Hargai Air demi Ketahanan dan Kedaulatan Air

Dunia sedang berada pada ancaman krisis air. World Resources Institure (WRI) sebuah lembaga riset di Washington DC menyampaikan bahwa seperempat dari populasi dunia hidup di wilayah dengan persediaan air yang tak sebanding dengan kebutuhan warganya atau hal itu setara dengan 1,8 miliar jiwa di 17 negara.

Bagaimana dengan di negara kita Indonesia?

Dari sebuah media online yang pernah saya baca menyampaikan bahwa Forum Air Dunia telah memprediksi bahwa krisis air di Indonesia akan mulai terasa pada 2025.

Bahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan bahwa sedikitnya 102 kabupaten dari 16 provinsi di Indonesia telah mengalami kekeringan karena ketersediaan air yang tidak mencukupi serta dampak dari musim kemarau. Kekeringan yang paling banyak terjadi berada di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Lampung, Sumatera Selatan dan Bali dan NTT.

Setelah membaca pemberitaan tersebut, jujur saya merinding. Bisa saya bayangkan bagaimana manusia yang kekurangan air. Sebab, sesungguhnya manusia itu setiap hari membutuhkan air untuk mendukung aktivitas kehidupannya.

Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Sekedar mengenang pengalaman masa kecil. Untuk memperoleh air, saya pernah berjalan kaki berkilometer hanya untuk mengambil air di sebuah sungai. Saya dan teman-teman harus membawanya pulang dengan cara memikulnya. Capeknya luar biasa.

Pengalaman tersebut, hanyalah salah satu bentuk dari kesulitan air. Ada banyak pengalaman orang lain yang penuh dengan kesedihan untuk memperoleh air.

Harus diakui bahwa permasalahan air memang ada yang ditimbulkan oleh faktor alam. Tetapi tidak sedikit kesulitan air karena ulah manusia itu sendiri. Misalnya terjadi perubahan iklim. Perubahan iklim itu sendiri terjadi karena ulah manusia yang telah merusak hutan, mengakibatkan pemanasan global, efek rumah kaca, kerusakan lapisan ozon, gas limbah industri, penggunaan CFC yang tidak terkontrol.

Selain perubahan iklim, pembangunan infrastruktur yang tidak ramah lingkungan, membuang sampah dan limbah ke sungai, dan masih banyak lagi hal lain. Inti perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab tersebut pada akhirnya bermuara pada kerusakan lingkungan alam dan krisis air.

Sekarang apa yang harus kita lakukan?

Kembali pada mandat Sang Pencipta. Menghargai alam dan menghargai air sebagai sumber kehidupan. Kita menunjukkan perilaku –perilaku yang mendukung ketahanan dan kerberlanjutan air. Selain itu kita bersinergi dengan program pemerintah dan dunia.

Dunia telah mencanangkan Sustainable Development Goals (SDGs) yang salah satunya ajakan untuk menjamin ketersediaan sertas pengelolaan air bersih yang keberlanjutan untuk semua, sesuai dengan SDGs ke-6. Selengkapnya bisa dibaca!

Sementara itu, pemerintah Indonesia telah menargetkan seluruh masyarakat telah memiliki akses air minum yang layak, hal itu tertuang dalam “Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Sebagai masyarakat, mari kita dukung program-program yang baik tersebut. Kita mulai dari diri kita dan keluarga kita. Kita hargai air demi ketahanan dan kedaulatan air.

#HariAirDuniaXXIX2021 #MengelolaAirUntukNegeri #SigapMembangunNegeri

Sumber Referensi

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours