<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kesehatan &#8211; Rumah #InspiraThur</title>
	<atom:link href="https://thurneysensimanjuntak.com/tag/kesehatan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://thurneysensimanjuntak.com</link>
	<description>Ruang Berbagi Lewat Tulisan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 19 Feb 2021 17:29:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.2.20</generator>

<image>
	<url>https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/02/cropped-Thur-Sketsa-1-32x32.jpg</url>
	<title>Kesehatan &#8211; Rumah #InspiraThur</title>
	<link>https://thurneysensimanjuntak.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Imunoterapi Kanker, Inovasi Pengobatan Kanker</title>
		<link>https://thurneysensimanjuntak.com/2020/02/21/imunoterapi-kanker-inovasi-pengobatan-kanker/</link>
				<comments>https://thurneysensimanjuntak.com/2020/02/21/imunoterapi-kanker-inovasi-pengobatan-kanker/#respond</comments>
				<pubDate>Fri, 21 Feb 2020 16:14:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Thurneysen]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[KalahkanKanker]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://thurneysensimanjuntak.com/?p=492</guid>
				<description><![CDATA[“Dokter, berikan saya suntik mati!” “Lho, kenapa Ibu?” Dengan sesenggukan, seorang perempuan menceritakan bahwa suaminya telah selingkuh dengan perempuan lain sejak ia divonis terkena kanker <a href="https://thurneysensimanjuntak.com/2020/02/21/imunoterapi-kanker-inovasi-pengobatan-kanker/" class="read-more-link">[more...]</a>]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[
<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/Roche.jpg" alt="" class="wp-image-502" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/Roche.jpg 728w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/Roche-300x200.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/Roche-720x480.jpg 720w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/Roche-360x240.jpg 360w" sizes="(max-width: 728px) 100vw, 728px" /><figcaption>ilustrasi, sumber gambar : https://www.roche.co.id/id/sekilas_tentang_roche/kilas_balik_roche.html</figcaption></figure></div>



<blockquote class="wp-block-quote is-style-default"><p>“Dokter, berikan saya suntik mati!”</p><p>“Lho, kenapa Ibu?”</p><p>Dengan sesenggukan, seorang perempuan menceritakan bahwa suaminya telah selingkuh dengan perempuan lain sejak ia divonis terkena kanker payudara.</p></blockquote>



<p style="font-size:17px">Pertama sekali membaca kisah itu, membuat hati saya pilu
dan bergetar. Kisah itu merupakan penggalan cerita seorang dokter kepada teman yang
mendampingi isterinya yang sedang berjuang menghadapi penyakit kanker yang dideritanya.</p>



<p style="font-size:17px">Untungnya teman saya merupakan seorang suami yang setia
dan berkomitmen kuat untuk selalu mendampingi istrinya. Baik sejak dari awal
istrinya terserang penyakit kanker hingga pada akhir dipanggil Tuhan ke
pangkuanNya.</p>



<p style="font-size:17px">Harus diakui, bahwa perjuangan melawan penyakit kanker
ini bukan perkara yang mudah. Terlalu banyak cerita yang kita dengar di balik
perjuangan melawan penyakit kanker tersebut. </p>



<p style="font-size:17px">Mulai dari pengobatan yang membutuhkan proses waktu yang
panjang dengan biaya pengobatan yang sangat mahal, belum lagi harus menjalani kemoterapi
rutin yang sudah barang tentu membawa banyak efek samping pada tubuhnya.</p>



<p style="font-size:17px">Dalam sebuah situs di internet, <a href="http://www.alodokter.com">www.alodokter.com</a> yang
pernah saya baca, ternyata efek samping dari kemoterapi tersebut ternyata sangat
variatif. Mulai dari rambut rontok, nyeri, kehilangan nafsu makan, mulut terasa
asam atau pahit, mual dan muntah, sesak napas, kulit kering dan terasa perih,
pendarahan seperti mudah memar, gusi berdarah dan mimisan, gangguan psikologis
seperti depresi, stress dan cemas, rasa lelah dan lemah sepanjang hari, dan
lain sebagainya.</p>



<p style="font-size:17px">Pertanyaannya, mengapa efek samping kemoterapi ini
dapat muncul? Salah satunya karena obat-obatan itu ternyata tidak memiliki
kemampuan untuk membedakan sel kanker yang berkembang abnormal dengan sel sehat
yang normal.</p>



<p style="font-size:17px">Melihat perjuangan dari para penderita penyakit kanker
ini, dalam benak saya sering berpikir bahwa &nbsp;adakah harapan bagi seorang penderita penyakit
kanker?</p>



<p style="font-size:17px">Apalagi kalau melihat dari berbagai sumber seperti di <a href="http://www.inews.id">www.inews.id</a>,
bahwa kanker merupakan
penyakit kronis yang menjadi salah satu penyebab kematian jutaan penduduk di
dunia. Tahun 2018 saja, ada 18,1 juta kasus baru kanker di dunia dengan angka
kematian sebesar 9,6 juta.</p>



<p style="font-size:17px">Bagaimana dengan kondisi di
Indonesia? Kanker merupakan penyebab kematian kedua penyakit tidak menular.
Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) bahwa prevalensi kanker di
Indonesia mengalami peningkatan dari 1,4 per 1.000 penduduk di 2013 menjadi 1,8
per 1.000 penduduk pada 2018.</p>



<p style="font-size:17px">Kalau
mengutip data dari yang dirilis <a href="http://www.sehatnegeriku.kemkes.go.id">www.sehatnegeriku.kemkes.go.id</a>
menyebutkan bahwa Angka kejadian penyakit kanker di Indonesia berada pada
urutan 8 di Asia Tenggara, sedangkan di Asia urutan ke 23. </p>



<p style="font-size:17px">Melihat data tersebut, sesungguhnya
sudah saatnya memanfaatkan terobosan-terobosan baru untuk meminimalkan
permasalahan penyakit kanker ini.</p>



<p style="font-size:17px">Nah, kabar baiknya, ternyata saat
ini sudah ada sebuah terobosan baru yang bisa dilakukan untuk pengobatan kanker.
Namanya imunoterapi.</p>



<figure class="wp-block-image"><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/kanker-2.jpg" alt="" class="wp-image-499" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/kanker-2.jpg 815w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/kanker-2-300x40.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/kanker-2-768x104.jpg 768w" sizes="(max-width: 815px) 100vw, 815px" /></figure>



<p style="font-size:17px">Sebenarnya,
apa yang dimaksud dengan imonoterapi? Imunoterapi adalah standar baru dalam
pengobatan kanker dengan cara mengembalikan kemampuan sistem imun (sel T) di
dalam tubuh pasien agar dapat melawan sel kanker.</p>



<p style="font-size:17px">Untuk
itu, sebenarnya yang perlu diupayakan, bagaimana agar sistem imun dapat
mengenali dan menghancurkan sel kanker tersebut. </p>



<p style="font-size:17px">Sementara
permasalahnya, bahwa sel kanker itu ternyata menggunakan cara kamuflase untuk
mengelabui sistem imun itu sendiri. Dengan demikian, maka sel kanker tersebut terlihat
seperti sel normal oleh sistem imun, yang mengakibatkan sel kanker tersebut
terus tumbuh dan menyebar. Adapun kemampuan kamuflase yang dimiliki oleh sel
kanker tersebut tidak terlepas dari keberadaan protein PD-L1 yang terdapat di
permukaan sel kanker.</p>



<p style="font-size:17px">Nah,
imunoterapi kanker sendiri yang sudah dikembangkan sejak tahun 1990 ini,
merupakan obat yang berfungsi untuk menghalangi PD-L1, dan menguak kamuflase
sel kanker terhadap sistem imun. </p>



<p style="font-size:17px">Intinya,
bahwa kehadiran imunoterapi kanker akan menjadi anti PD-L1. Dengan demikian,
maka cara kerja sistem imun pun akan berjalan semestinya.</p>



<figure class="wp-block-image"><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/CAncer-3-1024x143.jpg" alt="" class="wp-image-501" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/CAncer-3-1024x143.jpg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/CAncer-3-300x42.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/CAncer-3-768x107.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/CAncer-3.jpg 1192w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p style="font-size:17px">Perlu kita ketahui bersama, jika sistem imun pada kondisi normal, maka sistem imun tubuh akan mampu mendeteksi dan menghancurkan sel “asing”&nbsp; atau yang abnormal di dalam tubuh kita, tentu dengan mengerahkan pasukan sel T. Selengkapnya cara kerja sistem imun tersebut yakni melakukan tiga tahapan seperti berikut:</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/kanker-1-1.jpg" alt="" class="wp-image-495" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/kanker-1-1.jpg 839w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/kanker-1-1-300x269.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/kanker-1-1-768x689.jpg 768w" sizes="(max-width: 839px) 100vw, 839px" /></figure></div>



<ul><li><strong>MENCARI</strong>, sel T akan mencari semua hal yang berbahaya bagi tubuh.</li><li><strong>MEMINDAI</strong>, sel T memindai sel-sel untuk membedakan antara sel yang normal dan abnormal atau ‘asing’.</li><li><strong>MENYERANG</strong>, ketika sudah terdeteksi sel abnormal tersebut, maka akan diserang dan disingkirkan oleh sel T. </li></ul>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter is-resized"><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/Kemo-1024x135.jpg" alt="" class="wp-image-511" width="580" height="76" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/Kemo-1024x135.jpg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/Kemo-300x40.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/Kemo-768x101.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/Kemo.jpg 1191w" sizes="(max-width: 580px) 100vw, 580px" /></figure></div>



<p style="font-size:17px">Nah, jika kita bandingkan dengan cara pengobatan kanker selama ini, kemoterapi, maka kita akan melihat keunggulan dari imunoterapi.</p>



<p style="font-size:17px">Seperti yang sudah disampaikan di atas, ternyata kemoterapi dapat menimbulkan berbagai efek samping. </p>



<p style="font-size:17px">Selain itu, berdasarkan sebuah informasi yang penulis baca pada situs www.nova.grid.id menyampaikan bahwa cara kerja kemoterapi adalah menyerang semua sel aktif di tubuh  (tidak hanya sel kanker, tapi juga sel-sel aktif lainnya yang tidak  jahat, seperti sel rambut, kuku, atau kulit).</p>



<p style="font-size:17px">Sedangkan cara  kerja pengobatan imunoterapi adalah mendorong kerja sistem imun atau  sistem kekebalan tubuh agar lebih kuat dan efektif dalam melawan  penyakit kanker.</p>



<p style="font-size:17px">Jadi, dari perbedaan tersebut tentu seorang pasien atau keluarga dapat memutuskan pengobatan kanker yang akan digunakan. Untuk itu, sebelum memutuskan tindakan pengobatan yang diambil, ada baiknya terlebih dahulu <strong>menghubungi dokter untuk berkonsultasi lebih lanjut</strong>.</p>



<figure class="wp-block-image"><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/perkembangan-1024x136.jpg" alt="" class="wp-image-516" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/perkembangan-1024x136.jpg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/perkembangan-300x40.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/perkembangan-768x102.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/perkembangan.jpg 1187w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p style="font-size:17px">Sekarang, waktunya kita akan berbicara tentang kemajuan imunoterapi kanker. Antara imunoterapi kanker masa lalu dan imunoterapi kanker masa kini ternyata sudah jauh lebih baik.</p>



<p style="font-size:17px">Nah untuk itu, ada perlunya kita mengetahui sedikit tentang bagaimana sebenarnya awal kelahiran imunoterapi kanker tersebut serta perkembangannya masa sekarang.</p>



<p style="font-size:17px">Pada tahun 1890-an, William Coley, seorang ahli bedah yang berasal dari New York memberikan mencoba suntikan bakteri (Coley&#8217;s toxin) untuk menyembuhkan kanker. Ternyata mampu merangsang sistem imun dan membuat tumor mengecil dan hilang. Hanya permasalahannya, temuan ini tidak dapat direplikasi oleh ahli lain.</p>



<p style="font-size:17px">Bagaimana dengan masa sekarang? Dengan merancang protein sistem imun yang mencoba mengubah interaksi sistem imun dan sel kanker. Salah satu cara yang dilakukan yakni dengan membuat inhibitor <em>checkpoin </em>sel imun yang membantu tubuh untuk mengidentifikasi dan menyerang sel kanker.</p>



<p style="font-size:17px">Adapun uji klinis obat “<em>checkpoint inhibitor</em>” telah dilakukan mulai 10 tahun yang lalu dan ternyata menunjukkan hasil positif dimana <em>checkpoint inhibitor</em> bekerja untuk menghalangi pengikatan protein tertentu, seperti PD-L1.</p>



<p style="font-size:17px">Sebagai salah satu fakta keberhasil terobosan inovasi imunoterapi kanker tersebut, dapat pembaca ikuti pada tayangan video berikut.</p>



<figure class="wp-block-embed-youtube aligncenter wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Imunoterapi, Terobosan Inovatif Melawan Kanker Paru-paru - iNews Siang 23/12" width="640" height="360" src="https://www.youtube.com/embed/AozQT4HN8l8?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p style="font-size:17px">Dari tayangan tersebut kita dapat mendengar pengalaman dari Sri Ediati (Penyintas Kanker) yang menyampaikan bahwa pasca kemoterapi, untuk memulihkan sistem imun dalam dirinya, telah melakukan pengobatan melalui imunoterapi.</p>



<p style="font-size:17px">Sementara, dalam tayangan tersebut dipaparkan juga pernyataan bahwa imunoterapi merupakan cara melatih sistem imun untuk mengenali sel kanker sebagai musuh dan menghancurkannya. Sementara efek sampingnya cenderung lebih ringan daripada melakukan kemoterapi. </p>



<p style="font-size:17px">Hebatnya lagi, ternyata tingkat harapan hidup pengidap penyakit kanker dengan menggunakan pengobatan melalui imunoterapi jauh lebih tinggi (88%) dibanding dengan kemoterapi.</p>



<p style="font-size:17px">Mengingat pengobatan dengan imunoterapi ini jauh lebih berkualitas, berharap ke depannya semakin berkembang di Indonesia. Sehingga angka pengidap kanker di Indonesia semakin menurun. Produktivitas masyarakat pun meningkat.</p>



<p style="font-size:17px">Akhir kata saya ucapkan salam sehat untuk kita semua. Mari kita <a rel="noreferrer noopener" aria-label="kalahkankanker (opens in a new tab)" href="http://www.kalahkankanker.com" target="_blank"><strong>kalahkankanker</strong></a>.</p>



<p class="has-background has-vivid-cyan-blue-background-color">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;<strong> Sumber Referensi :</strong></p>



<ol><li><a href="https://www.alodokter.com/perawatan-kemoterapi-dan-efek-sampingnya">https://www.alodokter.com/perawatan-kemoterapi-dan-efek-sampingnya</a> </li><li><a href="https://www.inews.id/lifestyle/health/mengenal-anti-pd-l1-imunoterapi-untuk-pengobatan-kanker-stadium-lanjut">https://www.inews.id/lifestyle/health/mengenal-anti-pd-l1-imunoterapi-untuk-pengobatan-kanker-stadium-lanjut</a> </li><li><a href="https://kalahkankanker.com/">https://www.kalahkankanker.com/</a> </li><li>https://nova.grid.id/read/051987936/diklaim-lebih-efektif-dari-kemoterapi-yuk-kenalan-dengan-pengobatan-imunoterapi-secercah-harapan-bagi-penyintas-kanker?page=all</li><li>https://www.roche.co.id/id/sekilas_tentang_roche/lingkup_usaha/farmasi/onkologi/imunoterapikanker/Perkembangan-Imunoterapi-Kanker.html</li><li> <a href="http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/fokus-utama/20190131/2329273/hari-kanker-sedunia-2019/">http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/fokus-utama/20190131/2329273/hari-kanker-sedunia-2019/</a>  </li></ol>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://thurneysensimanjuntak.com/2020/02/21/imunoterapi-kanker-inovasi-pengobatan-kanker/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 0/110 objects using memcache
Page Caching using disk: enhanced 
Database Caching using redis

Served from: thurneysensimanjuntak.com @ 2024-05-04 03:34:52 by W3 Total Cache
-->