Pernahkah kita menyadari dengan sungguh-sungguh, bahwa kita sedang berada pada sebuah zaman yang sangat berbeda dengan puluhan tahun lalu?
Kita sekarang berada pada era transformasi digital. Era yang menuntut perubahan yang begitu cepat pada berbagai aspek kehidupan. Semua itu tidak luput dari perkembangan dan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.
Gelombang perubahan tentu akan terus bergulir, tak seorang pun dapat menghentikannya. Hanya ada satu kata yang dapat kita lakukan. Berselancar. Berselancar pada gelombang perubahan. Kalau tidak, kita akan tenggelam dan “mati”.
Nah, kalau sudah bicara perubahan, maka salah satu bentuk nyata yang sedang kita hadapi (bahkan sudah terjadi sebelumnya), kita sedang berada pada dunia yang semakin global. Dunia seolah tanpa batas, tantangan dan kesempatan semakin luas, hingga pengetahuan dan keahlian pun harus berkelas.
Sesungguhnya, apakah faktor pendorong percepatan dari globalisasi tersebut?
Kalau dulu, globalisasi sangat banyak dipengaruhi oleh mobilitas antar bangsa, terutama karena kemajuan teknologi transportasi. Maka saat ini, percepatan globalisasi sarat dengan pengaruh kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.
Apa pun yang menimbulkan globalisasi tersebut, ada satu hal yang tak boleh abai, bahwa kita membutuhkan kecakapan berbahasa asing. Kemampuan berbahasa asing itu mutlak dan tidak dapat ditawar. Bukan saja sebagai nilai tambah bagi seseorang, tetapi telah menjadi kebutuhan pokok era globalisasi.
Bisa Anda bayangkan apa yang akan terjadi pada seseorang yang tidak menguasai bahasa asing di tengah-tengah maraknya globalisasi atau ketika dunia semakin tidak ada batasan?
Kemampuan bahasa asing tentu akan memudahkan interaksi dan komunikasi lintas bangsa. Penguasaan bahasa asing akan sangat membantu dan memudahkan bekerja dan bersaing pada perusahaan multinasional, melakukan aktivitas bisnis lintas negara, mendapatkan berbagai jenis beasiswa untuk melanjutkan studi ke luar negeri, menikmati perjalanan ke luar negeri dalam rangka berwisata, dan masih banyak lagi.
Faktanya, bukankah banyak orang yang kehilangan kesempatan karena keterbatasan penguasaan bahasa asing? Sebaliknya, banyak orang yang karirnya lebih cemerlang karena fasih berkomunikasi dalam bahasa asing.
Nah, kalau begitu, kita pasti sepakat bahwa bahasa asing tersebut sangat dibutuhkan pada era globalisasi. Permasalahannya, bagaimana kita dapat mengembangkan kemampuan bahasa asing kita?
Menurut hemat saya, ada satu “jalan tol” yang harus dilalui. Belajar bahasa asing di tempat yang tepat dan terpercaya. Seperti bimbingan belajar (bimbel) atau kursus yang satu ini, Bimbel Lantern House Bengkulu.
Sesuai dengan namanya yang diambil dari kata “Lantern” yang artinya lentera, maka diharapkan Lantern House ini dapat menjadi cahaya dalam kegelapan yakni bertujuan menerangi dan memberi arah jalan bagi anak-anak bangsa menuju persaingan global melalui penguasaan bahasa asing.
Lantern House sendiri merupakan Lembaga Pusat Bahasa Dan Rumah Pendidikan yang menghadirkan banyak pilihan bagi generasi penerus bangsa, yang sungguh-sungguh ingin belajar bahasa asing. Bukan saja menawarkan bahasa Inggris, tetapi ada juga juga bahasa Jepang, Korea, Arab, Mandarin, Prancis, Jerman dan Thailand. Wah, banyak sekali iya?
Belum lagi dilengkapi dengan kebebasan memilih materi, hari, jam dan lokasi. Sementara untuk jumlah pertemuannya ada sebanyak 8 kali dalam sebulan. Tentu tidak dengan biaya yang sangat terjangkau dan tidak akan membuat kantong bolong. Apalagi Lantern House dilengkapi berbagai tawaran harga yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhanmu.
Nah, untuk lebih mengenal lebih jauh tentang Kursus Bahasa Asing Terbaik di Bengkulu ini, Anda dapat berkunjung ke media sosial (Instagram) Lantern House yaitu @lantern.house atau menghubungi nomor kontak (telp) 0898-0493-026 atau melalui email lanternhouse1415@gmail.com
Selamat belajar, selamat mempersiapkan diri memasuki dunia yang semakin global. Raihlah impian dari saat ini, dengan persiapan yang matang. Salam

Benar. Bagaimanapun penguasaan bahasa asing adalah salah satu kunci sukses.