<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BebasRokok &#8211; Rumah #InspiraThur</title>
	<atom:link href="https://thurneysensimanjuntak.com/tag/bebasrokok/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://thurneysensimanjuntak.com</link>
	<description>Ruang Berbagi Lewat Tulisan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Jun 2020 14:39:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.2.20</generator>

<image>
	<url>https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/02/cropped-Thur-Sketsa-1-32x32.jpg</url>
	<title>BebasRokok &#8211; Rumah #InspiraThur</title>
	<link>https://thurneysensimanjuntak.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Yuk, Jadikan Rumah Bebas Rokok!</title>
		<link>https://thurneysensimanjuntak.com/2020/06/03/yuk-jadikan-rumah-bebas-rokok/</link>
				<comments>https://thurneysensimanjuntak.com/2020/06/03/yuk-jadikan-rumah-bebas-rokok/#respond</comments>
				<pubDate>Wed, 03 Jun 2020 13:45:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Thurneysen]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[BebasRokok]]></category>
		<category><![CDATA[PutusinAja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://thurneysensimanjuntak.com/?p=684</guid>
				<description><![CDATA[“Maaf ya kawan, minta tolong rokoknya dimatikan. Soalnya kami lagi punya bayi” Ternyata untuk menyampaikan kalimat sesingkat itu pada seorang teman, bukan perkara mudah. Khawatir <a href="https://thurneysensimanjuntak.com/2020/06/03/yuk-jadikan-rumah-bebas-rokok/" class="read-more-link">[more...]</a>]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[
<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/06/kbr.jpg" alt="" data-id="685" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=685" class="wp-image-685" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/06/kbr.jpg 863w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/06/kbr-274x300.jpg 274w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/06/kbr-768x841.jpg 768w" sizes="(max-width: 863px) 100vw, 863px" /><figcaption>Hidup sehat, bebas rokok.</figcaption></figure></li></ul>



<p>“Maaf ya kawan, minta tolong rokoknya dimatikan. Soalnya kami lagi punya bayi”</p>



<p>Ternyata untuk menyampaikan kalimat sesingkat itu pada
seorang teman, bukan perkara mudah. Khawatir menyinggung perasaannya. Apalagi
teman saya yang satu ini tergolong perokok berat dan tipikal orang yang lumayan
susah diomongin untuk urusan berhenti merokok. </p>



<p>Tapi demi kesehatan, secara khusus bagi bayi kami yang
belum genap berumur satu tahun saat itu, maka saya harus tegas dan bijaksana
menyampaikan permohonan baik itu. </p>



<p>Syukurlah akhirnya teman tersebut memahami
permohonanku. Walau di raut wajahnya tampak rasa tidak senang. </p>



<p>Ternyata pengalaman puluhan tahun yang lalu masih membekas
dalam benakku. Barangkali karena saya bukan seorang perokok. Apalagi rumah kami
adalah tempat yang memang merupakan kawasan bebas rokok. </p>



<p>Saya sendiri dari sejak muda telah berkomitmen untuk
tidak menyentuh rokok. Bersyukur hingga sekarang sudah “kepala empat”
(maksudnya umurnya lho!), tapi sejauh ini tetap bertahan pada komitmen untuk
tidak merokok.</p>



<p>Bukan berarti untuk menghindar dari rokok tidak butuh
perjuangan. Sebab dari sejak muda, saya berada di lingkungan perokok. Mulai
dari masyarakatnya, sebagian dari keluarga, teman SMA dan kuliah. Bahkan tidak
sedikit lho yang sering meledek saya karena tidak merokok. Ada yang bilang anak
alim, polos, dan gak gaul. Tetapi karena punya prinsip, segala ledekan dan
bujuk rayu pun mental satu per satu.</p>



<p>Sesungguhnya secara medis banyak orang tahu dan sadar
kalau merokok itu mengganggu kesehatan. Apalagi kalau melihat setiap bungkus
rokok sudah ada peringatan dan gambar-gambar yang menyeramkan tentang akibat
yang ditimbulkan rokok. Tapi toh jumlah perokok bukan semakin berkurang di
Indonesia. Bukan hanya di kalangan dewasa, tapi anak-anak. Bukan hanya di
kalangan pria, tapi wanita juga. Sekali lagi menurut saya ini bukan semata
karena kesadaran.</p>



<p>Senada dengan pendapat <strong>Nina Samidi</strong> (Manajer Komunikasi Komnas Pengendalian Tembakau) mengatakan pada pemaparannya acara talkshow yang bertema “Rumah, Asap Rokok, dan Ancaman Covid-19” di program radio <a rel="noreferrer noopener" aria-label="Ruang Publik KBR (opens in a new tab)" href="https://kbr.id/" target="_blank"><strong>Ruang Publik KBR</strong></a> (20 Mei 2020) lalu. </p>



<p>Beliau menyampaikan bahwa ini bukan masalah kurangnya
kesadaran. Sebagian besar masyarakat sudah tahu buruknya rokok. Satu hal yang
penting kesadaran itu alangkah baiknya didorong oleh peraturan. Ketika
kebijakan kita belum tegas pada kawasan tanpa rokok, akhirnya kesadaran itu
luntur. Untuk itu alangkah pentingnya peraturan yang tegas sehingga menjadi
motivasi bagi perokok.</p>



<p>Di negeri kita, kebiasan merokok ini merupakan masalah serius. Harus segera ditangani. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan 2013 yang saya kutip dari sebuah portal (<a href="https://databoks.katadata.co.id">https://databoks.katadata.co.id</a>), bahwa populasi perokok pasif di Indonesia mencapai 96,9 juta jiwa. Terdiri atas 30,2 juta jiwa laki-laki dan 66,7 juta orang perempuan.</p>



<p>Mirisnya lagi, pada portal tersebut dikatakan bahwa menurut pakar kesehatan mengatakan dari 100% bahaya asap rokok, hanya 25% yang dirasakan oleh <a href="https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2016/08/23/provinsi-mana-dengan-jumlah-perokok-terbanyak">perokok</a> aktif. Sedangkan 75% bahaya asap rokok justru menerpa orang yang terpapar asap rokok orang lain (perokok pasif).</p>



<p>Pertanyaannya, mengapa asap rokok sangat berbahaya
kepada perokok pasif?</p>



<p>Ini alasannya. Asap rokok tembakau tersebut
ternyata mengandung sekitar 4.000 bahan kimia dan lebih dari 50 diantaranya menjadi
penyebab penyakit kanker. Beberapa jenis bahan kimia, yang dimaksud seperti
hidrogen sianida (gas yang sangat beracun yang digunakan dalam senjata kimia
dan pengendalian hama), benzene yang ditemukan pula di dalam bensin,
formaldehida (bahan pengawet yang digunakan untuk membalsem mayat), dan karbon
monoksida (gas beracun yang ditemukan di dalam knalpot mobil).</p>



<p>Jadi bisa Anda bayangkan jika perokok aktif
membuangnya ke udara bebas. Tentu akan terhirup orang-orang yang ada
disekitarnya atau merekalah yang kita sebut sebagai perokok pasif tersebut.
Cepat atau lambat hal itu akan berdampak buruk pada kesehatan.</p>



<p>Sementara kalau bicara tentang gangguna yang
dapat ditimbulkan oleh asap rokok tersebut sangat beragam. Mulai dari masalah
kesehatan yang ringan hingga masalah kesehatan yang berat. Seperti gejala iritasi
mata, sakit kepala, batuk, <a href="https://www.halodoc.com/kesehatan/sakit-tenggorokan">sakit tenggorokan</a>, <a href="https://www.halodoc.com/kesehatan/pusing">pusing</a>,
jantung, kanker, dan lain sebagainya.</p>



<p>Nah, bagi perokok aktif, sadarilah bahwa tindakan
yang Anda lakukan sesungguhnya tidak hanya merugikan Anda saja. Tetapi
orang-orang yang ada di sekitar Anda. Bahkan mungkin mereka adalah orang-orang
yang Anda cintai, anak dan istri.</p>



<p>Apalagi seperti sekarang, masa pandemi Covid-19. Semua orang dituntut untuk berdiam di rumah saja jikalau tidak terlalu penting dan mendesak keluar rumah. Tetapi ternyata bagi perokok aktif, berdiam di rumah saja dapat menimbulkan permasalahan baru, asap rokok.</p>



<p>Melalui info yang saya dapatkan saat mendengar talkshow di Ruang Publik KBR tersebut, ternyata pembatasan aktivitas berskala besar (PSBB) selama pandemi covid-19 mengharuskan kita berkegiatan di rumah. Rumah jadi pusat aktivitas semua anggota keluarga: bekerja, belajar, ibadah. Namun, anjuran ini ternyata memuncukan risiko baru, sebuah perusahaan pengembang teknologi asal Tiongkok menyebut saat pandemi ini, polusi udara di dalam rumah meningkat.</p>



<p>Bagi saya pribadi, hal itu sesuatu yang mengkhawatirkan. Belum selesai masalah pandemi Covid-19, muncul masalah baru, meningkatnya asap rokok di rumah. Selain itu, ternyata perlu kita ketahui bahwa ternyata perokok tersebut lebih  mudah terpapar virus Corona. </p>



<p>Menurut <strong>dr. Frans Abednego Barus, Sp.P</strong> (Dokter Spesialis Paru) yang menjadi salah satu narasumber pada acara talkshow tersebut, membenarkan hal itu. Alasannya, setiap asap rokok yang dihirup akan masuk ke dalam paru. Hal itu akan merusak bangunan saluran nafas yang memiliki daya tahan mekanik dan kimia. Daya tahan mekanik yakni rambut-rambut halus (Silia) yang dapat mengusir kuman dan mengarahkan dahak, reak agar mudah keluar dari saluran pernafasan. Tetapi bagi perokok, bagian itu ternyata sudah rusa,  begitu juga dengan daya tahan kimia yang terganggu.</p>



<p>Pada akhirnya, melihat banyaknya pengaruh buruk dari asap rokok, kita harapkan kepada pemerintah sebagai pembuat regulasi untuk mengambil kebijakan yang lebih tegas. Berharap kehadiran regulasi yang tegas tersebut, maka angka perokok aktif akan dapat ditekan dan sudah barang tentu menurunkan angka perokok pasif pula. Sehingga masyarakat kita tetap sehat dan produktif, terutama bagi generasi penerus bangsa. </p>



<p>Sementara bagi kita masyarakat, yuk jadikan rumah dan lingkungan kita bebas rokok ya! Salam sehat.</p>



<p>*****</p>



<blockquote class="wp-block-quote"><p>&#8220;Saya sudah berbagi pengalaman pribadi untuk #putusinaja  hubungan dengan rokok atau dorongan kepada pemerintah untuk #putusinaja  kebijakan pengendalian tembakau yang ketat. Anda juga bisa berbagi  dengan mengikuti lomba blog serial #putusinaja yang diselenggarakan KBR  (Kantor Berita Radio) dan Indonesian Social Blogpreneur ISB. Syaratnya, bisa Anda lihat <strong><a rel="noreferrer noopener" aria-label="di sini (opens in a new tab)" href="https://kbr.id/intermezzo/05-2020/yuk__ikuti_lomba_blog__putusinaja__berhadiah_total_21_juta/103163.html" target="_blank">di sini</a></strong>&#8220;<br></p></blockquote>



<p>*****</p>



<p>Sumber Referensi :</p>



<p><a href="https://www.databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/07/04/96-juta-orang-indonesia-jadi-perokok-pasif">https://www.databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/07/04/96-juta-orang-indonesia-jadi-perokok-pasif</a></p>



<p><a href="https://www.halodoc.com/alasan-perokok-pasif-lebih-berbahaya-dari-yang-aktif">https://www.halodoc.com/alasan-perokok-pasif-lebih-berbahaya-dari-yang-aktif</a></p>



<p><a href="https://www.kbrprime.id/listen.html?type=story-telling&amp;cat=ruang-publik&amp;title=rumah-asap-rokok-dan-ancaman-covid-19">https://www.kbrprime.id/listen.html?type=story-telling&amp;cat=ruang-publik&amp;title=rumah-asap-rokok-dan-ancaman-covid-19</a></p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://thurneysensimanjuntak.com/2020/06/03/yuk-jadikan-rumah-bebas-rokok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 0/90 objects using memcache
Page Caching using disk: enhanced 
Database Caching using redis

Served from: thurneysensimanjuntak.com @ 2024-06-19 10:55:36 by W3 Total Cache
-->