
“Hore! Akhirnya UTBK yang sangat menguras energi dan menyita pikiran itu pun terselesaikan.”
Begitu reaksi anak kami setelah menyelesaikan UTBK di akhir gelombang pertama, tepat 7 Mei 2024 lalu.
Anak kami pun menyelesaikan satu tahap perjuangannya, tinggal menunggu pengumuman 13 Juni 2024 mendatang.
Merebut satu kursi di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) itu, memang tidak mudah.
Kalau melihat data dari panitia penyelenggara Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), bisa dibilang persaingan masuk PTN memang sangat ketat.
Kalau melihat peserta UTBK tahun ini, terdapat 785.058 peserta yang mendaftar (613.433 yang melakukan pembayaran).
Sementara kalau bicara daya tampung atau peserta UTBK yang diterima hanya 201.277 (sarjana); 24.793 (sarjana terapan); dan 20.937 (diploma tiga).
Sekali lagi, untuk menghadapi persaingan yang super ketat itu, tentu butuh usaha yang sangat ekstra pula.
Kalau saya perhatikan, tidak sedikit ternyata yang telah mempersiapkan diri jauh hari dengan mengikuti bimbingan belajar.
Tapi bukan tanpa tantangan, dengan jadwal kelas 12 yang super ketat, tidak mudah ternyata untuk menyediakan waktu khusus mengikuti bimbingan belajar, apalagi lokasi bimbingan belajar tersebut jauh dari rumah.
Selain itu, biaya bimbingan belajar yang berkualitas yang dilakukan secara luring juga ternyata harganya “selangit”.
Karena itu, solusi yang mulai kami pikirkan untuk mengantisipasi kepadatan jadwal sekolah dan biaya bimbingan belajar yang terlalu mahal, akhirnya kami memutuskan agar anak kami ikut bimbingan belajar secara daring.
Artinya, setelah pulang sekolah, tidak perlu lagi pergi ke lokasi bimbingan belajar yang jauh dari rumah, yang pasti dapat menyita banyak waktu. Serta dapat mengikuti bimbingan belajar daring dengan harga terjangkau.
Memang tidak sedikit yang meragukan bimbingan belajar secara daring.
“Bagaimana mungkin anak zaman sekarang benar-benar bisa berkonsentrasi untuk mengikuti pembelajaran secara daring? Bukankah banyak bukti selama pembelajaran daring masa pandemi, ada banyak pelajar yang tidak dapat fokus dan berkonsentrasi belajar.” Kata seorang teman.
Tetapi bagi anak kami ternyata sebaliknya, selama setahun ini, ketika mengikuti bimbingan belajar daring, justru dapat berkonsentrasi dan menikmatinya.
Bahkan, kalau dilihat dari berbagai “try out” yang pernah diikuti anak kami, dari bulan ke bulan terlihat adanya peningkatan skor.
Bukan hanya “try out” di bimbingan belajarnya saja, tetapi di bimbingan belajar lainnya yang menyediakan fasilitas “try out” gratis, ternyata tidak kalah bersaing juga.
Dari pengalaman ini, sesungguhnya saya dapat menyimpulkan, bahwa sangat berbeda dengan pembelajaran di masa lalu, yang didominasi dengan pembelajaran luring, bertatap muka secara langsung antar pengajar dan pelajar.
Sekarang telah terjadi transformasi teknologi dalam pendidikan. Baik itu dalam pendidikan formal maupun nonformal.
Harus diakui, bahwa sejak masa pandemi covid-19, telah terjadi transformasi teknologi dalam pendidikan secara signifikan dalam hal belajar dan mengajar. Suka atau tidak, hal itu tentu tidak dapat dihindari. Perubahan sekarang ini terus bergulir, bahkan semakin cepat saja.
Dengan kehadiran teknologi dalam pendidikan, tentu akan memudahkan akses bagi seorang pelajar untuk mencari sumber belajar. Melalui sumber belajar di internet ternyata pengalaman belajar tersebut semakin kaya dan beragam.
Selain itu, dengan kemajuan teknologi dalam pendidikan, ternyata memberikan kesempatan belajar yang lebih luas, tidak mengenal tempat dan waktu. Kapan saja dan di mana saja, seorang pelajar dapat menikmati pembelajaran.
Harus diakui pula bahwa dengan teknologi dalam pendidikan, telah membuat pembelajaran jauh lebih menarik dan menyenangkan, kreatif dan inovatif, serta membantu pelajar semakin mudah mengerti karena adanya bantuan mengubah yang abstrak menjadi lebih konkret.
Karena itu, sudah saatnya memang pendidikan itu semakin adaptif dengan perubahan, terutama dalam hal teknologi pendidikan. Kita tidak perlu alergi dengan teknologi.
Yakinlah! Teknologi dalam pendidikan akan sangat membantu, baik bagi pelajar, bagi pengajar, dan bagi kami sebagai orang tua.
Sebagai orang tua, yang sedang mempersiapkan anak memasuki bangku kuliah, tentu kami sangat terbantu.
Seperti yang sudah saya sampaikan di atas, teknologi telah membantu kami orang tua untuk memfasilitasi anak untuk belajar dalam rangka mempersiapkan diri mengikuti berbagai seleksi masuk PTN, baik dari SNBP, SNBT, hingga jalur mandiri.
Begitu juga untuk membuat keputusan-keputusan untuk memilih universitas dan jurusan yang tepat bagi anak kami, baik berdasarkan minat dan kemampuannya. Peran teknologi tersebut begitu penting.
Saya yakin, ini bukan pengalaman kami saja, tetapi pengalaman banyak orang tua di negeri ini.
Misalnya saja, untuk mengenali kampus Universitas Negeri Yogjakarta (UNY). Bagaimana mungkin seorang pelajar atau orang tua yang berada di Aceh atau Papua, yang jauh dari Yogyakarta hendak menjadikan UNY sebagai tempatnya menimba ilmu.

Prestasi dan Transformasi UNY dalam Peningkatan Pendidikan
Mungkin saja sebelumnya tidak pernah berkunjung ke kampus UNY, atau barangkali belum pernah mendapat informasi secara langsung tentang UNY.
Tetapi karena keberadaan teknologi, kita tahu bahwa UNY itu ternyata masuk ke dalam 19 PTN terbaik di Indonesia berdasarkan versi QS World University Rankings (WUR) 2024.
Bahkan UNY itu meraih peringkat #251-300 pada QS World University Ranking (WUR) by Subject Education and Training sekaligus mendapatkan peringkat #1 nasional.
Sudah pernah mendengar pemeringkatan versi QS WUR? Kalau belum, perlu diketahui bahwa pemeringkatan versi ini dilakukan dari berbagai indikator seperti keberlanjutan, serapan kerja, jaringan riset internasional.
Ada juga berdasarkan indikator lainnya seperti reputasi akademik, reputasi pemberi kerja, rasio staf dan mahasiswa, sitasi per staf, rasio staf internasional, dan rasio mahasiswa internasional.
Bukan itu saja, masih ada banyak capaian lainnya yang diraih UNY.
Ada juga capaian yang prestius, bahwa UNY berhasil menduduki peringkat 601+ untuk tingkat Times Higher Education (THE) Asia Ranking 2024.
Berdasarkan THE tersebut, terlihat peningkatan signifikan dalam berbagai aspek penilaian seperti Research Quality, Research Environment, Teaching (The Learning Environment), Industry, and International Outlook.

Baru-baru ini (30/4/2024) di kantor Kemendikbudristek, UNY juga memperoleh penghargaan dari Nadiem Anwar Makarim selaku Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (mendikbudristek) atas Nilai Kerja Anggaran (NKA) Penyelenggaraan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), Keterbukaan Informasi Publik (KIP), dan Unit Pengolah Kearsipan Terbaik Tahun 2023.

Belum lagi pernah memperoleh penghargaan dari Komunikasi Informasi Pusat (KIP) dalam sebuah acara Penganugerahan KIP 2023 di Istana Wakil Presiden.
Fakta yang baru saya informasikan sesungguhnya hanyalah sebagian dari capaian dari UNY. Sesungguhnya masih banyak lagi prestasi yang bisa kita temukan di berbagai media yang ada di internet.
Melalui fakta tersebut, tentunya masyarakat luas, terutama yang ingin berkuliah di UNY semakin mengenal lebih jauh tentang UNY yang sedang merayakan Dies Natalis yang ke-60 ini.
Apalagi UNY itu telah masuk menjadi PTN BH, maka UNY harus terus bertransformasi sesuai dengan tema Dies Natalis ke-60 kali ini, “Transformasi Budaya Kerja Menguatkan UNY PTN BH”
Nah, pada akhir tulisan ini, saya ingin mengutip pernyataan Prof. Dr. Mukhamad Murdiono, M.Pd. selaku Ketua Panitia Dies Natalis UNY. Semoga “UNY terus berkomitmen untuk menerapkan inovasi dan strategi yang mampu mempersiapkan lulusan menjadi pribadi yang unggul, kreatif, dan inovatif menuju status world-class university.”
Jayalah UNY!
Sumber Referensi : detik.com — uny.ac.id (1) — uny.ac.id (2) — uny.ac.id (3) — uny.ac.id (4)

+ There are no comments
Add yours