Memanfaatkan Waktu Pandemi untuk Belajar Membuat Aplikasi Mobile

“Kalau saya, yang penting handphonenya bisa SMS dan nelpon”.

Begitu cara pandangku tentang handphone pada awal tahun dua ribuan. Pasalnya, selain dua hal di atas, sepertinya saya belum bisa merasakan manfaat lain dari handphone tersebut.

Jadi, kalau ada ajakan dari teman-teman kantor untuk berganti handphone saat gajian tiba, bagiku itu hanyalah gaya-gayaan. Saya tetap punya prinsip, selagi handphone belum rusak alias masih bisa SMS dan nelpon, maka saya tidak akan mengganti handphone.

Apakah sahabat pembaca masuk kategori seperti saya? Selanjutnya, apakah prinsip seperti itu masih bisa dipertahankan sampai sekarang?

Ternyata, situasinya sudah jauh berbeda. Handphone bukan lagi sekedar untuk SMS dan nelpon saja. Handphone sekarang telah disulap menjadi telepon pintar (smartphone). Smartphone sekarang memang telah dirancang untuk terkoneksi dengan internet dan berfungsi menggerakkan berbagai aktivitas kehidupan.

Smartphone sekarang layaknya seperti kantong ajaib Doraemon. Semuanya serba ada. Mau baca berita, nonton, berbelanja, pesan makanan dan transportasi, berjualan, transaksi, dan masih banyak lagi fungsi lainnya.

Tapi perlu diingat loh! Bahwa smartphone itu ternyata didukung oleh berbagai aplikasi mobile. Tanpa aplikasi mobile, smartphone ibarat mobil di dalam garasi yang tidak bisa digerakkan.

Bagi Anda yang menggunakan smartphone, istilah aplikasi mobile tentu bukan sesuatu yang asing. Setiap smartphone yang ada di tangan Anda, di dalamnya tentu sudah ada aplikasi mobile bawaan dari perusahaan pembuat smartphone tersebut. Atau barangkali ada yang diinstall kemudian sesuai kebutuhan pengguna.

Bahkan, aplikasi mobile ternyata saat ini jauh lebih disenangi daripada aplikasi yang ada di web atau di desktop. Misalnya, saya pribadi lebih senang menggunakan fitur media sosial seperti facebook, Instagram, twitter, yang berbentuk aplikasi mobile daripada aplikasi web atau desktop. Begitu pula dengan email, youtube, messenger, dan yang lainnya.

Alasannya sederhana, tampilannya tentu lebih menarik dan praktis untuk digunakan sebab dapat digunakan di mana saja dengan memanfaatkan smartphone yang bisa dibawa ke mana-mana.

Dalam sebuah studi yang dilakukan Baidu, mengacu pada riset GfK Indonesia tentang Mobile Apps Market Study Indonesia, menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi mobile lebih besar, yakni 97 persen, dibandingkan browser yang hanya 76 persen. (baca: https://www.liputan6.com/)

Sementara menurut survei Newzoom pada 2020, aplikasi media sosial mendapatkan tempat pertama sebagai aplikasi yang paling banyak diunduh dalam smartphone di dunia. Sebesar 67 persen aplikasi smartphone para responden memiliki aplikasi media sosial. Setelah itu disusul aplikasi belanja 56%, game mobile 50%, musik dan audio 50%, dan video streaming 40%. (baca: https://data.tempo.co/)

Mengingat aplikasi mobile menjadi pilihan banyak orang, aplikasi mobile ternyata dapat menjadi pendorong pertumbuhan bisnis di industri kreatif berbasis teknologi informasi. Dengan fakta tersebut, tentu menjadi sebuah peluang dalam bisnis pengembangan aplikasi mobile.

Dapat dipastikan bahwa bisnis pengembangan aplikasi mobile akan menjadi sesuatu yang menarik untuk digeluti, mengingat pertumbuhan penggunaan smartphone akan terus bertambah, begitu pula dengan kebutuhan akan aplikasi mobile akan terus meningkat sesuai kepentingannya.

Bagi sahabat pembaca yang ingin menekuni dunia bisnis pengembangan aplikasi mobile, ada baiknya dari sekarang mulai serius belajar dan mengguluti pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan untuk pengembangan aplikasi online tersebut.

Nah, kalau mau bicara tentang tempat untuk belajar pembuatan aplikasi mobil, sahabat pembaca dapat memilih Dumet School.

Apakah sahabat pembaca pernah mendengar DUMET School?

DUMET School merupakan lembaga kursus yang bergerak di bidang pendidikan, khususnya kursus website, digital marketing, dan desain grafis.

Hingga saat ini DUMET School sudah memiliki lulusan lebih dari 8000 orang dari berbagai status dan profesi mulai dari pelajar sekolah, mahasiswa, guru, dosen, staff profesional, freelancer, dll.

Mereka tidak hanya yang tinggal di Jakarta saja namun banyak juga yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

DUMET School membuka cabang pertamanya pada tahun 2013. Sampai dengan tahun 2018 ini, DUMET School memiliki 5 cabang yang berlokasi di Kelapa Gading, Grogol, Tebet, Srengseng, dan Depok.

Lembaga yang memiliki visi “Memberikan dampak positif dalam hidup orang banyak lewat Teknologi Informasi. Bisa membantu dalam membentuk SDM yang ahli dalam IT. Mewujudkan sistem pendidikan di Indonesia dan Dunia yang berkualitas pada bidang Teknologi Informasi” ternyata memiliki berbagai keunggulan loh!

Mau tahu apa saja yang menjadi keunggulan DUMET School?

Pertama. Jadwalnya fleksibel, bebas memilih hari dan jam kursus. Artinya kursus tidak akan mengganggu waktu-waktu utama Anda. Dan, Anda benar-benar menjadi “bos” atas waktu yang Anda miliki.

Kedua. Sistemnya privat, satu guru satu murid. Nah, sistem ini tentu akan sangat menguntungkan Anda. Instruktur akan fokus untuk membimbing dan mendampingi Anda, hingga benar-benar dapat menguasai pengetahuan dan keterampilan yang disuguhkan.

Ketiga. Lifetime Access, mendapatkan materi terupdate selamanya. Jadi, tidak ada kata bahwa materi yang dipelajari ketinggalan zaman. Materi yang Anda pelajari tentu yang sangat dibutuhkan saat ini dan masa yang akan datang.

Keempat. Gratis konsultasi, bahkan setelah lulus pun disupport selamanya. Wah, di mana lagi ketemu lembaga kursus yang demikian kalau bukan di DUMET School?

Kembali pada topik Aplikasi Mobile. DUMET School ternyata selain membuka kursus website, digital marketing, dan desain grafis, hadir juga dengan kursus membuat aplikasi mobile (Mobile Apps) secara online. Baik itu Aplikasi Mobile untuk sistem Android maupun iOS.

Perlu Anda ketahui, bahwa setelah mengikuti kursus ini, Anda dipastikan bisa membuat aplikasi mobile Android dan iOS yang profesional dengan menggunakan Angular dan Ionic Framework. Tentu hal itu bisa terjadi karena kursus ini bentuknya 100% praktek yang dibimbing oleh instruktur yang telah berpengalaman.

Ngomong-ngomong, siapa saja yang boleh ikut kursus Aplikasi Mobile tersebut? Nah, kalau Anda adalah staff profesional, freelancer, mahasiswa, fresh graduate, dan siapa saja yang ingin membuat Aplikasi Mobile (Android dan iOS), maka Anda adalah orang yang tepat mengikuti kursus ini.

Nah, mumpung sekarang lagi banyak waktu di rumah, terutama masa pandemi Covid-19, belajar dan mengembangkan ketrampilan membuat aplikasi mobile, barangkali menjadi suatu pilihan yang tepat. Sehingga waktu tidak terbuang sia-sia, tetapi justru menambah pengetahuan dan ketrampilan yang sangat dibutuhkan di era yang serba digital ini.

Bagaimana tertarik? Langsung saja meluncur ke website DUMET School. Selamat bereksplorasi!

Sumber referensi:

Related Post

One Reply to “Memanfaatkan Waktu Pandemi untuk Belajar Membuat Aplikasi Mobile”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *