“Tugas dan panggilan tertinggi seorang anak manusia adalah menjadi manusia guru. Ia bertanggung jawab untuk menciptakan suatu masyarakat pembelajar yang melahirkan pemimpin-pemimpin baru bagi sebuah bangsa, bagi bangsa-bangsa, bagi umat manusia di masa depan. Sesederhana itu dan sesulit itu.” (Andrias Harefa)
Awal pertama kali saya memutuskan menjadi seorang guru, tepatnya pada sekolah formal, saat itu saya mulai senang membaca buku yang berbau pendidikan. Suatu waktu, saya pun menemukan sebuah untaian kalimat yang bermakna sangat dalam. Kalimat tersebut saya temukan pada buku bacaan yang berjudul “Menjadi Manusia Pembelajar” yang ditulis oleh Andrias Harefa.
Setelah saya pikir-pikir saya sangat sependapat dengan pernyataan tersebut. Bahwa menjadi seorang guru adalah tugas dan panggilan tertinggi dan mulia bagi manusia. Tetapi memang harus diakui bahwa tanggung jawabnya seorang guru sangat besar. Salah satunya, menjadikan manusia menjadi pembelajar.
Fakta Tak Terbantahkan, Guru Harus Belajar!
Selagi masih hidup, tidak ada kata berhenti belajar. Bahkan seorang guru pun harus terus menerus belajar. Belajar harus sepanjang hayat.
Bisa Anda bayangkan, apa yang akan terjadi pada seorang guru jika tidak lagi belajar? Atau tidak mau lagi mengembangkan diri sesuai kebutuhan dan perkembangan zaman. Dia akan menjadi guru yang cetek pengetahuan dan keterampilan mengajarnya pun dijamin tidak akan relevan. Dia akan membicarakan hal itu saja dari tahun ke tahun. Cara mengajarnya pun monoton, tidak berkembang.
Dengan demikian, guru tersebut tidak akan menarik dan barangkali akan ditinggal oleh muridnya. Selain itu, guru tersebut tidak akan mampu bersaing pada era yang semakin kompetitif dengan dipenuhi berbagai perubahan.
Alasannya jelas! Pengetahuan itu sangat dinamis. Cara penyampaian materi pun terus berkembang mengikuti kemajuan dan perubahan. Terutama pada era kemajuan teknologi informasi dan komunikasi seperti serkarang.
Bahkan saat ini, seorang guru sedang berhadapan dengan generasi yang berbeda dengan dirinya. Berbeda gaya dan cara belajarnya, berbeda kebutuhannya, berbeda orientasi masa depannya, dan masih banyak lagi.
Saya sendiri berada pada kondisi tersebut. Saya adalah guru SMA yang berasal dari Generasi X, yang saban hari berhadapan dengan Generasi Z. Bahkan tidak berapa lama lagi akan bertemu dengan Generasi Alpha.
Bagi yang berasal dari Generasi X seperti saya, tentu bisa memahami hal tersebut. Tidak mudah. Kalau pengalaman pembelajaran di zaman saya masih didominasi monolog, dan didukung teknologi analog. Berbeda dengan generasi masa kini, terbiasa dengan dialog, dan didukung oleh teknologi digital.
Itu hanya beberapa karakteristik zaman yang dimaksud. Masih ada banyak lagi pembeda antara generasi tersebut. Artinya, saya tidak akan mungkin “memaksakan” gaya pembelajaran berdasarkan pengalaman masa lalu, untuk berhadapan dengan generasi masa kini.
Jadi, terus belajar adalah sebuah keniscayaan bagi seorang guru. Belajar akan membuat guru memiliki “amunisi” baru. Guru akan lebih percaya diri tampil di depan anak didik dengan pengetahunan dan ketrampilan mengajar yang lebih mumpuni dan kekinian.
Guru memang harus kreatif dan inovatif. Bukan menjadi guru yang monoton, apalagi hanya sebagai penonton perubahan. Oleh karena itu seorang guru harus memiliki kebiasaan sebagai guru belajar.
Dalam tulisan saya terdahulu, saya pernah membahas bahwa guru yang inovatif itu adalah guru HAFECS. Adapun arti guru HAFECS yang saya maksudkan adalah guru yang memiliki karakteristik ini, meng(H)idupi profesinya, (A)daptif dengan berbagai perubahan, (F)okus pada solusi bukan masalah, (E)xtraordinary, (C)ara berpikirnya unik, (S)elalu belajar hal-hal yang baru.
Dari keenam poin tersebut, salah satu yang sangat relevan dengan tulisan ini adalah, bahwa guru harus selalu belajar. Bagaimana mungkin seorang guru mengajak anak didik belajar, sementara guru sendiri tidak mau belajar? Ini adalah hukum integritas.
Meminjam semboyan yang diperkenalkan Ki Hajardewantara, bahwa seorang guru harus menjadi guru yang Ing Ngarso Sung Tulodo. Harus menjadi teladan, termasuk dalam belajar. Sebab itulah salah satu identitas mulia dari seorang guru.
GuruInovatif.id Sahabat Guru Pembelajar
Sahabat pembaca, sudah pernah mendengar GuruInovatif.id?
Guruinovatif.id adalah platform online learning bersertifikat untuk guru. Kehadiran platform ini, diharapkan dapat membangun keterampilan guru dalam mengajar, yakni dapat dengan mengikuti berbagai pelatihan guru seperti kursus, webinar, dan sertifikasi guru dari GuruInovatif.id yang sudah barang tentu akan menghadirkan trainer guru yang berpengalaman.
Atau untuk mengenal lebih dekat dengan GuruInovatif.id, sahabat pembaca juga dapat menyaksikan video berikut!
Kalau bicara tentang pilihan kursus di GuruInovatif.id ternyata sangat bervariasi atau beragam. Anda dapat mengikuti Online Certification, Productivity Course, dan Mini Course.
Untuk Online Certification, Anda dapat mempelajari berbagai modul, misalnya Pengembangan Profesionalisme Guru di Abad 21, Pedagogical Content Konowledge (PKC) dari berbagai bidang studi. Tentu Anda dapat memilih yang sesuai dengan bidang studi yang Anda ampu.
Ada juga pembelajaran High Order Thinking Skill (HOTS) dalam berbagai jenjang pendidikan dan bidang studi. Serta, Merancang RPP 1 lembar dengan Teaching Scenario. Selengkapnya tentang Online Certification ini dapat Anda klik pada link berikut!
Selain itu, ada juga Productivity Course yang menawarkan modul seperti Cara Menggunakan Google Classrom untuk Mengajar di kelas Sekolah, Cara Mengginakan Zoom untuk Mengajar di Sekolah, Cara Menggunakan Whatsapp untuk Group Pembelajaran, dan masih banyak lagi.
Materi-materi yang ditawarkan pun umumnya relevan dengan kebutuhan para guru di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang. Menariknya, hingga saat ini, ada banyak pembelajaran pada Productivity Course yang free. Yuk guru pembelajar, segera dimanfaatkan kesempatan ini.
Sementara untuk melihat modul-modul lainnya yang ditawarkan, Anda dapat langsung berkunjung pada link berikut!
Nah, ini dia satu lagi, tentu tidak kalah menarik dari yang sudah dijabarin tadi. Mini Course. Untuk Mini Course ini, ada banyak juga modul yang ditawarkan, seperti Tips Mengajar Efektif untuk berbagai bidang dan jenjang pelajaran.
Ada juga Aspek-Aspek Kunci dalam Mendisain Pembelajaran Jarak Jauh di Era New Normal. Dan masih banyak lagi. Untuk modul yang ditawarkan, selengkapnya dapat Anda dapat klik pada link berikut!
Kalau berbicara tentang alasan mengapa Anda haru memilih GuruInovatif.id sebagai tempat belajar? Tentu perlu dipahami terlebih dahulu, jangan beli kucing dalam karung.
GuruInovatif.id iru telah memiliki berbagai pengalaman dalam melatih guru. Baik itu dari topik PCK, HOTS, Assesment, dan yang lainnya. Untuk materi tersebut akan belajar langsung dari trainer yang berpengalaman di bidangnya.
Kemudian menawarkan kemudahan belajar, sehingga Anda tidak akan pusing setelah selesai belajar, malah sebaliknya dapat pengetahuan dan ketrampilan baru yang siap diaplikasikan. Serta yang tidak kalah penting, tentu karena tiap kursus dan webinar dilengkapi dengan sertifikat.
Kalau untuk jam terbang dan pengalaman GuruInovatif.id, tidak perlu diragukan. GuruInovatif.id telah dipercaya sekitar 50.000 guru dan pegiat pendidikan dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Dipercaya 10.000 sekolah dan instansi. Sudah melakukan 300 kali pelatihan di 300 kota/kabupaten.
Sementara dari berbagai peserta yang pernah mengikuti pembelajaran di GuruInovatif.id, Anda dapat membaca beberapa testimoni yang layak dijasikan sebagai pertimbangan.
Bagaimana? Tertarik mencoba ikut penegmbangan diri atau Sertifikasi Guru di GuruInovatif.id ? Silahkan login pada website GuruInovitif.id dan pelajari segera yang menjadi kebutuhan Anda.
Selamat menjadi guru HAFECS!
______________
Sumber Referensi :
- Andrias Harefa. 2000. Menjadi Manusia Pembelajar. Jakarta: Harian Kompas.
- www.guruinivatif.id







+ There are no comments
Add yours