<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>RimbaTerakhir &#8211; Rumah #InspiraThur</title>
	<atom:link href="https://thurneysensimanjuntak.com/tag/rimbaterakhir/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://thurneysensimanjuntak.com</link>
	<description>Ruang Berbagi Lewat Tulisan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Mar 2020 22:36:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.2.20</generator>

<image>
	<url>https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2021/02/cropped-Thur-Sketsa-1-32x32.jpg</url>
	<title>RimbaTerakhir &#8211; Rumah #InspiraThur</title>
	<link>https://thurneysensimanjuntak.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tangis Ibu Tati adalah Tangis Kita, Mari Peduli Hutan</title>
		<link>https://thurneysensimanjuntak.com/2020/03/02/tangis-ibu-tati-adalah-tangis-kita-mari-peduli-hutan/</link>
				<comments>https://thurneysensimanjuntak.com/2020/03/02/tangis-ibu-tati-adalah-tangis-kita-mari-peduli-hutan/#comments</comments>
				<pubDate>Mon, 02 Mar 2020 16:18:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Thurneysen]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Hutan]]></category>
		<category><![CDATA[RimbaTerakhir]]></category>
		<category><![CDATA[WALHIXBPN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://thurneysensimanjuntak.com/?p=533</guid>
				<description><![CDATA[Tiba-tiba, sesi bincang-bincang bersama empat narasumber mendadak hening. Isak tangis Ibu Tati mengundang haru. Kesedihan Ibu Tati bukan tanpa alasan. Kesedihannya berawal dari dokumenter berdurasi <a href="https://thurneysensimanjuntak.com/2020/03/02/tangis-ibu-tati-adalah-tangis-kita-mari-peduli-hutan/" class="read-more-link">[more...]</a>]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[
<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/nara-sumber-1-1024x768.jpg" alt="" data-id="540" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=540" class="wp-image-540" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/nara-sumber-1-1024x768.jpg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/nara-sumber-1-300x225.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/nara-sumber-1-768x576.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/nara-sumber-1-320x240.jpg 320w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/nara-sumber-1-100x75.jpg 100w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/nara-sumber-1.jpg 1040w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure></li></ul>



<p class="has-text-color has-very-dark-gray-color">Tiba-tiba, sesi bincang-bincang bersama empat narasumber mendadak hening. Isak tangis Ibu Tati mengundang haru. Kesedihan Ibu Tati bukan tanpa alasan. Kesedihannya berawal dari dokumenter berdurasi dua menit itu. Dokumenter yang menggambarkan kerusakan dan kehancuran bumi.</p>



<p>Sahabat pembaca, untuk dapat merasakan keresahan Ibu Tati, mari kita menyaksikan sejenak dokumenter yang membuat Ibu Tati bersedih.</p>



<figure class="wp-block-embed-youtube aligncenter wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="KITA MASIH DI PLANET BUMI" width="640" height="360" src="https://www.youtube.com/embed/6hkBEZllERA?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Setelah menyaksikannya, tentu tidak berlebihan kalau saya mengatakan bahwa tangis Ibu Tati adalah tangis kita. Keprihatinan Ibu Tati adalah keprihatianan kita juga. </p>



<p>Saya pun paham kalau Ibu Tati begitu geram dengan orang-orang yang membakar hutan seperti di Riau dan Kalimantan beberapa waktu lalu.</p>



<p>Dalam sesi bincang-bincang yang dilakukan pada <em><strong>Forest Cuisine Blogger Gathering</strong></em> yang digelar di Almond Zucchini, Jakarta Selatan (29/2/2020), Ibu Tati pun menyampaikan bagaimana cara mereka menjaga hutan di kampung halamannya (di Sumatera Barat).</p>



<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/sumbar-4.jpg" alt="" data-id="596" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=596" class="wp-image-596" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/sumbar-4.jpg 839w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/sumbar-4-300x131.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/sumbar-4-768x335.jpg 768w" sizes="(max-width: 839px) 100vw, 839px" /></figure></li></ul>



<p>“Hutan kita lestari, bagus, tidak ada yang mengganggu. Ibu-ibu di sana, bunda kandung, menjaga hutan bersama yang lain. Kalaupun ada yang membakar hutan kami, akan kami kejar kemana pun.” Paparnya.</p>



<p>Sesungguhnya, siapakah Ibu Tati tersebut? Berikut, saya mencoba memperkenalkannya secara singkat kepada sahabat pembaca.</p>



<p>Ibu Tati atau lengkapnya Sri Hartati adalah seorang sosok yang aktif&nbsp; di Program Pengelolaan Hutan untuk Kesejahteraan&nbsp; Perempuan bersama WALHI Sumatera Barat dan <em>Women Research Institute</em>. Beliau begitu antusias mengembangkan produk olahan dari buah pala menjadi selai, sirup dan minuman segar. Karena itu, tidak salah kalau Ibu Tati terpilih menjadi WALHI Champion atas upaya-upaya yang telah dilakukannya. </p>



<p>Nah, kini terjawab sudah alasan kepedulian Ibu Tati pada hutan. Setelah membaca kisah singkat Ibu Tati, tentu kita dapat menarik benang merah antara usaha yang dikerjakan Ibu Tati dengan hutan. Bahwa bahan baku produk olahannya bersama ibu-ibu yang ada di sana tentu tidak mungkin tersedia tanpa adanya hutan. </p>



<p>Bagaimana dengan kita? Apakah masih memiliki cara pandang yang sama? &#8220;Kalau tidak ada hutan, maka kehidupan pasti terganggu&#8221;. Kalau cara pandang kita tidak lagi seperti itu, ada baiknya kita melakukan instopeksi diri dan belajar memahami fungsi hutan yang sesungguhnya.</p>



<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/walhi-3.jpg" alt="" data-id="546" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=546" class="wp-image-546" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/walhi-3.jpg 1012w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/walhi-3-300x85.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/walhi-3-768x217.jpg 768w" sizes="(max-width: 1012px) 100vw, 1012px" /></figure></li></ul>



<p>Sekarang mari kita lanjutkan pembahasan tentang fungsi hutan yang sesungguhnya. Atau, mengapa hutan harus dilindungi? Paparan tentang ini disampaikan oleh Mbak Alin secara gamblang.  Mbak Alin sendiri adalah <strong>Perwakilan Eksekutif Nasional WALHI</strong>. </p>



<p>Mengawali paparannya dihadapan 30 orang Finalis <em>Forest Cuisine</em> <em>Blog Competition</em>, beliau menyampaikan bahwa selama ini ada <strong>kesesatan berpikir</strong> tentang hutan. </p>



<p>Kesesatan berpikir yang dimaksudkan adalah ketika “Hutan itu hanya dianggap sebagai onggokan pohon saja. Padahal hutan itu adalah ruang hidup. Di sana ada kesatuan ekosistem, ada pohonnya, ada satwa, ada tanaman obat, ada sumber pangan, ada kebudayaan.&#8221;</p>



<p>Selain itu, &#8220;di dalam atau di sekitar kawasan hutan, ada juga masyarakat adat yang tinggal, maka hutan sesungguhnya adalah identitas bagi masyarakat adat. Jadi kalau hutannya hilang, maka tidak ada lagi identitas masyarakat adatnya.&#8221; </p>



<p>Kesesatan berpikir berikutnya, ketika menganggap hutan itu tidak masalah kalau monokultur. Dalam hal ini, Mbak Alin berpendapat bahwa &#8220;Hutan itu adalah sesuatu yang beragam. Misalnya, kalau di sana hanya terdapat pohon akasia saja, itu bukan hutan, tapi kita bisa menyebutnya sebagai kebun kayu. Jadi jangan salah kaprah lagi, yang penting hijau kalau di pandang dari atas, padahal itu hanya pohon sawit. Sekali lagi, hutan itu bukan monokultur tapi keberagaman. Seperti halnya kehidupan sosial kita yang beragam, sesungguhnya itulah filosofi keberagaman alam.&#8221;</p>



<p>Nah, jika kita hubungkan dengan tema Blogger Gathering kali ini, <em>Forest Cuisine</em>, bahwa hutan itu adalah sumber pangan. Tetapi hal ini menjadi keprihatinan kita bersama. Mengingat banyaknya hutan yang telah dirusak di negeri ini, tentu hal itu berdampak pada sumber pangan manusia dari hutan yang semakin menipis.</p>



<p>Kalau melihat data dari media sosial WALHI, ada beberapa tumbuhan hutan yang bisa dimakan, tetapi terancam hilang. Dari beberapa tumbuhan tersebut ternyata ada yang sangat dekat dengan kehidupan saya, bahkan ada beberapa tumbuhan yang sering saya konsumsi. Bisa saya bayangkan kalau itu sudah tidak ada lagi. Saya tidak akan bisa mengkonsumsinya lagi.</p>



<p>Beberapa tumbuhan yang dimaksud seperti buah murbai, cantigi gunung, alang-alang, pohpohan, kecombrang, caplukan, semanggi, rane, lumut hati, berbagai jamur yang lezat (salah satu bahan yang digunakan pada cooking demo di event blogger gathering ini).</p>



<ul class="wp-block-gallery columns-2 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/W-2-2.jpg" alt="" data-id="575" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=575" class="wp-image-575" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/W-2-2.jpg 720w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/W-2-2-150x150.jpg 150w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/W-2-2-300x300.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/W-2-2-100x100.jpg 100w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /></figure></li><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/W-3-2.jpg" alt="" data-id="576" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=576" class="wp-image-576" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/W-3-2.jpg 720w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/W-3-2-150x150.jpg 150w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/W-3-2-300x300.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/W-3-2-100x100.jpg 100w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /></figure></li></ul>



<ul class="wp-block-gallery columns-2 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/W-4-7.jpg" alt="" data-id="594" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=594" class="wp-image-594" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/W-4-7.jpg 720w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/W-4-7-150x150.jpg 150w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/W-4-7-300x300.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/W-4-7-100x100.jpg 100w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /></figure></li><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/W-5-4.jpg" alt="" data-id="595" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=595" class="wp-image-595" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/W-5-4.jpg 700w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/W-5-4-292x300.jpg 292w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></figure></li></ul>



<p>Akankah kita membiarkan tumbuhan itu hilang dan sama sekali tidak berbekas lagi? Mari kita renungkan bersama dengan sungguh-sungguh keberlanjutan hutan. Apalagi hutan itu begitu penting bagi kehidupan kita. Bukan saja karena menjadi sumber bahan pangan, tetapi karena hutan itu juga memiliki banyak fungsi lainnya.</p>



<p>Ada fungsi orologis (mencegah erosi), klimatologis (mengatur iklim), hidrologis (penyimpan air) estetis (tempat wisata) serta strategis (tempat berlindung).</p>



<p>Sahabat pembaca, sekarang saatnya kita beranjak  dari pembahasan tentang fungsi hutan ke  peran perempuan dalam mengelola hutan. </p>



<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/walhi-3-1-1024x522.jpg" alt="" data-id="600" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=600" class="wp-image-600" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/walhi-3-1-1024x522.jpg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/walhi-3-1-300x153.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/walhi-3-1-768x392.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/walhi-3-1.jpg 1220w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure></li></ul>



<p>Menurut Mbak Alin, bahwa peran perempuan dalam mengelola hutan itu begitu penting. Perempuan adalah penjaga hutan, penyelamat hutan, penyelamat iklim. Mengapa? Alasannya karena perempuan melakukan peran-peran <strong>penyelamatan hutan yang berkelanjutan</strong>.</p>



<p>Jadi, kalau hutan terjaga dan masyarakat yang di kota merasakan manfaat hutan yang lestari itu karena pemanfaatan hutan dan pengelolaan hutan yang berkelanjutan oleh perempuan.</p>



<p>Salah satu peran nyata yang dilakukan oleh perempuan terlihat di Kalimantan Barat yang tetap konsisten mempertahankan <strong>Rimba Terakhir</strong>. Bukan itu saja, termasuk dua sosok WALHI Champion yang ikut meramakaikan Blogger Gathering yaitu Ibu Tati dan Mbak Tresna.</p>



<p>Kalau berbicara tentang peran perempuan dalam penyelamatan hutan yang berkelanjutan, tentu tidak terlepas dari kearifan perempuan memanfaatkan hutan sebagai bagian dari pangan keluarga, peran ekonomi, pemanfaatan untuk apotik keluarga, hingga pada sumber pengetahuan perempuan.</p>



<ul class="wp-block-gallery columns-2 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/produk.jpg" alt="" data-id="616" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=616" class="wp-image-616" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/produk.jpg 960w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/produk-300x225.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/produk-768x576.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/produk-320x240.jpg 320w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/produk-100x75.jpg 100w" sizes="(max-width: 960px) 100vw, 960px" /></figure></li><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/produk2.jpg" alt="" data-id="617" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=617" class="wp-image-617" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/produk2.jpg 960w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/produk2-300x225.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/produk2-768x576.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/produk2-320x240.jpg 320w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/produk2-100x75.jpg 100w" sizes="(max-width: 960px) 100vw, 960px" /></figure></li></ul>



<ul class="wp-block-gallery columns-2 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/produk3.jpg" alt="" data-id="618" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=618" class="wp-image-618" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/produk3.jpg 960w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/produk3-300x225.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/produk3-768x576.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/produk3-320x240.jpg 320w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/produk3-100x75.jpg 100w" sizes="(max-width: 960px) 100vw, 960px" /></figure></li><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/produk4.jpg" alt="" data-id="619" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=619" class="wp-image-619" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/produk4.jpg 960w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/produk4-300x225.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/produk4-768x576.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/produk4-320x240.jpg 320w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/produk4-100x75.jpg 100w" sizes="(max-width: 960px) 100vw, 960px" /></figure></li></ul>



<p style="text-align:center" class="has-text-color has-vivid-cyan-blue-color"><em>Produk-produk masyarakat (komunitas) binaan WALHI</em></p>



<p>Satu yang menjadi keyakinan Mbak Alin, &#8220;Kalau hutan dikelola oleh komunitas perempuan akan jauh lebih adil dan arif&#8221;. Tentu hal itu tidak terlepas dengan kerifan lokal, pengetahuan lokal dan bentuk identitas yang telah melekat selama ini dalam diri perempuan.</p>



<p>Ternyata hal itu dapat dibuktikan melalui peran hebat Mbak Tresna juga, salah seorang WALHI Champion yang hadir bersama para blogger.  </p>



<p>Mbak Tresna adalah  seorang sosok yang turut berjuang empat tahun  terakhir agar pemerintah memberikan izin kepada komunitas atau masyarakat yang tinggal di sekitar hutan Kelurahan Sakuli, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, agar dapat mengelola hutannya sendiri. Bersyukurnya, saat ini perjuangan tersebut sudah memasuki tahap pengukuran lahan.</p>



<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/tresna.jpg" alt="" data-id="605" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=605" class="wp-image-605" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/tresna.jpg 873w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/tresna-300x161.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/tresna-768x413.jpg 768w" sizes="(max-width: 873px) 100vw, 873px" /></figure></li></ul>



<p>Sesungguhnya apa yang mendorongnya untuk memperjuangkan hal tersebut? Salah satunya karena hutan di sana banyak manfaatnya. Di sisi lain, banyak pemuda di daerah tersebut yang bangga dan bersemangat menjadi seorang petani, tetapi tidak memiliki lahan.</p>



<p>Berangkat sebagai cucu seorang petani membuat Mbak Tresna ingin mendukung penanaman pohon yang sudah mulai langka, seperti pohon sagu. Padahal sagu itu sendiri memiliki banyak manfaat, salah satunya bisa menjadi pengganti beras sebagai makanan pokok.</p>



<p>Sahabat pembaca, itulah beberapa perempuan yang peduli akan keberlanjutan hutan. Berharap, siapa pun kita, apa latar belakang kita, di mana kita berada, hendaknya memiliki semangat untuk mengikuti jejak mereka, berjuang demi keberlanjutan hutan.</p>



<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/cooking.jpg" alt="" data-id="607" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=607" class="wp-image-607" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/cooking.jpg 870w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/cooking-300x144.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/cooking-768x369.jpg 768w" sizes="(max-width: 870px) 100vw, 870px" /></figure></li></ul>



<p>Setelah selesai mengikuti sesi bincang-bincang bersama para narasumber, semua peserta mengikuti acara yang dinanti-nanti, <em>cooking demo</em>, bersama chef William Gozali. </p>



<p>Acara ini tentu sangat penting bagi peserta. Mengingat bahwa melalui <em>cooking demo, </em>diharapkan semakin tercipta kesadaran dan kepedulian akan kekayaan hutan Indonesia. </p>



<p>Bahkan lebih lagi, bersemangat menjadi agen sosialisasi &#8220;Forest Cuisine&#8221; di masyarakat melalui jalur literasi (tulisan). Bahwa hutan di Indonesia mampu menyediakan berbagai jenis bahan pangan. Untuk itu, mari semua berpartisipasi mendukung keselamatan hutan.</p>



<ul class="wp-block-gallery columns-3 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/jamur-1024x768.jpg" alt="" data-id="609" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=609" class="wp-image-609" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/jamur-1024x768.jpg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/jamur-300x225.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/jamur-768x576.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/jamur-320x240.jpg 320w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/jamur-100x75.jpg 100w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/jamur.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>sumber gambar : Lidia Hayati (WAG Blogger Gathering)</figcaption></figure></li><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/thur-cooking-768x1024.jpg" alt="" data-id="611" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=611" class="wp-image-611" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/thur-cooking-768x1024.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/thur-cooking-225x300.jpg 225w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/thur-cooking.jpg 780w" sizes="(max-width: 768px) 100vw, 768px" /></figure></li><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/cooking3-1.jpg" alt="" data-id="625" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=625" class="wp-image-625" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/cooking3-1.jpg 960w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/cooking3-1-300x225.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/cooking3-1-768x576.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/cooking3-1-320x240.jpg 320w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/cooking3-1-100x75.jpg 100w" sizes="(max-width: 960px) 100vw, 960px" /></figure></li><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/cooking4-1-1024x768.jpg" alt="" data-id="626" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=626" class="wp-image-626" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/cooking4-1-1024x768.jpg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/cooking4-1-300x225.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/cooking4-1-768x576.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/cooking4-1-320x240.jpg 320w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/cooking4-1-100x75.jpg 100w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/cooking4-1.jpg 1040w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure></li></ul>



<p>Nah, dalam <em>cooking demo</em> itu juga terlihat jelas pemakaian bahan pangan yang berasal dari hutan, seperti jamur yang begitu lezat. Apakah Anda termasuk penikmat jamur? Yuk dukung kelestarian hutan agar jamur-jamur terus berkembang biak di sana. Dan dengan keberadaan hutan anak-cucu kita dapat terus menikmatinya.</p>



<p>Akhir kata mari berkontribusi untuk mendukung penyelamatan dan perlindungan hutan demi kedaulatan pangan nasional.</p>



<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/logo.jpg" alt="" data-id="614" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=614" class="wp-image-614" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/logo.jpg 376w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/03/logo-300x136.jpg 300w" sizes="(max-width: 376px) 100vw, 376px" /></figure></li></ul>



<p></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://thurneysensimanjuntak.com/2020/03/02/tangis-ibu-tati-adalah-tangis-kita-mari-peduli-hutan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>Kalau Hutan Sumber Pangan, Masih Tegakah Merusaknya?</title>
		<link>https://thurneysensimanjuntak.com/2020/02/11/kalau-hutan-sumber-pangan-masih-tegakah-merusaknya/</link>
				<comments>https://thurneysensimanjuntak.com/2020/02/11/kalau-hutan-sumber-pangan-masih-tegakah-merusaknya/#comments</comments>
				<pubDate>Tue, 11 Feb 2020 14:40:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Thurneysen]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Hutan]]></category>
		<category><![CDATA[BlogCompetitionSeries]]></category>
		<category><![CDATA[HutanSumberPangan]]></category>
		<category><![CDATA[PulihkanIndonesia]]></category>
		<category><![CDATA[RimbaTerakhir]]></category>
		<category><![CDATA[WALHIXBPN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://thurneysensimanjuntak.com/?p=419</guid>
				<description><![CDATA[Sejak kecil, hutan sudah tidak asing bagiku. Pasalnya, di belakang sekolahku (waktu sekolah dasar di Rahutbosi) terdapat sebuah hutan. Saat jam istirahat atau sepulang sekolah, <a href="https://thurneysensimanjuntak.com/2020/02/11/kalau-hutan-sumber-pangan-masih-tegakah-merusaknya/" class="read-more-link">[more...]</a>]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[
<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/dokpri.jpg" alt="" data-id="420" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=420" class="wp-image-420" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/dokpri.jpg 960w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/dokpri-150x150.jpg 150w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/dokpri-300x300.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/dokpri-768x768.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/dokpri-100x100.jpg 100w" sizes="(max-width: 960px) 100vw, 960px" /><figcaption>Dokumentasi Pribadi</figcaption></figure></li></ul>



<p style="color:#000000;font-size:17px" class="has-text-color">Sejak kecil, hutan sudah tidak asing
bagiku. Pasalnya, di belakang sekolahku (waktu sekolah dasar di Rahutbosi) terdapat
sebuah hutan. Saat jam istirahat atau sepulang sekolah, sesekali saya dan
teman-teman masuk ke dalam hutan tersebut.</p>



<p style="color:#030303;font-size:17px" class="has-text-color">Hutan itu memberikan kami udara
segar dan kesejukan disaat teriknya matahari. Selain itu, melalui daun dan
tumbuhan yang ada di hutan, kami dapat menikmati berbagai permainan kreatif. </p>



<p style="color:#020709;font-size:17px" class="has-text-color">Setidaknya ada satu permainan yang masih terekam dalam benakku hingga sekarang. Mau tahu jenis permainannya? Namanya, “marpulung-pulungan”.</p>



<p style="color:#000000;font-size:17px" class="has-text-color">Marpulung-pulungan adalah sebuah permainan yang berusaha mengumpulkan berbagai jenis daun. Caranya, setiap orang akan berkeliling di dalam hutan sambil mengambil berbagai jenis daun. Tentu areanya dibatasi agar tidak terlalu jauh ke dalam hutan, sehingga kami tidak ada yang kesasar.</p>



<p style="color:#06090b;font-size:17px" class="has-text-color">Selanjutnya, setiap orang akan berusaha
mengambil daun sebanyak mungkin, dengan catatan harus mengetahui nama daun yang
diambil.</p>



<p style="color:#090909;font-size:17px" class="has-text-color">Terus, bagaimana menentukan pemenangnya?
</p>



<p style="color:#0a0b0b;font-size:17px" class="has-text-color">Setelah selesai mengumpulkan daun, kami pun duduk membentuk lingkaran. Kemudian setiap orang mengeluarkan daun masing-masing dan mulai menyocokkan satu persatu kepada seluruh peserta permaianan. </p>



<p style="color:#0a0b0b;font-size:17px" class="has-text-color">Setiap daun yang sama dengan peserta
lain, dikumpulkan di satu tempat. Sementara daun yang tidak dimiliki oleh peserta
lain, sementara disisihkan atau disimpan dulu. </p>



<p style="color:#151515;font-size:17px" class="has-text-color">Pada akhir permainan, semua peserta akan
berhitung jumlah daun yang disisihkan atau disimpan. Pemilik jenis daun
terbanyak, dialah pemenangnya.</p>



<p style="color:#0c0c0c;font-size:17px" class="has-text-color">Permainan yang menyenangkan. Melalui
permainan ini juga kami ternyata mendapat berbagai pengetahuan, mengenali jenis
daun atau berbagai jenis pohon. Bisa dibilang, bermain sambil belajar Ilmu
Pengetahuan Alam (IPA).</p>



<p style="color:#101010;font-size:17px" class="has-text-color">Nah, selama menjalani permainan,
adakalanya kami juga menikmati berbagai makanan berbentuk biji-bijian yang kami
temukan di dalam hutan. Misalnya, “harimonting” (Bahasa Batak). </p>



<p style="color:#010405;font-size:17px" class="has-text-color">Pernah dengar “harimonting’? Harimonting
atau yang dikenal dengan kemunting
(<em>Rhodomyrtus tomentosa</em>) merupakan tanaman yang memiliki tinggi sekitar
satu meter. Tanaman ini kalau sudah waktunya berbuah akan menghasilkan
biji-bijian yang berukuran sebesar kelereng. Awalnya bijinya berwarna hijau,
tapi kalau sudah matang warna menjadi kemerah-merahan. Kalau sudah
kemerah-merahan, maka buah itu rasanya manis. Konon katanya, biji ini memiliki kandungan
vitamin yang tinggi.</p>



<p style="color:#090909;font-size:17px" class="has-text-color">Begitulah
pengalaman menarik tentang hutan ketika keluarga kami tinggal di Rahutbosi,
Pangaribuan, Sumatera Utara.</p>



<p class="has-medium-font-size"></p>



<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/Untitled-1024x144.jpg" alt="" data-id="425" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=425" class="wp-image-425" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/Untitled-1024x144.jpg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/Untitled-300x42.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/Untitled-768x108.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/Untitled.jpg 1100w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure></li></ul>



<p style="color:#121212;font-size:17px" class="has-text-color">Setelah kelas 6 SD, keluarga kami pindah ke Hutanabolon, Sibolga. Sebelas tahun berada di sana, membuatku semakin mengenal arti pentingnya hutan. <strong><a href="https://walhi.or.id/" target="_blank" rel="noreferrer noopener" aria-label="Hutan sumber pangan  (opens in a new tab)">Hutan sumber pangan</a></strong><a href="https://walhi.or.id/" target="_blank" rel="noreferrer noopener" aria-label="Hutan sumber pangan  (opens in a new tab)"> </a>yang dapat bermanfaat bagi kebutuhan sehari-hari.</p>



<p style="color:#0e0e0e;font-size:17px" class="has-text-color">Memang ada perbedaan hutan yang ada di Rahutbosi (Pangaribuan) dan Hutanabolon (Sibolga). Kalau di Rahutbosi, hutannya di dominasi pohon pinus dan kemenyan. Tetapi kalau di Hutanabolon, hutannya banyak ditumbuhi pohon yang menghasilkan sumber makanan, terutama buah-buahan. </p>



<p style="color:#0c0c0c;font-size:17px" class="has-text-color">Tidak jarang teman-teman mengajakku mengambil buah ke hutan. Dari berbagai jenis buah yang paling saya sukai adalah durian. Salah satu alasan yang membuatku menyukai buah durian adalah aromanya yang khas dan rasanya yang lezat. </p>



<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/durian.jpg" alt="" data-id="427" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=427" class="wp-image-427" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/durian.jpg 960w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/durian-300x225.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/durian-768x576.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/durian-320x240.jpg 320w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/durian-100x75.jpg 100w" sizes="(max-width: 960px) 100vw, 960px" /><figcaption>Durian (sumber gambar : pixabay.com)</figcaption></figure></li></ul>



<p style="color:#090909;font-size:17px" class="has-text-color">Selain dimakan langsung, saya juga
sering menjadikan duren sebagai pendamping ketan. Rasanya? “maknyus” loh,
meminjam jargon almarhum Bondan Winarno.</p>



<p style="color:#050505;font-size:17px" class="has-text-color">Sahabat pembaca, ternyata bicara buah durian bukan semata bicara nikmat di mulut saja. Tetapi durian juga memiliki berbagai manfaat untuk tubuh kita. Mau tahu?</p>



<p style="color:#070707;font-size:17px" class="has-text-color">Berdasarkan sebuah sumber yang penulis baca, bahwa durian ternyata memiliki berbagai manfaat bagi tubuh. Alasannya, durian ternyata mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral yang tentunya dibutuhkan tubuh kita setiap harinya.</p>



<figure class="wp-block-image"><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/durian-1.jpg" alt="" class="wp-image-452" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/durian-1.jpg 985w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/durian-1-300x214.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/durian-1-768x548.jpg 768w" sizes="(max-width: 985px) 100vw, 985px" /></figure>



<p style="color:#050505;font-size:17px" class="has-text-color">Secara
spesifik, adapun kandungan 100 gram durian ternyata mengandung sekitar 27 gram
karbohidrat, 1,5 gram protein, 5 gram lemak, 4 gram serat, vitamin A sebanyak
44 IU, magnesium 30 mg, fosfor 39 mg, vitamin C sekitar 20 mg dan mineral
lainnya.</p>



<p style="color:#0a0b0b;font-size:17px" class="has-text-color">Seperti
yang sudah saya sampaikan di atas, ternyata banyak manfaatnya kalau kita
konsumsi. Misalnya, dapat mencegah penyakit jantung. Alasannya, karena durian
tersebut ternyata mengandung asam folat yang tinggi, bagus untuk kesehatan
jantung. </p>



<p style="color:#0e0e0e;font-size:17px" class="has-text-color">Selain
itu, durian juga sangat bagus untuk memperkuat otot, hal ini karena kandungan
thiamin yang terdapat dalam durian tersebut. </p>



<p style="color:#0c0c0c;font-size:17px" class="has-text-color">Selanjutnya,
karena memiliki kandungan potasium, maka durian ternyata mampu memperlancar
peredaran darah.</p>



<p style="color:#050505;font-size:17px" class="has-text-color">Nah, bagi
Anda yang memiliki permasalahan kesulitan tidur, barangkali durian bisa menjadi
solusinya. Durian ternyata memiliki kandungan tritopan karena ampuh menimbulkan
rasa kantuk.</p>



<p style="color:#090808;font-size:17px" class="has-text-color">Mengingat
durian merupakan buah yang kaya serat, maka memakan durian akan membantu
memperlancar pencernaan dan mencegah sembelit.</p>



<p style="color:#0a0b0b;font-size:17px" class="has-text-color">Berikutnya,
dua zat penting dalam durian, seperti phytonutrient dan phytosterol, dipercaya
mampu mematikan sel-sel penyebab kanker, memperbaiki reaksi anti tumor pada
tubuh,</p>



<p style="color:#050505;font-size:17px" class="has-text-color">Itulah
beberapa manfaat dari mengonsumsi durian. Bersyukurnya, ada banyak hutan di
Indonesia yang ditumbuhi oleh pohon durian yang mampu menyediakan kebutuhan
masyarakat. Dengan demikian, kita pun tidak terlalu sulit menemukannya terutama
disaat musim durian.</p>



<p style="color:#0c0c0c;font-size:17px" class="has-text-color">Selain
buah durian, penulis juga sangat suka olahan makanan yang terbuat dari rebung. Rebung
merupakan bahan makanan yang berasal dari akar bambu yang masih berupa tunas
yang muda.</p>



<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/well-being-3402277_960_720.jpg" alt="" data-id="429" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=429" class="wp-image-429" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/well-being-3402277_960_720.jpg 960w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/well-being-3402277_960_720-300x169.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/well-being-3402277_960_720-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 960px) 100vw, 960px" /><figcaption><br>Rebung (sumber gambar : pixabay.com)</figcaption></figure></li></ul>



<p style="color:#0a0b0b;font-size:17px" class="has-text-color">Dulu, semasa kecil di kampung, ibuku sering memasak rebung ini menjadi sayur bersantan. Selain itu, rebung juga enak kalau dimasak bersamaan dengan ikan mas atau yang dikenal dengan ikan mas arsik (masakan khas Batak).</p>



<p style="color:#0a0b0b;font-size:17px" class="has-text-color">Disamping karena rasanya nikmat, satu lagi alasanku yang membuat rebung ini enak karena tekstur yang renyah membuat sensasi tersendiri saat mengunyahnya di mulut.</p>



<p style="color:#0a0b0b;font-size:17px" class="has-text-color">Nah,
kalau berbicara tentang makanan ini,&nbsp;
satu hal yang tidak boleh kita lupakan adalah manfaatnya kalau kita
konsumsi. Sama halnya seperti durian yang sudah dipaparkan di atas.</p>



<p style="color:#101010;font-size:17px" class="has-text-color">Berikut
adalah beberapa alasan mengapa kita harus mengonsumsi rebung. </p>



<p style="color:#090909;font-size:17px" class="has-text-color">Rebung
dapat menurunkan kadar kolesterol (LDL). Hal ini dapat terjadi karena rebung mengandung
fitonutrien dan&nbsp;fitosterol yang dapat menurunkan kadar lemak buruk di
dalam darah. </p>



<p style="color:#0a0b0b;font-size:17px" class="has-text-color">Selanjutnya, rebung dapat menurunkan berat badan. Kog bisa? Rebung ternyata memiliki kandungan serat yang tinggi, karena itu perut mudah terasa kenyang sehingga mempermudah untuk pengendalian nafsu makan. </p>



<p style="color:#0a0b0b;font-size:17px" class="has-text-color">Selain
itu, kandungan gula dan lemak di dalam rebung sangat rendah. Bisa dibilang
dalam 100 gram hanya terdapat sekitar 2,5 gram kandungan gula dan 0,49 gram kandungan
lemak.</p>



<p style="color:#030303;font-size:17px" class="has-text-color">Rebung
juga dapat mengatasi peradangan, hal ini karena rebung ternyata memiliki
kandungan asam fenolik yang bermanfaat sebagai makananan anti-inflamasi yang
baik.</p>



<p style="color:#070707;font-size:17px" class="has-text-color">Itulah beberapa manfaat dari mengonsumsi rebung, bahkan masih banyak manfaat lainnya yang bisa kita dapatkan dari rebung.</p>



<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/Untitled-2-1024x145.jpg" alt="" data-id="438" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/?attachment_id=438" class="wp-image-438" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/Untitled-2-1024x145.jpg 1024w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/Untitled-2-300x43.jpg 300w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/Untitled-2-768x109.jpg 768w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/Untitled-2.jpg 1100w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure></li></ul>



<p style="font-size:17px">Sahabat pembaca, tentu memiliki berbagai pengalaman dengan hutan. Baik secara langsung atau tidak. Untuk itu, kita pasti sepakat bahwa hutan itu begitu penting bagi kehidupan. </p>



<p style="font-size:17px">Dulu, Ketika belajar di sekolah, pada pelajaran geografi, guru kami tidak pernah lupa menekankan arti pentingnya hutan bagi kehidupan. Mulai dari fungsi orologis (mencegah erosi), klimatologis (mengatur iklim), hidrologis (penyimpan air) dan estetika (tempat wisata).</p>



<p style="font-size:17px">Belum lagi seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya. Bahwa hutan itu bermanfaat sebagai wadah keanekaragaman hayati, yang tentunya merupakan tempat berbagai macam makanan dari hutan.</p>



<p style="font-size:17px">Itulah berbagai alasan pentingnya hutan selalu dijaga.</p>



<p style="font-size:17px">Tapi amat disayangkan, banyak orang tidak menyadari hal tersebut. Terlalu serakah dan tidak berpikir jangka panjang. Tidak sedikit yang merusak hutan, mengalihkan fungsinya, bahkan membakarnya demi kepentingan pribadi.</p>



<p style="font-size:17px">Sejenak mari kita perhatikan kembali data rekapitulasi luas kebakaran hutan dan lahan di Indonesia sejak 2014-2019. Tahun 2014 ada seluas 44.411,36 ha yang mengalami kebakaran, 2.611.411,44 ha (2015), 438.363,19 (2016), 165.483,92 ha (2017), 529.266,64 ha (2018) serta 1.592.010,00 ha (2019).</p>



<p style="font-size:17px">Menyedihkan bukan? Bisa kita bayangkan apa yang terjadi kalau kondisi ini terus berlanjut.</p>



<p style="font-size:17px">Saya jadi teringat dengan apa yang pernah disampaikan oleh Isaac Asimov.</p>



<blockquote class="wp-block-quote"><p>&#8220;<em><strong>Humanity is cutting down its forests, apparently oblivious to the fact that we may not be able to live without them.”</strong></em></p></blockquote>



<p style="font-size:17px">Umat manusia menebangi hutan-hutannya, jelas sekali lupa pada fakta bahwa kita tak mungkin bisa hidup tanpanya. Keprihatinan Isaac Asimov ini, sejatinya merupakan keprihatinan kita juga. Sebab hutan ini adalah milik kita bersama, jadi sudah seharusnya menjadi tanggung jawab kita bersama juga.</p>



<p style="font-size:17px">Kita patut berterimakasih, masih ada yang terus peduli dan bersuara lantang akan keberlanjutan hutan. Salah satunya<strong> </strong><a rel="noreferrer noopener" aria-label="WALHI (opens in a new tab)" href="https://walhi.or.id/" target="_blank"><strong>WALHI</strong></a>.</p>



<p style="font-size:17px">Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) merupakan sebuah organisasi gerakan lingkungan hidup terbesar di Indonesia.  WALHI secara aktif mendorong upaya-upaya penyelamatan dan pemulihan lingkungan hidup di Indonesia. </p>



<p style="font-size:17px">Tentu hal itu sesuai dengan visi WALHI. &#8221; Terwujudnya suatu tatanan sosial, ekonomi dan politik yang adil dan  demokratis yang dapat menjamin hak-hak rakyat atas sumber-sumber  kehidupan dan lingkungan hidup yang sehat dan berkelanjutan.&#8221;</p>



<p style="font-size:17px">Nah, bagi sahabat pembaca yang ingin mendukung berbagai kegiatan WALHI, tentu kita dapat mendukungnya melalui donasi. </p>



<p>Dukungan ini tentu  untuk kepentingan kegiatan<a rel="noreferrer noopener" aria-label=" WALHI (opens in a new tab)" href="https://donasipublik.walhi.or.id/" target="_blank"><strong> WALHI</strong></a> seperti pendidikan, penguatan  kapasitas dan pemberdayaan masyarakat, pengembangan kapasitas penggiat  lingkungan hidup, dan kegiatan-kegiatan lainnya dalam upaya memastikan  daya dukung lingkungan hidup terhadap kehidupan dapat berkelanjutan.</p>



<ul class="wp-block-gallery aligncenter columns-1"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/WALHI-1.jpg" alt="" data-id="463" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/2020/02/11/kalau-hutan-sumber-pangan-masih-tegakah-merusaknya/walhi-1/" class="wp-image-463" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/WALHI-1.jpg 450w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/WALHI-1-300x115.jpg 300w" sizes="(max-width: 450px) 100vw, 450px" /></figure></li></ul>



<p>Akhir kata, mari tetap bersinergi untuk mendukung penyelamatan hutan. Kalau tidak bisa berbuat banyak, setidaknya kita tidak turut menambah barisan yang merusak hutan dan lingkungan. </p>



<p>Ingat! Kalau Hutan Sumber Pangan, Masih Tegakah Merusaknya?</p>



<p style="font-size:17px" class="has-text-color has-vivid-cyan-blue-color"><strong>Sumber Referensi :</strong></p>



<ol><li><a rel="noreferrer noopener" aria-label=" (opens in a new tab)" href="https://www.alodokter.com/ini-manfaat-durian-bagi-kesehatan-tubuh" target="_blank">https://www.alodokter.com/ini-manfaat-durian-bagi-kesehatan-tubuh</a> (diakses 8 Februari 2020)</li><li><em><a rel="noreferrer noopener" aria-label=" (opens in a new tab)" href="https://www.brilio.net/life/9-alasan-kenapa-kamu-harus-suka-makan-buah-durian-150726m.html" target="_blank">https://www.brilio.net/life/9-alasan-kenapa-kamu-harus-suka-makan-buah-durian-150726m.html#</a> </em>(diakses 9 Februari 2020)</li><li><a rel="noreferrer noopener" aria-label=" (opens in a new tab)" href="https://doktersehat.com/manfaat-buah-durian/" target="_blank">https://doktersehat.com/manfaat-buah-durian/</a> (diakses 9 Februari 2020)</li><li><a rel="noreferrer noopener" aria-label="https://doktersehat.com/berbagai-manfaat-sehat-rebung-bagi-tubuh/  (opens in a new tab)" href="https://doktersehat.com/berbagai-manfaat-sehat-rebung-bagi-tubuh/" target="_blank">https://doktersehat.com/berbagai-manfaat-sehat-rebung-bagi-tubuh/ </a>(diakses 9 Februari 2020)</li><li><a href="http://sipongi.menlhk.go.id/hotspot/luas_kebakaran" target="_blank" rel="noreferrer noopener" aria-label="http://sipongi.menlhk.go.id/hotspot/luas_kebakaran (opens in a new tab)">http://sipongi.menlhk.go.id/hotspot/luas_kebakaran</a> (diakses 9 Februari 2020)</li><li><a rel="noreferrer noopener" aria-label="https://walhi.or.id/visi-dan-misi (opens in a new tab)" href="https://walhi.or.id/visi-dan-misi" target="_blank">https://walhi.or.id/visi-dan-misi</a> (diakses 9 Februari 2020)</li></ol>



<p>*)Tulisan ini diikutsertakan pada &#8220;Forest Cuisine Blog Competition&#8221; yang diselenggarakan WALHI dan Blogger Perempuan.</p>



<ul class="wp-block-gallery columns-1 is-cropped"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/logo.jpg" alt="" data-id="469" data-link="https://thurneysensimanjuntak.com/2020/02/11/kalau-hutan-sumber-pangan-masih-tegakah-merusaknya/logo/" class="wp-image-469" srcset="https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/logo.jpg 376w, https://thurneysensimanjuntak.com/wp-content/uploads/2020/02/logo-300x136.jpg 300w" sizes="(max-width: 376px) 100vw, 376px" /></figure></li></ul>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://thurneysensimanjuntak.com/2020/02/11/kalau-hutan-sumber-pangan-masih-tegakah-merusaknya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
							</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 0/205 objects using memcache
Page Caching using disk: enhanced 
Database Caching using redis

Served from: thurneysensimanjuntak.com @ 2024-06-11 18:57:29 by W3 Total Cache
-->