<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#BeyondBlogging &#8211; Rumah #InspiraThur</title>
	<atom:link href="https://thurneysensimanjuntak.com/tag/beyondblogging/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://thurneysensimanjuntak.com</link>
	<description>Ruang Berbagi Lewat Tulisan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 10 Nov 2019 00:01:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.2.21</generator>

<image>
	<url>https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/02/cropped-Thur-Sketsa-1-32x32.jpg</url>
	<title>#BeyondBlogging &#8211; Rumah #InspiraThur</title>
	<link>https://thurneysensimanjuntak.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>11 Kesan yang Membuatku Makin Sayang Kompasiana</title>
		<link>https://thurneysensimanjuntak.com/2019/11/09/11-kesan-yang-membuatku-makin-sayang-kompasiana/</link>
				<comments>https://thurneysensimanjuntak.com/2019/11/09/11-kesan-yang-membuatku-makin-sayang-kompasiana/#respond</comments>
				<pubDate>Sat, 09 Nov 2019 23:59:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Thurneysen]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[#11TahunKompasiana]]></category>
		<category><![CDATA[#BeyondBlogging]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://thurneysensimanjuntak.com/?p=161</guid>
				<description><![CDATA[Sejak 4 tahun silam, tepatnya 29 April 2015, saya resmi memiliki akun di Kompasiana. Kalau mengenang kembali, maka alasan utamaku membuat akun di Kompasiana adalah <a href="https://thurneysensimanjuntak.com/2019/11/09/11-kesan-yang-membuatku-makin-sayang-kompasiana/" class="read-more-link">[more...]</a>]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[
<ul class="wp-block-gallery aligncenter columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/11/Kompasiana1.jpg" alt="" data-id="162" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=162" class="wp-image-162" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/11/Kompasiana1.jpg 960w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/11/Kompasiana1-300x225.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/11/Kompasiana1-768x576.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/11/Kompasiana1-320x240.jpg 320w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/11/Kompasiana1-100x75.jpg 100w" sizes="(max-width: 960px) 100vw, 960px" /><figcaption>Kompasianer Bareng  Prof. Dr. Bambang P. S. Brodjonegoro, Menteri PPN/Bappenas</figcaption></figure></li></ul>



<p>Sejak 4 tahun silam, tepatnya 29 April 2015, saya resmi memiliki akun di Kompasiana. Kalau mengenang kembali, maka alasan utamaku membuat akun di Kompasiana adalah sebagai tempat menuangkan gagasan dan pengalaman.</p>



<p>Sebenarnya waktu itu, saya sudah memiliki blog pribadi,
tetapi kurang tertata dengan baik, sehingga pengunjungnya pun sepi. Bisa dibayangkan,
kalau kita sudah menulis tapi tidak ada yang baca, rasanya sia-sia deh menulis
panjang lebar.</p>



<p>Tentu berbeda kalau di Kompasiana, selain karena sudah
memiliki segmen pembaca karena sudah “punya nama”, saya pun tidak perlu capek
untuk menata blog-nya. Karena kita tahu bahwa Kompasiana itu sendiri sudah
memiliki template standar.</p>



<p>Bisa dibayangkan dengan blog pribadi, sering merasa
tidak puas dengan template dan tampilannya, akhirnya waktu lebih banyak buat utak
atik blog daripada nulisnya.</p>



<p>Nah, setelah bergabung di Kompasiana, lambat laun saya
mulai menulis dan lama kelamaan semakin sayang dengan Kompasiana. Bahkan
sekarang, jauh lebih sayang lagi dari sebelumnya. </p>



<p>Mau tahu kenapa? </p>



<p>Pada tulisan ini, setidaknya saya akan merangkumkan 11 kesanku dengan Kompasiana, yang sekaligus menjadi alasanku untuk semakin sayang dengan Kompasiana pengusung slogan <strong><a href="https://www.kompasiana.com/">#BeyondBlogging</a></strong></p>



<p>#1 <strong>Kompasiana Membuatku Percaya Diri untuk Menulis</strong></p>



<p>Setelah lama vacuum menulis, maka tahun 2014 adalah
awal kebangkitanku&nbsp; untuk menulis
kembali. Ternyata saudara, tidak mudah lho untuk membangkitkan percaya diri kembali
dengan menampilkan tulisan ke ruang publik. </p>



<p>Ini mungkin efek terlalu lama “tidur “ di dunia tulis menulis.
Walau sudah mencoba beberapa kali, tetapi untuk urusan percaya diri itu masih tetap
saja minim.</p>



<p>Tetapi setelah bergabung dan mulai menulis di Kompasiana,
sepertinya saya baru mendapat “terapi percaya diri”. Kog bisa? Ternyata tulisan
pertamaku di Kompasiana mampu menembus tingkat keterbacaan sampai 500-an kali. </p>



<p>Bagi “newbie” seperti saya, ini adalah satu hal yang mustahil bila disbanding dengan blog sebelumnya. Walau tulisan pertama belum berhasil menggugah admin Kompasiana memberi label “pilihan” atau “artikel utama”, setidaknya dari sesama Kompasianer ternyata ada beberapa orang yang memberikan penilaian “menarik” dan “inspiratif”. Bagiku, itu cukup berhasil membuatku semakin bersemangat menulis.</p>



<p>#2 <strong>Kompasiana Membuatku Terbiasa dan Makin Terampil Menulis</strong></p>



<p><strong>“</strong>Alah
bisa karena biasa” begitu kata pepatah. Setelah memiliki akun di Kompasiana.
Akhirnya saya lambat laun makin terbiasa untuk menulis. Kalau melihat statistik
terakhir di Kompasiana, sekarang saya sudah menulis sekitar 317 tulisan, belum
lagi di blog pribadi lainnya. </p>



<p>Dari 317 tulisan tersebut, terdapat 226 tulisan yang
masuk kategori pilihan. Sementara 9 tulisan masuk kategori artikel utama.</p>



<p>Nah, untuk keterampilan menulis sendiri, saya pribadi mampu merasakan perkembangannya dari waktu ke waktu. Semakin mudah mengolah gagasan dan merangkainya dalam tulisan. Kalau dulu, mau menulis perlu butuh waktu panjang untuk memulai sebuah tulisan, sekarang sudah berbeda jauh.</p>



<p>#3 <strong>Kompasiana Memperluas Pertemananku</strong></p>



<p>Jujur, ketika belum bergabung dengan Kompasiana, saya
tidak memiliki banyak teman yang memiliki ketertarikan di dunia tulis menulis.
Tetapi setelah bergabung, saya menemukan orang-orang yang sangat antusias
menulis dengan berbagai latar pengalaman . Ada yang masih “newbie” seperti
saya, ada pula yang sudah melanglang buana di berbagai media.</p>



<p>Intinya, kehadiran mereka telah menjadi “bahan bakar” yang
dapat menggerakkanku untuk terus menulis. </p>



<p>Setiap bertemu dengan para Kompasianer di berbagai even, motivasi dan inspirasi tidak berhenti mengalir dari mereka.</p>



<ul class="wp-block-gallery aligncenter columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/11/Kompasiana2-1.jpg" alt="" data-id="164" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=164" class="wp-image-164" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/11/Kompasiana2-1.jpg 960w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/11/Kompasiana2-1-300x225.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/11/Kompasiana2-1-768x576.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/11/Kompasiana2-1-320x240.jpg 320w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/11/Kompasiana2-1-100x75.jpg 100w" sizes="(max-width: 960px) 100vw, 960px" /><figcaption>Nangkring pertamaku di Kompasiana bersama PALYJA</figcaption></figure></li></ul>



<p>#4 <strong>Kompasiana Menambah Pengetahuan dan Pengalaman Baru</strong></p>



<p>Setelah hampir setahun di Kompasiana (2016), saya baru
tahu kalau Kompasiana itu ternyata sering mengadakan even, seperti nangkring,
visit, ngoplah, dan dan masih banyak lagi. Ternyata melalui kegiatan seperti
ini, banyak pengetahuan dan informasi baru yang didapat diperoleh dari
narasumber.</p>



<p>Kemudian dari setiap pengetahuan dan informasi baru
tersebut, sangat membantu saya untuk tetap konsisten menulis di Kompasiana.
Bahkan dari berbagai pengetahuan dan informasi yang disampaikan narasumber, dapat
menjadi perbendaharaan gagasan untuk menulis pada beberapa tulisan berikutnya.
Bagaimana? Beruntung bangat ya kalau ikut even?</p>



<p>Sekedar mengenang kembali, bahwa even Kompasiana yang pertama sekali saya ikuti adalah Nangkring Bersama PALYJA di Instalasi Pengolahan Air (IPA 1) di PALYJA Pejompongan (21/3/2016) yang mengusung tema #BersamaDemiAir. </p>



<p>#5 <strong>Kompasiana dan Pihak yang Bekerjasama Menghargai Tulisanku</strong></p>



<p>Kompasiana ternyata bukan saja aktif menyelenggarakan
even seperti yang telah saya utarakan di atas, tetapi setelah mengadakan even
tersebut umumnya akan diajak menulis, dan tulisan tersebut pun dilombakan dalam
bentuk “Blog Competition” atau “Review”. Ada yang tertutup bagi peserta yang
hadir saja, ada pula yang terbuka untuk keseluruhan Kompasianer.</p>



<p>Nah, hingga sekarang, dari berbagai tulisanku yang pernah
diikutsertakan pada even lomba menulis di Kompasiana, setidaknya sudah pernah
menang lomba sebanyak 14 kali. </p>



<p>Adapun tulisan pertamaku yang menang lomba adalah hasil review dari kegiatan Nangkring Kompasiana – PALYJA (21/3/2016) dan yang terakhir dari Blog Competition yang diselenggarakan Kompasiana – Bank Indonesia baru-baru ini.</p>



<p>#6 <strong>Karena Kompasiana, Orang Lain Mengakuiku sebagai Penulis</strong></p>



<p>Harus diakui, bahwa salah satu hal positif dari menulis
di Kompasiana, ternyata mampu memberi nilai tambah pada diri. Misalnya, orang
di sekitarku bahkan di tempat lain, ternyata ada yang memberikan pengakuan kalau
saya adalah seorang penulis. </p>



<p>Pengaruhnya banyak lho! Salah satunya, saya pernah
dipercaya menjadi narasumber untuk “Training Menulis” dan Pembimbing
Ekstrakurikuler Menulis. Tidak sedikit pula yang pernah menghubungiku secara
pribadi untuk berkonsultasi seputar tulis menulis. Baik dari kalangan pelajar
maupun profesional.</p>



<p>Intinya, melalui dunia tulis menulis ini, saya bersyukur pada akhirnya bisa menjadi berkat dan menginspirasi orang lain. </p>



<p>#7 <strong>Kompasiana Pernah Memberikan Kesempatan untuk Ikut Liputan Eksklusif</strong></p>



<p>Ketika aktif menulis, ternyata ada banyak cara yang
dilakukan oleh Kompasiana untuk menghargai dan mengembangkan para Kompasianer.
Salah satunya yang pernah saya rasakan adalah ketika dipercaya beberapa kali
untuk ikut melakukan Liputan Eksklusif.</p>



<p>Bagiku, kesempatan ini sangat langka dan berharga. Selain mampu membangkitkan semangat menulisku, ternyata menjadi sebuah tantangan tersendiri untuk terus mengepakkan sayap.</p>



<p>#8 <strong>Kompasiana Menguji “Adrenaline” Menulisku dengan Flash Blogging</strong></p>



<p>Flash Blogging adalah sesuatu yang baru untukku. Saya
baru pernah mencobanya setelah bergabung dengan Kompasiana. Ini benar-benar
menguji “adrenaline” dalam menulis. </p>



<p>Penulis pun ditantang dengan waktu yang sangat singkat
dengan topik yang baru diberitahu saat even mau berlangsung. Benar-benar
menegangkan, butuh fokus dan konsentrasi.</p>



<p>Nah, salah satu even Flash Blogging yang pernah
diadakan Kompasiana, dan sangat berkesan bagi saya pribadi adalah dalam rangka
menyambut HUT RI 72, Agustus 2017. </p>



<p>Berharap uji nyali seperti ini sering-sering dilakukan oleh Kompasiana, karena dapat melatih kemampuan untuk menulis cepat disaat situasi yang menegangkan.</p>



<p>#9 <strong>Kompasiana Mempertemukanku para Kompasianer di Ajang Akbar, Kompasianival</strong></p>



<p>Bagi Kompasianer,
Kompasianival adalah ajang dapat mempertemuakan (kopdar). Saya sendiri sudah
pernah mengikuti ajang ini sebanyak dua kali. Pertama ketika diadakan di SMESCO
(2016) dan kedua di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan (2017). </p>



<p>Ternyata seru juga lho! Selain dapat mengikuti berbagai aktivitas bermanfaat, dapat juga menjadi ajang silaturahmi dan berkenalan dengan para Kompasianer.</p>



<ul class="wp-block-gallery aligncenter columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/11/Kompasiana3.jpg" alt="" data-id="165" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=165" class="wp-image-165" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/11/Kompasiana3.jpg 960w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/11/Kompasiana3-150x150.jpg 150w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/11/Kompasiana3-300x300.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/11/Kompasiana3-768x768.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/11/Kompasiana3-100x100.jpg 100w" sizes="(max-width: 960px) 100vw, 960px" /><figcaption>Penulis bersama Pak Tjip (Kompasianer yang menetap di Australia)</figcaption></figure></li></ul>



<p>#10 <strong>Kompasiana Mempertemukanku dengan Para Menteri</strong></p>



<p>Saya tidak pernah terbayang bisa bertemu orang hebat
sekelas menteri kalau bukan karena berada di Kompasiana. Hebatnya, Kompasiana
ternyata mampu mendatangkan para menteri di tengah-tengah kesibukannya yang
sangat padat.</p>



<p>Misalnya, selama periode Kabinet Indonesia Kerja (2009-2014), saya pernah bertemu dengan dengan Thomas Lembong, Bambang P. Brojpnegoro, Retno Marsudi dan Sri Mulyani, pada acara nangkring Kompasiana dan juga di Kompasianival.</p>



<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/11/menteri.jpg" alt="" data-id="166" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=166" class="wp-image-166" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/11/menteri.jpg 600w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2019/11/menteri-300x251.jpg 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /></figure></li></ul>



<p>#11 <strong>Berkesempatan Merayakan Ulang Tahun Kompasiana Ke-11</strong></p>



<p>Nah ini dia kesan yang paling akhir, baru kali ini bisa ikut merayakan syukuran <strong><a href="https://www.kompasiana.com/">#11TahunKompasiana</a></strong>. Tepatnya, pada acara Kumpul Rame Sore-Sore (KURSOR) &nbsp;bareng Kompasianer Oktober lalu. </p>



<p>Saya pun turut meluapkan kegembiraan saat itu, apalagi baru meneriman penerimaan penghargaan dari Blog Competition yang dilaksanakan Kompasiana dengan Bank Indonesia, hehehe&#8230;</p>



<p>Akhir kata, saya mengucapkan selamat Ulang Tahun ke-11 Kompasiana dan saya akan menutup dengan pantun. </p>



<p><em><strong>Naik angkot ke terminal Amplas Lewat jalan Menteng Raya Selamat ulang tahun kesebelas Semoga Kompasiana makin jaya </strong></em></p>



<p><em><strong>Cari kayu bakar di hutan rimba Ketemu kancil di balik semak Selamat ulang tahun Kompasiana Semoga platformnya tetap semarak </strong></em></p>



<p><strong><em>*****</em></strong></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://thurneysensimanjuntak.com/2019/11/09/11-kesan-yang-membuatku-makin-sayang-kompasiana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 0/101 objects using memcache
Page Caching using disk: enhanced 
Database Caching using redis

Served from: thurneysensimanjuntak.com @ 2024-07-02 10:54:27 by W3 Total Cache
-->