<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Literasi &#8211; Rumah #InspiraThur</title>
	<atom:link href="https://thurneysensimanjuntak.com/tag/literasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://thurneysensimanjuntak.com</link>
	<description>Ruang Berbagi Lewat Tulisan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 10 Jul 2021 07:38:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.2.21</generator>

<image>
	<url>https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/02/cropped-Thur-Sketsa-1-32x32.jpg</url>
	<title>Literasi &#8211; Rumah #InspiraThur</title>
	<link>https://thurneysensimanjuntak.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Membekali Anak Memiliki Keterampilan Literasi</title>
		<link>https://thurneysensimanjuntak.com/2021/07/10/membekali-anak-memiliki-keterampilan-literasi/</link>
				<comments>https://thurneysensimanjuntak.com/2021/07/10/membekali-anak-memiliki-keterampilan-literasi/#respond</comments>
				<pubDate>Sat, 10 Jul 2021 06:03:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Thurneysen]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Parenting]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[Membaca]]></category>
		<category><![CDATA[Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Parenting Story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://thurneysensimanjuntak.com/?p=1633</guid>
				<description><![CDATA[Tak ada kata terlalu dini untuk memperkenalkan buah hati Anda pada buku. Anak bisa belajar menyukai kegiatan membaca bahkan sebelum mereka tahu cara membaca. (www.ibupedia.com) <a href="https://thurneysensimanjuntak.com/2021/07/10/membekali-anak-memiliki-keterampilan-literasi/" class="read-more-link">[more...]</a>]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[
<ul class="wp-block-gallery aligncenter columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/07/Kembar.jpg" alt="" data-id="1635" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=1635#main" class="wp-image-1635" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/07/Kembar.jpg 960w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/07/Kembar-300x225.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/07/Kembar-768x576.jpg 768w" sizes="(max-width: 960px) 100vw, 960px" /></figure></li></ul>



<figure class="wp-block-pullquote"><blockquote class="has-text-color has-vivid-cyan-blue-color"><p> Tak ada kata terlalu dini untuk memperkenalkan buah hati Anda pada buku.  Anak bisa belajar menyukai kegiatan membaca bahkan sebelum mereka tahu  cara membaca. <a href="https://www.ibupedia.com/artikel/balita/menanamkan-hobi-membaca-pada-anak" target="_blank" rel="noreferrer noopener" aria-label="(www.ibupedia.com) (opens in a new tab)">(www.ibupedia.com)</a></p></blockquote></figure>



<ul class="wp-block-gallery alignleft columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/07/Minat-Baca-Anak-2-1024x768.jpg" alt="" data-id="1646" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=1646#main" class="wp-image-1646" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/07/Minat-Baca-Anak-2-1024x768.jpg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/07/Minat-Baca-Anak-2-300x225.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/07/Minat-Baca-Anak-2-768x576.jpg 768w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure></li></ul>



<p style="text-align:left">Membaca dan menulis adalah dua ketrampilan literasi anak yang wajib ditumbuhkan dan dikembangkan sejak dini. Menumbuhkan dan mengembangkan ketrampilan literasi sejak dini, tentu akan jauh lebih baik daripada ketika anak sudah beranjak remaja. </p>



<p>Alasannya, <strong>kebiasaan dan pengalaman saat kecil tentu akan memberi sensasi dan persepsi tersendiri dalam diri anak</strong>. Kalau dijaga dan dirawat dengan baik, niscaya kebiasaan dan pengalaman tersebut berlanjut ketika anak sudah beranjak remaja, pemuda bahkan ketika sudah dewasa kelak.</p>



<p>Tapi perlu diingat sebelum orang tua menumbuhkan dan mengembangkan keterampilan literasi pada anak, maka orang tua harus menanamkan terlebih dahulu rasa cinta dan minat literasi tersebut bagi anak. Sebab kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Menumbuhkan dan mengembangkan ketrampilan literasi tentu harus dibarengi dengan rasa cinta dan minat pada literasi. </p>



<p>Sebelum melangkah lebih jauh, sekali lagi saya ingin menyampaikan, bahwa pada tulisan kali ini kita hanya membahas seputar literasi membaca dan menulis saja.</p>



<p>Nah, dalam hal membaca, sesungguhnya ada banyak cara yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk menumbuhkan rasa cinta dan minat literasi pada anak. Terkadang cara itu pun bisa kita temukan berdasarkan pengalaman masing-masing, pengalaman orang lain serta berbagai <a rel="noreferrer noopener" aria-label="media bacaan (opens in a new tab)" href="https://www.ibupedia.com/" target="_blank"><strong>media bacaan</strong></a> yang berhubungan dengan parenting. Mengingat setiap anak memiliki karakteristik yang berbeda, tentu ada banyak cara yang harus digali oleh para orang tua.</p>



<p>Pada umumnya, bahkan berdasarkan pengalaman yang kami lakukan juga, yakni membacakan buku secara rutin sebelum tidur merupakan cara yang bisa dilakukan menumbuhkan minat baca anak. Kebiasan ini lebih tepatnya dilakukan kepada anak yang belum belajar membaca atau belum bisa membaca sama sekali. </p>



<p>Kalau anak sudah bisa membaca, tentu berbeda lagi ceritanya. Biarkanlah anak tersebut yang membacakan buku bacaannya dengan nyaring, sementara orang tua turut mendengarkan apa yang dibaca anak tersebut. Bila perlu, orang tua juga bisa meminta umpan balik atau meminta menceritakan kembali apa yang dibacanya, hal ini tentu akan bermanfaat untuk mengetahui pemahaman anak tentang bahan bacaannya.</p>



<ul class="wp-block-gallery alignright columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/07/Kemdikbud2.jpg" alt="" data-id="1650" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=1650#main" class="wp-image-1650" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/07/Kemdikbud2.jpg 959w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/07/Kemdikbud2-300x213.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/07/Kemdikbud2-768x546.jpg 768w" sizes="(max-width: 959px) 100vw, 959px" /></figure></li></ul>



<p>Selain membacakan buku pada anak atau mendampingi anak membaca, anak juga bisa sesekali dibawa ke toko buku atau pameran buku, biarkanlah mereka mencari buku yang menarik perhatian mereka. Memberi kesempatan kepada mereka untuk memilih buku adalah satu cara mengajarkan kepada anak agar mulai belajar memutuskan membeli buku yang sesuai dengan umur dan kebutuhan mereka. Tentu tetap dalam konteks pendampingan juga.</p>



<p>Nah, perlu kita sadari
bersama, bahwa selain pendampingan yang dilakukan orang tua, ada satu hal lagi
yang tidak kalah penting dalam menumbuhkan rasa cinta dan minat membaca anak.
Menciptakan suasana rumah yang dapat mendukung rasa cinta dan minat membaca
buku, serta menjadi orang tua yang berhasil menempatkan diri sebagai <em>role model</em> atau teladan bagi
anak-anaknya tidak kalah penting.</p>



<p>Saya jadi teringat dengan
pengalaman pribadi. Dulu, almarhum ayah kami, menyediakan tempat khusus untuk
perpustakaan pribadinya. Bahkan ayah kami termasuk sosok yang rajin membaca.
Akhirnya, secara perlahan, dalam diri saya tertanam minat baca. Bisa dibilang,
ayah kami adalah teladan yang menularkan semangat membaca kepada saya.</p>



<p>Hal itu pula yang saya tularkan kepada anak saya. Saya termasuk orang yang rajin membeli buku, mengoleksinya serta membaca buku di rumah. Besar harapan saya, anak-anak dapat mencontoh dan pada akhirnya semakin tertarik dengan buku. Walau masa sekarang tentu tidak semudah zaman papa saya dulu. Tantangan paling besar anak-anak saat ini untuk meninggalkan buku adalah banyaknya aktivitas yang bisa dilakukan dengan gadget.</p>



<p><em>Sebenarnya mengapa orang tua turut berperan membekali anak memiliki keterampilan literasi? </em></p>



<p>Saya sependapat dengan kebanyakan pendapat pakar parenting, bahwa tanggung jawab anak itu bukan semata urusan sekolah. Bahkan peran orang tua harus lebih besar. Alasannya, karena anak tersebut lebih banyak di rumah bersama keluarga. Bahkan sejatinya, orang tua harus tahu kebutuhan literasi anak tersebut.</p>



<p>Bagi anak kami, selain menerapkan apa yang sudah paparkan di atas, ada hal lain yang pernah kami lakukan. Ketika masih TK dan sekolah dasar (kelas kecil) kami membiasakan anak kami untuk mengikuti lomba “story telling”. Tujuannya, agar anak kami terlatih dan terampil menceritakan dan mengkomunikasikan isi buku yang dibacanya. </p>



<p>Kemudian setelah memasuki kelas lima, kami mulai memberikan tantangan baru. Bukan hanya menceritakan bahan bacaannya lagi, tetapi mulai mencoba menuliskan dan mengembangkan apa yang pernah dibacanya. Tentu hal ini sejalan dengan pembiasaan yang telah dilakukan di ruangan kelas mereka di sekolah, yakni belajar menulis.</p>



<p>Ketika anak kami duduk di bangku kelas enam, kami pun mulai mendorongnya untuk mulai mengikuti lomba menulis. Sepertinya ada gayung bersambut. Ternyata dalam diri anak kami ada ketertarikan untuk menulis dan bersemangat untuk mengikuti lomba menulis. </p>



<p>Saat itu, kami pun mencoba mengikutkan anak kami pada sebuah event lomba menulis yang bertemakan tentang “Impianku untuk Indonesia”. Untungnya tema tersebut masih segar bagi anak kami, karena masih baru dipelajari di sekolah. Sehingga dengan mudah anak kami untuk menulis dan menuangkan gagasannya. Saat itu, anak kami pun memberikan judul tulisannya dengan &#8220;Kebanggaan dan Mimpiku untuk Indonesia&#8221;.</p>



<ul class="wp-block-gallery alignleft columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/07/Foto-Gerald-for-Wordpress.jpg" alt="" data-id="1654" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=1654#main" class="wp-image-1654" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/07/Foto-Gerald-for-Wordpress.jpg 451w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/07/Foto-Gerald-for-Wordpress-257x300.jpg 257w" sizes="(max-width: 451px) 100vw, 451px" /></figure></li></ul>



<p>Akhirnya, waktu yang ditunggu-tunggu tiba. Pihak penyelenggara pun mengumumkan nama-nama finalis dan sekaligus juaranya pertama hingga ketiga. Ternyata, anak kami hanya berada pada sederetan nama finalis. Walau tidak berhasil mencapai sampai tahap juara, tapi anak kami sudah cukup senang dan bangga dengan pencapaian itu. Meningat ini adalah pengalaman perdananya.</p>



<p>Bersyukurnya, penyelenggara mengumumkan bahwa tulisan semua finalis pun akan diterbitkan menjadi buku, sehingga ada sesuatu yang bisa dikenang dari lomba tersebut. Betapa senangnya anak kami, ketika masih duduk di bangku kelas enam akhirnya sudah memiliki buku karya sendiri.</p>



<p>Setahun kemudian, ketika sudah masuk kelas tujuh, anak kami kembali mengikuti lomba menulis, dan tidak diduga berhasil menjadi juara pertama menulis tentang tema “Gerakan Anti Narkoba.” Kemenangan ini ternyata menjadi motivasi bagi anak kami untuk terus berkarya serta menumbuhkan percaya dirinya untuk berkompetisi dalam menulis. Bahkan hingga saat ini sudah ada beberapa penghargaan yang diperoleh dari menulis.</p>



<ul class="wp-block-gallery alignright columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/07/hadiah-1-768x1024.jpg" alt="" data-id="1681" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=1681#main" class="wp-image-1681" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/07/hadiah-1-768x1024.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/07/hadiah-1-225x300.jpg 225w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/07/hadiah-1.jpg 774w" sizes="(max-width: 768px) 100vw, 768px" /></figure></li></ul>



<p>Pada akhirnya, saya sangat sependapat, kalau upaya membekali ketrampilan literasi pada anak baik menulis dan membaca, harus dimulai sejak dini dan tentunya dimulai dari keluarga. Sementara untuk menguji kemampuannya, alangkah baiknya anak dilibatkan lomba yang relevan dan sesuai dengan tingkatan umurnya. Tujuan bukan untuk menang lomba, tetapi mempertajam kemampuannya.</p>



<p>Sahabat pembaca, semoga tulisan singkat ini dapat menjadi inspirasi bagi sahabat pembaca, terutama yang ingin menanamkan ketrampilan literasi (menulis dan membaca) bagi anak-anak di rumah. Salam literasi.</p>



<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/07/Essay-2.jpg" alt="" data-id="1683" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=1683#main" class="wp-image-1683" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/07/Essay-2.jpg 791w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/07/Essay-2-300x230.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/07/Essay-2-768x589.jpg 768w" sizes="(max-width: 791px) 100vw, 791px" /></figure></li></ul>



<p>*)Sertifikat di atas adalah event menulis tingkat internasional yang baru diikuti anak kami bulan Juni lalu.</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://thurneysensimanjuntak.com/2021/07/10/membekali-anak-memiliki-keterampilan-literasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 0/111 objects using memcache
Page Caching using disk: enhanced 
Database Caching using redis

Served from: thurneysensimanjuntak.com @ 2024-08-16 00:04:16 by W3 Total Cache
-->