Site icon Rumah #InspiraThur

Bersinergi Mendukung Digitalisasi Daerah sebagai Solusi Pemulihan Ekonomi

IG @bank_indonesia

Kata menyerah adalah harta terakhir kaum pesimis. Sementara kaum optimis memiliki kata berserah sebagai harta pertamanya (Thurneysen)

Saya yakin kalau sahabat pembaca adalah bagian dari kaum optimis. Sebagai orang yang optimis tentu yakin bahwa setiap permasalahan yang sedang terjadi pasti ada solusinya. Demikian halnya dengan pandemi Covid-19 yang sedang kita hadapi, berharap segera teratasi.

Harus diakui memang, pandemi Covid -19 ini telah merontokkan sebagian besar perekonomian masyarakat. Ada yang sepi pelanggan karena pembatasan sosial, ada yang kehilangan pekerjaan, menurunnya omzet usaha dan lain sebagainya.

Menyaksikan berbagai pemberitaan, pemerintah sendiri telah mengupayakan berbagai cara menghidupkan kembali perekonomian. Bahkan Bank Indonesia membuat berbagai kebijakan dan kegiatan yang membangun perekonomian yang mandiri dan berdaya tahan.

Bank Indonesia juga tetap bersinergi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam Paket Kebijakan Terpadu untuk Peningkatan Pembiayaan Dunia Usaha dalam rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi. Serta ke depan, Bank Indonesia akan mengarahkan seluruh instrumen kebijakan untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional dengan tetap menjaga terkendalinya inflasi dan memelihara stabilitas nilai tukar Rupiah.

Contoh nyata kebijakan Bank Indonesia lainnya adalah, bersatu memperluas dan mempercepat digitalisasi di daerah bersama otoritas lain yang tergabung dalam Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (Satgas P2DD).

Adapun upaya yang dimaksud utamanya untuk mendorong implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemulihan Daerah (ETPD), mendukung pengembangan transaksi pembayaran digital di masyarakat, mewujudkan keuangan yang inklusif, serta meningkatkan integrasi ekonomi dan keuangan digital nasional.

Salah satu inisiatif Bank Indonesia untuk mempercepat implementasi ETPD dan digitalisasi pembayaran yakni melalui ekstensifikasi penggunaan instrumen dan kanal pembayaran seperti QR Code Indonesia Standar (QRIS).

Sahabat pembaca, sudah pernah mendengar QRIS? Atau jangan-jangan sahabat pembaca sudah merasakan manfaat dari QRIS tersebut.

Khususnya baru yang pertama kali mendengar, QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) merupakan standarisasi pembayaran dengan menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia agar proses transaksi yang menggunakan QR Code menjadi semakin “cemumuah” cepat, mudah, murah, aman dan handal.

Atau sahabat pembaca bisa juga menyaksikan video berikut!

Berhubung sekarang masa pandemi, QRIS juga diharapkan dapat menjadi solusi transaksi untuk meminimalkan penularan virus corona. Kita harus waspada dengan benda yang memungkinkan disentuh oleh banyak orang, seperti uang. Jadi transasksi pembayaran digital tentu menjadi pilihan. Apalagi sejak ada QRIS yang bisa menjadi pemersatu dari berbagai aplikasi yang ada di gadget kita. Belanja pun akan semakin mudah.

Mendukung Ekosistem Digital di Sulawesi Barat

Berdasarkan hasil Survei Harga Konsumen 90 kota di Indonesia pada bulan Maret 2021, menunjukkan bahwa 58 kota mengalami inflasi. Mamuju adalah salah satu diantaranya, yang mengalami inflasi sebesar 0,36 persen.

Selain itu, ada fakta lain tentang Sulawesi Barat. Februari 2021, bahwa jumlah penerbangan berangkat turun 53,98 % jumlah penerbangan datang turun 54,67%. Semenyata Jumlah kunjungan kapal melalui pelabuhan di Sulawesi Barat selama periode bulan Februari 2021 sebanyak 164 unit kapal. Jumlah ini mengalami penurunan sebesar 7,34 persen jika dibandingkan dengan keadaan bulan Januari 2021 yang tercatat sebanyak 177 unit kapal.

Selama Februari 2021 nilai ekspor Sulawesi Barat mencapai US$31,54 juta, turun 24,66 persen dibanding nilai pada Februari 2020. Nilai import naik US$0,39 juta dibanding bulan sebelumnya.

Itulah beberapa situasi aktivitas ekonomi di Sulawesi Barat berdasarkan yang saya baca melalui BPS Sulawesi Barat

Seperti yang sudah saya sampaikan terdahulu, bahwa dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian masyarakat memang sangat nyata. Bahkan dihampir semua daerah Indonesia. Tentu tidak terkecuali dengan Sulawesi Barat.

Satu hal yang kita lakukan, kita harus tetap bersinergi memulihkan ekonomi. Tetap memaksimalkan aktivitas ekonomi tentu dengan situasi yang ada di daerah masing-masing, tetap menggunakan protokol kesehatan.

Sesuai judul yang saya pilih di atas, bersinergi mendukung digitalisasi daerah sebagai solusi pemulihan ekonomi, merupakan sebuah keniscayaan untuk terus menggerakkan roda perekonomian. Memanfaatkan QRIS dalam transaksi pembayaran tentu menjadi pilihan pada masa pandemi Covid-19 ini.

Upaya digitalisasi daerah adalah salah satu bentuk upaya kita mendukung kebangkitan ekonomi nasional. Menjadi pahlawan di era ini tentu tidak perlu angkat senjata seperti zaman perang, cukup dengan berkontribusi mendukung berbagai kebijakan pemerintah. Misalnya, seperti apa yang dipaparkan pada FEKDI (Festifal Ekonomi Keuangan Digital) kemarin (5/4/2021).

Tangkapan layar pada webinar FEKDI

Salah satu hal yang saya tangkap pada FEKDI tersebut, bahwa kita harus bersinergi mendukung visi dan blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025, diantaranya mendukung integrasi ekonomi-keuangan digital nasional.

Akhir kata berharap ekonomi Sulawesi Barat bangkit, demikian juga dengan ekonomi nasional kita. Salam

Sumber Referensi: