Guruinovatif.id Sumur Para Guru Inovatif

Guru yang biasa-biasa memberitahu, guru yang baik menjelaskan, guru yang unggul mendemonstrasikan, guru yang hebat menginspirasi (William Arthur Ward)

Dari keempat tipe guru yang disampaikan William Arthur Ward, menurut saya bahwa guru yang paling berpengaruh terhadap anak didik adalah guru yang menginspirasi.  

Di tangan seorang guru yang inspiratif, murid biasa, yang mungkin dipandang sebelah mata oleh siswa yang lain, dapat menjadi berlian. Guru seperti ini tidak jarang mempertemukan siswa dengan bakat atau potensinya. Bahkan guru inspiratif, mendorong dan merangsang pikiran anak didiknya untuk berpikir dan menghasilkan karya yang penuh kreativitas.

Seorang guru inspiratif adalah guru yang tidak memandang anak-anak dari kemampuan akademik saja. Sebab guru inspiratif bukan semata ingin melakukan “transfer of knowledge” tapi juga “transfer of value”. Guru tersebut mengakui perbedaan di antara siswa. Menurutnya, perbedaan itu adalah kekayaan, yang dapat diberdayakan untuk memperkaya pembelajaran di dalam kelas.

Satu hal lagi yang tidak boleh dilupakan, bahwa guru inspiratif tersebut adalah guru pembelajar dan inovatif.

Berbicara tentang guru inovatif, menurut hemat saya, guru tersebut setidaknya memiliki 6 karakteristik. Saya menyebutnya sebagai guru “Hafecs”. Guru “Hafecs”? Apa maksudnya? 

Guru “Hafecs” adalah akronim dari karakteristik guru yang inovatif, tentu berdasarkan pengamatan saya pribadi sebagai seorang guru. Guru inovatif itu adalah guru yang menghidupi profesinya, adaptif, fokus pada solusi bukan masalah, exstraordinary, cara berpikir unik, senang belajar hal-hal baru.

Selengkapnya, keenam ciri-ciri tersebut dapat sahabat baca penjabarannya.

HIDUPI PROFESI

Apapun profesi sahabat pembaca, menghidupinya adalah kunci bahagia. Pertanyaannya, bagaimana seseorang dapat menghidupi profesinya? Jawabannya singkat saja. Ketika seseorang menyadari bahwa profesi itu adalah panggilan. Dengan demikian, orang tersebut akan menghargai  dan mencintai penuh profesinya.

Selanjutnya, seorang yang menghidupi profesinya, tidak lagi fokus pada materi (Bukan berarti orang tersebut tidak butuh materi. Kalau ditanya siapa sih di muka bumi ini yang tidak butuh materi?). Tapi kepuasan batin adalah hal yang ingin dipenuhinya.

Begitu juga dengan seorang guru. Ketika unsur-unsur di atas dimiliki, maka guru tersebut akan mendidik dan mengajar dengan setulus hati dan sepenuh jiwa. Sebesar apapun tantangannya, tak ada yang dapat mematahkan semangatnya dan tak ada kata menyerah dalam kamusnya. Orang tersebut akan berupaya memberikan yang terbaik untuk anak didiknya.

Nah, menghidupi profesi tentu menjadi motor penggerak bagi seorang guru. Itu yang membuatnya selalu antusias, optimis, dan bersemangat untuk terus mengembangkan diri. Barangkali, kalau dianalogikan, menghidupi profesi adalah pintu masuk seorang guru untuk berinovasi.

ADAPTIF

Ciri kedua guru yang inovatif adalah guru yang adaptif. Guru yang mudah beradaptasi dengan keadaan. Guru yang demikian tentu mudah kita lihat saat ini. Apakah guru tersebut mampu berselancar dalam berbagai gelombang perubahan yang terjadi. Secara khusus masa pandemi Covid-19 yang kita hadapi saat ini.

Masa pandemi ini merupakan masa evaluasi bagi guru, apakah seseorang itu adaptif atau tidak. Mereka yang adaptif akan terlihat dari inovasi-inovasi yang ditampilkan saat menyiasati Pembelajaran Jarak-Jauh (PJJ). Sebaliknya guru yang tidak adaptif, dengan mudah menyerah dan meratapi keadaan.

FOKUS SOLUSI

Selanjutnya, ciri guru inovatif adalah guru yang tidak mempermasalahkan permasalahan, tetapi memecahkan permasalahan. Misalnya, ketika ada permasalahan di kelas; muridnya tidak serius mengikuti pelajaran, tidak mengerjakan tugas tepat waktu, ada yang selalu membuat keributan. Bagi guru yang inovatif, tentu tidak akan fokus meratapi permasalahan yang terjadi, apalagi hanya fokus membicarakan murid-murid yang “nakal”. Tetapi akan mencoba mencari apa penyebab masalah tersebut dan bagaimana mengatasinya.

Saya jadi teringat dengan Bapak Suharto Hadi (Rektor Universitas Lambung Mangkurat), pembicara pada webinar yang diselenggarakan HAPECS yang mengambil tema “Menaklukkan Tantangan Pendidikan untuk Membangun Keunggulan Bangsa”.

Sebuah sekolah yang mengalami penurunan kinerja nyaris ditutup pemerintah mencoba mendatangkan seorang konsultan, Doug Lemov, untuk menyelidiki permasalahan yang terjadi. Setelah diselidiki, maka ternyata permasalahan yang terjadi diakibatkan oleh beberapa hal, seperti tangkapan layar berikut.

Nah, guru inovatif itu tentunya harus demikian. Setiap permasalah yang ditemukan, diupayakan mencari penyebabnya. Sehingga, akan jauh lebih mudah mencari solusinya.

EXTRAORDINARY

Kalau ditanya siapa sebenarnya guru yang extraordiary? Mereka adalah yang mendedikasikan dirinya dengan mengabdi sepenuh hati. Rela berkorban, baik dari sisi pikiran, tenaga dan waktu untuk mendidik.

Baginya, kebahagian sejati seorang guru adalah ketika anak didiknya berhasil, bahkan melampaui dirinya. Untuk itu, dia akan selalu berusaha memeberikan yang terbaik pada anak didiknya. Memikirkan dengan berbagai cara atau strategi agar anak didiknya mengerti setiap persoalan yang dihadapi.

Guru yang luar biasa adalah guru yang “Tut Wuri Handayani” yang selalu hadir di belakang untuk mendorong (memotivasi) anak didiknya, guru yang “Ing Madya Mangun Karso” yang berada ditengah-tengah siswa untuk menginspirasi, serta guru yang “Ing Ngarso Sung Tulodo” yaitu guru yang selalu menjadi teladan (model) bagi anak didiknya.

CARA BERPIKIR UNIK

Guru inovatif adalah guru yang berpikir unik atau kreatif. Guru yang tidak pernah kehabisan ide. Sementara ide-idenya tersebut sangat mengagumkan dan berbeda dengan ide biasa. Bisa dibilang sering berpikir “out of the box”.

Selain itu, guru yang berpikir unik adalah guru yang selalu mencoba menyampaikan pembelajaran yang sulit menjadi mudah, bukan sebaliknya.

SENANG BELAJAR HAL BARU

Guru inovatif adalah guru yang tidak pernah berhenti belajar. Bahkan senang belajar dengan hal-hal baru. Guru ini akan mencoba untuk mempertajam cara berpikirnya dan memperdalam ketrampilannya sesuai dengan perkembangan zaman.

Sebagai seorang guru, saya menganggap hal itu perlu. Terkadang pengetahuan dan keterampilan yang kita miliki bisa saja usang, ketinggalan zaman. Kalau guru tidak melakukan “upgrade” diri, yang rugi bukan dirinya, tapi peserta didiknya.

Guru Inovatif Bukan Guru yang Dilahirkan, Tapi Diciptakan

Dari pemaparan tentang guru inovatif di atas, maka ada satu hal yang mau saya sampaikan. Bahwa guru inovatif itu bukanlah guru yang dilahirkan, tapi diciptakan.

Pertanyaannya, bagaimana menciptakan guru inovatif tersebut? Seperti yang sudah saya sampaikan di atas, bahwa guru inovatif itu tercipta dengan terus belajar dan mengembangkan diri. Dengan demikian kualitas dirinya akan semakin mumpuni.

Bicara tentang belajar dan mengembangkan diri, sekarang ada loh platform baru yang dapat melakukan pelatihan guru untuk meningkatkan kemampuan guru tersebut dalam mengajar. Mau tahu platform apa yang saya maksudkan? Guruinovatif.id

Setelah mempelajari platform tersebut, maka saya dapat menyimpulkan bahwa platform Guruinovatif.id adalah sumur dari para guru inovatif alias tempat belajar guru.

Alasannya, melalui platform ini, guru ternyata dapat menimba berbagai pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan guru untuk meningkatkan kualitas diri pada masa kini dan yang akan datang.

Adapaun cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan guru melalui platform ini adalah melalui fasilitas kursus online, webinar, sertifikasi guru, dan berbagai program online yang lain. Atau intinya, guru inovatif yang berkualitas maka “Guru Belajar Mengajar di GuruInovatif.id”

Nah, sebagai pengenalan awal, sahabat pembaca dapat terlebih dahulu menyaksikan tentang profile singkat dari Hafecs.

Bagaimana? Semakin jelas bukan? Semoga para guru inovatif terus memebenahi diri, agar menjadi guru berkualitas demi kemajuan pendidikan di negeri kita, demi mempersipakan generasi terdidik untuk kemajuan bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *