Webinar Sarat Nilai Karakter, Menginspirasi Pembelajaran Masa Pademi Covid-19

Cerdas berkarakter adalah bagian dari manusia seutuhnya. Sosok cerdas berkarakter, tentu menjadi idaman dan layak dijadikan teladan bagi sesama. Bukan hanya itu, tapi mampu menginspirasi orang lain menjadi insan mulia.

Masa pandemi Covid-19 seperti sekarang, tentu kita butuh orang yang demikian untuk menularkan nilai-nilai karakter. Terutama pada dunia pendidikan yang telah menjalani pola baru dalam pembelajaran.

Nah, kalau bicara sosok cerdas berkarakter, yang mampu menularkan nilai-nilai karakter pada pembelajaran di masa pandemi Covid-19, kita dapat juga menemukannya pada “Seri Kegiatan Webinar Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19”. Tepatnya yang diselenggarakan oleh Pusat Penguatan Karakter (Puspeka).

Sudah pernah mendengar Puspeka?

Puspeka merupakan unit organisasi baru di Kemendikbud yang dibentuk berdasarkan Permendikbud Nomor 45 Tahun 2019. Kehadirannya diharapkan mampu mempersiapkan generasi bangsa yang cakap melalui pendidikan karakter di sekolah, di lingkungan keluarga, maupun masyarakat.

Sejak dibentuk, ada banyak kegiatan yang sudah dilakukan oleh Puspeka, salah satunya webinar. Hingga sekarang, Puspeka telah menyelenggarakan webinar ini sebanyak 9 kali.

Secara khusus pada bulan Agustus 2020 ini, Puspeka telah berhasil menyelenggarakan “Seri Kegiatan Webinar Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19” yang bertema: “Kurikulum Kondisi Khusus, Adaptasi Pembelajaran Kebiasaan Baru” (Sabtu, 8 Agustus 2020), “Sinergi Pembelajaran Kondisi Khusus” (Sabtu, 15 Agustus 2020), “Mengelola Pembelajaran Adaptif, Fleksibel dan Akomodatif” (Sabtu, 22 Agustus 2020), serta “Tetap Produktif di Masa Penuh Tantangan, Vokasi Kuat Menguatkan Indonesia”.

Sebagai seorang guru yang turut menyaksikan webinar ini, baik melalui aplikasi zoom ataupun youtube, merasa sungguh beruntung. Ada banyak nilai-nilai karakter yang ditularkan para narasumber, secara khusus rekan-rekan sejawat guru dari berbagai daerah yang menceritakan pengalaman mereka dalam menyiasati pembelajaran di masa pandemi Covid-19.

Titik Nur Istiqomah (Guru SD Muhammadiyah 1 Muntilan, Komunitas Guru Belajar Kabupaten Magelang) misalnya, menyampaikan bagaimana sekolah mereka menerapkan pembelajaran di era pembiasaan baru dengan memperhatikan keragaman murid. Untuk menetapkan cara pembelajaran jarak jauh, diperlukan empati terhadap latar belakang murid serta melibatkan kerjasama sekolah, orang tua dan murid.

Sementara Yayuk Hartini (Guru SDN Indrasari 1 Martapura, Kalimantan) mencoba menerapkan pembelajaran dengan penumbuhan karakter baik melalui aktivitas harian dan kemandirian murid selama di rumah.

Berbeda dengan Fandi Dawenan (Guru Pendidikan Khusus Berprestasi dan PJ Unit Produksi Braille di Sorong, Papua Barat, yang menceritakan tantangan mendidik anak-anak yang berkebutuhan khusus (disabilitas) di masa pandemi Covid-19 butuh kesabaran dan harus membuat modul pembelajaran yang sesuai kebutuhan anak.

Selain itu, ada Cone Kustarto Arifin (Kepala Sekolah SMKN 8 Malang, Jawa Timur), yang mencoba mengubah tantangan menjadi peluang. Misalnya, untuk anak SMK dengan pembelajaran 4 tahun (Kelas XIII) yang seharusnya menjalani magang di Industri, tetapi dengan kondisi sekarang mereka memaksimalkan pelaksanaan “Project Work” Otomatisasi Palang Pintu dan Otomatisasi Sortir Barang.

Keempat sosok yang saya sebut di atas, hanya beberapa narasumber yang ada pada webinar tersebut. Bagi sahabat pembaca yang ingin menyaksikan lebih jauh silahkan berkunjung ke youtube Cerdas Berkarakter Kemdikbud RI

Dengan berbagai pengalaman tersebut, tentu kita berharap dapat terinspirasi dan kemudian menularkan nilai-nilai karakter dalam mengahadapi masa pandemi serta menyiapkan generasi yang berkarakter.

Sumber gambar: IG @cerdasberkarakter.kemdikbudri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *