<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>AKBG &#8211; Rumah #InspiraThur</title>
	<atom:link href="https://thurneysensimanjuntak.com/tag/akbg/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://thurneysensimanjuntak.com</link>
	<description>Ruang Berbagi Lewat Tulisan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 Dec 2020 13:03:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.2.21</generator>

<image>
	<url>https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/02/cropped-Thur-Sketsa-1-32x32.jpg</url>
	<title>AKBG &#8211; Rumah #InspiraThur</title>
	<link>https://thurneysensimanjuntak.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bersinergi Melawan Kekerasan Berbasis Gender</title>
		<link>https://thurneysensimanjuntak.com/2020/12/03/bersinergi-melawan-kekerasan-berbasis-gender/</link>
				<comments>https://thurneysensimanjuntak.com/2020/12/03/bersinergi-melawan-kekerasan-berbasis-gender/#respond</comments>
				<pubDate>Thu, 03 Dec 2020 22:25:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Thurneysen]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerdas Berkarakter]]></category>
		<category><![CDATA[AKBG]]></category>
		<category><![CDATA[KBG]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://thurneysensimanjuntak.com/?p=1124</guid>
				<description><![CDATA[“Mengapa kita perlu belajar perbedaan, kesetaraan dan harmoni?” Tanyaku pada siswaku bulan lalu. Salah seorang memberikan jawaban bahwa “Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang beragam, untuk <a href="https://thurneysensimanjuntak.com/2020/12/03/bersinergi-melawan-kekerasan-berbasis-gender/" class="read-more-link">[more...]</a>]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[
<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-7-1024x768.jpg" alt="" data-id="1141" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/2020/12/03/bersinergi-melawan-kekerasan-berbasis-gender/cerdas-berkarakter-7/" class="wp-image-1141" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-7-1024x768.jpg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-7-300x225.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-7-768x576.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-7-320x240.jpg 320w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-7-100x75.jpg 100w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-7.jpg 1040w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure></li></ul>



<p>“Mengapa kita perlu belajar perbedaan, kesetaraan dan harmoni?” Tanyaku pada siswaku bulan lalu.</p>



<p>Salah seorang memberikan jawaban bahwa “Masyarakat
Indonesia merupakan masyarakat yang beragam, untuk itu perlu kita mengahargai
perbedaan. Salah satu wujud penghargaan tersebut yakni dengan mengakui
kesetaraan. Tanpa adanya pengakuan tersebut, tentu tidak akan tercipta
kehidupan yang harmoni.”</p>



<p>Saat itu topik yang sedang kami bahas adalah “Diferensiasi
Sosial”. Adapun yang menjadi bagian dari “Diferensiasi Sosial” tersebut
diantaranya ras, etnis, agama, klan, profesi dan gender.</p>



<p>Nah, salah satu yang tidak lupa kami bahas dari “Diferensiasi
Sosial” saat itu adalah tentang gender. Bahwa manusia &nbsp;sejak semula diciptakan berbeda antara pria
dan wanita. Tetapi walaupun berbeda namun keberadaannya setara.</p>



<p>Singkatnya, pria dan wanita tidak ada yang lebih
tinggi atau lebih rendah. Jadi, <strong>sesungguhnya
tidak ada kamusnya untuk merendahkan seseorang karena identitas gender.</strong></p>



<p>Tapi permasalahannya, mengapa dalam catatan sejarah kehidupan manusia, kita menemukan diskriminasi terhadap wanita? Bahkan tidak jarang terjadi kekerasan pada wanita?</p>



<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-6-1024x575.jpg" alt="" data-id="1133" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=1133" class="wp-image-1133" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-6-1024x575.jpg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-6-300x169.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-6-768x431.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-6.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure></li></ul>



<p>Dalam beberapa budaya masyarakat memang sering kita
menemukan adanya anggapan bahwa wanita itu adalah kelas dua. Sehingga hal
tersebut menjadi pintu masuk terhadap diskriminasi dan perilaku yang tidak adil
terhadap wanita.</p>



<p>Seiring perjalanan waktu, ketika HAM dan demokrasi
semakin marak dibahas, secara perlahan semakin marak perjuangan emansipasi
wanita. Tetapi perjuangan ternyata belum selesai. Pekerjaan rumah masih banyak.
Kekerasan terhadap perempuan juga masih marak terjadi hingga saat ini.</p>



<p>Dalam webinar “Kampus Merdeka dari Kekerasan Berbasis Gender” yang diselenggarakan Pusat Pembinaan Karakter (Puspeka) Kemdikbud RI (28/11/2020), seorang narasumber dari Komnas Perempuan (Alimatul Qibtiah) menyampaikan tentang data kasus Kekerasan Berbasis Gender (KBG).</p>



<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-1-1024x576.jpg" alt="" data-id="1125" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=1125" class="wp-image-1125" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-1-1024x576.jpg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-1-300x169.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-1-768x432.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-1.jpg 1366w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure></li></ul>



<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-2-1024x576.jpg" alt="" data-id="1126" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=1126" class="wp-image-1126" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-2-1024x576.jpg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-2-300x169.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-2-768x432.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-2.jpg 1366w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure></li></ul>



<p>Setelah melihat data tersebut kita tentu menyadari bahwa di masyarakat kita ternyata masih tinggi Kekerasan Berbasis Gender. Dan perlu dicatat bahwa data tersebut adalah data yang dilaporkan. Pertanyaan, bagaimana dengan data yang tidak dilaporkan masyarakat? Tentu kita dapat menyimpulkan Kekerasan Berbasis Gender tersebut sebenarnya masih jauh dari angka-angka tersebut.</p>



<p>Untuk itu, narasi
Anti Kekerasan Berbasis Gender (AKBG), sosialisasi dan kampanye AKBG, menjadi
sangat penting dan genting untuk digalakkan. Tetapi tidak boleh berhenti hingga
tataran narasi, sosialisasi dan kampanye. Harus sampai pada tingkat
membangunkan kesadaran semua unsur masyarakat. &nbsp;Karena ini adalah tugas bersama. Semua harus
bersinergi mendukung dan menjalankannya.</p>



<p>Seperti yang disampaikan oleh Bapak Hendarman, Kepala Puspeka Kemdikbud RI, bahwa kita harus bergerak bersama melawan Kekerasan Berbasis Gender tersebut. Senada dengan yang disampaikan oleh Ibu Maria Ulfah Anshor (Komisioner Komnas Perempuan) bahwa ini adalah tanggung jawab semua pihak.</p>



<ul class="wp-block-gallery columns-2 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-3.jpg" alt="" data-id="1127" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=1127" class="wp-image-1127" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-3.jpg 701w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-3-292x300.jpg 292w" sizes="(max-width: 701px) 100vw, 701px" /></figure></li><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-4.jpg" alt="" data-id="1129" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=1129" class="wp-image-1129" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-4.jpg 711w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-4-296x300.jpg 296w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-4-100x100.jpg 100w" sizes="(max-width: 711px) 100vw, 711px" /></figure></li></ul>



<p>Untuk itu, kita masing-masing harus memainkan peran kita. Tentu kita semua dapat memulainya dari diri sendiri, keluarga, komunitas, hingga masyarakat kita berada. Sebab Kekerasan Berbasis Gender sesungguhnya tidak jauh dari tempat kita berinteraksi seperti pada paparan Ibu Maria Ulfah pada webinar (21/11/2020).</p>



<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-5-1024x575.jpg" alt="" data-id="1131" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=1131" class="wp-image-1131" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-5-1024x575.jpg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-5-300x169.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-5-768x431.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/12/Cerdas-Berkarakter-5.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure></li></ul>



<p>Sementara Giselle Tani Pratiwi (Psikologi Anak dari Yayasan Pulih) menyampaikan “Mulailah dari kebiasaan yang baik dalam relasi, membiasakan saling menghormati, menghargai satu sama lain, dan membiasakan hal ini dalam lingkup pendidikan.”</p>



<p>Dengan demikian masalah Kekerasan Berbasis Gender dapat teratasi. Kesetaraan dan harmoni pun tetap tercipta dalam masyarakat.</p>



<p><strong>Sumber Referensi :</strong> Webinar yang diselenggarakan Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kemdikbud RI pada 21/11/2020 dan 28/12/2020 dan media sosial Puspeka.</p>



<p></p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://thurneysensimanjuntak.com/2020/12/03/bersinergi-melawan-kekerasan-berbasis-gender/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 0/113 objects using memcache
Page Caching using disk: enhanced 
Database Caching using redis

Served from: thurneysensimanjuntak.com @ 2024-07-03 01:57:14 by W3 Total Cache
-->