Berani Lebih Baik, Berani Berjuang dan Berkorban

Semua orang menginginkan pencapaian lebih baik. Ironinya, tidak semua orang memiliki keberanian untuk lebih baik. Mengapa?

Berani lebih baik itu ternyata butuh perjuangan dan pengorbanan. Pasalnya, tidak semua orang siap memasuki arena perjuangan dan pengorbanan tersebut. Sehingga tidak sedikit orang yang terjebak pada tataran menginginkan saja atau bisa dibilang sebatas angan-angan. Ketika disuruh berjuang, orang tersebut akan mundur secara teratur.

Berani lebih baik tentu bukan sesuatu yang mudah. Hanya orang yang bermental pemenang, antusias, dan berkomitmen yang siap melakoninya, bukan pecundang. Perlu diingat, bahwa orang yang berani lebih baik, tentu bukan berarti tidak pernah gagal, tetapi kegagalan menjadi cambuk baginya untuk bangkit dan belajar.

Berbeda dengan orang yang hanya menginginkan pencapaian lebih baik, dia memang tidak gagal, karena memang tidak pernah mencoba. Hanya sebatas keinginan. Tetapi ingatlah jiwanya akan selalu penasaran, dia tidak akan tahu kapasitas dan kemampuan dirinya.

Saya sendiri adalah salah satu sosok yang menginginkan pencapaian lebih baik dalam urusan tulis menulis (ngeblog). Tetapi tidak cukup hanya memiliki keinginan tersebut, saya pun mencoba berani lebih baik. Maka sejak awal 2014, saya kembali terjun di dunia tulis menulis dengan sebuah komitmen baru setelah lama sempat meninggalkan hobi tersebut.

Bukan semata berangan-angan. Tetapi kali ini, saya berani lebih baik, benar-benar menggelutinya kembali dengan daya juang dan ingin menorehkan berbagai berprestasi dan pengalaman.

Nah, untuk itu saya mencoba berlatih menulis kembali, setiap hari saya menyediakan waktu khusus untuk menulis. Membangun kebiasaan baru. Awalnya, setiap hari saya sediakan waktu dua jam dalam sehari.

Terkadang rasa malas dan bosan silih berganti menghampiri. Tetapi karena tekad berani lebih baik dalam menulis, maka saya terus berjuang melawan rasa malas dan bosan.

Selain itu, saya menambah waktu untuk membaca, mencoba mengamati berbagai fenomena dan situasi, melibatkan diri dalam berbagai komunitas menulis, belajar dari orang yang memiliki pengalaman dan jam terbang tinggi dalam menulis, hingga mengikuti berbagai lomba menulis atau lomba blog.

Sekarang, saya sudah enam tahun konsisten dan disiplin menulis. Waktu benar-benar mengujiku. Dan saya mengatakan bahwa saya berani lebih baik dalam menulis (ngeblog). Hasilnya, diluar dugaanku. Setidaknya selama enam tahun ini, saya sudah mengantongi sekitar 70 prestasi nasional dalam menulis.

Selain mendapatkan hadiah dan penghargaan, ada banyak hal lain yang saya peroleh dari kemampuanku menulis selama ini. Misalnya, memiliki kesempatan mengunjungi daerah yang sama sekali belum pernah saya kunjungi. Menariknya, saya tidak perlu keluar uang sepeserpun, tetapi ada penyelenggara yang membiayai perjalanan tersebut.

Kemudian, saya bisa bertemu dengan orang-orang penting di negeri ini seperti presiden dan menteri karena menggeluti dunia tulis menulis. Bertemu dengan orang penting tentu menjadi pengalaman tersendiri, dan mendapatkan berbagai pelajaran baru dari pertemuan tersebut.

Pernah juga berkesempatan menjadi pelatih menulis, juri lomba menulis, hingga nara sumber tentang “Kiat-Kiat Memenangkan Lomba Menulis” di Webinar Bank Indonesia dan “Guru Zaman Now Guru yang Menulis” di sebuah radio swasta.

Rasanya perjuangan dan pengorbanan yang saya lakukan selama ini terbayar sudah. Semua diawali dengan paradigma bahwa “Berani Lebih Baik” adalah satu kunci untuk meraih suksesmu. Jadi, jangan pernah merasa takut untuk berani lebih baik dengan berbagai pengorbanan dan perjuangan.

Tetapi saya menyadari, bahwa prestasi dan pengalaman yang telah saya raih dalam menulis sesungguhnya bukan semata kehebatan diri. Untuk sukses ternyata butuh orang lain. Di sekitar kita, ada banyak orang yang tulus mendukung, mereka bisa menjadi inspirator dan motivator diri.

Hanya terkadang orang yang mencintai kita memberi 1001 pesan yang bermakna. Tetapi kita sering melalaikan pesan tersebut.

Berjalan Bersama untuk Lebih Baik

Saya jadi teringat dengan sebuah pesan bijak dalam sebuah video yang ada di Tugu Insurance. “Ada yang pernah bertanya, apa yang menjadikanku seperti sekarang? Proses. Komitmen dan keberanian menghasilkan buah manis hari ini.”

Tapi…..

“Sebuah pesan kadang terabaikan. Harusnya, aku berpikir sesuatu yang lebih berarti. Melindungi yang telah kujalani.”

Betul sekali. Pernahkah kita berpikir melindungi apa yang sedang kita jalani? Jangan-jangan kita sudah berhasil meraih apa yang kita impikan selama ini, tetapi lalai memproteksi yang telah kita raih tersebut. Sehingga, ketika resiko hadir, semua yang kita telah raih hilang sia-sia.

Tugu Insurance pun hadir untuk itu, “Berjalan Bersama kita untuk Lebih Baik.” Nah, untuk mengenali apa sesungguhnya Tugu Insurance tersebut, mari saksikan video singkat berikut!

“Saatnya saling menginspirasi menuju tingkatan yang lebih baru untuk berani lebih baik dalam meraih kepastian masa depan bersama Tugu Insurance.”

(Penulis: Thurneysen S)

Sumber Referensi tentang Tugu Insurance diambil dari youtube Tugu Insurance.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *