Korankaltim.com Menembus Batas

Lima tahun yang lalu (2015), saya beruntung mendapat kesempatan berkunjung ke daerah Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Kunjungan tersebut yakni dalam rangka mengikuti Final “Writing Contest” yang diselenggarakan oleh sebuah perusahaan multinasional.

Ini merupakan pengalaman pertamaku berkunjung ke daerah tersebut, dan berharap bukan yang terakhir. Walaupun kunjungan saat itu hanya berlangsung 4 hari, tetapi rasanya ada kesan mendalam dengan Kutai Kertanegara.

Terkadang ingin rasanya kembali mengulang momen tersebut, tetapi hingga sekarang tidak kunjung tiba. Untungnya ada saja yang dapat menjadi penawar rindu. Kapan saja, saya bisa berkunjung ke Kutai Kertanegara melalui sebuah portal berita daring di internet.

Mau tahu portal yang saya maksudkan? Betul sekali. Korankaltim.com.

Korankaltim.com adalah bagian dari Koran Kaltim. Bagi saya yang tidak berada di sekitar Kalimantan Timur, yang tidak bisa membaca koran versi cetaknya, tentu sangat terbantu dengan keberadaan Korankaltim.com.

Korankaltim.com adalah sebuah terobosan di era digital dan internet seperti sekarang. Artinya Koran Kaltim sudah sangat terbuka, bukan saja dapat diakses oleh masyarakat Kalimantan Timur tapi secara nasional. Dengan pengalamannya 14 tahun, tentu tidak diragukan lagi kualitas dari informasi yang ditawarkan Korankaltim.com.

Nah, ketika berkunjung ke Korankalimantan.com ada saja informasi menarik yang saya temukan. Bahkan tidak jarang informasi tersebut merupakan pengetahuan baru bagi saya. Misalnya, ketika sedang mencari informasi pembelajaran beberapa waktu lalu tentang Bung Karno di internet. Saya malah menemukan berita dari Kalimantan Timur.

Adapun berita yang saya temukan saat itu berjudul Ada Jejak Sukarno, Aset Sejarah itu Terlupakan, Gedung Nasional Kini Rimbun oleh Rerumputan. Menariknya berita ini sebenarnya telah dipublikasikan dua tahun lalu (2018), tetapi isinya masih tetap relevan dengan masa sekarang.

Artinya, berita Korankaltim.com bukan saja hanya berita yang sekali baca langsung dapat dilupakan. Tetapi beritanya ada yang masih tetap relevan dibaca pada masa mendatang.

Nah, kembali pada topik tadi. Setelah membaca berita tersebut, saya baru tahu kalau di Kalimantan Timur ada sebuah gedung tua (Gedung Nasional) yang dibangun tahun 1947, yakni masa Indonesia memasuki fase revolusi fisik. Saat itu bangunan berfungsi untuk menyatukan dan mengkordinir langkah-langkah perjuangan serta tempat berkumpulnya organisasi-organisasi atau badan-badan perjuangan di kota tersebut.

Bahkan melalui berita tersebut saya juga baru tahu kalau Ir. Sukarno pernah datang berkunjung ke sana pada tahun 1950.

Intinya, melalui Korankaltim.com, pengetahuan saya tentang sejarah bangsa ternyata dapat bertambah. Bahkan sebagai seorang guru sejarah di sekolah, pemberitaan semacam itu tentu dapat menjadi inspirasi untuk pembelajaran di dalam kelas bersama perserta didik.

Peserta didik dapat diajak berpikir, bagaimana reaksi mereka ketika membaca berita tersebut yang menggambarkan gedung bersejarah yang tidak terawat. Kontribusi apa yang dapat dilakukan seorang pelajar untuk mendukung terawatnya peninggalan bersejarah.

Keterangan: Berita Korankaltim.com menjadi PPT Pembelajaran Sejarah

Melalui berita tersebut, peserta didik juga dapat diajak untuk tetap menghargai dan mengingat sejarah bangsa seperti pernyataan Bung Karno “Jangan sekali-kali melupakan sejarah (Jas Merah)”.

Sebagai generasi penerus bangsa, pernyataan yang tertuang dalam berita tersebut harus ditularkan sungguh-sungguh. Alasannya singkat. Mereka adalah generasi penerus bangsa, yang akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan.

Agar tetap mengenang sejarah bangsanya, berikanlah bacaan sejarah bangsa yang relevan. Bisa kita bayangkan kalau generasi penerus kelak masuk barisan yang melupakan sejarah. Mau diajak ke mana bangsa yang kita cintai ini?

Dari pengalaman pribadi tersebut, Korankaltim.com ternyata telah menjalankan perannya untuk mencerdaskan, tentu sesuai dengan slogannya “Cerdas Bersama Rakyat”.

Selain itu, Korankaltim.com juga menunjukkan telah menjalankan fungsinya sebagai pers yang mendidik. Hal itu sesuai dengan fungsi pers yang tertera dalam Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers Pasal 3 ayat 1, “Pers nasional mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial.”

Kalau bicara tentang berita yang berhubungan dengan pendidikan, Korankaltim.com ternyata menempatkan pemberitaan pendidikan berimbang dengan pemberitaan lainnya. Bahkan di Korankaltim.com, ada sebuah kolom khusus untuk berita seputar pendidikan.

Peran ini tentu merupakan bentuk dukungan terhadap kemajuan pendidikan di negeri kita, secara khusus di Kalimantan Timur. Sebab dukungan terhadap kemajuan pendidikan merupakan tanggung jawab seluruh elemen dalam masyarakat. Dengan demikian apa yang menjadi tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dapat terwujud.

Sebagai seorang pendidik (guru), saya tetap berharap Korankaltim.com tetap mempertahankan pemberitaan yang berimbang untuk bidang pendidikan. Dan tetap menembus batas. Bukan saja untuk memenuhi kebutuhan lokal tapi nasional. Sebab bagi kita yang bukan berasal dari Kalimantan Timur tetap merindukanmu.

Akhir kata saya ucapkan, Selamat Ulang Tahun ke-14, tetaplah “Cerdas Bersama Rakyat”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *