
Bersahabat dengan air (Dokpri)
Setiap saat, manusia membutuhkan air. Tanpa terkecuali. Atau, adakah diantara kita yang tidak butuh atau bersentuhan dengan air setiap hari? Itu sesuatu yang mustahil. Itu adalah hukum kehidupan.
Manusia membutuhkan air bukan saja untuk diminum, memasak makanan, air mandian dan mencuci pakaian. Tetapi jauh lebih daripada itu, air adalah penopang keberlangsungan kehidupan manusia dan mahluk lainnya. Bukan saja saat ini, tetapi sampai kapan pun selagi kehidupan itu masih ada di muka bumi.
Itulah alasan kuat saya menempatkan air sebagai sahabat kita pada judul tulisan ini. Air adalah kebutuhan mendasar bagi umat manusia, yang saban hari kita membutuhkannya. Tanpa air, jelas manusia dan mahluk lainnya akan mati.
Ironisnya, sering sekali manusia tidak menghargai air, sering sekali menyia-nyiakannya. Layaknya seseorang yang menghianati sahabatnya. Setelah merasakan arti persahatabatan dalam hidupnya, lalu orang tersebut dibuang dan dilupakan.
Melihat fakta dalam kehidupan, ada banyak hal yang dilakukan sebagai bentuk pengingkaran terhadap air sebagai sahabat. Contoh sederhana, kita acapkali menggunakan air secara berlebihan saat mandi, menyuci pakaian dan mobil kendaraan dengan pemborosan air. Mirisnya lagi, ada saja yang membuka keran air dan lupa untuk mematikannya.
Selain itu, ada perilaku yang tidak bisa kita tolerir, seperti membuang sampah ke sungai. Padahal semua tahu bahwa air sungai itu sangat bermanfaat untuk menopang kehidupan manusia. Bahkan untuk habitat mahluk hidup yang ada di dalam sungai tersebut, seperti ikan. Tetapi masih ada saja yang mengotori sungai dengan sampahnya.
Begitu juga dengan perilaku yang merusak atau menebangi pohon secara masif di sekitar sumber mata air. Hanya demi kepentingan diri keberadaan air. Tanpa memperhatikan bahwa anak cucu kita juga kelak harus hidup dengan air.
Itu beberapa tindakan oknum yang tidak bertanggung jawab dan tidak ada wujud terima kasih untuk air yang telah memberikan kehidupan bagi diri dan keluarganya.
Menjelang peringatan Hari Air Dunia XXIXI 2021, tepatnya 22 Maret, kita kembali diingatkan untuk selalu menghargai air. Menghargai air sama artinya menghargai kehidupan, terutama menghargai penciptanya.
Sejatinya juga kita harus turut prihatin dan merasakan berbagai pengalaman krisis air diberbagai belahan dunia. Ketika kita tidak menghargai air, di sana ada banyak orang yang sedang berebut dan menangis karena kekurangan air. Bahkan ada yang sakit dan mati karena tidak mendapatkan air bersih.
Nah, oleh karena itu, mari kita bangun kepedulian bersama, kita menyelamatkan air untuk kehidupan kita. Demi keberlanjutan air bersih bagi anak cucu kita. Untuk itu, mari kita mulai dari diri dan keluarga.
Mulailah melakukan penghematan air. Berdasarkan pengalaman di keluarga kami, kami mencoba melakukan berbagai cara untuk penghematan air.
Misalnya mandi menggunakan “shower” untuk mandi bukan menggukan gayung. Air cucian beras dimanfaatkan untuk menyiram tanaman di depan rumah. Memanfaatkan air bilasan cucian terakhir untuk membersihkan teras rumah. Membasahi piring dalam satu ember khusus sebelum dicuci, dan kemudian pembersihan terakhir menggunakan air berjalan.
Sesungguhnya masing-masing kita memiliki banyak cara untuk menghemat air dan bentuk penghargaan kita pada air. Hendaknya itu tetap dipertahankan dan dilakukan secara konsisten. Bila perlu kita juga menjadi agen perubahan untuk sekitar lingkungan kita.
#HariAirDuniaXXIX2021 #MengelolaAirUntukNegeri #SigapMembangunNegeri
+ There are no comments
Add yours