan platform belajar digital terbaru dari Kumon. Adapun tujuannya yakni memperkuat hubungan antara anak, orang tua, dan pembimbing.</p>
<p><iframe title="Belajar Lebih Praktis dengan KUMON CONNECT" width="640" height="360" src="https://www.youtube.com/embed/bpjLNMXp48s?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Orang tua juga dapat terlibat dalam proses belajar anak-anak mereka dengan meninjau catatan belajar dan terhubung dengan pembimbing.</p>
<p>Dengan keberadaan Kumon Connect tersebut,  maka komunikasi pun akan semakin intens dan hubungan personal yang lebih erat. Bahkan pembimbing Kumon dapat memantau kemajuan belajar siswa dan memberikan umpan balik.</p>
<p>Selanjutnya, dengan keberadaan program <a href="https://id.kumonglobal.com/kumon-connect/?utm_source=website&amp;utm_medium=article&amp;utm_id=Kumon+digital" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>kumon digital</strong></a> ini, maka dimungkinkan anak-anak untuk belajar secara mandiri seperti saat menggunakan lembar kerja Kumon. Tentunya dengan menggunakan perangkat tablet, sementara untuk tulis menulis, siswa dapat menggunakan “stylus pen”.</p>
<p>Memang lambat laun, di era digital seperti sekarang semakin banyak saja kemudahan bagi anak. Ketika anak ingin belajar matematika dan literasi, tidak perlu bepergian jauh dari rumah menuju tempat les, sebab Kumon juga telah menyediakan <strong><a href="https://id.kumonglobal.com/kumon-connect/?utm_source=website&amp;utm_medium=article&amp;utm_campaign=Kumonblogcompetition&amp;utm_id=Kumon+digital" target="_blank" rel="noopener noreferrer">les matematika online</a>.</strong></p>
<p>Bahkan untuk <a href="https://id.kumonglobal.com/for-parents/our-programmes/?utm_source=website&amp;utm_medium=article&amp;utm_campaign=Kumonblogcompetition&amp;utm_id=Les+Bahasa+inggris+anak" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>les Bahasa Inggris anak</strong></a> pun, Kumon telah menyediakan <a href="https://id.kumonglobal.com/kumon-connect/?utm_source=website&amp;utm_medium=article&amp;utm_campaign=Kumonblogcompetition&amp;utm_id=Kursus+bahasa+inggris+online" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>kursus Bahasa Inggris online</strong></a>.</p>
<p>Pada akhirnya, dengan kehadiran Kumon digital, baik itu les Bahasa Inggris online dan kursus Bahasa Inggris online, telah membuka pintu bagi pengembangan diri anak secara luar biasa.</p>
<p>Melalui platform digital tersebut, anak-anak diharapkan memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemampuan literasi dan penalaran matematika mereka secara mandiri dan terstruktur.</p>
<p>Dengan akses yang fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan individu, Kumon digital tidak hanya membantu memperkuat kemampuan matematika, tetapi juga keterampilan bahasa Inggrisnya.</p>
<p>Inovasi itu tentunya akan dapat memberikan anak-anak peluang yang lebih luas untuk mencapai potensi penuh mereka dalam menghadapi tantangan masa depan. (TS)</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://thurneysensimanjuntak.com/2024/04/25/teknologi-sebuah-keniscayaan-bagi-pendidikan-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Literasi Digital Bagi Anak (Siswa)</title>
		<link>https://thurneysensimanjuntak.com/2023/04/24/pentingnya-literasi-digital-bagi-anak-siswa/</link>
				<comments>https://thurneysensimanjuntak.com/2023/04/24/pentingnya-literasi-digital-bagi-anak-siswa/#respond</comments>
				<pubDate>Sun, 23 Apr 2023 23:50:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Thurneysen]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[internet provider]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://thurneysensimanjuntak.com/?p=2257</guid>
				<description><![CDATA[Sebagai orang tua, pernahkah merasa khawatir kalau anak Anda sedang mengalami ketergantungan atau kecanduan pada gadget?  Ternyata, itu bukan hanya masalah Anda. Ada banyak orang <a href="https://thurneysensimanjuntak.com/2023/04/24/pentingnya-literasi-digital-bagi-anak-siswa/" class="read-more-link">[more...]</a>]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_1786" aria-describedby="caption-attachment-1786" style="width: 703px" class="wp-caption aligncenter"><img class="wp-image-1786 size-full" src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/10/Gambar-Menulis.jpg" alt="" width="703" height="539" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/10/Gambar-Menulis.jpg 703w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/10/Gambar-Menulis-300x230.jpg 300w" sizes="(max-width: 703px) 100vw, 703px" /><figcaption id="caption-attachment-1786" class="wp-caption-text">Dokpri</figcaption></figure>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebagai orang tua, pernahkah merasa khawatir kalau anak Anda sedang mengalami ketergantungan atau kecanduan pada gadget? </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ternyata, itu bukan hanya masalah Anda. Ada banyak orang tua yang merasa khawatir anak mereka sedang mengalami ketergantungan atau kecanduan pada gadget, atau memanfaatkannya untuk aktivitas yang negatif atau yang tidak bermanfaat.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Lantas, apakah kita akan menyalahkan kehadiran gadget di zaman sekarang? Atau berupaya menjauhkan gadget dari tangan anak kita?</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Saya rasa tidak demikian konsepnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kita sudah melihat bersama, bahwa gadget bagi seorang anak (siswa) ternyata sangat penting untuk mendukung pendidikan mereka.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Masih ingat bukan? Ketika dunia dilanda pandemi covid-19, dunia pendidikan adalah salah satu yang merasakan betapa penting dan gentingnya teknologi digital seperti <em>smartphone</em>, tablet, laptop, atau komputer.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Saya sendiri sebagai guru, merasakan hal tersebut. Bahwa untuk melakukan pembelajaran daring, setidaknya di tangan guru dan siswa harus ada gadget sebagai sarana pendukung untuk berinteraksi. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Tidak mungkin selama dua tahun saya tetap dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab saya sebagai guru dengan baik tanpa adanya gadget di tangan siswa.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sekali lagi, pokok permasalahannya sesungguhnya bukan gadget, tetapi bagaimana gadget yang ada di tangan anak (siswa) bisa dimanfaatkan untuk perkembangan dan kemajuan diri serta menghasilkan berbagai karya yang bermanfaat.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Gadget tentu tidak salah, tergantung kita yang memanfaatkannya. Ibarat pisau, yang sangat bermanfaat untuk mengupas bawang, tetapi dapat juga melukai. Kita pilih yang mana?</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Oleh karena itu, edukasi tentang pemanfaatan gadget teramat penting bagi para anak (siswa). Tentunya keluarga dan sekolah memegang peranan penting untuk hal ini.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebagai orang tua atau guru, mulailah memperkenalkan literasi digital sejak dini.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ngomong-ngomong sudah pernah mendengar istilah literasi digital?</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menurut UNESCO, bahwa literasi digital itu merupakan kecakapan (life skills). Tidak hanya melibatkan kemampuan penggunaan perangkat teknologi informasi dan komunikasi, tapi juga melibatkan kemampuan dalam bersosialisasi, sikap berpikir kritis, kreatif, serta inspiratif sebagai kompetisi digital.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Atau bisa juga dibilang bahwa literasi digital tersebut melibatkan hal-hal berikut, seperti membaca, memahami, menulis, dan mengkaryakan sesuatu sebagai sebuah pengetahuan maupun konten baru dengan media teknologi digital.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sementara, untuk meningkatkan kecakapan dalam berliterasi digital, pemerintah kita, dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika telah memperkenalkan empat pilar literasi digital. Kecakapan digital, etika digital, keamanan digital, dan budaya digital.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Nah, ketika anak (siswa) sudah melek literasi digital, berharap gadget di tangan anak (siswa) diperuntukkan untuk hal yang baik, penting, dan berguna.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebagai orang tua dan guru, kita wajib tetap mendampingi anak dalam hal memanfaat gadget tersebut, membentuk prosedur atau aturan yang jelas, serta keteladanan dalam pemanfaatan gadget.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berdasarkan pengalaman sebagai guru, saya mencoba menularkan semangat pemanfaatan gadget bagi para siswa untuk hal yang baik dan positif. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Misalnya, melalui ekstrakurikuler “Blogger Club” yang saya bimbing di sekolah, saya berupaya agar siswa untuk berkarya dengan mempublikasikan tulisan di blog</span><span style="font-weight: 400;">, </span><span style="font-weight: 400;">baik itu</span> <span style="font-weight: 400;">berupa pengetahuan, pengalaman, atau hal-hal yang dapat menginspirasi orang lain.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Begitu juga sebagai orang tua di rumah, saya tetap mendidik dan membimbing anak, agar tetap memanfaatkan gadget dengan baik dan benar untuk keperluan pendidikan. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sekali lagi, pendampingan dan keteladanan adalah salah satu cara paling bijak yang dapat membantu agar anak saya menggunakan gadget untuk hal-hal yang bermakna.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Oleh karena itu, hasilnya terlihat jelas dan nyata, tidak sedikit siswa yang menghasilkan karya dan prestasi di media online, begitu juga dengan anak saya di rumah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dengan demikian, kalau mereka sudah memanfaatkan gadget dan jaringan <a href="https://indihome.co.id/blog/pengertian-internet-ketahui-sejarah-perkembangan-dan-manfaatnya" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>internet</strong></a> untuk hal yang baik dan berguna, maka tidak ada hal yang sia-sia ketika mencoba memfasilitasi anak dengan gadget dan jaringan internet dari </span><b>internet provider</b><span style="font-weight: 400;"> berkualitas.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Barangkali, tidak akan ada ruginya ketika mengeluarkan sejumlah uang untuk membayar </span><b>internet provider</b><span style="font-weight: 400;"> dan memanfaatkan jasa </span><b>internet provider </b><span style="font-weight: 400;">tersebut</span><b>.</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Bahkan dengan sikap dan tanggung jawab yang sudah teruji, sebaiknya anak harus difasilitasi dengan </span><b>internet provider</b><span style="font-weight: 400;"> yang dapat memaksimalkan potensi dan karya mereka.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Nah, kalau kita berbicara tentang </span><b>internet provider, </b><span style="font-weight: 400;">maka </span><b>IndiHome</b><span style="font-weight: 400;"> adalah salah satu internet provider yang banyak dipercaya di negeri ini. Alasannya tentu karena kualitas jangkauan, pengalaman, dan inovasi yang tidak pernah berhenti.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Apalagi IndiHome itu, ada di bawah perusahaan </span><b>Telkom Indonesia</b><span style="font-weight: 400;">, yang sudah dikenal luas di negeri kita.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Akhir kata, semoga kehadiran internet provider dan gadget yang ada di tangan anak kita, dapat melahirkan berbagai karya untuk memajukan masyarakat kita.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sumber Referensi:</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">https://perpustakaan.bsn.go.id/index.php?p=news&amp;id=1640</span></p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://thurneysensimanjuntak.com/2023/04/24/pentingnya-literasi-digital-bagi-anak-siswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>Jalan Berliku Menjadi Seorang Blogger</title>
		<link>https://thurneysensimanjuntak.com/2021/12/14/jalan-berliku-menjadi-seorang-blogger/</link>
				<comments>https://thurneysensimanjuntak.com/2021/12/14/jalan-berliku-menjadi-seorang-blogger/#comments</comments>
				<pubDate>Tue, 14 Dec 2021 16:41:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Thurneysen]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[SuperBercerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://thurneysensimanjuntak.com/?p=1934</guid>
				<description><![CDATA[“Kamu tahu gak blogger-blogger Indonesia yang sering menang lomba? Coba sebutin! Sepuluh deh!” Begitu pertanyaan Noorma Fitriana M. Zain kepada seorang Blogger Pekalongan (Nurul Mutiara) <a href="https://thurneysensimanjuntak.com/2021/12/14/jalan-berliku-menjadi-seorang-blogger/" class="read-more-link">[more...]</a>]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[<p><img class="wp-image-1940 size-large alignnone" src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/12/Blogger-1-1024x543.jpg" alt="" width="758" height="402" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/12/Blogger-1-1024x543.jpg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/12/Blogger-1-300x159.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/12/Blogger-1-768x407.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/12/Blogger-1.jpg 1114w" sizes="(max-width: 758px) 100vw, 758px" /></p>
<blockquote><p><strong>“Kamu tahu gak blogger-blogger Indonesia yang sering menang lomba? Coba sebutin! Sepuluh deh!”</strong></p></blockquote>
<p>Begitu pertanyaan Noorma Fitriana M. Zain kepada seorang Blogger Pekalongan (Nurul Mutiara) yang menjadi narasumber pada channel youtube pribadi milik Noorma yang bertemakan &#8220;Beberkan Rahasia Tips Menang Lomba Blog&#8221;.</p>
<p>Tidak menduga, ternyata dalam video yang berdurasi 32.50 menit itu, Nurul menyebutkan nama saya sebagai salah satu dari sepuluh blogger Indonesia yang sering menang lomba.</p>
<p>Wah, saya jadi tersanjung. Saya malah tidak pernah berpikir demikian. Saya belum ada apa-apanya dibanding blogger lainnya. Belum sehebat itulah. Menurut saya, masih banyak sang jawara di luar sana. Sementara saya masih perlu banyak belajar seputar dunia per-blogger-an.</p>
<p>Walau demikian, saya tetap berterima kasih kepada Nurul, sang jawara blog, yang menempatkan saya pada kategori blogger Indonesia yang sering menang lomba (versi Nurul tentunya). Apakah ini yang disebut &#8220;personal branding&#8221;? Silahkan sahabat pembaca menyimpulkan sendiri.</p>
<p>Sejatinya memang, seorang blogger  harus membangun “<a href="https://superapp.id/" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>personal branding</strong></a>”. Ingin seperti apa blogger tersebut dikenal orang lain.</p>
<p>Jujur, sejak awal saya tidak ingin membangun “personal branding” sebagai pemenang lomba blog atau lomba menulis. Walau memang saya senang dan tertantang untuk ikut berbagai lomba blog atau lomba menulis. Bahkan bisa dibilang sudah memenangkan lebih dari 70 perlombaan.</p>
<p>Nah, kalau ditanya apa alasan saya ikut lomba blog atau menulis?</p>
<p>Lomba blog atau lomba menulis bagi saya adalah cara paling mudah untuk mengenali kekuatan diri serta sejauh mana kemampuan menulis saya berkembang.</p>
<p>Misalnya, apakah karya saya sudah mendapat pengakuan dari juri? Kalau juri saja memberikan kesempatan menjadi pemenang, yang notabene telah memiliki banyak pengalaman, itu artinya tulisan saya pasti layak dan berhasil memengaruhi pembaca. Sesederhana itu cara saya berpikir.</p>
<p>Kembali kepada cerita personal branding. Kalau begitu, “personal branding” apa yang ingin saya peroleh dari nge-blog atau menulis tersebut?</p>
<p>Sejak awal, saya ingin berbagi informasi dan pengalaman kepada orang lain. Syukur-syukur bisa menginspirasi.</p>
<p>Nah, kalau sahabat pembaca melihat ada tagar #InspiraThur di laman depan blog saya, itulah sesungguhnya “personal branding” yang ingin saya bangun melalui blog. Saya ingin menjadi inspirator. Saya ingin bermakna bagi orang lain, walau hanya melalui pengalaman-pengalaman sederhana saya.</p>
<p>Perlu sahabat pembaca ketahui, bahwa #InspiraThur itu sendiri merupakan singkatan dari kata Inspirasi dan Thurneysen (nama saya).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Awal Mula Jadi Blogger</strong></p>
<p>Kalau ditanya, kapankah saya resmi menjadi blogger? Saya sendiri tidak tahu, yang saya tahu kalau sejak awal tahun 2000-an, saya lagi senang-senangnya menulis.</p>
<p>Kemudian saya berpikir, kalau menulis tanpa wadah sepertinya kurang seru ternyata. Tulisan bisa tercecer ke mana-mana dan tidak bisa dinikmati orang lain.</p>
<p>Sejak saat itu, saya mulai mencoba membuat beberapa blog gratisan. Ternyata setelah menjalani beberapa tahun, kenyataannya bukan menambah semangat saya menulis, malah saya lebih fokus mengutak-atik pernak-pernik blog. Tulisan saya tidak kunjung bertambah, bahkan mulai mengalami demotivasi. Mulai merasa  bahwa menulis blog ternyata membosankan dan kurang ada manfaatnya.</p>
<p>Tetapi 2014 merupakan titik balik bagi saya. Secara perlahan, saya  mulai rajin menulis di blog. Semangat menulis blog tumbuh kembali, terutama setelah memenangkan lomba menulis yang diselenggarakan oleh sebuah media bisnis terbesar di negeri ini. Sejak saat itu, saya pun mulai disiplin dan konsisten menulis di blog.</p>
<p>Kemudian 2019, saya mulai beralih dari blog gratisan menjadi blog berbayar. Saya ingin lebih profesional dalam ngeblog. Kalau sudah berbayar tentu mau tidak mau, suka tidak suka, saya harus menulis bukan? Bahkan, saya akan mencoba bahwa biaya menyewa hosting dan domain setiap tahunnya harus berasal dari hasil ngeblog itu sendiri. Faktanya, hal itu terwujud sejak tahun pertama menyewa hosting dan domain.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Manfaat dan Pengalaman Ngeblog </strong></p>
<blockquote><p><strong>&#8220;Menulis itu mengabadikan pemikiran.&#8221; (Kang Maman)</strong></p></blockquote>
<p>Sependapat dengan pernyataan Kang Maman tersebut. Menulis atau ngeblog adalah salah satu bagian untuk mengabadikan pemikiran. Bukankah setiap hari kita berpikir? Sementara ketika berpikir, tidak jarang yang keluar itu adalah ide atau gagasan. Bisa kita bayangkan seandainya pikiran kita itu produktif dengan  gagasan. Kalau tidak segera kita tuliskan, maka ada banyak gagasan yang terlupakan dan terkubur.</p>
<p><img class="size-medium wp-image-1953 alignleft" src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/12/quotes-300x244.jpg" alt="" width="300" height="244" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/12/quotes-300x244.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/12/quotes.jpg 720w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Kemudian, melalui tulisan di blog, saya dapat berbagi kepada orang lain. Baik berbagai informasi maupun pengalaman hidup.</p>
<p>Saya yakin bahwa yang saya bagikan di blog itu ada banyak yang bermanfaat bagi orang lain. Faktanya, berdasarkan pengalaman, ada beberapa tulisan saya diblog yang akhirnya dikutip pihak lain.</p>
<p>Misalnya, ada sebuah kampus dan lembaga kursus yang mengutip dan menempatkan penggalan tulisan saya di laman depan website kampusnya dan instagram resmi lembaga mereka. Ada juga yang mengutip tulisan untuk tugas mata kuliah. Bahkan, tidak sedikit yang mengaku sangat terinspirasi dan termotivasi dengan tulisan-tulisan yang ada di blog saya. Bukankah hal itu menjadi kebahagiaan tersendiri dari seorang blogger?</p>
<p><img class="size-medium wp-image-1957 alignleft" src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/12/presiden-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/12/presiden-300x300.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/12/presiden-150x150.jpg 150w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/12/presiden-768x768.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/12/presiden.jpg 770w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Selain berbicara tetang manfaat ngeblog, saya juga mau menceritakan ada banyak pengalaman berharga lainnya yang saya rasakan ketika aktif menulis di blog. Ada banyak kesempatan dan kejutan-kejutan yang pernah terjadi.</p>
<p>Misalnya, karena aktif ngeblog, akhirnya saya bisa memiliki kesempatan bertemu langsung dan berdikusi dengan beberapa pejabat negara seperti menteri dan bahkan dengan seorang presiden. Kalau bukan karena ngeblog, sepertinya mustahil bisa bertemu dengan sosok-sosok penting di negeri ini.</p>
<p><img class="size-medium wp-image-1959 alignleft" src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/12/radio-300x243.jpg" alt="" width="300" height="243" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/12/radio-300x243.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/12/radio.jpg 720w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Saya juga pernah menjadi narasumber di beberapa pelatihan menulis. Bahkan pernah diundang untuk berbagi pengalaman di sebuah radio swasta dengan mengangkat tema &#8220;Guru yang Zaman Now, Guru yang Menulis&#8221;. Memang ketika kecil saya pernah bermimpi menjadi narasumber di radio, hal itu baru bisa terwujud ketika saya sudah menjadi seorang blogger.</p>
<p>Bukan itu saja, saya tidak pernah membayangkan bahwa pengalaman yang saya tulis, pernah  diangkat oleh sebuah perusahaan farmasi menjadi iklan layanan masyarakat dalam rangka menyambut Hari Pahlawan dan Hari Guru. Bahkan saat itu saya bisa menjadi salah seorang pemeran guru dalam  iklan layanan tersebut.</p>
<p>Melalui menulis, saya juga pernah melakukan perjalanan ke beberapa daerah yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya. Senangnya tidak perlu mengeluarkan sepeserpun, sebab semua biaya perjalanan ditanggung oleh pihak penyelenggara. Jadi, bisa berkunjung ke sebuah daerah dan berwisata dengan cara membayar sendiri itu, biasa. Akan berbeda rasanya, ketika ada yang memberangkatkan kita dan menyambut di daerah tersebut secara spesial. Itulah nikmatnya menjadi seorang blogger.</p>
<p>Sesungguhnya ada banyak pengalaman lain yang tidak bisa saya ceritakan satu per satu melalui tulisan ini. Bahkan menang lomba menulis atau lomba blog lebih kurang 70 kali, itu adalah cerita dan pengalaman yang tidak ternilai harganya.</p>
<p>Tentu untuk capaian-capaian yang saya peroleh itu, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Di balik itu semua ada proses yang saya lalui. Saya terkadang harus menunda kesenangan saya untuk rebahan dan berada di depan laptop selama berjam-jam. Bahkan itu saya lakukan secara konsisten selama bertahun-tahun, tentu dengan penuh kegembiraan dan tidak ada kata terpaksa.</p>
<p>Membangun konsitensi dan disiplin menulis itu memang tidak mudah. Tetapi akan mudah ketika sejak awal memiliki tujuan dalam menulis blog. Tujuan itulah yang menjadi menjadi faktor kuat yang akan mendorong kita untuk tetap konsisten dan disiplin ngeblog.</p>
<p>Pada akhirnya, saya sekarang bisa berkata bahwa apa yang  sudah saya raih dengan berbagai pengalaman berharga karena ngeblog adalah buah hasil kerja keras dan kerja cerdas. Kata orang, proses itu tidak akan pernah menghianati hasil. Bukan begitu?</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://thurneysensimanjuntak.com/2021/12/14/jalan-berliku-menjadi-seorang-blogger/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>Siapkah Kita Bahagia Bersama dengan Literasi?</title>
		<link>https://thurneysensimanjuntak.com/2021/11/20/siapkah-kita-bahagia-bersama-dengan-literasi/</link>
				<comments>https://thurneysensimanjuntak.com/2021/11/20/siapkah-kita-bahagia-bersama-dengan-literasi/#respond</comments>
				<pubDate>Sat, 20 Nov 2021 23:03:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Thurneysen]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[#JNE31Tahun]]></category>
		<category><![CDATA[#jnemajuindonesia]]></category>
		<category><![CDATA[#jnewsxkangmaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://thurneysensimanjuntak.com/?p=1854</guid>
				<description><![CDATA[Beberapa waktu lalu, saya membaca tentang daftar “20 Negara Paling Bahagia di Dunia 2021 Versi United Nation” dari sebuah media. Dari 20 negara yang diklaim <a href="https://thurneysensimanjuntak.com/2021/11/20/siapkah-kita-bahagia-bersama-dengan-literasi/" class="read-more-link">[more...]</a>]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_1857" aria-describedby="caption-attachment-1857" style="width: 720px" class="wp-caption aligncenter"><img class="wp-image-1857 size-full" src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/11/MS.jpg" alt="" width="720" height="341" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/11/MS.jpg 720w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/11/MS-300x142.jpg 300w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /><figcaption id="caption-attachment-1857" class="wp-caption-text">Sumber gambar: Facebook Kang Maman</figcaption></figure>
<p>Beberapa waktu lalu, saya membaca tentang daftar “20 Negara Paling Bahagia di Dunia 2021 Versi United Nation” dari sebuah <a href="https://www.kompas.com/wiken/read/2021/10/16/213238381/20-negara-paling-bahagia-di-dunia-2021-versi-united-nations?page=all">media</a>. Dari 20 negara yang diklaim bahagia berdasarkan survei tahunan yang dilakukan <em>Sustainable Development Solutions Network</em> itu, ternyata saya tidak menemukan negara kita.</p>
<p>Jujur, kebahagian saya tidak akan terpengaruh dengan peringkat itu. Tidak akan berkecil hati kalau negara kita tidak ada pada peringkat tersebut. Pasalnya, setiap hari saya masih bisa melihat senyum, canda dan tawa di negeri ini. Bukankah senyum, canda dan tawa itu adalah bagian dari kebahagian juga?</p>
<p>Tetapi sebaliknya, kita tidak boleh juga abai dengan peringkat itu. Peringkat itu bisa dijadikan sebagai bahan introspeksi diri, serta pemacu untuk tetap merawat kebahagian dari diri kita masing-masing.</p>
<p>Saya tetap optimis, ketika masih ada orang yang mau berbagi dan peduli dengan sesama, negeri ini tidak akan kekurangan kebahagiaan. Sesulit apa pun keadaan atau masalah seseorang, ketika masih ada mau berbagi dan peduli, saya yakin kebahagiaan itu akan tetap hadir dan menular.</p>
<p><em>Pertanyaannya, siapkah kita berbagi dan peduli dengan sesama?</em></p>
<p>Ngomong-ngomong kalau bicara tentang berbagi dan peduli, ternyata ada banyak cara yang bisa kita lakukan.</p>
<figure id="attachment_1860" aria-describedby="caption-attachment-1860" style="width: 300px" class="wp-caption alignleft"><img class="wp-image-1860 size-medium" src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/11/MS-2-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/11/MS-2-300x225.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/11/MS-2-768x576.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/11/MS-2.jpg 770w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-1860" class="wp-caption-text">Kang Maman, Pegiat Literasi. (Dokpri)</figcaption></figure>
<p>Saya jadi ingat dengan Kang Maman (Maman Suherman). Barangkali nama ini tidak asing bagi sahabat pembaca. Beliau adalah seorang penulis buku dan pegiat literasi. Di tengah berbagai kesibukan, ternyata masih saja memikirkan serta menyempatkan diri untuk berbagi dengan saudara-saudara kita yang ada di berbagai pelosok negeri.</p>
<p>Beliau sangat aktif melakukan aktivitas pengiriman buku kepada mereka yang membutuhkan. Bahkan beberapa kali aktivitas itu tertangkap mata saya melalui lini masa media sosial. Menariknya, beliau ternyata terjun langsung mengirim buku-buku tersebut ke berbagai pelosok negeri melalui jasa pengiriman <a href="https://www.jne.co.id/id/beranda"><strong>JNE</strong></a> yang notabene memiliki tagline <em>Connecting Happiness</em></p>
<p>“Bahagia Bersama dengan Literasi” itu memang menarik. Mampu membahagiakan pemberinya dan juga penerimanya.</p>
<figure id="attachment_1862" aria-describedby="caption-attachment-1862" style="width: 300px" class="wp-caption alignleft"><img class="wp-image-1862 size-medium" src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/11/MS-3-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/11/MS-3-300x225.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/11/MS-3-768x576.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/11/MS-3.jpg 770w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-1862" class="wp-caption-text">Berbagi Buku (dokpri)</figcaption></figure>
<p>Nah, saya sendiri pernah juga merasakan kebahagian itu, ketika ikut serta menggagasi dan menggerakkan para siswa kami untuk berbagi buku kepada mereka yang membutuhkan. Tak disangka, saat itu buku-buku yang disumbangkan anak sangat banyak yang terkumul. Puas rasanya. Pasalnya, dari mata para siswa kami pun terlihat kebahagiaan ketika mereka bisa memberi dan berbagi buku.</p>
<p>Sebagai penutup, siapkah kita membangun bahagia itu bersama dengan literasi? Yuk kita buktikan!</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://thurneysensimanjuntak.com/2021/11/20/siapkah-kita-bahagia-bersama-dengan-literasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 0/161 objects using memcache
Page Caching using disk: enhanced 
Database Caching 14/30 queries in 0.072 seconds using redis

Served from: thurneysensimanjuntak.com @ 2024-08-23 02:13:00 by W3 Total Cache
-->