<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SDM &#8211; Rumah #InspiraThur</title>
	<atom:link href="https://thurneysensimanjuntak.com/category/sdm/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://thurneysensimanjuntak.com</link>
	<description>Ruang Berbagi Lewat Tulisan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Dec 2019 22:36:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.2.21</generator>

<image>
	<url>https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/02/cropped-Thur-Sketsa-1-32x32.jpg</url>
	<title>SDM &#8211; Rumah #InspiraThur</title>
	<link>https://thurneysensimanjuntak.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>SDM Unggul, Meningkatkan Daya Saing dan Produktivitas</title>
		<link>https://thurneysensimanjuntak.com/2019/12/08/sdm-unggul-meningkatkan-daya-saing-dan-produktivitas/</link>
				<comments>https://thurneysensimanjuntak.com/2019/12/08/sdm-unggul-meningkatkan-daya-saing-dan-produktivitas/#comments</comments>
				<pubDate>Sun, 08 Dec 2019 16:17:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Thurneysen]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[SDM]]></category>
		<category><![CDATA[KADIN]]></category>
		<category><![CDATA[Kadin Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[SDM Unggul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://thurneysensimanjuntak.com/?p=227</guid>
				<description><![CDATA[“Kejayaan minyak dan kayu sudah selesai. Kejayaan komoditas sumber daya alam juga sudah hampir selesai. Untuk ke depan, percayalah, kita harus membangun pondasi sumber daya <a href="https://thurneysensimanjuntak.com/2019/12/08/sdm-unggul-meningkatkan-daya-saing-dan-produktivitas/" class="read-more-link">[more...]</a>]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[
<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/12/Kadin4-1-1024x588.jpg" alt="" data-id="233" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=233" class="wp-image-233" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/12/Kadin4-1-1024x588.jpg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/12/Kadin4-1-300x172.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/12/Kadin4-1-768x441.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/12/Kadin4-1.jpg 1338w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure></li></ul>



<p class="has-background has-luminous-vivid-amber-background-color"><em><strong>“Kejayaan minyak dan kayu sudah selesai. Kejayaan komoditas sumber daya alam juga sudah hampir selesai. Untuk ke depan, percayalah, kita harus membangun pondasi sumber daya manusia yang berkualitas, yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.”</strong></em> (Joko Widodo, Presiden RI)</p>



<p>Masihkah kita selamanya mengandalkan dan hanya mampu memanfaatkan sumber daya alam (SDA)? Sementara, kita tahu bahwa SDA itu ada yang terbatas, ada pula yang tidak dapat diperbaharui. </p>



<p>Penulis jadi ingat dengan sebuah pengalaman perjalanan
ke daerah operasional perusahaan minyak multinasional di Kalimantan Timur 2015
lalu. </p>



<p>Saat itu kami berkesempatan mendengar ceramah dan berdiskusi
dengan pihak perusahaan seputar isu hemat energi. Dalam diskusi tersebut, salah
seorang staf menyampaikan bahwa sekarang ini betapa sulitnya mencari ladang
minyak baru. Pasalnya, cadangan minyak di perut bumi semakin menipis. </p>



<p>Tentu salah satu solusi yang harus segera dilakukan
adalah menghemat energi dan mendorong para peneliti untuk mencari sumber energi
terbarukan. Jika tidak, tinggal menunggu waktu, dunia ini akan “lumpuh” dan
kesulitan menjalani berbagai aktivitas kehidupan.</p>



<p>Nah, kalau kita berbicara tentang peneliti, maka kita
sedang bicara tentang SDM. Artinya, untuk menyelesaikan berbagai permasalahan
kehidupan yang ada di sekitar kita, seperti masalah menipisnya sumber energi
fosil, tentu kita membutuhkan SDM unggul. SDM yang dinamis, kreatif dan
inovatif, serta fokus pada solusi.</p>



<p>Tampaknya untuk urusan SDM ini, bangsa kita sedang memiliki
pekerjaan rumah yang besar. Selama ini, daya saing SDM kita sudah sangat jauh
tertinggal dengan negara-negara maju. </p>



<p>Sebagai fakta, silahkan melihat data terbaru yang
dirilis oleh World Economic Forum (WEF) 2019. Indonesia ternyata menempati
peringkat 50 dari 141 negara untuk indeks daya saing global (GCI). Bandingkan
dengan data WEF 2018, Indonesia berada pada peringkat 45 dari 140 negara. Artinya,
tahun ini peringkat GCI Indonesia ternyata melorot 5 tingkat.</p>



<p>Kalau melihat indikator GCI yang membuat peringkatnya bangsa kita melorot dari
tahun sebelumnya yakni berhubungan dengan adopsi teknologi informasi dan
komunikasi (TIK) sebesar 5,7 poin dari 61,1 menjadi 55,4. Indikator berikutnya
yakni kesehatan sebesar 0,9 poin dari 71,7 menjadi 70,8. Sementara komponen
lain yang menurun adalah pasar produk sebesar 0,3 poin, serta keterampilan dan
pasar tenaga kerja sebesar 0,1 poin.</p>



<p>Nah, bagaimana jika kita bandingkan dengan negara
tetangga di Asia Tenggara, harusnya kita malu. Pasalnya, Singapura, Malaysia
dan Thailand jauh meninggalkan kita. Singapura berada pada peringkat 1,
Malaysia pada peringkat 27, sementara Thailand pada peringkat 40.</p>



<p>Kalau demikian, apa yang harus kita perbuat? </p>



<p>Kita harus segera berbenah. Semua pihak harus bersinergi untuk mengejar ketertinggalan tersebut, karena ini adalah tanggung jawab kita bersama. Apalagi indikator GCI tersebut tidak lepas dari SDM, maka kita harus meningkatkan mutu SDM kita. Sehingga menjadi SDM unggul.</p>



<p>Tentu kita tidak perlu menyesalinya yang sudah berlalu, mari tanamkan semangat optimisme dan perbaikan, agar masa yang akan datang bangsa kita memiliki daya saing global yang lebih baik lagi.</p>



<p class="has-medium-font-size"><strong>Babak Baru Perjuangan SDM Unggul</strong></p>



<figure class="wp-block-image"><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/12/KAdin.jpg" alt="" class="wp-image-228" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/12/KAdin.jpg 816w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/12/KAdin-300x44.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/12/KAdin-768x112.jpg 768w" sizes="(max-width: 816px) 100vw, 816px" /></figure>



<p>Kita patut bersyukur, pemerintah menjadikan SDM sebagai salah satu dari lima prioritas pemerintahan pada periode 2019-2024. Pernyataan itu masih segar dalam ingatan ketika Presiden Joko Widodo menyampaikannya dalam pidato perdananya, setelah dilantik 20 Oktober 2019 lalu.</p>



<p>Bahwa pemerintah akan “Membangun SDM yang pekerja keras, yang
dinamis.&nbsp;Membangun SDM&nbsp;yang terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan
teknologi. Mengundang talenta-talenta global untuk bekerja sama dengan kita.” </p>



<p>Untuk mewujudkannya, beliau juga menyampaikan “Tidak bisa diraih dengan
cara-cara lama. Cara-cara baru harus dikembangkan. Kita perlu&nbsp;<em>endowment
fund</em> yang besar untuk manajemen&nbsp;SDM kita”. Begitu halnya “Kerja sama
dengan industri juga penting&nbsp;dioptimalkan. Dan juga penggunaan teknologi
yang&nbsp;mempermudah jangkauan ke seluruh pelosok&nbsp;negeri”.</p>



<p>Tentu hal itu tidak semudah membalik telapak tangan, ada banyak persoalan
dan tantangan yang kita hadapi untuk mewujudkan SDM unggul di masa yang akan
datang.</p>



<p>Sri Mulyani Indrawati (Menteri Keuangan) dalam sebuah kesempatan
menyampaikan setidaknya “ada beberapa tantangan yang harus diselesaikan dalam
peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia untuk menghadapi
revolusi industri 4.0”. Misalnya tingginya angka stunting dan kualitas
pendidikan.</p>



<p>Kalau menyimak laporan Nila F. Moeloek (mantan menteri kesehatan) sebelum
mengakhiri masa jabatannya mengumumkan bahwa angka stunting di Indonesia tahun
ini sebesar 27,67%. Angka itu sebenarnya sudah menurun 3.1% dari tahun
sebelumnya. </p>



<p>Tetapi perjuangan belum selesai. Berharap angka stunting dari tahun ke tahun
terus menurun. Sebab kita tahu bahwa anak adalah aset bangsa di masa depan. Jika
angka stunting masih tetap tinggi di negeri ini, sama saja kita menyiapkan generasi
masa depan bangsa yang tidak produktif. </p>



<p>Sesungguhnya untuk urusan kualitas kesehatan, termasuk stunting, pemerintah pun
telah mencoba berbagai upaya, termasuk dalam mengalokasikan 5% dari APBN untuk
meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. </p>



<p>Kemudian, perlu meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan di wilayah Indonesia yang sangat luas. Harapan agar tidak ada satu pun daerah yang tertinggal dan tidak mampu bersaing dengan daerah lainnya. Maka diharapkan dengan konsep pembangunan daerah 3T, tertinggal, terdepan dan terluar, dapat menjadi solusi pemerataan kualitas pendidikan. </p>



<p>Dari segi anggaran tentu kita tidak
perlu meragukan komitmen pemerintah. Bahkan anggaran tertinggi dalam APBN adalah
anggaran pendidikan yang mencapai angka 20%. Masalahnya, apakah pengalokasian
dana yang besar tersebut akan tepat sasaran, benar-benar untuk kepentingan
memajukan SDM unggul?</p>



<p>Berbeda dengan Sri Mulyani, Bambang Brodjonegoro menekankan hambatan dalam meningkatkan SDM bangsa kita karena daya saing SDM Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan negara Asean lainnya. Kemudian lebih dari separuh pekerja Indonesia masih berada di sektor informal dengan produktivitas yang rendah. Terakhir, rendahnya akses kelompok rentan seperti perempuan, penyandang disabilitas, serta penduduk daerah tertinggal terhadap kesempatan kerja yang berkualitas.</p>



<p>Sesungguhnya, inilah babak baru perjuangan
kita untuk meningkatan SDM unggul yang mampu mendorong Indonesia lebih
produktif, berdaya saing, dan fleksibilitas dalam menghadapi tantangan global
yang dinamis dan penuh risiko. </p>



<p>Untuk itu, kita harus berani menghadapi tantangan dan hambatan dengan kesempatan dan kekuatan yang kita miliki.</p>



<p class="has-medium-font-size"><strong>Kadin dan Dukungan terhadap SDM Unggul</strong></p>



<figure class="wp-block-image"><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/12/KAdin2.jpg" alt="" class="wp-image-229" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/12/KAdin2.jpg 816w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/12/KAdin2-300x44.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/12/KAdin2-768x112.jpg 768w" sizes="(max-width: 816px) 100vw, 816px" /></figure>



<p>Apa yang menjadi komitmen pemerintahan Presiden Joko Widodo, ternyata senada dengan salah satu misi yang dimiliki oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin). Misi yang saya maksudkan, bahwa <strong><a rel="noreferrer noopener" aria-label="Kadin  (opens in a new tab)" href="https://www.kadin.id/" target="_blank">Kadin</a></strong><a rel="noreferrer noopener" aria-label="Kadin  (opens in a new tab)" href="https://www.kadin.id/" target="_blank"> </a>bersama serikat pekerja dan dunia pendidikan menciptakan sebanyak-banyaknya “tenaga siap pakai” dengan kualifikasi internasional.</p>



<p>Begitu pula dengan tujuan Kadin tersebut seperti yang tercantum dalam UU No.1 Tahun 1987 tentang Kamar Dagang dan Industri, yakni membina dan mengembangkan kemampuan, kegiatan, dan kepentingan pengusaha Indonesia di bidang usaha negara, usaha koperasi, dan usaha swasta dalam kedudukannya sebagai pelaku-pelaku ekonomi nasional dalam rangka mewujudkan kehidupan ekonomi dan dunia usaha nasional yang sehat dan tertib beradasarkan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945; serta menciptakan dan mengembangkan iklim dunia usaha yang memungkinkan keikutsertaan yang seluas-luasnya secara efektif dalam Pembangunan Nasional.</p>



<p>Jadi, apa yang menjadi misi dan tujuan Kadin tersebut sesungguhnya dapat bersinergi dengan visi pemerintahan kita saat ini.</p>



<p>Nah, rekan-rekan pembaca sudah tahu belum? Baru-baru ini <strong><a rel="noreferrer noopener" aria-label=" (opens in a new tab)" href="https://www.kadin.id/" target="_blank">Kadin Indonesia</a></strong> melakukan RAPIMNAS, tepatnya 28-30 November 2019 di Bali. RAPIMNAS tersebut mengusung tema “Menuju Ekonomi Maju, Berdaya Saing dan Berkeadilan”. </p>



<p>Berharap apa yang menjadi semangat tema tersebut serta hasil rekomendasi RAPIMNAS tersebut dapat mewujudkan bangsa yang maju, masyarakat sejahtera dan SDM unggul. Berikut adalah infografis dari rekomendasi hasil RAPIMNAS Kadin 2019 yang dimaksud.</p>



<ul class="wp-block-gallery aligncenter columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/12/index1.jpg" alt="" data-id="234" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=234" class="wp-image-234" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/12/index1.jpg 720w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/12/index1-150x150.jpg 150w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/12/index1-300x300.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/12/index1-100x100.jpg 100w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /><figcaption> Sumber : IG @kadin.indonesia.official </figcaption></figure></li></ul>



<ul class="wp-block-gallery columns-2 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/12/index3-1.jpg" alt="" data-id="239" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=239" class="wp-image-239" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/12/index3-1.jpg 714w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/12/index3-1-295x300.jpg 295w" sizes="(max-width: 714px) 100vw, 714px" /><figcaption> Sumber : IG @kadin.indonesia.official </figcaption></figure></li><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/12/index-2-1.jpg" alt="" data-id="240" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=240" class="wp-image-240" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/12/index-2-1.jpg 702w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/12/index-2-1-291x300.jpg 291w" sizes="(max-width: 702px) 100vw, 702px" /><figcaption> Sumber : IG @kadin.indonesia.official </figcaption></figure></li></ul>



<p class="has-medium-font-size"></p>



<ul class="wp-block-gallery aligncenter columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/12/Kadin-ig-1.jpg" alt="" data-id="258" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/2019/12/08/sdm-unggul-meningkatkan-daya-saing-dan-produktivitas/kadin-ig-1/" class="wp-image-258" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/12/Kadin-ig-1.jpg 700w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/12/Kadin-ig-1-295x300.jpg 295w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption> Sumber : IG @kadin.indonesia.official </figcaption></figure></li></ul>



<p><strong>Mewujudkan SDM Unggul dengan Formula &#8220;KADIN&#8221;</strong></p>



<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/12/KAdin3-1.jpg" alt="" data-id="231" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/2019/12/08/sdm-unggul-meningkatkan-daya-saing-dan-produktivitas/kadin3-1/" class="wp-image-231" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/12/KAdin3-1.jpg 816w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/12/KAdin3-1-300x44.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/12/KAdin3-1-768x112.jpg 768w" sizes="(max-width: 816px) 100vw, 816px" /></figure></li></ul>



<p>Sebagai seorang guru, yang saban hari bertemu dengan anak didik, maka saya pun memiliki peran serta dan tanggung jawab menyiapkan anak didik menjadi insan yang unggul sejak dini. Sekecil apa pun peran saya dalam diri anak didik tersebut, ketika tujuan dan cara yang saya lakukan baik dan benar, hal itu akan menjadi bibit yang akan tumbuh subur pada waktunya.</p>



<p>Menurut hemat saya, berdasarkan pengalaman mendidik, setidaknya ada lima hal yang tidak boleh abai untuk membentuk SDM yang unggul sejak dini. Kelima hal tersebut saya meringkaskannya dalam formula “KADIN” (Kreativitas, Antusias, Disiplin, Inisiatif, dan Nilai Diri).</p>



<p><strong>Kreativitas</strong></p>



<p>Mungkin rekan pembaca pernah
mendengar hal ini, apa yang membedakan orang pintar dengan orang kreatif. Betul
sekali. Orang pintar adalah orang yang mampu memanfaatkan kesempatan. Sementara
orang yang kreatif yang mampu menciptakan kesempatan.</p>



<p>Bangsa kita sesungguhnya kekurangan
orang kreatif, kalau yang pintar banyak. Padahal untuk mencipta dan
menghasilkan karya hebat kita butuh orang-orang yang kreatif. Terlebih di era
yang persaingannya semakin kompetitif, kita butuh SDM kreatif. Melatih sejak
dini tentu adalah salah satu cara yang efektif agar seseorang memiliki pribadi
yang kreatif.</p>



<p><strong>Antusias</strong></p>



<p>Gairah dan semangat merupakan
penggerak seseorang untuk bertindak (<em>action</em>).
Apapun jenis pekerjaan seseorang tanpa gairah dan semangat maka hasilnya tidak
akan maksimal. Membiasakan seseorang bergairah dan bersemangat sejak dini
adalah cara yang tepat membentuk SDM yang antusias.</p>



<p><strong>Disiplin</strong></p>



<p>Orang yang disiplin adalah orang yang tertib dan taat aturan. Orang demikian adalah orang yang menghargai setiap kesempatan yang hadir di depannya. Ini adalah satu yang membedakan orang yang berhasil dan tidak. Seorang pelari dan petinju tidak akan mungkin berhasil tanpa disiplin diri yang kuat. Begitu juga dengan perusahaan atau sebuah lembaga, pasti akan memilih orang yang disiplin daripada yang tidak disiplin. </p>



<p><strong>Inisiatif</strong></p>



<p>Orang-orang yang mampu menggerakkan dan membuat sebuah perubahan adalah orang yang memiliki inisiatif tinggi. Tanpa inisiatif maka setiap pekerjaan dan kegiatan akan terbengkalai. </p>



<p>Saya jadi teringat dengan dua tipikal siswa di kelas. Ketika diberikan tugas selalu ada anak yang mengerjakan lebih cepat (tepat) dari waktu yang ditentukan, tetapi ada pula yang mengerjakannya pada detik-detik menjelang pengumpulan tugas. Itu pun dikerjakan dengan tidak maksimal. Hasilnya, pembaca pasti tahu sendiri. Pembeda kedua anak tersebut adalah pada inisiatif.</p>



<p>Dalam dunia kerja, baik bekerja pada orang lain atau pada diri sendiri, inisiatif sangat dibutuhkan. Untuk itu latihlah inisiatif seseorang sedini mungkin, yakni untuk menghasilkan SDM unggul.</p>



<p><strong>Nilai Diri</strong></p>



<p>Penghargaan terhadap diri atau orang lain, penghargaan terhadap pekerjaan, dan yang lainnya, terbentuk karena nilai diri. Orang memberikan yang terbaik, melakukan yang berguna, memilih yang benar, tentu karena memiliki nilai diri yang baik.</p>



<p>Nilai dirilah yang membentuk
karakter seseorang. Apa yang menjadi keyakinannya, prinsip hidupnya akan
membentuk nilai diri. Biasakan dan latihlah seseorang dari sejak kecil untuk
memiliki nilai diri, sehingga kelak menjadi pribadi yang unggul. </p>



<p>Itulah lima hal yang mendasar yang harus dibentuk sejak dini dan harus dimiliki hingga kapan pun. Ketika memiliki hal tersebut, maka seseorang akan memiliki modal mengembangkan daya saing dan produktivitas diri.  Salam. </p>



<p></p>



<p><strong>Sumber Referensi:</strong></p>



<p><a href="https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/10/10/inilah-penyebab-penurunan-daya-saing-indonesia">https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/10/10/inilah-penyebab-penurunan-daya-saing-indonesia</a></p>



<p><a href="https://indonesiadevelopmentforum.com/2019/article/15094-bappenas-peningkatan-kualitas-sdm-hadapi-3-kendala">https://indonesiadevelopmentforum.com/2019/article/15094-bappenas-peningkatan-kualitas-sdm-hadapi-3-kendala</a></p>



<p><a href="https://kadin.id/">https://kadin.id/</a></p>



<p><a href="https://www.kemenkeu.go.id/publikasi/berita/ini-tantangan-peningkatan-kualitas-sdm-indonesia-hadapi-revolusi-industri-40/">https://www.kemenkeu.go.id/publikasi/berita/ini-tantangan-peningkatan-kualitas-sdm-indonesia-hadapi-revolusi-industri-40/</a></p>



<figure class="wp-block-embed-wordpress wp-block-embed is-type-wp-embed is-provider-badan-penelitian-dan-pengembangan-kesehatan"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="SlFxKpio0M"><a href="https://www.litbang.kemkes.go.id/menggembirakan-angka-stunting-turun-31-dalam-setahun/">Menggembirakan, Angka Stunting Turun 3,1% dalam Setahun</a></blockquote><iframe title="&#8220;Menggembirakan, Angka Stunting Turun 3,1% dalam Setahun&#8221; &#8212; Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan" class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted" style="position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);" src="https://www.litbang.kemkes.go.id/menggembirakan-angka-stunting-turun-31-dalam-setahun/embed/#?secret=SlFxKpio0M" data-secret="SlFxKpio0M" width="600" height="338" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe>
</div></figure>



<figure class="wp-block-embed-wordpress wp-block-embed is-type-wp-embed is-provider-wef-reports-the-global-competitiveness-report-2018"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="74hiLfEMUq"><a href="http://reports.weforum.org/global-competitiveness-report-2018/competitiveness-rankings/">Competitiveness Rankings</a></blockquote><iframe title="&#8220;Competitiveness Rankings&#8221; &#8212; WEF Reports - The Global Competitiveness Report 2018" class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted" style="position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);" src="http://reports.weforum.org/global-competitiveness-report-2018/competitiveness-rankings/embed/#?secret=74hiLfEMUq" data-secret="74hiLfEMUq" width="600" height="338" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe>
</div></figure>



<figure class="wp-block-embed-wordpress wp-block-embed is-type-wp-embed is-provider-wef-reports-global-competitiveness-report-2019"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="lHvMTHEjUy"><a href="http://reports.weforum.org/global-competitiveness-report-2019/competitiveness-rankings/">Competitiveness Rankings</a></blockquote><iframe title="&#8220;Competitiveness Rankings&#8221; &#8212; WEF Reports - Global Competitiveness Report 2019" class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted" style="position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);" src="http://reports.weforum.org/global-competitiveness-report-2019/competitiveness-rankings/embed/#?secret=lHvMTHEjUy" data-secret="lHvMTHEjUy" width="600" height="338" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://thurneysensimanjuntak.com/2019/12/08/sdm-unggul-meningkatkan-daya-saing-dan-produktivitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
							</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 0/124 objects using memcache
Page Caching using disk: enhanced 
Database Caching using redis

Served from: thurneysensimanjuntak.com @ 2024-06-30 15:03:40 by W3 Total Cache
-->